Share

Bab 48 Live Tutorial.. 

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-05-30 11:06:14
​Tubuh Bianca menegang sempurna seakan baru saja tersengat aliran listrik tegangan tinggi.

'Tamat riwayat gue! Masa iya gue di suruh nidurin milik Pak Damian?! Gimana caranya coba?! Gua aja baru pertama kali genggam begituan..' jerit Bianca histeris dalam hati.

​“Kenapa bengong?!” Damian berbisik di telinganya, “Bukankah ini bagian dari imajinasimu, Bianca?!”

​“Ehhh.. Ng-nggak Pak! Sumpah.. Imajinasi saya belum sampai ke situ, masih membayangkan ukurannya aja.. Upss..” Bianca membekap mulu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 440 Pegang dan Rasakan

    ​Mata Bianca membelalak lebar. Pipi mulusnya seketika terbakar merah padam sampai ke ujung telinga. ​'ASTAGA! Kenapa pria kaku ini masih ingat pikiran dan kata-kata mesum gue waktu pertama kali dulu sih?! Aduh, sekarang muka gue mau ditaruh di mana lagi?!' batin Bianca bersorak histeris, menyembunyikan rasa malunya yang melambung tinggi. ​Tanpa menunggu tanggapan istrinya, Damian meraih jari tangan kanan Bianca. Dengan gerakan lembut namun penuh penekanan otoriter, ia membawa tangan kanan Bianca untuk menggenggam ibu jari tangan kirinya. ​"Pegang," pangkas Damian singkat. ​"Damian..." cicit Bianca pasrah. ​Sementara tangan kanan Blanca menggenggam ibu jari Damian, tangan kanan Damian beralih meraih pergelangan tangan kiri Bianca. Pria itu menuntun tangan kiri istrinya bergerak turun menyusuri perut ratanya, melewati kepala ikat pinggang, hingga m

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 439 Masih Siang Bolong

    ​"D-Damian... ini masih siang bolong lho!" cicit Bianca gelagapan, jari tangannya menahan dada bidang suaminya yang terasa sangat keras dan hangat. "Masa... Masa siang-siang gini kita mau... mau unboxing?!" ​"Memangnya kenapa?" pangkas Damian dingin, tidak terpengaruh sama sekali oleh ucapan istrinya. "Penthouse ini milik kita. Tidak akan ada yang akan mengganggu." ​"Tapi aku belum mandi! Aku... aku juga mau istirahat dulu! Ngantuk karena tadi kabur pagi-pagi!" alasan Bianca beruntun, berusaha mencari celah untuk melarikan diri dari terkaman serigala berjas ini. ​Damian tidak menjawab dengan kata-kata. Pria itu justru merendahkan tubuhnya sedikit lagi, mendaratkan kecupan-kecupan hangat dan dalam di leher mulus Bianca, tepat di bawah garis rahangnya. ​"Nnggh..." Bianca meremang seketika. Sentuhan bibir dan desah napas hangat Damian di

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 438 Melakukan yang Tertunda

    Pandangan Bianca kini beralih sepenuhnya menatap punggung Damian. ​'Gila sih... Damian kalau dilihat dari belakang aja karismanya tumpah-tumpah! Mana perhatian banget lagi langsung pesanin makanan favorit gue. Beruntung banget sih gue bisa dapet suami kayak dia!' gumam Bianca bersorak gembira dalam hati, menepuk-nepuk pipinya yang terasa hangat. ​Tak sampai dua menit, Damian kembali melangkah menuju meja makan sambil membawa beberapa kotak makanan hangat berkualitas tinggi dari restoran berbintang. Aroma harum Daging Steak premium dan sup hangat seketika memenuhi area penthouse. ​”Ayo, makan," pangkas Damian kaku, menarikkan satu kursi untuk Bianca. ​Bianca melangkah antusias, segera duduk di kursi dengan senyuman terkembang. "Wah! Ini kan steak kesukaan aku! Makasih ya, Damian!" ​"Hm. Makan yang banyak," sahut Damian singkat. Pria itu mengambil posisi duduk tep

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 437 Makan Siang Meresahkan

    ‘Tahan Bianca, ingat! Lo itu lagi pura-pura ngambek!' bisik Bianca dalam hatinya, berusaha mengalihkan pandangan ke arah meja makan. ​"Damian, katanya mau pesan makanan?" panggil Bianca lembut, berusaha mengontrol suaranya agar tetap terdengar lembut. "Aku beneran lapar nih. Maag aku bisa kumat kalau telat makan." ​Damian merogoh ponsel di saku celananya. Jari tangannya dengan cepat memesan makanan online di atas layar ponsel selama beberapa detik sebelum menoleh menatap Bianca. ​"Sudah di pesan," pangkas Damian kaku. "Makanan favoritmu akan sampai sepuluh menit lagi." ​"Bagus deh..." gumam Bianca lega. Gadis itu baru saja hendak melangkah menuju area dapur untuk mengambil segelas air hangat ketika lengan tegap Damian mendadak menghadang jalannya. ​SET! ​Damian menarik tubuh Bianca pelan namun pasti, membawa gadis itu duduk di atas sofa empuk ruang tamu, lalu ik

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 436 Menagih Kejutan Semalam

    ​Jantung Bianca seolah berhenti berdetak detik itu juga. Darah di seluruh tubuhnya terasa berdesir naik ke wajahnya, membuat pipi mulusnya merona padam seketika. ​'KYAAAH! DAMIAN! KOK DIA BISA TAHU SOAL KEJUTAN ITU?!' jerit Bianca histeris dalam hatinya. Otak liarnya langsung terlempar kembali pada bayangan gaun tidur sutra merah marun berbahan tipis dengan belahan paha tinggi yang sudah ia kenakan semalam. Bayangan bagaimana ia sudah berencana untuk tampil agresif, melahap habis suaminya, dan memberikan 'pelayanan full service' seketika berputar liar di dalam kepalanya. ​"E-eh?! Ke-kejutan apa sih?!" cicit Bianca gelagapan, mendadak salah tingkah hingga gagap. "E-enggak ada kejutan apa-apa ya! Siapa yang mau kasih kejutan buat kamu! Ish.. Kamu terlalu percaya diri.." Oceh Bianca. ​"Jangan berbohong," pangkas Damian dingin, tatapan matanya semakin menggelap mengintimidasi. "

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 435 Dekapan di Dalam Mobil

    ​"Damian, lepasin dulu tanganmu, malu dilihatin orang-orang di luar!" cicit Bianca lirih, berusaha menggeser tubuhnya selangkah saat mereka baru saja keluar dari area pintu galeri seni. ​Namun, bukannya melepaskan, Damian justru menggeser posisi tangannya. Lengan tegapnya yang hangat beralih merengkuh bahu mulus Bianca dari samping, mengunci pergerakan gadis itu rapat-rapat dalam dekapannya. Jari tangannya yang lain merengkuh erat jemari Bianca, menggenggamnya begitu protektif tanpa memberi celah sedikit pun. ​Hans yang berdiri tegap di samping pintu mobil sedan Rolls-Royce hitam segera membukakan pintu belakang dengan gerakan cepat. ​"Masuk," pangkas Damian dingin dan kaku. ​Bianca melirik Velove dan Dirga yang berdiri tak jauh di belakang mereka. Velove sedang sibuk mengusap pipi pacar barunya yang memar akibat pukulan telak Damian. Rasa canggung dan bersalah kembali merayapi benak Bianca. ​"Tapi Kak Dirga sama Velove gimana, Damian? Kita beneran gak ikut bawa Kak Dirga ke ru

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 2 Ide Gila

    Sambungan video diputus sepihak. Layar laptop Bianca langsung berubah hitam, menyisakan pantulan wajahnya sendiri yang sudah pucat pasi mirip mayat. Jadi… pria itu mendengarnya selama ini?!Malam itu benar-benar menjadi malam paling sial dalam hidup Bianca. Efek obat flu sialan itu mendadak hilan

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 1 Imajinasi Liar

    "Kalau mau ajak tidur, minimal kayak gini!" Bianca mengomel sambil menunjuk-nunjuk layar laptopnya yang menampilkan visual sang bos. Kalimat sang mantan tadi masih terngiang di telinga Bianca, ingatannya memutar kembali saat pacarnya minta putus karena dirinya menolak untuk diajak tidur bersama.

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 5 Alat Pengukur

    Bianca hanya bisa pasrah. Ia menyeret langkahnya keluar dari kamar dengan canggung, lalu duduk di kubikelnya sendiri sembari menyalakan tablet grafisnya dengan tangan yang masih gemetar kaku. Pikirannya benar-benar kosong, menyisakan kepanikan yang membuat napasnya putus-putus.Tadi… apa yang dire

  • Salah Bicara, Pak Bos Jadi Tergoda   Bab 4 Aromanya Memabukkan

    ​Bianca terpaku sesaat, ia memberanikan diri menatap wajah Damian didepannya, pria yang kemarin menjadi sumber imajinasi liarnya. “Di bawah kungkungannya.. Bukan! Di bawah pengawasannya..’Bianca membeku. Berarti mulai hari ke depan… ia akan berurusan dengan pria di depannya?Dengan kejadian kema

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status