SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN

SISTEM GANDA: KEHIDUPAN KEDUA XIAN REN

last updateLast Updated : 2026-11-02
By:  Tinta TerbangUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
80Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Xian Ren—seorang pemuda berusia 25 tahun—tewas setelah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan seorang anak kecil. Tiga tahun setelah kematiannya, ia terbangun di tubuh Han Lim (17)—seorang siswa SMA jenius yang merupakan korban perundungan hingga terbaring koma selama satu bulan di rumah sakit. Kebaikan Xian Ren di akhir hayatnya memicu hadirnya Sistem Duality. Sebuah sistem unik yang dapat memberi Xian Ren dua jalur utama: Lindungi yang lemah untuk memperoleh kekuatan. Taklukkan hati para wanita untuk memperoleh popularitas. Xian Ren harus menghadapi para pelaku yang menghancurkan hidup Han Lim dan membangun kehidupan barunya dari nol. "Sistem, apa cara tercepat untuk menjadi yang terkuat?" [Jawaban: Dapatkan keintiman penuh dan taklukkan para wanita]. Xian Ren tersenyum. "Tantangan diterima."

View More

Chapter 1

01. Terbangun Di Tubuh Baru

"Brengsek..." Xian Ren mengusap darah yang menetes di bibirnya.

Salah satu pria bertubuh besar di depannya tersenyum mengejek. "Apa cuma segini kemampuanmu, Xian Ren? Aku mulai meragukan julukanmu sebagai petarung yang handal."

Xian Ren meludahkan sisa darah di mulutnya. Ia tersenyum dan menatap pria itu, layaknya elang yang bersiap menerkam mangsanya.

Pria bertubuh besar itu bergerak maju, mengayunkan pipa besi ke arah kepala Xian Ren.

Xian Ren memiringkan tubuhnya dengan cepat. Besi itu hanya menggores pundaknya. Ia menangkap pergelangan tangan si pria, menariknya ke depan, lalu menghantamkan sikunya tepat ke rahang pria tersebut.

Tubuh pria itu langsung ambruk.

Dua orang lainnya menyerbu bersamaan. Xian Ren mundur beberapa langkah, menghindari pukulan pertama. Kakinya berputar cepat, melayangkan tendangan ke lutut salah satu pria dengan keras.

"Arggghhh.... Sialan kau." Pria itu tersungkur dan meringis kesakitan

Xian Ren mengayunkan pukulan bertubi-tubi ke wajah pria berikutnya hingga membuat si pria tersungkur lemas.

Dua orang terakhir saling berpandangan. Nyali mereka mulai menciut.

"Maju kalian berdua, Berengsek!" Xian Ren meludah, lalu tersenyum dingin.

Kedua pria itu, maju bersamaan. Xian Ren menarik napasnya. Seluruh tubuhnya mulai terasa nyeri.

Ia menyelinap di antara keduanya, mendaratkan pukulan keras yang menghantam ulu hati pria pertama, lalu memutar tubuh untuk melayangkan tendangan ke leher pria kedua.

Kelima pria yang tadi mengeroyok Xian Ren dan temannya, kini tergeletak tidak berdaya.

"Cepat bangun kalau kalian masih punya nyali. Aku benar-benar akan menghabisi kalian di sini," ucap Xian Ren, dingin.

"S-Sialan... Ayo kita pergi sekarang," ucap salah satu pria dengan terengah-engah.

Kelimanya segera bangun dan berlari meninggalkan tempat itu.

Xian Ren menghela napas lega kemudian berjalan menuju sudut gang. Ken—temannya yang tadi sempat dipukuli oleh orang-orang itu—masih terduduk lemas dengan darah yang menetes di pelipisnya. Xian Ren menarik tubuh Ken dengan perlahan.

"Kau tidak apa-apa, Ken?"

"Hanya sedikit memar. Terima kasih, Ren." Ken berdiri dan membersihkan pakaiannya dan darah di pelipisnya.

"Sama-sama." Xian Ren menepuk pelan bahu temannya.

"Hei Ren, apa kau akan ikut nongkrong malam ini di tempat biasa?"

"Aku tidak bisa, Ken. Lain kali saja," ucap Xian Ren melambaikan tangannya, lalu berjalan meninggalkan tempat itu.

Xian Ren berjalan menyusuri trotoar di pinggir jalan raya yang cukup ramai. Kendaraan berlalu-lalang dengan kecepatan tinggi.

Xian Ren mengeluarkan rokok dari sakunya. Belum sempat rokok itu dinyalakan, ia melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 6 tahun, yang berlari menyeberangi jalan raya—mengejar bolanya.

Dari arah depan, sebuah mobil melaju kencang. Pengemudi mobil itu tampak terkejut menyadari keberadaan sang bocah yang berdiri di tengah jalan.

Si sopir berusaha menginjak remnya dengan kuat, namun jaraknya terlalu dekat.

Orang-orang di sekitar berteriak histeris.

"AWAS!"

Tanpa berpikir panjang, Xian Ren berlari ke tengah jalan. Ia berhasil menjangkau tubuh si bocah dan mendorongnya ke arah trotoar dan mendarat dengan selamat.

Nahas bagi Xian Ren. Ia tidak bisa menghindar dengan cepat.

Hantaman keras dari mobil itu membuat tubuh Xian Ren terpental beberapa meter ke depan, lalu menghantam permukaan jalanan.

Suara teriakan dan klakson kendaraan mendadak riuh di sekelilingnya.

Xian Ren terbaring kaku. Darah mulai mengalir dari kepala dan dadanya. Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh sarafnya—membuat tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali.

Pandangannya perlahan memburam. Suara keramaian di sekitarnya terdengar semakin menjauh dan menghilang.

"Sialan... Apa aku akan mati sekarang?"

Napasnya terputus-putus. Kedua matanya perlahan mulai tertutup. Kesadarannya mulai menghilang.

Gelap. Hening.

---

Xian Ren perlahan membuka matanya. Kesadarannya perlahan kembali. Kepalanya masih berdenyut hebat—seolah ada yang memukul tengkoraknya dari dalam. 

Ia berusaha bergerak, namun seluruh tubuhnya terasa kaku dan berat. Ia hanya bisa menggerakkan kepalanya sedikit dan duduk bersandar di atas ranjang dengan susah payah. Napasnya masih terengah-engah.

Xian Ren mencoba mengangkat tangannya. Ia melihat lengannya yang terpasang selang infus serta jari-jari tangan yang terbalut kain perban.

"Tunggu sebentar..." Xian Ren mengernyitkan dahinya. Ia mengamati tangannya yang tampak berbeda.

Tangannya terlihat sedikit lebih kecil, jari-jarinya agak panjang, dan kulitnya sedikit pucat. Tidak ada bekas sayatan pisau akibat perkelahiannya beberapa hari yang lalu. 

Ia melirik pakaiannya. Kainnya berwarna biru muda—khas baju pasien rumah sakit.

"Apa-apaan ini? Siapa yang membawaku ke sini?" gumam Xian Ren. 

Ia semakin terkejut ketika mendengar suaranya. Suaranya terdengar lebih mulus, agak tinggi, dan terkesan ringan—bukan suara serak dan berat khas pria perokok berusia 25 tahun.

Xian Ren mencoba menggerakkan kakinya yang masih tertutup selimut. Namun seluruh tubuhnya begitu lemas dan tidak bisa diajak kompromi. Benar-benar seperti patung yang tidak bisa bergerak kemana-mana.

Di saat rasa bingung menguasai pikirannya, sebuah suara nyaring tiba-tiba bergema di kepalanya. Suara itu begitu jelas, seolah diputar di dalam otaknya.

[Ding!]

[Inisialisasi Sistem Selesai. Mengikat Jiwa Inang Dan Tubuh Baru.]

[Sistem Duality: Aktif.]

Sebuah layar biru transparan seketika muncul dan melayang di depannya, menampilkan teks berwarna putih terang muncul secara bertahap.

"B-benda apa ini...?!" 

Xian Ren terkejut dan membelalakkan matanya. Ia mencoba menggerakkan tangannya yang diperban untuk menyentuh layar tersebut, namun jarinya hanya menembus layar biru itu. 

Layar biru di depannya berkedip lagi beberapa kali dan menampilkan pesan baru.

[Aktivasi Sistem Duality: Sistem Ini Diaktifkan Sebagai Pemandu Sekaligus Sebagai Apresiasi Atas tindakan Pengorbanan Inang Di Masa Lalu.]

[Sistem Hanya Bisa Dilihat Oleh Inang.]

Xian Ren tertegun membaca informasi itu. "Tewas? Sistem? Hadiah? Apa-apaan ini? Apa aku sudah gila? "

Layar biru berkedip lagi dan berganti menampilkan beberapa informasi lainnya.

[Menampilkan Data Pemilik Tubuh.]

[Nama Pemilik Tubuh: Han Lim.]

[Usia: 17 Tahun.]

[Status Akademis: Siswa Kelas 3 SMA—Sangat Pintar / Selalu Juara Kelas.]

[Kepribadian Asli: Introvert, Culun, Lemah, dan Anti-Sosial.]

[Kondisi Sosial: Korban Perundungan Utama.]

[Status: Koma Selama Satu Bulan.]

[Penyebab Koma: Terjatuh Dari Atap Gedung Sekolah.]

Xian Ren membaca deretan teks itu, membuatnya semakin bingung dengan semua ini.

Kepalanya tiba-tiba berdenyut. Sebuah ingatan asing seketika muncul di dalam kepalanya. Kepingan-kepingan memori masa lalu milik pemuda bernama Han Lim itu menyatu dengan kesadarannya.

"Arggghh." Xian Ren meringis merasakan rasa sakit di kepalanya.

Layar kembali menampilkan status dan informasi lain.

[Menampilkan Data Inang.]

[Nama: Xian Ren.

[Usia: 25 Tahun.]

[Status: Tewas Pada Saat Menyelamatkan Anak Kecil Di Tahun 2027.]

[Sinkronisasi Data Tubuh Saat Ini.]

[Kekuatan Fisik: 4 (Rata-rata Remaja: 6).] 

[Kelincahan: 5.]

[Ketahanan Fisik: 3 (Akibat Koma).

[Kecerdasan: 9 (Sangat Pintar).]

[Kharisma/Pesona: 2 (Sangat Rendah).]

[Penjelasan Sistem: Sistem Duality Memungkinkan Inang Meningkatkan Kekuatan Fsik, Kemampuan Bertarung, Kharisma, Dan Pengaruh Melalui dua jalur utama.]

[1. Path of Protection (Jalur Perlindungan): 

-Mendapatkan Poin Dan Item Setiap Kali Berhasil Dalam Misi Yang Melibatkan Kekuatan Fisik.]

[2. Path of Intimacy (Jalur Keintiman): 

- Mendapatkan Poin Dan Aset Khusus Saat Berhasil Menyelesaikan Misi Dalam Mendekati Wanita.]

[Latar Belakang Pemilik Tubuh]

[Status Ekonomi: Keluarga Menengah/Sederhana.]

[Aset Finansial: Memiliki Tabungan 150.000 Won.]

[Tahun Saat Ini: 2030.]

Xian Ren membaca seluruh informasi dari layar biru tersebut. Ia lalu memandangi tubuhnya sendiri dengan tatapan bingung sekaligus tak percaya. 

'Tangan yang diperban, tubuh yang lemas, sistem, hadiah... Apa arti semua ini sebenarnya?'

"Apa aku benar-benar tewas dan hidup kembali di tubuh orang lain?" gumam Xian Ren pelan.

Di tengah kebingungan dan kondisi tubuhnya yang masih belum bisa digerakkan secara bebas, tiba-tiba pintu terbuka dari luar.

Seorang wanita dewasa berjalan masuk sambil membawa kantong plastik berisi buah dan makanan.

Wanita itu tampak seperti wanita yang berusia sekitar tiga puluhan. Ia memiliki wajah yang cantik, kulit putih, dan bentuk tubuh yang berisi di balik gaun yang dikenakannya. Dua dadanya tampak besar dan menonjol di balik pakaian tersebut.

Wanita itu tertegun melihat Xian Ren yang duduk bersandar di ranjang dengan mata terbuka.

Tangannya gemetar. Kantong plastik di genggamannya terlepas dan jatuh ke lantai.

"H-Han? Kamu... Kamu sudah sadar, Sayang?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Matty02
Matty02
Saya kasih bintang lima. kayaknya bakal bagus ceritanya ini. ...
2026-08-09 09:07:39
1
0
Pras
Pras
Ceritanya cukup menarik. Semoga semakin ke depannya semakin menarik dan bagus.
2026-08-07 16:18:25
1
1
80 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status