Share

Bab 5

“Wah memang Jolly sangat hebat karena aku dengar untuk membuka kartu keanggotanaan brass saja di Pashe-De Lier butuh uang sekitar seratur ribu dolar itu hampir 10x lipat dari harga mobil yang kami gunakan apalagi silver seperti punya nak Jolly” sanjung Dere

“Kalau begitu segerah pesan saja nak jolly dan tanggal nya kapan nanti nak jolly bisa langsung menghubungi Rachel, biar setelah ini kami memberimu kontak Rachel” jawab Tania dengan senyum licik di bibirnya.

“Ibu apa-apa an ibu ini?” sedikit kagetRachel dengar perkataan ibunya.

“Rachel sayang anak ibu percaya sama ibu ya, dan lagi siapatau di masa depan dia bisa menjadi rekan bisnis keluarga kita? Atau bahkan mungkin menjadi menant-,”

“Ibu cukup,hentikan” potong Rachel akan perkataan ibunya dilanjut kemudian sambil menghembuskan nafas

 “Ok akan aku berikan kontak ku” lanjut Rachel dengan menyodorkan barcode kontak untuk di scan oleh Jolly karena dia tau tak ada gunanya berdebat dengan ibunya yang selalu ingin menang sendiri.

Mlihat Jolly mendapatkan apa yang di inginkan Sea mengambil ini siatif untuk berpamitan menuju meja mereka sendiri,

“Terimakasih tante kami permisi dulu” ucap Sea yang kemudian di ikuti kedua pria tadi menunduk dan kemudian berjalan meninggalkan meja keluarga Dere.

Tania masih saja tersenyum sendiri dengan apa yang baru di alaminya dan angan-angan untuk menjadikan jolly menantu keluarga nya menggantikan si Radhis yang di anggapnya seorang pecundang sangat besar.

Sementara di luar Radhis sedang menunggu di samping mobil Rachel layaknya seorang supir, bukan selayaknya suami lain.

Setelah dia melihat ketiga anggota keluarganya keluar dia segera berdiri dan bertanya pada mereka yang menghampiri dia

“Sudah selesaikah acaranya?” dengan wajah yang tak berdaya.

“Sudah, ayo kita pulang, aku harus istirahat karena besok aku harus bekerja,” jawab Rachel dengan membuka pintu dan segera masuk duduk di dalam mobil kantor nya.

Sementara kedua orang tuanya tanpa bergeming bahkan memadang jijik terhadap Radhis dan segera masuk kedalam mobil.

Radhis tertegun sejenak sampai akhirnya dia di bentak oleh Tania dari kursi penumpang melalui jendela “HEYY,RADHIS!!!! Bisahkah kau sedikit lebih cepat? Kami sudah sangat lelah!!!”

“Iya Bu maaf” jawab Radhis yang kemudian ia berlari ke arah mereka dan segera memacu mobil mereka untuk segerah pulang.

***

Besok paginya setelah selesai menyiapkan sarapan Radhis memanggil Rachel dan kedua mertuanya untuk sarapan setelah itu dia kembali ke kamarnya untuk mengganti baju kemudian dia pamit kepada mereka untuk pergi ke pasar berbelanja untuk makan siang dan keperluan besok.

“Kamu tidak ikut sarapan dengan kami dulu?” tanyaRachel meyakinkan.

“Terimakasih, tapi itu tidak perlu aku takut nanti bahan-bahan makanan bagusnya habis” jelas Radhis yang kemudian dia keluar dari rumah mengeluarkan moped(*)nya dari garasi dan mengendarai nya ke pasar seperti biasa.

Dia berbelanja di pasar seperti biasa. Bahkan dia sangat akrab dengan penjual penjual di pasar ini bagaimanapun juga dulu dia tinggal di dekat sini terutama tuan Jojo dia adalah penjual sayur yang sangat ramah dan baik dan usianya sudah sangat tua sekitar kepala tujuh namun dia masih berjualan dengan giat.

“Kek aku ingin sayur yang segar-segar ya” ucap Radhis dengan sopan kepada Jojo

“Ohh Radhis,. Ini aku sudah menyiapkan semua untukmu dari tadi pagi,” ucap lelaki tua itu dengan tersenyum,

“Kakek Jojo harusnya tak perlu repot-repot seperti itu..”

ucap Radhis dengan sedikit sedih karena bagaimanapun juga dia sudah mengenal lama, semenjak ibu angkat nya meninggal kakek Jojo sering memberikan makanan ataupun sayuran mentah untuk di olah Radhis, namun disisi lain Radhis juga bahagia karena setelah apa yang dia rasakan tinggal di tempat mertuanya disini dia bagaikan punya keluarga ataupun orang tua.

“Ini kek uangnya aku sekalian pamit aku mau ke suatu tempat setelah ini”.

“Radhis tunggu sebentar, ini untuk mu”

kakek Jojo berkata sambil memberikan beberapa mentimun yang terlihat sangat segar ke Radhis.

“terima kasih kek aku bisa membuat acar kesukaan ku dengan ini” Radhis tersenyum dan kemudian dia pergi dari pasar itu menuju ke Emperor-Lux hotel.

(*) moped : motor mattic yang ukurannya sedikit lebih kecil.

Komen (12)
goodnovel comment avatar
Stefanus Ludji
lanjutkan author cerita menarik
goodnovel comment avatar
Surya Jaring
bagaus ceritanya
goodnovel comment avatar
Enicha Shaoran
kan dah d klarifikasi ma author d chapter 1 kalo beliau terinsipirasi dari toe novel... lagian d nikmati aj, toch qta g rugi cuma baca doank beda dgn author yg hrs mikir keras bwt cerita ny... d hargai lah karya ny kan niat author bwt menghibur... terima kasih.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status