ログインBab 04. Syarat.
Satu tahun berlalu…. Traaang…traaang…traaang. Master Fan tersenyum lebar sambil menatap seorang pemuda berambut hitam dan bertelanjang dada yang kini sedang menambang kristal hitam di dalam gua. Tampak pemuda berambut hitam panjang dengan tubuh berotot tanpa lemak itu sangat lihai memainkan alat di tangannya itu, ayunan alat tambang di tangannya membuat kristal hitam yang sangat keras melebihi logam tungsten itu berhamburan ke udara. “Anak ini…hanya dalam waktu satu tahun ia mencapai tingkatan tubuh kelima, tubuh dewa perang. Sungguh di luar dugaan!” “Kekerasan hati, tekad dan tujuannya membuatnya bertahan dengan latihan yang kubuat. Bahkan, ia menambahkan beban lain untuk meningkatkan kekuatan fisiknya,” ujar Master Fan bermonolog sambil menatap muridnya itu dari sudut ruangan gua. Tian Zhi menghentikan tindakannya karena ia mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. “Master, kenapa kemari? Harusnya Master istirahat saja di kamar Master!” ujar Tian Zhi sambil menyambut kedatangan Master Fan yang kini berjalan dengan bantuan satu tongkat di tangan. Master Fan memberi tanda agar Tian Zhi tak perlu mengkhawatirkannya. Pandangannya tertuju lilitan kain di kedua pergelangan tangan, di perut dan di kedua kaki muridnya itu. Kain hitam yang diberi mantra pemberat masing-masing sebesar lima ratus jin itu melilit kuat di tubuh muridnya itu. “Zhi’er, pria tua ini ingin memakan masakan buatanmu. Karena itu aku datang kemari,” ujar Master Fan dengan santai. “Baiklah, apa yang ingin Master makan? Aku akan menyiapkannya untuk Master!” ucap Tian Zhi penuh hormat. Master Fan berpikir sejenak. “Bagaimana jika kau membuatkanku sup iga dari Beast Harimau Hitam? Selain itu aku ingin makan paha Beast Beruang Putih. Apa kau bisa membuatkannya untukku?” pinta Master Fan sambil menaik turunkan alisnya pada muridnya itu. Tian Zhi tersenyum kecut dengan permintaan Masternya itu. Namun setelah beberapa saat ia pun mengangguk tanda menyetujui permintaan sang Master. “Baiklah, Master tunggu saja di ruangan Master, nanti aku akan membawakannya untuk master,” jawabnya tanpa ragu. Master Fan tersenyum penuh arti. Saat Tian Zhi akan pergi, Master Fan menahannya untuk sejenak, ia kemudian menyentuh perut Tian Zhi dengan satu tangannya Simbol dan ukiran mantra yang tergambar di perut Tian Zhi menghilang oleh Qi yang membungkus telapak tangan Masternya itu. Mendapati hal tersebut langsung membuat Tian Zhi terkejut karenanya. Belum sempat ia berkata ia merasakan aliran energi Qi murni mengalir dalam tubuhnya. Bersamaan dengan itu, ia juga merasakan energi Qi alam di dalam ruangan kini seperti mengalir ke arahnya. Tian Zhi merasakan panas yang familiar dari dalam tubuhnya, ia berkeringat di mana keringat yang mengalir keluar berwarna hitam pekat dan lengket. “Aku akan menunggu di ruanganku, bersihkan saja dulu tubuhmu yang bau itu!” ucap Master Fan sambil berlalu dari hadapan Tian Zhi. Tian Zhi tersenyum hangat, meski kata-kata sang Master terdengar kasar namun ia tahu jika gurunya itu memiliki hati yang luar biasa lembut. Tak membuang waktu, Tian Zhi segera menuju air terjun untuk membersihkan tubuhnya. Di kolam air yang memberikan sensasi sengatan petir itu ia membersihkan kotoran di tubuhnya. Sesekali beberapa beast belut petir dan beast ikan mas perak menerjang ke arahnya. Namun, dengan sekali tangkisan kedua Beast sebesar paha orang dewasa itu langsung terhempas kembali ke dalam kolam. Tian Zhi menarik nafas panjang. Ia merasa waktu berjalan begitu cepat. Dulu di dalam kolam petir ini ia merasakan rasa sakit yang luar biasa akibat efek air yang mengandung sengatan petir tersebut. Belum lagi ia selalu terluka oleh serangan Beast Belut Petir dan Beast Ikan Mas Perak yang menjadi penghuni kolam tersebut. Kini setelah berjalannya waktu ia merasakan hal sebaliknya. Air terjun dan kolam petir itu memberikan kenyamanan pada tubuhnya dan kumpulan beast belut petir serta beast ikan mas perak yang ada di dalamnya kini benar-benar hanya sebagai makanan camilan untuknya. Setelah tubuhnya bersih sempurna ia pun berjalan keluar gua. Dari sana ia menuju ke arah utara di mana Beast Beruang Putih dan Beast Harimau hitam berada. Kedua Beast yang berada di tingkat empat atau setara dengan kekuatan cultivator ranah bumi itu kini menjadi incarannya untuk menyenangkan dan mengenyangkan gurunya. Tian Zhi menemukan Beast buruannya. Beruntungnya, ia melihat kedua beast dalam satu tempat yang sama. Tampak kedua beast itu terluka akibat pertarungan yang terjadi antara keduanya. “Dulu aku harus bertarung cukup lama untuk dapat mengalahkan mereka karena dantianku di segel.” “Sekarang aku ingin tahu bagaimana kekuatanku setelah Master melepas segel di dantianku ini!” ujar Tian Zhi penasaran. Tian Zhi bergerak mengendap-ngendap, ia kemudian bersembunyi di balik satu batang pohon besar. Di saat yang tepat ia langsung bergerak memasuki pertarungan dua Beast tersebut. Duakk duakk. Satu pukulan dan satu tendangan ia layangkan. Serangan telak yang menghantam kepala kedua beast itu langsung membuat rahang keduanya hancur seketika. Tian Zhi terkejut, ia tak menyangka pukulan dan tendangannya yang dilapisi Qi itu bisa membuat kedua Beast mati dalam sekali serangan. Bagaimana ia tidak terkejut, ranahnya yang berada di ranah petarung tingkat menengah tentunya tidak mungkin membuat kedua beast tingkat empat mati dalam sekali serangan. Tahu tidak akan mendapat jawaban dari pertanyaannya ia pun segera pergi dari sana sambil memanggul mayat kedua Beast buruannya. Sepanjang perjalanan pulang tak ada satu pun Beast yang berani mendekat apalagi mengganggunya. Beast- beast tingkat rendah itu hanya menatapnya dengan dingin lalu berlalu dari tempatnya. Tentunya insting mereka melarang untuk menyerang orang yang telah mengambil nyawa dua beast kuat tersebut. Tian Zhi membawa buruannya ke tepian kolam petir, dari sana ia segera membersihkan buruannya itu dengan cepat. Gerakan pisau di tangannya begitu lincah bagai penari yang sedang melakukan tariannya, hanya dalam waktu singkat kedua beast itu dikuliti olehnya. Tak membutuhkan waktu lama juga untuknya bisa memisahkan daging dan tulang beast buruannya itu. Selesai dari sana, Tian Zhi segera membuat masakan untuk Master Fan. Dengan lihai ia membuat panganan dengan bumbu yang telah dipersiapkan. Aroma dari daging yang dibumbui menyebar di dalam ruangan sehingga membuat siapapun yang menciumnya pastinya terangsang selera makannya. Master Fan datang menghampiri Tian Zhi yang sedang fokus membumbui masakannya dengan serbuk yang terbuat dari tanaman spirit tersebut. Master Fan tampak puas saat melihat muridnya itu membuat hidangan dengan sempurna. “Tampaknya kau telah menguasai kitab resep yang kuajarkan padamu dengan baik. Kau juga sudah menguasai teknik sayatan dengan sempurna,” ujar Master Fan sambil melirik kulit,tulang dan daging Beast yang telah terpisah. “Semua berkat pelatihan dan pengajaran Master, karena itu semua aku bisa sampai di tingkat sekarang, “ jawab Tian Zhi merendah. Master Fan tersenyum lalu berkata. “Tapi semua itu tidak akan terjadi dengan cepat seperti yang kau lakukan saat ini. Kau bisa sampai disini karena kau memiliki tekad yang kuat dan tak kenal lelah.” “Karena itulah kau mencapai hal tersebut.” “Meski begitu, kau tidak boleh berbangga hati apalagi sampai menjadi sombong! Ingat, diatas langit masih ada langit, di bumi yang kita pijak masih ada sosok kuat yang berpijak di tanah yang sama,camkan itu, Zhi’er!” seru Master Fan penuh penekanan. “Murid akan selalu mengingatnya, Master!” jawab Tian Zhi penuh hormat. Master Fan terlihat senang dengan jawaban muridnya itu, tidak hanya jawaban, namun sikap,tindakan dan pembelajaran muridnya itu benar-benar membuatnya bangga. Tian Zhi menyelesaikan hidangannya, ia kemudian menyerahkan hidangan buatannya itu pada Masternya. Aroma masakan yang kuat ditambah kumpulan energi yang terkandung di dalam masakan membuat Master Fan tersenyum senang. “Zhi’er, bagaimana pendapatmu mengenai pil dan makanan?” tanya Master Fan lalu mencicipi masakan yang dibuat Tian Zhi. Tian Zhi berpikir sejenak, ia menelaah pertanyaan sang Master untuk beberapa saat sebelum menjawab. Ia tentunya tak mau sembarang menjawab karena pertanyaan sang master berkaitan dengan tindak tanduk yang selama ini ia lakukan. Apalagi masakan yang ia buat semuanya tidak biasa, semua berdasarkan ajaran sang master di mana bahannya terdiri dari daging beast dan bumbunya terbuat dari serbuk tanaman spirit. Setelah yakin dengan jawabannya ia pun menyatakan pendapatnya pada Masternya itu. “Pil dan makanan sama-sama memiliki manfaat, pil dengan rasa pahitnya bisa memberikan efektifitas pada penggunanya. Sama halnya dengan makanan. Namun, jika harus memilih tentunya aku akan memilih menyajikan makanan karena selain memanjakan lidah tentunya khasiat makanan akan lebih terasa nikmatnya dibandingkan dengan pil dan obat yang pahit rasanya,” jawabnya dengan tenang. Master Fan tersenyum mendengar jawaban bijak Tian Zhi. “Kau benar, jika makanan masih bisa memberikan manfaat dan kesehatan yang setara dengan pil maka hal yang baik yang harus diutamakan.” “Tidak semua hal harus menggunakan pil dan obat sebagai jalan keluar,” jelas Master Fan penuh arti. Tian Zhi mengangguk paham atas wejangan masternya itu, ia pun memperhatikan sang master yang tampak menikmati makanannya itu. Ada ketidakpercayaan di dalam hatinya ketika memperhatikan gurunya itu. Setahun yang lalu gurunya begitu sehat dan bugar. Namun, setelah beberapa bulan pria berambut putih yang berwatak tegas itu kini dalam kondisi sakit yang tidak bisa dipahami olehnya. Sempat dirinya bertanya apa yang terjadi pada masternya itu. Namun, Master Fan tidak pernah menjawab pertanyaannya itu. “Lezat seperti biasanya,” ucap Master Fan sambil meletakan mangkuk supnya. Ia kemudian menatap ke arah Tian Zhi lalu berkata setelahnya. “Sudah saatnya kau melangkah untuk mempelajari teknik baru, apa kau sudah siap, Zhi’er?” tanya Master Fan dengan penuh wibawa. “Murid siap, Master!” jawab Tian Zhi yakin. Master Fan tersenyum lalu angkat bicara kembali, “ Kau sudah mempelajari pengobatan secara tradisional, serbuk yang kau buat, teknik sayatan dan bedah yang kau gunakan dalam membuat masakan ini sejatinya adalah teknik dasar dari alkimia itu sendiri.” “Sekarang kau sudah menguasainya, karena itu…sudah saatnya kau mempelajari tingkatan selanjutnya dari pelatihan mu selama ini.” “Penempaan, ahli mantra dan tentunya alkimia!” jelas Master Fan dengan penuh penekanan. Mendengar itu langsung membuat Tian Zhi sumringah karenanya. Ia tak menyangka jika dirinya akan mulai berlatih tiga hal tersebut. “Jangan senang dulu, aku tidak akan mengajarimu dengan cuma-cuma. Ada syaratnya jika kau mau mempelajari tiga hal itu, apa kau sanggup?” tanya Master Fan penuh arti. “Aku siap master, katakan apa syaratnya?” tanya Tian Zhi dengan yakin. Dalam pikirannya terbayang jika syarat yang akan diberikan masternya itu pastinya tidak akan jauh dari ‘penyiksaan’ pada dirinya. Tentu saja ia berpikir seperti itu karena pelatihan yang ia jalani selama ini tidak jauh dari hal tersebut. Tian Zhi menunggu apa yang masternya akan katakan sebagai syarat untuk lanjutan pelatihannya itu. Master Fan mengeluarkan tujuh benda dari balik pakaiannya, ia menunjukan tujuh benda yang merupakan token tersebut ke depan wajah Tian Zhi. “Karena kau sudah menjawab siap maka kau tidak bisa mundur lagi, syaratnya…kau harus menjalankan kontrak pernikahan!” seru Master Fan tanpa ragu. Tian Zhi membulatkan matanya, ia tertegun, pikirannya berhenti seketika saat mengetahui syarat yang masternya ajukan tersebut. “Apa…kontrak pernikahan?” ujarnya tak percaya. Bagaimana ia tidak terkejut, kata kontrak pernikahan saja sudah membuatnya tidak bisa berkata kata. Apalagi kini masternya itu menunjukan tujuh token klan padanya. Yang lebih membuatnya frustasi adalah ia secara tidak langsung telah menyetujui hal tersebut. Bukankah dengan petunjuk tersebut itu artinya ia harus menjalankan kontrak pernikahan dengan tujuh orang berbeda? Jelas hal itu benar-benar tak bisa dipahami olehnya. “Master…syarat macam apa ini? Bagaimana mungkin aku menjalankan syarat seperti ini?” Ujar Tian Zhi dengan cepat. “Sayangnya kau tidak bisa menolak, muridku!” “ Mau tak mau kau harus menjalankan syarat yang kuminta ini! Kau tadi sudah setuju!” jelas Master Fan yang langsung membuat Tian Zhi ternganga saat mendengarnya.Bab 82. Rahasia.Guan Yu dan Guan Wei berdiri menjaga pintu masuk ruangan keluarga Guan. Mereka berdiri di sana karena perintah sang ibu sekaligus Nyonya Besar keluarga Guan, Nyonya Yang. Mereka berdua mau tidak mau menuruti perintah sang ibu daripada mendapat hukuman yang lebih memalukan lagi untuk mereka. Sedangkan Tian Zhi beserta Nyonya Besar Yang dan para bibi barunya itu asyik mengobrol di dalam ruangan. Mereka berbincang banyak hal tentang pengalaman Tian Zhi.Tian Zhi yang merasakan kehangatan keluarga dari Nyonya Yang dan para bibinya tentu saja merasa senang dengan sikap terbuka mereka semua, apalagi mereka tidak memandang statusnya sebagai seorang alkemis.Mereka lebih banyak mendengarkan cerita perjalanan hidup Tian Zhi selama beberapa tahun terakhir, pengalaman yang didapatnya dan orang-orang yang ditemuinya. Mereka semua tertawa saat mendengar pengalaman lucu yang Tian Zhi alami dan bersedih saat mendengar kesulitan yang dihadapinya.Saat Tian Zhi bercerita, Nyonya Bes
Bab 81. Masa laluSetelah melepas rindu dengan kedua pengawal yang telah dianggap sebagai pamannya, Tian Zhi yang sadar mereka menjadi tontonan gratis semua orang, akhirnya bangkit dari tempatnya tadi."Paman, mohon tunggu sebentar," ujarnya pada kedua Pamannya. Tian Zhi kemudian bangkit lalu melangkah ke arah raja dan permaisuri.Tian Zhi kemudian menangkupkan tangannya pada raja Han dan mulai berkata padanya."Yang Mulia, junior ini mohon maaf bila tadi junior ini tidak tahu sopan santun dan tidak menghiraukan kehormatan yang mulia berikan pada junior ini.""Junior ini memohon maaf dengan sangat dan junior ini siap menerima hukuman dari Yang Mulia," ujar Tian Zhi lugas dan tegas.Mendengar itu, Guan Yu dan Guan Wei buru-buru berdiri di samping Tian Zhi dan menghadap ke arah raja Hua Ren."Tidak, Yang Mulia, ini kesalahan kami berdua, tolong hukum saja kami!" ujar Guan Wei cepat.Hua Ren tersenyum lebar dengan sikap Tian Zhi dan Kedua Guan itu. Dia sangat senang dan menghargai orang-
Bab 80. Pengawal dan Tuan MudaGuan Yu dan Guan Wei sadar bahwa seorang pemuda dari rombongan Sekte Naga Api sejak pertama datang terus saja melirik memperhatikan ke arah mereka berdua."Kak, pemuda itu dari tadi selalu melirik ke arah kita berdua," bisik Guan Wei pada sang kakak, Guan Yu."Aku tahu, seorang murid dari Sekte Naga Api pasti seorang dari keluarga kelas atas, mungkin pemuda itu kerabat seseorang yang pernah kita singgung sebelumnya," ujar Guan Yu pelan pada adiknya itu."Yang jadi masalah, pemuda yang sedari tadi memperhatikan kita itu adalah Master Zhi, alkemis yang dimuliakan raja. Bisa-bisa kita akan kena makian dari ayah setelah pulang dari sini!" ujar Guan Wei dengan banyak pemikiran dan pertimbangannya."Sudahlah, jangan terlalu banyak dipikirkan! Tidak ada gunanya memikirkan hal yang belum terjadi, apapun yang terjadi kita hadapi saja, tak perlu takut dengan hal lainnya!" ucap Guan Yu tegas.Mereka berdua sadar selama ini mereka banyak membuat ulah karena kesukaa
Bab 79. Dua paman.Dalam hitungan hari, dengan taktik dan strategi yang dijalankan oleh Jenderal Guan Feng dan dengan pil buatan Tian Zhi, sebagian besar dari mayat hidup yang masih bisa diselamatkan berhasil disembuhkan. Sedangkan sebagian lainnya dibakar sampai habis oleh pasukan Naga Merah Jenderal Guan Feng dan juga para cultivator sekte Bulan dan Sekte Bintang di bawah pimpinan Master Sekte Shaosheng.Pil peledak buatan Tian Zhi yang sudah dimodifikasi memudahkan para pasukan dan para murid sekte Bulan dan Sekte Bintang dalam penghancuran jasad mayat hidup yang tidak bisa disembuhkan.Operasi yang dijalankan kali ini benar-benar berhasil dengan sukses, dengan tingkat keberhasilan seratus persen dengan nol persen tingkat kematian."Master Zhi, sungguh berkah bagi Kerajaan Api dan juga seluruh rakyat Kerajaan Api dengan bantuan besar dari master.”“Aku sudah melaporkan pencapaian besar operasi militer kita kali ini kepada Raja Hua Ren.""Grand Elder Lu Tang dan rombongan sekalian,
Bab 78.Penangkal.Tian Zhi fokus dengan tungku alkimia miliknya, setelah mengetahui tanaman dan bahan yang digunakan untuk membuat ramuan yang membuat penderita kegilaan bisa kembali normal itu.Sekarang ia berusaha untuk membuat ramuan penangkalnya. Tian Zhi hanya berharap pil ramuan miliknya bisa menjadi jalan untuk kesembuhan orang-orang yang tergigit penderita kegilaan itu.Tian Zhi membuat begitu banyak pil dalam sehari yang dilewatinya, sambil menunggu Tang San yang masih memulihkan keadaannya.Setelah enam batang dupa, akhirnya keduanya menyelesaikan kegiatannya masing-masing. Mereka berdua pun sepakat untuk segera kembali ke kota angin."Kakak, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah lebih baik?" tanya Tian Zhi pada Tang San."Ya, aku benar-benar sudah baik. Aku hanya tidak baik-baik saja dengan gurauanmu tadi!" ujarnya masih sedikit kesal."Hahaha...maafkan aku, Kakak, jika candaanku kelewatan," ujar Tian Zhi sedikit merasa tidak enak dengan kakak seperguruannya itu."Sudahl
Bab 77. Kelompok Jubah Merah.Tian Zhi membedah mayat penderita kegilaan yang kaki dan tangannya terdapat tali putus itu. Matanya langsung berbinar saat melihat bagian organ dalam sang mayat yang mana ada petunjuk yang selama ini dicarinya.Tanpa lama lagi, ia memasukkan bagian dalam organ sang mayat ke dalam cincin penyimpanannya, ke dalam kantung mayat buatannya, lalu memasukkan kantung tersebut ke dalam cincin dimensinya.Tentunya, organ mayat penderita kegilaan itu sengaja dia bawa guna bahan penelitiannya dalam mencari penawar untuk penderita kegilaan yang masih bisa diselamatkan.Setelah memasukkan organ penderita kegilaan itu, ia kemudian pergi ke arah asap hitam yang sebelumnya terbang ke bukit belakang.Ia mengenakan jubah khusus yang membuat keberadaan dirinya dan auranya tidak terdeteksi.Dengan tenang, ia menyusuri jejak aura dari asap yang ditinggalkan. Sambil berjalan, ia memperhatikan sekitarnya. Seketika itu, wajahnya berubah masam setelah melihat banyak tanaman yang tu







