Share

Bab 03. Potensi.

Penulis: Zayn Z
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-09 23:04:38

Bab 03. Potensi.

Tian Zhi menelan pil emas yang diberikan Master Fan dengan tangan bergetar. Sesaat setelah pil itu turun ke tenggorokannya, panas menjalar liar dari perutnya, seperti api menyala yang merambat ke seluruh tubuh.

 Dadanya terasa sesak, otot-ototnya kaku tak karuan.“Jangan melawan... Terima saja. Esensi dan efek pil ini akan memperbaiki jaringan tubuhmu dan membakar racun,” suara Master Fan terdengar santai, seolah semua rasa sakit itu hal biasa. 

Tian Zhi mengangguk pelan, menahan segala desahan yang ingin terlepas dari bibirnya.“Sial... sakitnya sungguh tak tertahankan. Luka lama masih basah, perihnya menusuk sampai ke tulang. Kini rasa asing ini tambah menyiksa, seperti ada api neraka yang membakar jiwaku,” batinnya dalam diam. Namun, semua itu ia simpan rapat-rapat, menelan rasa sakit tanpa mengeluh.

Dengan rahang mengatup keras, Tian Zhi menahan gelombang nyeri yang menghantam tubuhnya. Matanya tertutup rapat, namun pikirannya melayang pada wajah-wajah yang selama ini menghancurkan harga dirinya. 

Setiap ingatan menusuk lebih dalam daripada luka fisik yang ia rasakan saat ini.“Aku akan membalas mereka… agar mereka merasakan sakit yang sama,” bisiknya dalam hati, suara batinnya penuh bara.

Rasa sakit terus menggempur hingga pandangannya mulai kabur, tetapi tiba-tiba sekelebat energi asing muncul dari dasar dirinya, mengalir hangat dan menenangkan. Perlahan, perih di luka-lukanya mereda, dan kulitnya mulai menutup seperti disulam oleh sentuhan tak kasat mata.

Tian Zhi membuka matanya lebar-lebar, penuh keheranan dan haru.“Ternyata benar dugaanku,” suara berat Master Fan terdengar dari belakang, membuat Tian Zhi terkejut sekaligus penuh harap.

Belum sempat Tian Zhi bertanya, Master Fan sudah melanjutkan perkataannya dengan suara tegas.

“Ambil sikap lotus! Kumpulkan dan fokuskan energi murnimu ke dalam dantian hingga mencapai titik maksimal!” ucapnya sambil mencontohkan gerakan halus dengan tangan. 

“Setelah energi terasa jenuh, alirkan ke seluruh meridian tubuhmu, perlahan tapi pasti!”

Master Fan menatap tajam ke arah Tian Zhi, menekankan setiap kata dengan penuh keyakinan. 

Tian Zhi mengangguk cepat, matanya menyala penuh tekad. Tanpa ragu, ia mulai meniru gerakan gurunya.

Di sudut ruangan, Master Fan tersenyum lebar, matanya berkilat bangga melihat murid barunya mengeksekusi perintah dengan baik.

“Anak ini... punya potensi luar biasa,” gumam Master Fan dalam hati. Ia menyipitkan mata, membayangkan kemungkinan lain. 

“Kalau tebakan tentang garis keturunannya benar, masalah ini mungkin bisa diselesaikan berkat dia.” ujarnya pelan penuh arti.

********

********

Tian Zhi membuka matanya perlahan, menghembuskan napas panjang yang keluar berupa asap putih pekat dari mulutnya. 

Wajahnya memancarkan cahaya, seolah beban yang menekan tubuhnya terangkat satu per satu. Rasa sakit yang sebelumnya menggerogoti otot dan kulit menghilang, berganti hanya bekas luka tipis yang nyaris tak terasa. 

Namun, saat keberhasilan mulai menggelayuti, kerutan di dahinya kembali muncul. Matanya menatap sekeliling dengan waspada.Dia duduk di atas tanah keras yang dikelilingi batu-batu kasar, di tempat remang hanya diterangi kristal perak kecil yang menempel di langit-langit gua.

“Ini gua? Kenapa aku bisa sampai di sini? Apa yang terjadi?” gumamnya bingung, jantungnya berdetak lebih cepat saat ketidakpastian menyergap pikirannya.

Master Fan melangkah keluar dari lorong gelap dengan langkah tenang, matanya menatap Tian Zhi penuh arti.“Tentu saja, mastermu ini yang membawamu kemari,” ucapnya dengan senyum tipis.

Tian Zhi hanya bisa membalas dengan senyum kecut, menahan pertanyaan yang mengganjal tentang bagaimana gurunya bisa membawa dirinya—yang sedang dalam posisi lotus ke tempat ini. 

Matanya mengerling ke tangan Master Fan yang menggenggam dua alat kasar: palu besar dan kapak kayu, benda-benda yang biasa dipakai untuk menambang.

“Kenapa Master membawa alat ini?” suara Tian Zhi mengandung rasa penasaran dan sedikit ragu.Sang Master tersenyum penuh arti, senyum yang membuat dada Tian Zhi sesak.

“Ini alat latihannya,” jawab Master Fan dengan nada pasti.Tian Zhi mengernyit, kebingungan mengartikan maksud perkataan itu.

“Lihat tubuhmu sendiri. Bagaimana menurutmu?” tanya Master Fan menyuruh Tian Zhi menilai dirinya.

Tian Zhi menunduk, matanya menelusuri setiap otot dan lekuk tubuhnya, lalu tersenyum canggung, sedikit malu mengakui bahwa memang ada yang harus diperbaiki.

Tian Zhi menatap tubuhnya yang ramping di cermin kecil. Tubuhnya memang kurus, bahkan untuk seorang kultivator di ranah petarung tingkat menengah. Meski sudah bisa menaikkan ranah dan menyerap pil dengan lancar, ia tahu tubuhnya belum siap menahan beban yang akan datang. 

“Karena itu kau akan melatih tubuhmu dengan menambang kristal di gua ini,” suara Master Fan mengisi ruangan, diikuti senyum lebar yang terasa seperti tantangan.

“Tapi tidak hanya itu, kau juga bertugas mencari makan untuk kita berdua,” lanjut Master Fan santai, seolah hal itu biasa saja.

Tian Zhi ternganga, matanya membelalak.“Menambang dan berburu makanan? Itu latihanku sebagai murid baru?” batinnya penuh pertanyaan dan sedikit ragu.Tanpa menunggu jawaban, Master Fan melangkah lebih dulu. 

Tian Zhi segera mengikuti di belakangnya, jantungnya berdetak lebih cepat antara takut dan penasaran.

Mereka tiba di mulut gua yang remang. Di dalam, kristal-kristal merah, hitam, dan putih berkilau di sela batu, seolah menunggu untuk disentuh. 

Tian Zhi menarik napas dalam-dalam, merasakan tubuhnya mulai bersiap menghadapi tantangan baru ini.

“Di bawah kristal-kristal itu biasanya ada logam khusus yang bisa kita pakai untuk senjata magis,” kata Master Fan sambil menatap tajam, suaranya penuh penekanan. 

Ia berjalan pelan menyusuri lorong gua, Tian Zhi terus mengikuti di belakangnya.Sesampainya di sebuah ruangan tersembunyi, air terjun deras mengalir membasahi kolam luas di bawahnya, kira-kira selebar lima puluh meter.

“Di sini, kau bisa mencari ikan untuk lauk kita,” ujarnya singkat, matanya tak lepas dari permukaan air yang beriak. Tian Zhi menelan ludah, menatap genangan air yang tenang itu.

Master Fan menuntun Tian Zhi keluar gua, lalu menunjuk ke arah hutan gelap di kejauhan.

“Kau juga bisa berburu beast di hutan bencana itu.”

Tian Zhi mengerutkan dahi, matanya membulat melihat hutan yang dipenuhi suara raungan beast menggema, serak dan menakutkan. 

Tubuhnya bergetar, tapi tekadnya berusaha menutupi rasa ngeri itu.Bersamaan dengan itu, ia melihat beberapa area hutan rusak akibat pertarungan beast.

Di area sebelah kanan hutan tampak seekor Beast Babi Hutan bertaring merah yang terluka, kini menjadi mainan beberapa Beast Serigala Perak.

“Bukankah itu Beast Babi Hutan tingkat lima? Hewan magis itu jadi mainan Beast Serigala Perak itu!”

“Itu berarti ranah beast-beast itu—”Tian Zhi tak melanjutkan kata-katanya, menelan salivanya sekali telan penuh ketegangan.

“Ini jelas bukan berburu! Keluar dari sini maka aku yang akan diburu beast-beast ini!” batin Tian Zhi.

“Jadi semua terserah padamu, kau akan membuat makanan seperti apa untuk kita berdua nanti. Yang jelas setiap hari harus ada makanan, terutama daging! Jika tidak ada, siap-siaplah terima hukuman dariku!” ucap Master Fan penuh intimidasi.

Bulu kuduk Tian Zhi langsung berdiri mendengar ancaman master itu. Ia tahu masternya tidak main-main dengan ucapannya.

Tian Zhi hendak bicara, namun kata-katanya tercekat di tenggorokannya karena sang Master telah menyentuhkan satu telapak tangan di perutnya.

Tian Zhi merasakan panas di area perut bawah saat tangan gurunya menyentuhnya.Ia merasakan aliran qi dalam tubuhnya tiba-tiba terhenti sepenuhnya.

“Master, apa maksudnya ini?” tanya Tian Zhi sambil memegangi perutnya.

“Sudah kukatakan ini bagian latihan. Tentunya untuk melatih fisikmu, kau harus menggunakan kekuatan dirimu sendiri. Tentunya kau paham, bukan?” jelas Master Fan diakhiri seringainya.

Tian Zhi tidak bodoh; ia paham maksud Masternya yang menginginkan dirinya tidak memakai kekuatan ranah saat melakukan latihan fisik itu.

Master Fan mengulurkan dua alat tambang yang terlihat berat ke arah Tian Zhi. Dengan hati-hati, Tian Zhi mencoba meraih keduanya, tetapi tiba-tiba tubuhnya terjatuh  ke tanah. Wajahnya berubah pucat, napasnya tercekat.

“Ini... berat sekali! Alat ini sebenarnya terbuat dari apa?” pikir Tian Zhi bingung.

Master Fan mengamati ekspresinya dan menghela napas panjang.

“Sepertinya kau harus mulai terbiasa dengan ini hari ini,” ujarnya sambil menoleh. “Kalau begitu, aku yang cari makan untuk kita berdua hari ini!”

Tanpa menunggu jawaban, Master Fan melangkah pergi ke sebuah gua di balik air terjun. Tian Zhi menatap punggung sang master, lalu mengangkat palu besar dan kapak kayu perlahan-lahan, merasa berat setiap gerakannya.

Dengan langkah terseok, ia mengikuti ke arah gua, berusaha menyesuaikan diri dengan beban baru di tangannya.

Membawa dua alat tambang dalam genggaman, napas Tian Zhi sudah tak karuan saat menapaki tangga batu menuju area air terjun tempat sang Master menunggu. 

Setiap langkah terasa berat, keringat menetes di pelipisnya saat menyeret alat itu pelan-pelan.

Sesampainya di gua, pandangannya tertuju pada Master Fan yang duduk tenang di dalam kolam setinggi lutut orang dewasa. 

Kilatan cahaya berwarna-warni menari-nari di permukaan air, bergerak begitu cepat hingga hampir sulit dikejar mata.

“Apa itu? Kenapa cahaya-cahaya itu bisa begitu lincah? Ikan atau semacamnya?” Tian Zhi merenung dalam hati, rasa penasaran menggelitik.

“Terlalu lambat kau sampai!” suara Master Fan tiba-tiba memecah keheningan, nada tegasnya seperti cambuk yang menyentak kesadarannya.

“Angkat kedua alat itu sekarang, posisikan tepat di atas kepala! Jangan turunkan sebelum aku perintahkan!” perintah sang Master menggema di ruang gua yang sunyi.

Tanpa ragu, Tian Zhi mengerahkan sisa tenaga, mengangkat kedua alat berat dengan tangan gemetar, menahannya di atas kepala sambil menahan beban yang hampir membuat lengannya gemulai. Ia menatap tajam mata sang Master, berusaha menyembunyikan kelelahan yang menggerogoti tubuhnya.

“Sial... ini berat sekali! Bagaimana caranya aku menambang dengan alat seberat ini? Apalagi dantianku disegel oleh Master, ini benar-benar akan sangat sulit!” batinnya.

Tian Zhi tertegun sesaat, merasa latihan ini mustahil baginya. Namun, sesaat kemudian sorot matanya berubah.

Ingatan akan penindasan kembali membanjiri pikirannya, langsung membuat tekad dan semangatnya membara.

“Benar, aku punya tujuan. Aku ingin menjadi kuat!”

“Aku ingin membalas dendam! Jika melewati ini saja tidak bisa, maka aku tak akan bisa mencapai tujuanku!” ujarnya pelan.

Dengan penuh tekad, Tian Zhi menahan kedua alat tambang itu dengan kedua tangannya.Master Fan yang melihat tekad Tian Zhi pun tersenyum tipis.

Tian Zhi menunjukkan kesungguhannya pada Master-nya itu. Namun, mentalnya kembali diuji oleh sang Master.Tampak olehnya, sang Master menangkap dua ekor ikan dari dalam kolam, dan Tian Zhi langsung tahu apa yang ditangkap Master-nya.

“Bukankah itu Beast Belut Petir dan Beast Ikan Mas Perak yang masing-masing memiliki serangan kejut yang bisa membunuh kultivator di ranah tubuh emas?”

“Bahkan kecepatan gerakannya bisa disamakan dengan kecepatan kultivator di ranah bumi tingkat akhir!” batin Tian Zhi, lalu tersenyum kecut sesaat.

Tak lama, senyum di wajahnya berubah. Kini, senyum itu penuh semangat dan tekad.

“Latihan ini…”

“Master Fan…”

“Guruku ini sangat luar biasa!”

“Aku... aku tidak boleh menunjukkan kelemahanku! Aku harus menunjukkan kemampuan serta tekadku kepada Master Fan!” batinnya penuh keyakinan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mulai menarik
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 162.  Alkemis penempa.

    Bab 162. Alkemis penempa.“Hei bocah cepat bangkit dan pergi menuju arah timur! Sekarang!”Tian Zhi tertegun untuk beberapa saat mencerna suara yang menggema di kepalanya.“Sesepuh Azura? Kau yang mengirim telepati padaku?” “Memang ada apa di sebelah timur dari tempat ini?” tanya Tian Zhi pada Azura, sang naga hitam yang berbicara melalui telepati tersebut.“Kau akan tau nanti!” Jawab Azura dengan acuh.Tian Zhi kemudian segera bangkit dan bergegas menuju arah yang Azura minta.Tian Zhi kemudian segera bergegas menuju arah yang Azura minta.Tak lama, Tian Zhi segera sampai di sebuah tempat yang berupa tebing tinggi “Ternyata benar memang ini tempatnya, Aku merasakan aura familiar dari tempat ini!” ujar Azura melalui telepatinya.“Sesepuh, tolong jelaskan padaku ada apa ini?” tanya Tian Zhi penasaran.“Tempat ini… makam ini… adalah dunia kecil yang ditinggalkan oleh tuanku yang pertama, sekaligus pembuka jalan ke dunia ini.”“Bocah, aku pinjam tubuhmu sebentar!” ujar Azura tak sab

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 161. Pentingnya seorang dokter.

    Bab 161. Pentingnya seorang dokter. Setelah memulihkan kekuatan masing masing, Tian Zhi dan yang lainnya mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kuil tersembunyi tersebut. Tang Bin yang sangat bersemangat segera maju pertama kali memasuki halaman kuil tanpa memberitahu Tian Zhi terlebih dulu. "Klik." "Eh." Salah satu kaki Tang Bin menginjak sebuah batu yang ada di halaman depan kuil tersembunyi yang mengaktifkan jebakan di tempat tersebut. "Swing swing swing swing." Ratusan panah meluncur deras ke arah Tang Bin, ia yang dalam kondisi tidak siap hanya bisa tertegun melihat ratusan anak panah yang mengarah padanya dengan kecepatan tinggi itu. "Jlebb jlebb jleb!” “Ughhh." "Sraakk sraaakk sraak!" Tian Zhi melompat cepat dan berdiri di depan Tang Bin, ia memutarkan pedangnya dengan kecepatan tinggi guna menghalau ratusan panah yang mengarah pada Tang Bin. Setelah berhasil menghalau seluruh panah, ia segera beralih ke arah Tang Bin yang melihat ke arah tubuhnya sendiri, t

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 160.  Kuil.

    Bab 160. Kuil.Semua orang sumringah dengan apa yang Tian Zhi sampaikan,bagaimana tidak? Hal yang sebelumnya masih ambigu kini menjadi jelas dengan jawabannya. Dengan beberapa pengaturan dari Tian Zhi, akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi mencari Kuil tersembunyi.Namun kali ini yang berangkat hanya Tian Zhi dan para jenius dari sekte saja yang berangkat melanjutkan perjalanan, selebihnya diminta menunggu dan mencari peruntungannya masing masing di dalam makam kuno tersebut.Bukan tanpa sebab Tian Zhi mengatur seperti itu, ia enggan membawa terlalu banyak orang karena dari catatan yang pernah dia buat dari petunjuk peninggalan ayah dan ibunya sedikit banyaknya memberikan gambaran berbahayanya rute menuju kuil tersembunyi tersebut Maka dari itu ia lebih memilih untuk bepergian dengan sedikit orang saja, mereka yang pergi adalah yang memiliki ranah langit saja.Tian Zhi dan kesepuluh jenius dari sekte,klan dan keluarga kuno itu melesat berlari ke arah Barat, berlawanan arah dengan

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 159.  Gambar.

    Bab 159. Gambar.Zhao Ze kalap dan bersiap menyerang Tian Zhi, namun para pengawal elit yang tersisa menahannya, karena meski Zhao Ze dan dua pengawal yang tersisa menyerang Tian Zhi, mereka ragu untuk bisa memenangkan pertarungan, apalagi saat ini jumlah kelompok Tian Zhi lebih besar dibanding dengan kelompok mereka, belum lagi dengan membelotnya Zi Han dan Tang Bin bersama dua rekan yang lainnya otomatis makin melemahkan mereka.Akhirnya Zhao Ze dan yang lainnya memilih untuk pergi dari situ setelah para pengawal elit Zhao Ze berbicara kepada Zhao Ze.“Aku akan melepaskanmu dulu kali ini, setidaknya sampai aku akan mengacaukan rencana Klan mu dahulu dengan tempat ini! gumam Tian Zhi dalam hati Setelah kepergian kelompok Zhao Ze Tian Zhi dan para jenius di kelompoknya mengambil tanaman spirit balakacida yang berada di padang rumput dengan sukacita, tanaman spirit yang didapat pun mereka bagikan sama rata, tak ada yang berusaha curang dalam proses memanen tanaman spirit tersebut.Ta

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 158. Unjuk kebolehan.

    Bab 158. Unjuk kebolehan.Kelompok Zhao Ze akhirnya terpaksa melawan beast lipan dan ratusan beast lebah hitam tersebut, dan seperti yang Tian Zhi duga, ternyata Zhao Ze dan tim elitnya memiliki senjata khusus melawan kawanan beast beast yang berjumlah ratusan tersebut.Mereka pun terpaksa masuk menerobos ke dalam hutan hitam untuk mencapai tujuan pertamanya itu, Tian Zhi dan yang lainnya tersenyum kecut dengan apa yang mereka lihat, jelas disini jika sedari awal Zhao Ze dan yang lainnya berniat mencelakakan mereka."Ayo kita bergerak! Jangan sia siakan usaha Tuan muda Zhao yang telah membukakan jalan untuk kita!" ujar Tian Zhi penuh arti Perkataan Tian Zhi tentunya langsung disambut dengan senyum seringai semua orang, mereka pun bergegas mengekor di belakang kelompok Zhao.Semua tampak kontras terasa, kelompok Zhao dalam usahanya kali ini kehilangan banyak pengawal dan cultivator sewaannya, hanya tim inti dan elit dari ketiga klan saja yang selamat dari serbuan dan serangan beast b

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 157. Makam kuno (3)

    Bab 157. Makam kuno (3)Tian Zhi sendiri tetap tenang dan tak terpengaruh sama sekali dengan tatapan semua orang, dengan santainya Tian Zhi hanya tersenyum kecil dengan apa yang dilakukan Zi Han."Ucapanku adalah dari diriku sendiri, bukan perwakilan dari saudara Tian Tse, aku berbicara disini karena berbicara sesuai dengan kenyataan! " "Justru aku berbicara seperti ini karena menghargai saudara Tian Tse dan rekan rekannya, selain itu karena aku tak mengenal kalian dan merekalah disini yang menjadi temanku! Meski aku hanya orang baru disini tapi aku juga memiliki pemikiran dan logika, dan utamanya aku memiliki bukti!" "Entah apa yang kau rencanakan pada orang orang ini,tapi sepertinya kau salah orang jika kau berusaha membodohiku!" seru Tian Zhi dengan nada sinis pada Zi Han" Syuuuuutt." Tian Zhi melemparkan pil pil peledaknya ke arah hutan hitam tersebut." Baaamm baammmm bammmm." Ledakan seketika terdengar keras membahana akibat pil yang Tian Zhi lemparkan, semua orang terkeju

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status