INICIAR SESIÓN“Kenalkan nama hamba Ega, pengelola rumah lelang. Anda adalah tamu kehormatan di sini, silahkan ikuti hamba menuju ruangan anda,” ungkap lelaki paruh baya yang mengenalkan namanya sebagai Ega.Mendengar penuturan sang kepala rumah lelang, mulut semua orang seketika terbuka lebar tidak bisa menahan keterkejutan. Sementara para bangsawan bergelar serentak menyipitkan mata memandang Arga penuh curiga.Termasuk Thanos dan gadis berambut hitam yang sebelumnya pernah Arga temui.“Siapa dia paman? Bukankah itu pemuda lusuh yang tadi sedang mengantri, dan juga pemuda yang pernah menghalangi jalan kita?” ujar gadis berambut hitam bertanya.“Benar Geffie, sial! Sepertinya dia merupakan sosok penting yang sengaja disembunyikan oleh keluarga Evander,” Duke Thanos mengepalkan tangan.Dari pertemuan awal dia memang sudah curiga kepada Arga karena pemuda itu sangat berani bahkan dengan sengaja menentang kesatria keluarga Draco.Tidak disangka penampilan lusuhnya hanya merupakan tipuan.“Sepertinya m
Bagi pendatang baru, mereka terkejut karena tidak menyangka ada lencana lain yang lebih tinggi dari lencana emas.Sementara bagi penduduk asli kota raja, mereka tidak percaya akan kembali dapat melihat lencana hitam yang keberadaan-nya sangat langka sekali.Lencana hitam adalah identitas tertinggi para bangsawan, siapa pun yang memiliki lencana berwarna hitam, derajatnya akan setara dengan bangsawan bergelar.Bukan tanpa alasan status sosial pemilik lencana hitam bisa setinggi itu di mana lencana hitam hanya dimiliki oleh keluarga inti kerajaan yang sekaligus sang pemilik tempat lelang.Sudah ratusan tahun keluarga bangsawan Evander menguasai kerajaan Balkan, kedudukannya tidak bisa diganggu gugat oleh 7 keluarga bangsawan lain karena keluarga bangsawan Evander sampai saat ini masih menjadi keluarga terkaya dan terkuat di sana.Salah satu alasannya adalah memiliki rumah lelang yang dalam sekali acara, mereka bisa menghasilkan jutaan koin emas.Itu sebabnya rumah lelang dijaga sangat k
Semakin lama antrian pengunjung semakin pendek dan sebentar lagi akan mencapai Arga.Ratusan bangsawan yang gagal masuk masih tetap berada di halaman gedung lelang karena ingin tahu bagaimana nasib Arga selanjutnya.“Mereka telah merendahkan acara lelang besar. Jika tidak disiksa, ketiga petani miskin itu pasti akan langsung dieksekusi mati oleh para kesatria, hahaha ini merupakan tontonan menarik,” salah satu bangsawan tertawa.“Benar, aku juga sangat penasaran dengan nasibnya,” ujar bangsawan lain yang berada di dekatnya.“Apa dirimu sudah membeli lencana lelang?” tanya bangsawan yang tadi tertawa.“Hahaha, tentu saja sudah. Aku mendapatkan lencana perak,” jawab bangsawan di dekatnya dengan bangga.“Anda sungguh luar biasa, maaf karena aku tadi tidak sopan,” bangsawan yang tadi tertawa langsung bersikap hormat karena status sosial mereka ternyata berbeda.“Kenalkan aku Fiere, dari keluarga bangsawan Victoria,” sambungnya memperkenalkan diri.“Victoria ya, tidak buruk. Aku Zetis, dar
Sore hari di wilayah kota raja kerajaan Balkan, tepatnya di halaman gedung pelelangan. Terdapat antrian panjang ribuan orang dari berbagai kalangan yang hendak mengikuti acara lelang.Meski namanya pelelangan besar, tetapi tidak semua orang dapat masuk ke sana karena hanya yang memiliki lencana sajalah yang diperbolehkan masuk.Lencana adalah sebuah plat logam kecil persegi panjang yang hanya dimiliki oleh peserta tetap pelelangan atau peserta baru yang mampu membelinya.Terdapat 3 lencana peserta lelang di gedung tersebut, jika diurutkan menurut tingkatannya, ke-tiga lencana itu antara lain, perak, perunggu, dan emas.Peserta yang memiliki lencana perak adalah peserta kalangan bawah yang tidak akan mendapatkan fasilitas apa-apa.Mereka mengikuti pelelangan hanya dengan cara berdiri berdesak-desakan dengan peserta lain.Sementara peserta yang memiliki lencana perunggu mendapatkan fasilitas berupa kursi duduk dan berada di barisan paling depan.Orang-orang yang memiliki lencana perungg
Jika sampai ke telinga raja, tidak hanya rumah makannya saja yang akan tutup, tetapi nyawa dia dan keluarganya juga akan terancam.“Cukup, Diego! Ini bukan salahnya,” ucap Lady Elenio.“Tapi tuan, …,” sang pemimpin kesatria penjaga yang bernama Diego tersebut langsung terdiam mendapati Lady Elenio mengacungkan jari telunjuknya.“Ba-ba—baik Lady,” Diego tidak lagi berani membentak pemilik rumah makan.“Te-te—terima kasih tuan, sebagai balasannya, kami akan ganti rugi kepada anda, dan semua yang anda pesan di sini tidak akan dikenakan bayaran,” pemilik rumah makan berlutut.“Tidak perlu, aku tidak membutuhkan semua itu,” ucap Lady Elenio singkat.Sedari tadi dia terus memperhatikan Arga yang saat ini sedang menyantap makanannya dengan lahap.Pemuda lusuh itu begitu mencurigakan karena dengan kejadian sebesar tadi, dia masih tetap terlihat tenang.Alih-alih takut dan pergi seperti kebanyakan orang, Arga malah dengan santainya memesan lagi makanannya.“Diego, tolong undang tuan muda itu k
Tidak hanya Arga, tetapi 15 kesatria yang menjaganya juga ikut merasakan aura energi tersebut.“Celaka! Ada serangan, lindungi Lady Elenio!” seru pemimpin kesatria penjaga.Ke 14 anak buahnya serentak bergerak cepat mengelilingi meja gadis cantik bergaun merah.Sementara para bangsawan lain terkejut bukan buatan karena tidak merasakan apa-apa.Mereka hanyalah bangsawan biasa tingkat atas dan menengah yang sedang menunggu waktu untuk mengikuti acara lelang.Bangsawan menengah tidak memiliki penjaga seperti halnya bangsawan atas, sementara setiap bangsawan atas akan dijaga oleh 2 atau 3 kesatria dalam setiap langkahnya.Hanya saja kesatria yang menjaga mereka merupakan kesatria tingkat rendah dengan kemampuan bertarung rata-rata seperti prajurit kerajaan biasa.Berbeda dengan bangsawan Elit, mereka biasanya memiliki 5-7 kesatria yang selalu menjaganya.Jika ada seorang bangsawan yang memiliki penjaga lebih dari 10 kesatria, dia merupakan bangsawan bergelar yang memiliki pengaruh besar t







