Accueil / Historical / Selir Sang Jenderal / 11. Sebuah Transaksi

Partager

11. Sebuah Transaksi

Auteur: Yuyun Batalia
last update Date de publication: 2026-10-23 10:27:20

Altherr pergi ke tenda tempat para bandit yang tertangkap di siksa.

“Apakah mereka bicara?” Altherr bertanya pada Ean.

“Ya, Tuan.” Ean menggunakan metode penyiksaan yang paling kejam untuk membuat beberapa bandit bicara, tapi beberapa yang lainnya memilih tetap bungkam meski sangat tersiksa. “Pasukan berpakaian hitam tidak berasal dari kelompok bandit. Mereka berasal dari organisasi Elang Hitam.”

“Organisasi Elang Hitam?”

“Benar, Jenderal Agung. Saya mencoba mencari tahu lebih banyak lagi tenta
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Selir Sang Jenderal   17. Demam

    Pagi ini pencarian terhadap Altherr dan Athena telah dilakukan. Ean terjun dari tebing dan mulai menyelam bersama dengan puluhan prajurit lain. Sementara kelompok lainnya menyisiri aliran sungai dan mencari ke berbagai tempat lain.Altherr keluar ke permukaan, ia kemudian menemukan beberapa prajurit yang juga muncul ke permukaan.“Jenderal Agung!” Seorang prajurit berseru.“Jenderal Agung telah ditemukan!” Prajurit lainya berteriak memberitahu siapapun yang mendengarkannya.Beberapa saat kemudian Ean juga muncul ke permukaan. Pria itu sangat lega ketika ia melihat majikannya masih hidup. Pria itu segera berenang mendekat ke Altherr.“Jenderal Agung.” Ean bersuara lega.“Keluar dari sini, siapkan selimut untuk Selir Athena.”Darah yang bercampur air muncul di punggung Altherr lalu kemudian menyebar.“Jenderal Agung, tubuh Anda terluka.”“Segera jalankan perintahku!”“Baik, Tuan.”Setelah memastikan situasinya aman, Altherr kembali berenang menembus air terjun. Pria itu tidak mungkin me

  • Selir Sang Jenderal   16. Meninggalkannya

    Matahari bergerak naik, Altherr dan Athena masih terus melesat masuk ke hutan. Saat ini mereka telah mendapatkan banyak hewan buruan, entah itu binatang buas atau bukan.Athena dan Altherr berhenti ketika sekumpulan pasukan berpakaian hitam menghadang mereka, lalu kemudian seumpulan lagi berada di belakang mereka.Baru tiga bulan menikah dengan Altherr, Athena telah menghadapi dua kali percobaan pembunuhan. Benar-benar kematian selalu mengincarnya.Para pria berpakaian hitam itu segera menyerang Altherr dan Athena serta prajurit yang bersama Altherr.Jumlah pasukan itu cukup banyak, sementara Altherr dan Athena hanya kurang dari sepuluh orang.Athena mengambil anak panah, wanita itu memanah dari atas kuda, sementara Altherr segera menarik pedangnya dan terjun dari kudanya.Kali ini pasukan yang menyerang lebih ganas dari sebelumnya. Pasukan itu benar-benar menginginkan nyawa mereka.Beberapa prajurit yang dibawa oleh Altherr telah terluka. Hanya tersisa tangan kanan Altherr dan dua pr

  • Selir Sang Jenderal   15. Tiga Bulan

    Hari ini adalah hari ulang tahun Menteri Kehakiman. Altherr, Lucianne dan Athena datang ke perayaan ulang tahun orang penting di Luminastra itu.Setelah memberi salam dan hadiah pada Menteri Kehakiman, Athena membawa Lucianne berkumpul dengan para wanita, sementara Altherr, pria itu saat ini sedang mengobrol dengan beberapa petinggi kerajaan yang juga hadir di sana.Athena merasa tidak nyaman di lingkaran orang-orang kelas atas.“Kakak, aku akan keluar untuk mencari udara segar.”“Ya, Sopia akan menemanimu.”“Baik, Kakak.”Athena segera keluar dari tempat itu. Ia berjalan-jalan ke sekitar taman.“Sopia, aku meninggalkan kipasku. Bisakah kau mengambilkannya?”“Baik, Yang Mulia.”Sopia pergi, Athena kembali melangkah. Wanita itu berhenti hendak menuju ke jembatan lengkung, tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat sepasang pria dan wanita sedang bercumbu penuh nafsu di balik pohon.Athena tidak memiliki keinginan untuk mengintip, tapi jika ia melanjutkan langkahnya maka ia akan menggan

  • Selir Sang Jenderal   14. Mawar Liar

    “Ada apa ini? Apakah sesuatu yang baik terjadi?” Lucianne melihat ke meja makan yang dipenuhi oleh berbagai jenis hidangan yang tampaknya sangat menggugah selera.“Hari ini Ibu sudah sadarkan diri. Semua makanan ini adalah ungkapan terima kasihku pada Kakak karena telah membantuku.”Lucianne mengerti kenapa saat ini Athena tampak bahagia.“Itu adalah kabar yang sangat baik. Aku turut bahagia untukmu.”“Terima kasih, Kakak.”Lucianne membalas ucapan terima kasih itu dengan senyuman ringan.Altherr datang, pria itu melihat Lucianne dan Athena yang tampak akur.“Suamiku, kau sudah datang.” Lucianne segera menyambut suaminya.“Ya, Istriku.”“Ayo duduklah!”Altherr segera duduk. Meja makan yang dulunya hanya ada dua tempat duduk itu kini telah menambahkan tempat duduk yang baru.Lucianne ingin ia, Altherr dan Athena setiap harinya makan bersama.Altherr melihat ke meja makan, cukup banyak hidangan di sana dan Altherr yakin bukan Lucianne yang memasaknya, karena menu masakan itu baru ia lih

  • Selir Sang Jenderal   13. Mengambil Keputusan Yang Tepat

    Keesokan harinya Ean menemui Altherr, pria itu telah menyelidiki mengenai identitas Athena.Athena berasal dari sebuah desa kecil, wanita itu awalnya tinggal bersama dengan paman dan juga ibunya. Pamannya adalah seorang prajurit yang saat ini sudah gugur saat desa tempat tinggal mereka diserang olah para pemberontak beberapa tahun lalu.Setelah itu Athena pindah ke beberapa tempat bersama dengan ibunya dan akhirnya menetap di ibukota. Ibu Athena menderita penyakit serius hingga membuat wanita itu hanya bisa terbaring di ranjang. Setelah ibunya sakit, Athena yang saat itu masih berusia enam belas tahun mulai bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan ibunya juga untuk biaya pengobatan ibunya.Athena bekerja di sebuah kedai mie di pusat ibu kota, selain itu dia juga bekerja paruh waktu di sebuah klinik kecil, tempat tabib yang biasa mengobati ibunya membuka usaha.“Saat ini ibu Selir Athena dirawat di rumah sakit kerajaan.” Ean mengakhiri laporannya.Di luar, Athena berdiri. Di

  • Selir Sang Jenderal   12. Kita Bertemu Lagi

    Athena sedang memberi makan seekor anak kucing di taman. Wanita itu menyukai kucing, tapi dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk memiliki hewan peliharaan karena dia terlalu sibuk.Athena bisa saja mengambil kucing liar dan membawanya ke rumah, tapi dia tahu menelantarkan kucing di rumahnya adalah tindakan tidak bertanggung jawab.Beberapa langkah tidak jauh dari Athena saat ini ada Declan. Pria itu tersenyum misterius lalu kemudian melangkah menuju Athena.Saat ini Athena dan anak kucing itu terlihat sangat manis, tapi Declan benar-benar tahu bahwa Athena jelas bukan kucing yang manis melainkan kucing liar yang memiliki cakar tajam.“Salam, Tuan Declan.” Sopia segera memberi salam pada Declan.Athena yang tadinya berjongkok segera berdiri, wanita itu kini menatap Declan.“Nona, kita bertemu lagi.” Declan tersenyum pada Athena.Athena hanya membalas dengan anggukan singkat.“Apakah Nona berasal dari kediaman Adipati Miles?”“Tuan, ini adalah Selir Athena, Selir Jenderal Agung.” So

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status