LOGINHari ini adalah hari ulang tahun Menteri Kehakiman. Altherr, Lucianne dan Athena datang ke perayaan ulang tahun orang penting di Luminastra itu.Setelah memberi salam dan hadiah pada Menteri Kehakiman, Athena membawa Lucianne berkumpul dengan para wanita, sementara Altherr, pria itu saat ini sedang mengobrol dengan beberapa petinggi kerajaan yang juga hadir di sana.Athena merasa tidak nyaman di lingkaran orang-orang kelas atas.“Kakak, aku akan keluar untuk mencari udara segar.”“Ya, Sopia akan menemanimu.”“Baik, Kakak.”Athena segera keluar dari tempat itu. Ia berjalan-jalan ke sekitar taman.“Sopia, aku meninggalkan kipasku. Bisakah kau mengambilkannya?”“Baik, Yang Mulia.”Sopia pergi, Athena kembali melangkah. Wanita itu berhenti hendak menuju ke jembatan lengkung, tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat sepasang pria dan wanita sedang bercumbu penuh nafsu di balik pohon.Athena tidak memiliki keinginan untuk mengintip, tapi jika ia melanjutkan langkahnya maka ia akan menggan
“Ada apa ini? Apakah sesuatu yang baik terjadi?” Lucianne melihat ke meja makan yang dipenuhi oleh berbagai jenis hidangan yang tampaknya sangat menggugah selera.“Hari ini Ibu sudah sadarkan diri. Semua makanan ini adalah ungkapan terima kasihku pada Kakak karena telah membantuku.”Lucianne mengerti kenapa saat ini Athena tampak bahagia.“Itu adalah kabar yang sangat baik. Aku turut bahagia untukmu.”“Terima kasih, Kakak.”Lucianne membalas ucapan terima kasih itu dengan senyuman ringan.Altherr datang, pria itu melihat Lucianne dan Athena yang tampak akur.“Suamiku, kau sudah datang.” Lucianne segera menyambut suaminya.“Ya, Istriku.”“Ayo duduklah!”Altherr segera duduk. Meja makan yang dulunya hanya ada dua tempat duduk itu kini telah menambahkan tempat duduk yang baru.Lucianne ingin ia, Altherr dan Athena setiap harinya makan bersama.Altherr melihat ke meja makan, cukup banyak hidangan di sana dan Altherr yakin bukan Lucianne yang memasaknya, karena menu masakan itu baru ia lih
Keesokan harinya Ean menemui Altherr, pria itu telah menyelidiki mengenai identitas Athena.Athena berasal dari sebuah desa kecil, wanita itu awalnya tinggal bersama dengan paman dan juga ibunya. Pamannya adalah seorang prajurit yang saat ini sudah gugur saat desa tempat tinggal mereka diserang olah para pemberontak beberapa tahun lalu.Setelah itu Athena pindah ke beberapa tempat bersama dengan ibunya dan akhirnya menetap di ibukota. Ibu Athena menderita penyakit serius hingga membuat wanita itu hanya bisa terbaring di ranjang. Setelah ibunya sakit, Athena yang saat itu masih berusia enam belas tahun mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan ibunya juga untuk biaya pengobatan ibunya.Athena bekerja di sebuah kedai mie di pusat ibu kota, selain itu dia juga bekerja paruh waktu di sebuah klinik kecil, tempat tabib yang biasa mengobati ibunya membuka usaha.“Saat ini ibu Selir Athena dirawat di rumah sakit kerajaan.” Ean mengakhiri laporannya.Di luar, Athena berdiri. Di
Athena sedang memberi makan seekor anak kucing di taman. Wanita itu menyukai kucing, tapi dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk memiliki hewan peliharaan karena dia terlalu sibuk.Athena bisa saja mengambil kucing liar dan membawanya ke rumah, tapi dia tahu menelantarkan kucing di rumahnya adalah tindakan tidak bertanggung jawab.Beberapa langkah tidak jauh dari Athena saat ini ada Declan. Pria itu tersenyum misterius lalu kemudian melangkah menuju Athena.Saat ini Athena dan anak kucing itu terlihat sangat manis, tapi Declan benar-benar tahu bahwa Athena jelas bukan kucing yang manis melainkan kucing liar yang memiliki cakar tajam.“Salam, Tuan Declan.” Sopia segera memberi salam pada Declan.Athena yang tadinya berjongkok segera berdiri, wanita itu kini menatap Declan.“Nona, kita bertemu lagi.” Declan tersenyum pada Athena.Athena hanya membalas dengan anggukan singkat.“Apakah Nona berasal dari kediaman Adipati Miles?”“Tuan, ini adalah Selir Athena, Selir Jenderal Agung.” So
Altherr pergi ke tenda tempat para bandit yang tertangkap di siksa.“Apakah mereka bicara?” Altherr bertanya pada Ean.“Ya, Tuan.” Ean menggunakan metode penyiksaan yang paling kejam untuk membuat beberapa bandit bicara, tapi beberapa yang lainnya memilih tetap bungkam meski sangat tersiksa. “Pasukan berpakaian hitam tidak berasal dari kelompok bandit. Mereka berasal dari organisasi Elang Hitam.”“Organisasi Elang Hitam?”“Benar, Jenderal Agung. Saya mencoba mencari tahu lebih banyak lagi tentang organisasi ini dari para bandit, tapi mereka tidak mengetahui apapun, bahkan mereka juga baru bertemu dengan orang-orang itu hari ini. Tampaknya yang berhubungan dengan orang-orang dari oganisasi itu adalah pemimpin para bandit langsung.”Altherr tidak puas dengan hal ini, jika tidak ada informasi tentang organisasi itu maka dia tidak bisa menangkap pria yang melukai istrinya.“Apakah mereka menyebutkan tentang tempat persembunyian mereka?”“Saya telah menggambar peta tempat mereka tinggal, Y
Upaya penyergapan itu gagal, beberapa bandit berhasil melarikan diri begitu juga dengan Declan dan pasukan rahasianya yang tersisa.Altherr memerintahkan para pasukannya untuk mengejar bandit yang melarikan diri.Setelahnya ia juga memerintahkan pasukannya untuk mengumpulkan mayat para bandit untuk digantung di benteng kota Azure. Pria itu menunjukan bahwa siapapun yang mencoba untuk mencelakai Luminastra hanya akan berakhir dengan tragis.Altherr kembali ke kereta, ia masuk ke dalam sana dan tabib baru saja selesai menangani Lucianne.“Bagaimana keadaan Istriku, Tabib?”“Luka yang dialami oleh Putri Lucianne cukup dalam, tapi itu tidak mengancam nyawanya. Saat ini Putri Lucianne sedang tidur karena pengaruh obat. Dalam beberapa jam ke depan Putri Lucianne akan sadarkan diri.”Altherr lega mendengarnya. Untung saja tidak terjadi hal yang buruk pada istrinya.Di luar kereta, Athena juga mendengar apa yang dikatakan oleh tabib. Wanita itu juga merasa lega.Perjalanan dihentikan sementar







