LOGINWajah Thea ternyata cantik juga. Kenapa lima bulan dia memiliki Thea sebagai sekretaris, dia tak pernah merasa Thea cantik?
Baru kali ini, ketika dia melihat wajah itu meski menatapnya dengan kedua mata membelalak horor, seperti putri cantik berjiwa nenek lampir dari neraka.
Sungguh mengerikan.
Tapi sebenarnya Huggo masih sanggup mengabaikan pelototan mata itu, karena Thea masih begitu cantik.
Tubuhnya pun harum yang unik. Tidak pernah ada sebelum ini wanita yang beraroma seperti ini.
Atau jangan-jangan Thea sudah memiliki parfume pemikat pria sebelum perusahaannya memproduksi parfume ini?
Wah, jika iya ... keterlaluan!
Ini berarti Thea sudah mengalahkannya secara diam-diam.
Dan untuk alasan ini juga, Huggo semakin bertekad untuk menaklukkan Thea sebagai sekretaris plus-plus-nya.
Dia mengabaikan tatapan horor Thea dan mulai mengarahkan bibirnya untuk membekap bibir Thea.
Tapi tiba-tiba ...
Kriuk ... kriuk .
Huggo memang tidak mendengar semua percakapan kelima karyawannya itu.Tapi dia bisa menyimpulkan apa yang sedang mereka gosipkan.Tentu saja Thea dan dirinya.Dan dari kalimat terakhir mereka, mereka berpendapat bahwa dirinya dan Thea menghabiskan malam bersama.Hmm ... tidak salah juga jika mereka berpikir demikian.Tapi Huggo tetap tidak senang sehingga dia memicing dan menegur secara halus.“Ini bukan lagi sudah pagi, tapi sudah mulai jam kerja!” ujarnya seraya menajamkan tatapannya dengan kedua tangannya melesak di saku celana.Dia berjalan masuk ke ruangan tempat Cindy dan kawan-kawan berada sehingga mereka semua terdiam dan menunduk hormat.“Iy, iya, Pak. Kami sudah akan mulai kerja.”“Sudah akan? Itu sama saja belum.” Huggo lalu melirik jam di pergelangan tangannya.Di saat itu, Cindy bertanya, “Belum tepat jam 08.00 kan, Pak?”Huggo memicing lagi. Saat menurunkan tangannya, dia lalu berkata dengan dinginnya, “Memang ini belum jam 08.00 tepat. Tapi tidak ada salahnya bukan jik
Wajah Thea ternyata cantik juga. Kenapa lima bulan dia memiliki Thea sebagai sekretaris, dia tak pernah merasa Thea cantik?Baru kali ini, ketika dia melihat wajah itu meski menatapnya dengan kedua mata membelalak horor, seperti putri cantik berjiwa nenek lampir dari neraka.Sungguh mengerikan.Tapi sebenarnya Huggo masih sanggup mengabaikan pelototan mata itu, karena Thea masih begitu cantik.Tubuhnya pun harum yang unik. Tidak pernah ada sebelum ini wanita yang beraroma seperti ini.Atau jangan-jangan Thea sudah memiliki parfume pemikat pria sebelum perusahaannya memproduksi parfume ini?Wah, jika iya ... keterlaluan!Ini berarti Thea sudah mengalahkannya secara diam-diam.Dan untuk alasan ini juga, Huggo semakin bertekad untuk menaklukkan Thea sebagai sekretaris plus-plus-nya.Dia mengabaikan tatapan horor Thea dan mulai mengarahkan bibirnya untuk membekap bibir Thea.Tapi tiba-tiba ...Kriuk ... kriuk .
Langit terlihat cerah ketika Shania bangun tidur dan membuka tirai jendela di kamarnya.Di pandanginya sejenak langit yang cerah, dihirupnya udara yang segar, serta kedamaian pagi yang jarang-jarang didapatnya sebelum perceraian ini.Kali ini, sekali ini hidupnya terasa sempurna. Memiliki rumah mewah yang adalah miliknya sendiri sungguh memberinya kebanggaan tersendiri.Shania mengisi paru-parunya dengan udara sebanyak mungkin, lalu tatapannya terhenti pada rumah yang baru saja didatanginya semalam.Rumah itu terlihat menjulang tinggi sendiri. Megah dan terlihat agung. Dan dari yang pernah disampaikan property agent kompleks perumahan ini sebelum dia meminta Howard membelikannya rumah ini, rumah yang didatanginya semalam itu memiliki pekarangan luas di depan dan samping. Lalu di belakang terdapat taman alami yang luas beserta danau pribadi.Itu rumah impiannya, tapi sayang sudah ada yang punya.Tapi tak apa, setelah semalam bertemu dengan ny
Shania sangat ramah dan mudah memimpin percakapan. Dia banyak bertanya dan begitu riang dan murah senyum sehingga Thea cukup nyaman berbincang dengan Shania.Sepanjang percakapan ringan mereka, Shania cukup memancing banyak hal dari Thea. Hal-hal tentang kehidupan pribadi. Thea cukup kewalahan sehingga dia pun harus memutar otaknya, menghalukan dirinya menjadi istri Tn. Huggo demi bisa memberikan jawaban yang meyakinkan pada Shania.Dengan mudahnya, Shania percaya dan mulai membangun bayangan tentang pasangan di rumah ini.Dari jenis rumahnya, rumah ini tipe paling mewah dan luas. Sudah pasti bukan orang biasa. sungguh Thea sangat beruntung bisa memiliki suami yang memiliki rumah seperti ini.Dengan yakin, Shania menanamkan dalam hatinya, suami Thea adalah target incarannya yang berikutnya.Dia tidak mungkin menjadi seorang wanita single dalam waktu lama. Itu bukan gayanya.Di tengah percakapan mereka, tatapan Shania kembali menelusuri Thea. Di matanya, tampilan Thea seperti baru aka
Selama dua tahun ini hasrat Huggo seperti sponge yang diikat hingga ke dasar laut.Tapi malam ini, ketika melihat Thea dalam balutan gaun yang dia pilih sendiri, dengan warna favoritnya sendiri, sponge itu tak mampu ditahan lagi. Dia terus mengambang hingga akhirnya sanggup memutuskan tali pengikatnya.Begitu tali pengikat terputus, sponge langsung melesat ke permukaan laut dan mengambang di sana, terombang-ambing ombak.Begitulah apa yang dirasakan Huggo terutama ketika dia mencium Thea dan mendapatkan balasan yang sama semangatnya.Sekalipun ciuman Thea terasa amatir, tapi semangatnya bisa dia rasakan.Ini seperti menambah bahan bakar turbo untuk mendorong lesakan sponge ke permukaan laut.Pagutannya semakin berani, semakin dalam dan ketika respon tubuh Thea seirama dengan respon tubuhnya, Huggo mulai meraba tubuh itu dengan tangannya sendiri.Pada mulanya, jari jemarinya merayap di leher Thea, merasakan lembut dan halusnya kulit wanita itu, serta denyut nadinya yang terasa memburu d
Thea tidak siap. Lahir maupun batin, dia tidak siap dicium apalagi oleh seseorang yang tekanan darahnya selalu tinggi seperti Pak Boss satu ini.Masalahnya, Huggo tidak peduli Thea siap atau tidak.Dia seperti iguana yang tertusuk duri di bokongnya sehingga tubuhnya melesat dalam lompatan gesit, lalu bibirnya mendarat dan menghisap penuh hasrat bibir Thea.Thea tidak ingin membalas, tapi entah mengapa setiap saraf bibir dan lidahnya malah merespon dengan penuh sama semangatnya.Pagutan yang tercipta seolah berasal dari dua insan yang lama terpisah, lalu bertemu untuk melepas rindu yang telah dipendam di relung hati._____Malam mulai larut.Langit semakin kelam namun ada keindahan tersendiri saat hamparan karpet hitam semakin bertaburan berlian-berlian kecil.Sebuah mobil SUV warna emas metalik memasuki halaman rumah yang bertetangga dengan Huggo.Dua orang wanita turun dari mobil dan memasuki rumah.“Nasibmu masi