แชร์

Bertemu mutti

ผู้เขียน: Yunisa Futri
last update วันที่เผยแพร่: 2024-03-02 21:02:21

“Lagi-lagi ada yang menganggu !” batin Marco.

Deandra tidak kalah kaget, yang lebih ditakutkan Deandra yang mengetuk jendela mobil adalah orangnya Devin.

“Semoga bukan Bram atau Rio” Batin Deandra. Bram dan Rio adalah orang kepercayaan Devin.

Marco membuka kaca mobilnya.

"Selamat malam, Pak'"

"Malam." jawab Marco.

"Wah, maaf ternyata, Pak Marco." ucap lelaki itu yang ternyata adalah polisi yang sedang berpatroli.

"Syukurlah, hanya Pak Polisi." batin Deandra.

Marco mengerutkan dahinya.

"Maaf, Pak, mungkin bapak tidak kenal saya, tapi atasan saya di kantor sering membicarakan, bapak." ucap Pak Polisi itu.

"Siapa nama atasan nya?" tanya Marco.

"Pak Priyatna Wiryatama, Pak."

"Oh, dia memang teman saya waktu SMA, sampaikan salam saya padanya."

"'Baik, Pak, pastinya akan saya sampaikan."

"Hanya saja, saya hanya ingin mengingatkan, Pak, di sini tertera tanda untuk dilarang parkir, Pak,"

Marco dan Deandra langsung melihat tanda tersebut yang memang baru mereka sadari.

"Terimakasih, Pak, maaf saya tidak melihatnya, saya akan pergi lagi"

"Siap, Pak, tidak masalah, orang sibuk seperti Bapak, memang harus dimaklum."

"Terimakasih, Pak, kalau begitu saya jalan dulu" ucap Marco sambil tersenyum.

"Baik, Pak, Hati-hati dijalan, Pak Marco."

Mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka.

"Bapak, cukup terkenal juga ya." ucap Deandra.

"Tidak juga, itu hanya kebetulan saja, Deandra." ucapnya sambil tersenyum namun hatinya sebenarnya masih kesal dengan gangguan tadi.

Mereka pun tiba di rumah Marco, alias istana megah keluarga Baskoro Grup.

“Selamat malam, tuan dan nona.” seorang pelayan wanita di sana menyapa.

“Selamat malam.” jawab Deandra.

“Apa Mutti sudah ada?” tanya Marco.

“Sudah, tuan, Nyonya sudah menunggu di ruang makan.”

Mereka langsung masuk dan menuju ruang makan.

Rumah Konglomerat memang berbeda, ruang makan berada di lantai 2, mereka menaiki lift untuk tiba di sana.

“Akhirnya datang juga kalian.” seru Mutti Miranda.

“Selamat malam, Mutti.” sapa Deandra.

“Hai, Selamat malam, Deandraku sayang, sudah lama yak kita tak berjumpa.” Mutti langsung memeluk Deandra.

“Iya, Mutti, sudah sangat lama, Mutti terlihat semakin cantik.” puji Deandra.

Mutti Miranda memang masih sangat cantik dengan usianya yang menginjak kelapa lima, dia mirip dengan Wulan Guritno.

“Kamu bisa aja, kau juga semakin cantik, sudah besar sekarang.”

“Terimakasih, Mutti”

Marco hanya asyik melihat mereka berdua mengobrol.

Mutti Miranda memang mengenal Deandra sejak lama, Deandra adalah teman dekat adiknya Marco, namanya Rachel Baskoro.

“Ayo, duduk.” ucap Mutti mempersilahkan Deandra duduk di meja makan.

Deandra dan Marco pun duduk bersampingan, dan Mutti Miranda ada di depan mereka.

Makanan pun datang, di rumah nya memang tersedia chef Profesional, makanannya di jamin seperti hotel bintang lima.

“Dra, kamu sekretaris Marco ya, sekarang?”

“Iya, Mutti”

“Syukurlah, Mutti lega jika sekretarisnya orang yang Mutti kenal, seandainya Rachel ada, pasti akan lebih menyenangkan.”

“Rachel, masih berapa lama kuliah S2 di New York, Mutti?” tanya Deandra.

“Masih lama, Dra, sepertinya dia betah tinggal di sana, pacarnya kan bule orang sana juga, jadi dia pasti lebih memilih di sana.” jawab Mutti dengan raut sedikit sedih.

“Marco, juga nih Dra, ga cari pacar terus.”

Marco yang dari tadi diam kena semprot juga.

Deandra hanya tersenyum.

“Dra, Mutti sampai takut kalo Marco itu ga normal !”

Ucapan Mutti Miranda sampai membuat Marco tersedak, untung Deandra cekatan memberikan Marco minum.

“Aku sangat selektif, Mutti.” jawab Marco.

“Selektif apanya ! terakhir kau bawa pacar kapan Marco ! sangat lama, mungkin saat SMA.”

Marco hanya bisa mendengus.

“Pak Marco normal kok, Mutti, Pak Marco mungkin masih mencari yang cocok dengan dirinya.”

Deandra mencoba membela Marco.

“Tapi, sampai kapan, Dra ! Mutti kesepian, Rachel ga ada, Vatti (panggilan ayah dalam Jerman) masih saja sibuk kerja dan dinas keluar negeri, kalo Marco punya pacar, dia bisa kan temenin, Mutti.”

“Mutti, Deandra pun bisa menemani Mutti, jika Mutti mau.”

“Ahhh, Mutti sampai terharu, kau memang selalu baik hari, Deandraku.”

“Oh iya, apa kau sudah punya pacar, Dra?”

Deandra terdiam, sebuah tangan memegang tangan Deandra dan menggenggamnya, itu tangan Marco. Deandra menatap Marco dan Marco menggelengkan sedikit kepalanya.

Deandra tahu, itu kode dari Marco.

“be-lum, Mutti.”

“Gadis sempurna seperti dirimu belum punya pacar? tapi bagus lah, cocok.” ucap Mutti.

“Cocok gimana, Mutti?”

“Tidak, Mutti hanya senang.” jawaban Mutti terdengar ambigu.

Marco yang menyimaknya tersenyum samar, Marco tahu, ibunya menyukai Deandra.

Makan malam pun selesai.

Handphone Deandra dari tadi terus berbunyi untung saja dia silent.

14 Panggilan tak terjawab terlihat di layar handphonenya dan itu dari Devin.

Deandra hanya bingung, bagaimana menjawab telepon itu. Devin akan marah besar jika tahu saat ini dia sedang makan malam bersama bos dan ibunya.

Marco memandang Deandra yang terlihat gelisah.

“Apa ada masalah?” tanya Marco.

Saat ini mereka berada di balkon yang menghadap taman dan kolam renang.

“Tidak, Pak, hanya saja, De-vin.”

“Kau masih memikirkannya saat bersamaku?”

Deandra langsung menghadap dan menatap Marco.

“Aku sama sekali tidak memikirkannya, Pak, aku hanya takut dia tahu, jika saat ini aku sedang bersama bapak.”

“Bukannya dia sedang dinas ke Jepang?”

Deandra terdiam.

“Devin kadang suka mengirim orang kepercayaannya untuk mengawasiku, Pak.”

Marco mendekat agar perkataannya terdengar jelas oleh Deandra.

“Aku akan melindungimu, Deandra” ucap Marco dengan nada lembut tapi meyakinkan.

Kalimat terkakhir Marco itu terdengar oleh Mutti Miranda, saat tak sengaja lewat balkon.

Itu membuat Mutti Mirandi sangat senang.

“Marco dan Deandra, perpaduan sempurna.” ucap Mutti Miranda dalam hati.

Deandra tidak lama di istana Baskoro, karena besok masih harus masuk kerja.

Deandra berpamitan pada Mutti, walau awalnya Mutti menahannya agar lebih lama di sana, tapi Mutti mengerti bahwa besok Deandra harus masuk kerja.

Di perjalanan pulang, tidak ada obrolan panjang, lebih banyak diam dan mendengar musik.

Marco menahan hasratnya agar tidak seperti tadi.

“Ini bukan waktu yang tepat.” batin Marco.

Deandra pun sampai di apartemennya.

“Terimakasih untuk malam ini dan beristirahatlah, Deandra.”

“Bapak, juga jangan lupa beristirahat.”

Marco mendekat pada Deandra, Deandra menggigit bibirnya gugup, Marco makin dekat, dan Deandra mulai menutup matanya.

Klik !

Suara seatbelt terbuka, terdengar.

Marco tersenyum melihat ekspresi Deandra yang telah memejamkan mata dan tersadar saat bunyi seatbelt terdengar.

Deandra memang mengira Marco akan menciumnya.

Itu membuat Deandra sedikit malu.

“Apa-apaan pikiranmu Deandra !” batin Deandra kesal.

Marco lalu keluar, membukakan pintu untuk Deandra, Marco memang memperlakukannya seperti putri.

“Terimakasih.” ucap Deandra.

“Sampai bertemu besok, Deandra.”

Deandra hanya mengangguk dan melambaikan tangan pada Marco saat mobilnya akan melaju pergi.

Deandra masih malu dengan kejadian tadi.

Deandra mulai masuk apartemennya dan menuju unit nya yang berada di lantai 10.

Hari ini memang sangat menyenangkan, dia bisa bertemu kembali dengan Mutti Miranda.

Deandra memasukan kode akses apartemennya.

Deandra terkejut karena lampu apartemennya sudah menyala.

Dan yang lebih mengejutkan ada sesosok pria sedang duduk dan menunggu dirinya.

“Darimana saja, Deandra?!”

***

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Selingkuhan Sang Sekretaris   Akhir cerita cinta

    Suara sepatu Kaca terdengar indah mengalun di Altar Pernikahan yang terlihat sangat mewah. Tamu undangan terlihat tidak terlalu banyak mungkin sekitar 100 orang saja, karena memang hanya kerabat dekatlah yang di undang. This Intimate Wedding. Akhirnya hari bahagia Devin dan Deandra pun tiba, Deandra terlihat sangat cantik mengenakan gaun putih yang super mewah dengan kilauan permata yang terlihat mengagumkan, terlebih gaun itu memperlihatkan leher jenjang Deandra yang terlihat sexy. Bimbang, itu yang sebenarnya dirasakan Deandra saat melihat dirinya di depan cermin beberapa menit lalu, dia memandang wajahnya yang begitu cantik di poles riasan yang tidak terlalu berlebihan namun sukses membuatnya berkali lipat lebih cantik. Hatinya merasa sesak karena memang masih ada yang mengganjal di hatinya, entah mengapa dia tidak merasa bahagia, Suara ketukan pintu yang mengisyaratkan bahwa ikrar pernikahan akan segera di mulai membuyarkan lamunan Deandra. Mamih Anita yang menjemput

  • Selingkuhan Sang Sekretaris   Bukan Akhir Cerita cinta

    Rachel Baskoro, dia memang sahabat setia bagi Deandra, walau beberapa bulan tidak ada kabar darinya, Rachel tetap berusaha mencarinya hingga kini dia bisa berbicara langsung dengan Deandra di apartemen milik Deandra. “What?! udah lama nggak ada kabar, diam-diam mau menikah aja nih, Dra.” Goda Rachel. “Memang serba mendadak, Chel, Devin memang nggak mau berlama-lama, sebulan sejak dia melamarku, dia langsung menentukan tanggal pernikahan.” “Sweet nya, Devin, SiPlayboy panas itu akhirnya takluk juga denganmu, Deandra.” Deandra terdiam. “Kau pasti sangat bahagia kan, Dra?” Deandra hanya menjawabnya dengan senyuman. “Aku turut bahagia untukmu sahabatku, minimal akhirnya kita berdua akan melepas masa lajang kita dengan sempurna, nggak seperti Bang Marco.” “Marco?” “Ya, Dra! Bang Marco, kerjanya cuma mikirin kerja, kerja dan kerja, nggak ada waktu buat nyari cewek, jadinya kan keduluan aku yang nikah!” Deandra terdiam sejenak. “Bukannya Marco udah punya wanita ya, Chel

  • Selingkuhan Sang Sekretaris   Lamaran Devin

    Sudah satu bulan, tepatnya satu bulan 10 hari, Deandra tidak bekerja dan hanya menjalankan rutinitas menemani Mamih Anita. Hampa? tentu saja sangat Deandra rasakan setiap harinya, terlebih hatinya masih terasa sakit jika mengingatnya. Deandra tidak bisa melupakan Marco bahkan di setiap detik waktu yang di laluinya. Dan perasaan itu tercampur dengan perlakuan manis Devin yang bertahan lebih lama dari biasanya, dia begitu perhatian pada Deandra tanpa terkecuali. Yang lebih mengejutkan, Devin benar-benar meninggalkan Davina. Awalnya Deandra menyangka mungkin mereka hanya bertengkar dan kembali berdamai lagi seperti biasanya, namun ini tidak, Devin rela meninggalkan Davina untuk Deandra. Ini bukan sesuatu yang biasa, ini hampir terasa mustahil bagi Deandra, seorang Devin meninggalkan semua wanitanya hanya demi dirinya, kekasih yang kadang tidak dianggap olehnya, kekasih yang hanya seperti pajangan untuknya. “Apa kau bosan di rumah saja, Dra?” Pertanyaan Mamih Anita membuya

  • Selingkuhan Sang Sekretaris   Hati yang merelakan cinta

    “Bos, unit apartemen sebelah Deandra adalah milik Rachel Baskoro.” ucap Rio memberi informasi. “Siapa dia?” “Dia adik kandung Marco Baskoro.” “Tapi-“ “Tapi apa?!” Devin memotong ucapan Rio itu. “Adiknya sedang melanjutkan S2 di New York, apartemen itu jarang di huni dan yang sering menempati adalah-.” Rio menghela nafas sejenak sebelum mengucapkan nama yang saat ini Devin tidak mau dengar. “Marco Baskoro.” Dug Dug Dug Jantungnya berdegup kencang, saking kencangnya bunyi detak jantungnya berbeda dari biasanya lalu berdenyut sangat nyeri, ini pertama kalinya Devin merasa seperti ini, dia yang saat ini sedang di perjalanan menuju pusat CCTV apartemen Deandra begitu linglung dan dia sama sekali belum mempercayai ini. Sebelum benang merah ini terlihat, Devin harus menguatkan hati dan bertemu dengan Marco, secepatnya. *** Deandra akhirnya sudah mulai membaik setelah tiga hari terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Dia masih ingat begitu menyeramkannya ruangan temp

  • Selingkuhan Sang Sekretaris   Remuknya Hati

    Bantuan Priyatna Wiryatama sang kepala kepolisian memang sangat membantu dalam proses penyelamatan Deandra kemarin. Bermodal wajah seorang pria di sketsa yang seorang karyawan swasta di Bogor ternyata terungkap fakta yang mengejutkan. Pria bernama Ganjar itu ternyata salah satu anak buah seorang CEO mudq kaya raya bernama Alexander Jeniwa. Priyatna tidak setengah-setengah dalam membantu Marco dan Devin, dia mengupasnya sampai akarnya dan ternyata benar Alexander Jeniwa adalah dalang utama penculikan Deandra. Motifnya hanya kekalahannya di dunia bisnis, pria blasteran Indonesia-Meksiko ini memang mendapat tekanan berat sang ayah agar perusahaan mereka Jeniwa Grup dapat merajai atau sejajar dengan perusahaan Baskoro dan Yudistira Grup. Ada kebanggaan sendiri bagi Priyatna, dapat membantu Dua CEO muda yang tengah di puncak kejayaan itu, terlebih karena Marco Baskoro setidaknya dia bisa membalas perbuatan Marco dulu yang sering membantunya. Dan Deandra saat ini tengah terbarin

  • Selingkuhan Sang Sekretaris   Pria Bertato

    Devin tidak merasa curiga sama sekali kepada Marco, melihat Marco begitu serius membantunya mencari Deandra, Devin malah merasa sangat terbantu. Marco mengerahkan orang-orang terbaiknya, begitupun dengan Devin, hingga ditemukanlah seorang ibu bernama Laila yang memang terlihat di CCTV yang memasuki taxy bodong bersama Deandra. Marco dan Devin mengintograsi ibu itu dengan penuh penekanan, pertanyaan-pertanyaan terlontar dari mulut mereka dengan tegas. Hingga terungkap fakta jika bu laila itu terpaksa membawa Deandra ke suatu tempat kecil di pinggir kota oleh seseorang yang Bu Laila pun tidak kenal, dia hanya di beri bayaran untuk menjalankan perintahnya. Bu Laila itu tidak tahu kemana lagi Deandra di bawa karena menurut infonya Deandra di pindahkan ke mobil lain yang tidak sempat dia lihat plat nomornya dan hanya mengetahui mobil itu sejenis sedan berwarna hitam. Bram yang memang jago mengambar langsung membuat sketsa wajah yang di ilustrasikan Bu Laila, wajah seorang pria ya

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status