Mag-log inAltherr Luminastra, Jenderal Agung kerajaan Luminastra sangat mencintai istrinya, Putri Lucianne. Meski telah terus menerus ditekan oleh para tetua untuk memiliki selir agar memiliki keturunan, Altherr tetap tidak mengambil selir, tapi yang terakhir wanita yang ia cintai sendiri yang memintanya untuk menikahi wanita lain. "Karena kau yang sangat ingin aku menikahi wanita lain, maka kau yang harus menemukan wanita itu sendiri, Istriku." ** Suatu hari seorang wanita asing mendatangi Athena Swan, wanita itu meminta Athena untuk menjadi istri kedua suaminya. Tidak pernah terpikirkan oleh Athena untuk menjadi seorang selir, tapi karena ia ingin menyelamatkan nyawa ibunya ia bersedia menjadi seorang selir. ** "Jika dalam waktu enam bulan kau tidak mengandung, maka kau akan mendapatkan hukuman mati!" Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan oleh Altherr setelah menghabiskan malam pertama dengan Athenna. Lantas, bagaimanakah perjalanan Athena setelah menjadi selir sang Jenderal Agung Luminastra, akankah ia berhasil melahirkan penerus atau mendapatkan hukuman mati dari Sang Jenderal?
view more"Aku akan melakukan yang kau inginkan, sekarang makanlah." Altherr menatap istrinya yang saat ini terbaring dengan wajah pucat di atas ranjang.
Lucianne telah mogok makan selama berhari-hari, awalnya Altherr mengabaikan Lucianne, tapi setelah lebih dari tiga hari Lucianne masih tidak menyentuh makanannya dan terus menyiksa dirinya sendiri, Altherr tidak tahan lagi.
Lucianne menatap suaminya dengan mata yang memerah. "Aku ingin mendengar Yang Mulia berjanji padaku."
"Aku berjanji padamu bahwa aku akan menikah lagi." Altherr mengatakannya dengan jelas. "Sekarang makanlah!"
Lucianne sangat lemah, tapi karena Altherr sudah berjanji padanya, ia segera bangkit dari tempat tidurnya seilah sudah mendapatkan kekuatannya kembali. "Aku akan makan."
Pelayan yang membawa bubur untuk Lucianne segera mendekat. Altherr mengambil mangkuk yang ada di sana lalu kemudian menyuapi Lucianne dengan perlahan.
Air mata Lucianne akhirnya jatuh. Ia senang, tapi juga sakit. Ia senang karena suaminya mau menikah lagi agar bisa mendapatkan keturunan, tapi ia juga sakit karena ia telah mendorong suaminya dengan kejam agar bersedia menikah lagi.
Ia tahu benar bahwa suaminya sangat setia dan tidak bersedia menikah lagi. Para tetua telah mendorongnya untuk terus menikah lagi agar memiliki keturunan, tapi Altherr selalu menolak.
Sebagai seorang istri, Lucianne tidak boleh egois. Ia yang memiliki kekurangan, ia tidak bisa membiarkan Altherr tutup usia tanpa memiliki anak yang bisa mendoakannya setelah tiada. Ia terus menerus membujuk Altherr untuk mengambil selir, tapi Altherr selalu tidak setuju dan berujung marah padanya.
Hingga akhirnya Lucianne mengambil langkah keras agar Altherr mau mengikuti kemauannya. Lucianne sangat tahu bahwa Altherr sangat menyayanginya, itulah sebabnya ia menggunakan dirinya sendiri untuk mengancam Altherr. Dan ya, cara ini akhirnya berhasil.
"Untuk apa kau menangis? Aku sudah mengikuti kemauanmu." Altherr berkata dengan dingin. Pria ini masih kecewa pada istrinya yang terus menerus mendorongnya untuk menikah lagi dengan mengancam menggunakan nyawanya sendiri.
"Aku menangis karena senang." Lucianne tersenyum lembut.
"Hanya kau wanita yang senang suaminya menikah lagi." Altherr membalas sinis.
Lucianne menerima kemarahan suaminya, ia tahu bahwa ia memang bersalah. "Semua untuk kebaikanmu, Yang Mulia."
"Karena kau sangat ingin aku menikahi wanita lain, maka kau sendiri yang harus menemukan wanita itu, Istriku."
Ruangan itu hening sejenak sebelum akhirnya Lucianne menjawab, "Baik, Yang Mulia."
Hati Altherr seperti ditusuk, istrinya bahkan bersedia untuk turun tangan sendiri mencari wanita yang akan menjadi madunya.
Altherr tidak ingin berdebat dengan Lucianne, meski sangat kecewa ia juga mengerti apa yang dirasakan oleh Lucianne. Berkali-kali Lucianne membujuknya sambil menangis dan mengatakan tentang kekurangannya yang tidak bisa memberikannya keturunan. Altherr tidak ingin Lucianne menyalahkan dirinya lagi. Hal yang paling Altherr benci di dunia ini adalah melihat Lucianne menangis.
Sejak bertunangan dan menikah dengannya, Altherr tidak pernah membuat Lucianne menangis. Baru beberapa waktu terakhir ini Lucianne sering sekali menangis hingga membuatnya tak tahan.
Bubur di dalam mangkuk telah habis. Altherr meletakan mangkuk itu ke meja kecil yang ada di sebelah ranjang. Tanpa mengatakan apapun lagi, Altherr berdiri dan segera meninggalkan ruangan itu.
**
"Menikahlah dengan suamiku."
Kalimat yang diucapkan oleh wanita asing di depannya membuat Athena mengerutkan keningnya. Apakah wanita ini waras?
"Apa maksud ucapan Anda, Nyonya?" Athena bertanya tidak mengerti.
"Aku adalah istri Jenderal Agung Luminastra. Aku ingin kau menjadi selir suamiku." Lucianne memperjelas maksud kedatangannya ke gubuk Athena.
Athena diam, ia memandangi wajah Lucianne. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang berdiri di depannya saat ini adalah istri dari jenderal agung yang dipuja-puja oleh rakyat Luminastra.
"Kenapa harus saya?" Athena tidak pernah memiliki pemikiran untuk menjadi seorang selir. Tidak, lebih tepatnya ia tidak pernah ingin menikah, entah itu menjadi istri sah atau selir.
"Karena aku menyukaimu."
Beberapa hari lalu Lucianne melihat Athena membantu seorang wanita tua yang dipukuli karena tidak sengaja mengotori pakaian seorang nyonya di pusat perdagangan ibu kota Luminastra.
Setelahnya Lucianne meminta orang untuk menyelidiki tentang Athena. Dan ia pikir Athena adalah wanita yang cocok untuk menjadi istri kedua suaminya. Jika nanti Athena memiliki anak, maka anaknya pasti akan sama berbaktinya dengan Athena terhadap ibunya.
"Ibumu sakit keras, bukan? Kau membutuhkan uang untuk membeli obat yang mahal, kau juga membutuhkan tabib untuk memeriksa ibumu. Jika kau bersedia menikah dengan suamiku maka aku akan memberikanmu uang untuk membeli obat dan menyediakan tabib istana untukmu."
"Kenapa Anda ingin suami Anda menikah lagi? Sangat jarang seorang wanita meminta suaminya untuk menikah lagi."
"Karena aku tidak bisa memberikan keturunan untuk suamiku. Kau melahirkan satu nyawa untuk menyelamatkan satu nyawa lainnya, bukankah itu adil?" Lucianne sangat yakin Athena akan menerima permintaannya untuk menikah dengan Altherr.
Athena memikirkan apa yang dikatakan oleh wanita di depannya. Ibunya adalah segalanya baginya, dalam beberapa waktu terakhir ini kondisi ibunya terus menurun. Jika ia kehilangan ibunya, maka ia akan sendirian di dunia ini.
"Saya bersedia."
Ibunya telah banyak berkorban untuk membesarkannya, oleh sebab itu sekarang adalah gilirannya untuk berkorban demi kesembuhan sang ibu.
tbc
Athena menghabiskan satu kue yang ia beli tadi, sementara sisa kue yang ia miliki tadi ia berikan pada anak pengemis yang ada di pinggir jalan.Ia juga membeli beberapa kue lagi lalu dibagikan ke beberapa pengemis lainnya. Saat Athena kekurangan ia masih bisa berbagi, dan sekarang saat ia memiliki uang ia berbagi lebih banyak lagi.Setelahnya Athena kembali menjelajahi tempat itu. Ia tidak pergi ke kedai tempatnya bekerja dulu. Ia hanya memperhatikan tempat itu dari jauh. Meski tempat itu tidak terlalu ramai, tapi setiap hari akan selalu ada orang yang datang.Tempat itu tidak memberikannya cukup uang untuk keperluannya, tapi dengan bekerja di sana setidaknya ia bisa membeli obat untuk ibunya. Athena sangat berterima kasih pada pemilik kedai ini karena teah memberinya pekerjaan.Setelah memandangi kedai dari jarak yang cukup jauh, Athena kembali melangkah. Sekarang wanita itu berdiri di atas jembatan, wanita itu menatap jauh ke depan. Dari sana, pemandangan di pusat perdagangan ibu ko
Tiga hari sudah berlalu sejak kepergian Lucianne ke tempat suci, selama waktu itu Altherr tidak mendatangi paviliun Athena sama sekali.Athena yang awalnya hanya menunggu kini mulai bergerak maju. Jika ia tidak melakukan apapun maka usaha Lucianne akan sia-sia. Dia tidak ingin mengecewakan wanita yang sudah sangat baik padanya itu.Athena mendatangi paviliun utama. "Aku ingin bertemu dengan Jenderal Agung." Athena memberitahu Colton."Jenderal Agung saat ini sedang berendam di kolam pemandian air hangat, Yang Mulia.""Kalau begitu aku akan pergi ke sana, tunjukan jalannya."Colton tampak ragu sejenak, tapi ia juga salah satu yang mendukung Altherr untuk memiliki keturunan, jadi semakin banyak Athena menghabiskan waktu dengan Altherr maka itu akan semakin bagus."Lewat sini, Selir Athena."Athena kemudian mengikuti Colton. Setelah beberapa saat ia sampai di tempat pemandian Altherr.Athena menarik napasnya, menyiapkan diri menghadapi sikap dingin dan wajah marah Altherr. Setelah tiga k
Athena terbangun dari tidurnya saat fajar tiba. Wanita itu memang memiliki kebiasaan bangun di jam seperti ini, karena ia harus pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar atau mencari sayuran liar atau ikan yang bisa digunakan untuk makan. Setelahnya ia akan pergi bekerja di sebuah kedai mie kecil di pusat kota.Pintu ruangan itu terbuka, Sopia masuk ke dalam kamar itu. "Yang Mulia, Anda sudah bangun?"Athena menganggukan kepalanya. "Ya.""Yang Mulia, saya telah menyiapkan air mandian untuk Anda. Apakah Anda ingin membersihkan tubuh sekarang?""Ya, Sopia."Sopia mendekati Athena, membantu Athena turun dari ranjang dengan hati-hati.Tempat mandi Athena terhubung dengan kamar Athena. Saat sampai di sana, Athena melihat ke kolam pemandian yang cukup besar untuk dirinya sendirian. Di permukaan air terdapat kelopak bunga mawar merah. Sungguh tempat pemandian yang sangat mahal dan tidak mampu diimpikan oleh seorang Athena.Sopia membantu Athena melepaskan pakaiannya. Sekarang yang tersisa hany
Hari pernikahan tiba, ini adalah pertama kalinya Athena, seorang rakyat rendahan akan bertemu dengan jenderal agung Luminastra yang sangat terkenal.Wanita itu mengenakan pakaian pengantin yang indah, wajahnya yang biasa terlihat tanpa polesan riasan kini mendapatkan sentuhan riasan. Ia juga mengenakan beberapa perhiasan yang tidak pernah ia pakai sebelumnya.Di sebelahnya saat ini ada Altherr, pria berwajah dingin yang tidak menunjukan keramahan sama sekali. Athena merasa sangat gugup sekarang, ia tidak tahu apakah ia bisa menjalani pernikahan dengan pria ini atau tidak, tapi ia tidak bisa mundur. Ibunya membutuhkan dokter dan juga obat-obatan yang hanya bisa ia dapatkan dengan cara seperti ini.Ritual pernikahan itu hanya dihadiri oleh beberapa orang saja. Altherr sengaja merahasiakan pernikahan itu dari khalayak umum bahkan ia tidak meminta orangtuanya untuk hadir di sana.Proses pernikahan itu berlangsung, Lucianne ada di sana, menyaksikan suaminya menikah lagi.Lucianne tidak mem












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.