Selir Sang Jenderal

Selir Sang Jenderal

last updateHuling Na-update : 2026-10-07
By:  Yuyun BataliaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
5Mga Kabanata
10views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Altherr Luminastra, Jenderal Agung kerajaan Luminastra sangat mencintai istrinya, Putri Lucianne. Meski telah terus menerus ditekan oleh para tetua untuk memiliki selir agar memiliki keturunan, Altherr tetap tidak mengambil selir, tapi yang terakhir wanita yang ia cintai sendiri yang memintanya untuk menikahi wanita lain. "Karena kau yang sangat ingin aku menikahi wanita lain, maka kau yang harus menemukan wanita itu sendiri, Istriku." ** Suatu hari seorang wanita asing mendatangi Athena Swan, wanita itu meminta Athena untuk menjadi istri kedua suaminya. Tidak pernah terpikirkan oleh Athena untuk menjadi seorang selir, tapi karena ia ingin menyelamatkan nyawa ibunya ia bersedia menjadi seorang selir. ** "Jika dalam waktu enam bulan kau tidak mengandung, maka kau akan mendapatkan hukuman mati!" Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan oleh Altherr setelah menghabiskan malam pertama dengan Athenna. Lantas, bagaimanakah perjalanan Athena setelah menjadi selir sang Jenderal Agung Luminastra, akankah ia berhasil melahirkan penerus atau mendapatkan hukuman mati dari Sang Jenderal?

view more

Kabanata 1

Prolog

"Aku akan melakukan yang kau inginkan, sekarang makanlah." Altherr menatap istrinya yang saat ini terbaring dengan wajah pucat di atas ranjang.

Lucianne telah mogok makan selama berhari-hari, awalnya Altherr mengabaikan Lucianne, tapi setelah lebih dari tiga hari Lucianne masih tidak menyentuh makanannya dan terus menyiksa dirinya sendiri, Altherr tidak tahan lagi.

Lucianne menatap suaminya dengan mata yang memerah. "Aku ingin mendengar Yang Mulia berjanji padaku."

"Aku berjanji padamu bahwa aku akan menikah lagi." Altherr mengatakannya dengan jelas. "Sekarang makanlah!"

Lucianne sangat lemah, tapi karena Altherr sudah berjanji padanya, ia segera bangkit dari tempat tidurnya seilah sudah mendapatkan kekuatannya kembali. "Aku akan makan."

Pelayan yang membawa bubur untuk Lucianne segera mendekat. Altherr mengambil mangkuk yang ada di sana lalu kemudian menyuapi Lucianne dengan perlahan.

Air mata Lucianne akhirnya jatuh. Ia senang, tapi juga sakit. Ia senang karena suaminya mau menikah lagi agar bisa mendapatkan keturunan, tapi ia juga sakit karena ia telah mendorong suaminya dengan kejam agar bersedia menikah lagi.

Ia tahu benar bahwa suaminya sangat setia dan tidak bersedia menikah lagi. Para tetua telah mendorongnya untuk terus menikah lagi agar memiliki keturunan, tapi Altherr selalu menolak.

Sebagai seorang istri, Lucianne tidak boleh egois. Ia yang memiliki kekurangan, ia tidak bisa membiarkan Altherr tutup usia tanpa memiliki anak yang bisa mendoakannya setelah tiada. Ia terus menerus membujuk Altherr untuk mengambil selir, tapi Altherr selalu tidak setuju dan berujung marah padanya.

Hingga akhirnya Lucianne mengambil langkah keras agar Altherr mau mengikuti kemauannya. Lucianne sangat tahu bahwa Altherr sangat menyayanginya, itulah sebabnya ia menggunakan dirinya sendiri untuk mengancam Altherr. Dan ya, cara ini akhirnya berhasil.

"Untuk apa kau menangis? Aku sudah mengikuti kemauanmu." Altherr berkata dengan dingin. Pria ini masih kecewa pada istrinya yang terus menerus mendorongnya untuk menikah lagi dengan mengancam menggunakan nyawanya sendiri.

"Aku menangis karena senang." Lucianne tersenyum lembut.

"Hanya kau wanita yang senang suaminya menikah lagi." Altherr membalas sinis.

Lucianne menerima kemarahan suaminya, ia tahu bahwa ia memang bersalah. "Semua untuk kebaikanmu, Yang Mulia."

"Karena kau sangat ingin aku menikahi wanita lain, maka kau sendiri yang harus menemukan wanita itu, Istriku."

Ruangan itu hening sejenak sebelum akhirnya Lucianne menjawab, "Baik, Yang Mulia."

Hati Altherr seperti ditusuk, istrinya bahkan bersedia untuk turun tangan sendiri mencari wanita yang akan menjadi madunya.

Altherr tidak ingin berdebat dengan Lucianne, meski sangat kecewa ia juga mengerti apa yang dirasakan oleh Lucianne. Berkali-kali Lucianne membujuknya sambil menangis dan mengatakan tentang kekurangannya yang tidak bisa memberikannya keturunan. Altherr tidak ingin Lucianne menyalahkan dirinya lagi. Hal yang paling Altherr benci di dunia ini adalah melihat Lucianne menangis.

Sejak bertunangan dan menikah dengannya, Altherr tidak pernah membuat Lucianne menangis. Baru beberapa waktu terakhir ini Lucianne sering sekali menangis hingga membuatnya tak tahan.

Bubur di dalam mangkuk telah habis. Altherr meletakan mangkuk itu ke meja kecil yang ada di sebelah ranjang. Tanpa mengatakan apapun lagi, Altherr berdiri dan segera meninggalkan ruangan itu.

**

"Menikahlah dengan suamiku."

Kalimat yang diucapkan oleh wanita asing di depannya membuat Athena mengerutkan keningnya. Apakah wanita ini waras?

"Apa maksud ucapan Anda, Nyonya?" Athena bertanya tidak mengerti.

"Aku adalah istri Jenderal Agung Luminastra. Aku ingin kau menjadi selir suamiku." Lucianne memperjelas maksud kedatangannya ke gubuk Athena.

Athena diam, ia memandangi wajah Lucianne. Ia tidak menyangka bahwa wanita yang berdiri di depannya saat ini adalah istri dari jenderal agung yang dipuja-puja oleh rakyat Luminastra.

"Kenapa harus saya?" Athena tidak pernah memiliki pemikiran untuk menjadi seorang selir. Tidak, lebih tepatnya ia tidak pernah ingin menikah, entah itu menjadi istri sah atau selir.

"Karena aku menyukaimu."

Beberapa hari lalu Lucianne melihat Athena membantu seorang wanita tua yang dipukuli karena tidak sengaja mengotori pakaian seorang nyonya di pusat perdagangan ibu kota Luminastra.

Setelahnya Lucianne meminta orang untuk menyelidiki tentang Athena. Dan ia pikir Athena adalah wanita yang cocok untuk menjadi istri kedua suaminya. Jika nanti Athena memiliki anak, maka anaknya pasti akan sama berbaktinya dengan Athena terhadap ibunya.

"Ibumu sakit keras, bukan? Kau membutuhkan uang untuk membeli obat yang mahal, kau juga membutuhkan tabib untuk memeriksa ibumu. Jika kau bersedia menikah dengan suamiku maka aku akan memberikanmu uang untuk membeli obat dan menyediakan tabib istana untukmu."

"Kenapa Anda ingin suami Anda menikah lagi? Sangat jarang seorang wanita meminta suaminya untuk menikah lagi."

"Karena aku tidak bisa memberikan keturunan untuk suamiku. Kau melahirkan satu nyawa untuk menyelamatkan satu nyawa lainnya, bukankah itu adil?" Lucianne sangat yakin Athena akan menerima permintaannya untuk menikah dengan Altherr.

Athena memikirkan apa yang dikatakan oleh wanita di depannya. Ibunya adalah segalanya baginya, dalam beberapa waktu terakhir ini kondisi ibunya terus menurun. Jika ia kehilangan ibunya, maka ia akan sendirian di dunia ini.

"Saya bersedia."

Ibunya telah banyak berkorban untuk membesarkannya, oleh sebab itu sekarang adalah gilirannya untuk berkorban demi kesembuhan sang ibu.

tbc

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
5 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status