Mag-log in“Terima kasih kalian telah mewarnai hidupku, meski singkat, kenangan bersama kalian akan kubawa sampai mati,” ungkap Zufu sembari menitikan air mata.Ukhuk! Ukhuk!Dua kali Zufu memuntahkan darah segar, “Sial, ternyata racun alam sudah menyebar kejantungku,” umpat Zufu memegangi dadanya.Alasan Zufu tidak bisa ikut ke alam manusia bersama Arga dan Mutiara sendayu ternyata dia memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan.Dulu saat dirinya pertama tiba di Alam Kehampaan, hutan kematian dipenuhi oleh kabut beracun hingga siapa pun yang tiba di sana akan langsung tewas oleh racun tersebut.Namun karena Zufu merupakan makhluk sakti, dengan kemampuannya dia berhasil menyerap semua kabut beracun di sana menggunakan tubuhnya.Alhasil, hutan kematian menjadi dapat ditinggali. Tetapi resikonya, tubuh Zufu harus menanggung semua racun itu membuat kekuatan sang pria tampan tersebut berkurang sebagian.Tidak hanya kekuatannya, tetapi usia Zufu juga ikut berkurang hingga dia hanya memiliki waktu
Zufu, Arga, dan Mutiara Sendayu saat ini sedang berada di reruntuhan altar yang terdapat di bawah kawah gunung Merapi.Arga tidak menyangka bahwa jalan pulang yang selalu ingin di carinya ternyata berada di bawah tempat yang selama ini dia gunakan untuk berlatih.Hanya saja tempat itu memang tertutupi lahar panas yang tidak bisa dimasuki.Tetapi dengan kesaktian Zufu, dalam satu kibasan tangan, lahar kawah gunung Merapi terbelah menjadi dua bagian, menciptakan jalan masuk yang dapat mereka lalui.Saat tersadar, Mutiara Sendayu langsung menangis haru dipelukan Arga, dia begitu bahagia mendapati kekasih hatinya ternyata masih diberi kesempatan hidup.Selesai meluapkan kebahagiaannya, dia lantas berterimakasih kepada Zufu karena atas pertolongannya Arga bisa selamat.Bagi Mutiara Sendayu, Zufu sudah lebih dari seorang kakak, gadis itu bahkan menganggap Zufu sebagai dewa penolongnya.Mengetahui Zufu tidak bisa ikut bersama mereka membuat Mutiara Sendayu sangat merasa sedih.“Maafkan aku k
Selanjutnya Arga berputar 360 derajat menciptakan pusaran angin hitam yang sangat besar.Dari dalam pusaran angin tersebut muncul ribuan pedang hitam yang melesat menghujani Zufu tanpa henti membuat sang lelaki tampan mulai kewalahan.Siieeeng! Sieeeng! … Siiiieng!Trang! Trang! Trang!Satu demi satu pedang berhasil di tangkis Zufu menggunakan busur kayunya, tetapi karena jumlah pedang terlalu banyak, dia akhirnya harus rela terkena beberapa sayatan.Sringg! Sreeeet! Cruuuat!Zufu meringis merasakan perih yang teramat sangat, di mana luka dari serangan makhluk kegelapan sangat sulit dipulihkan meski menggunakan regenarasi tubuh.Banyak pedang yang menyayat kulitnya membuat Zufu kehilangan perhatian hingga pada akhirnya dia terkena serangan telak dari Arga.Makhluk terkutuk tersebut tiba-tiba saja muncul di hadapan Zufu dengan telah mengayunkan pedang.Tranggg! Bummmm!Pedang kebalikan dan panah kayu milik Zufu kembali bertemu di udara, kali ini dengan tekanan energi yang jauh lebih be
Gelombang energi gelap menyeruak keseluruh daratan membuat belukar dan rumput yang ada di hutan kematian langsung mati mengering.Kawah gunung Merapi berhamburan ke mana-mana tidak kuat menahan energi tersebut.Sementara sosok Arga kini berubah menjadi wujud yang mengerikan.Wajah pucat seperti mayat dengan mata merah menyala membuat Zufu beberapa kali menelan ludah melihatnya.Mutiara Sendayu tersentak kaget bukan buatan mendapati Arga benar-benar berubah menjadi sosok berbeda.Tidak hanya Arga, tetapi pedang kebalikan di tangannya juga berubah bentuk menjadi pedang bercabang layaknya lidah ular.Baik pedang kebalikan maupun Arga, keduanya sama-sama mengeluarkan energi gelap sangat pekat.Di jari tangan dan kaki Arga tumbuh kuku tajam berwarna hitam sementara di bibirnya tumbuh 4 taring panjang yang menyembul keluar layaknya harimau gigi pedang.Arga saat ini tidak lagi berkata-kata di mana kesadarannya telah lenyap di telan kegelapan.Dia bejalan perlahan memandangi hutan kematian p
Setelah menyelesaikan latihannya, Arga memutuskan kembali ke gubuk milik Zufu karena dia pikir mereka pasti berada di sana.“Lompatan langit!” seru Arga.Sosoknya melesat bagai bayangan melompat dari satu dahanan pohon ke dahanan lain.Terkadang Arga juga melompat dengan menendang angin membuatnya seperti terbang di udara.Meski semua jurus Arga telah kembali, dia tetap tidak bisa terbang karena energi tubuhnya di alam kehampaan masih terbatas.Arga hanya bisa terbang jika menggunakan jurus elang merajai langit, tetapi jurus itu tidak bisa digunakan sembarangan karena akan sangat menguras energi.Untuk bisa terbang tanpa bantuan sayap di alam kehampaan membutuhkan latihan yang lama. Dengan bakat Arga, kemungkinan dia membutuhkan waktu sekitar 100 tahun latihan baru bisa terbang.Tetapi sayangnya Arga tidak memiliki waktu selama itu, dia harus mengejar janji yang harus ditepati.Tap!Arga mendarat di dalam gubuk, tetapi orang yang ingin dia temui ternyata tidak berada di sana.“Ke mana
Esok harinya, Arga pergi sendiri menuju wilayah timur hutan kematian. Sebuah tempat yang tempo hari pernah akan merenggut nyawanya hanya karena seekor ular.Sementara Mutiara Sendayu di puncak gunung sekarang tengah menangis tersedu-sedu.Dia berusaha menghalangi Arga supaya tidak berangkat namun pemuda itu sungguh keras kepala.Bukan tanpa alasan gadis itu menangis di mana latihan Arga saat ini adalah menantang kematian.Zufu juga tidak bisa berbuat banyak karena ini adalah keinginan Arga sendiri.“Sudahlah kau jangan menangisinya Dayu,” ucap Zufu menenangkan.“Ta-tapi tuan,” Mutiara Sendayu memandang Zufu dengan tatapan sedih membuat lelaki tampan tersebut menjadi serba salah.“Percayalah! Aku yakin Arga akan bisa melewatinya,” ungkap Zufu.Tetapi Mutiara Sendayu masih tetap menangis meratapi kepergian Arga membuat Zufu tidak memiliki pilihan lain selain membiarkannya meluapkan kesedihan.Zufu segera terbang melesat menuju permukaan batuan besar, kemudian dia duduk bersila melakukan







