Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 36: Melihatnya Bahagia

Share

CHAPTER 36: Melihatnya Bahagia

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2025-12-09 09:39:32
‘Harusnya aku tidak menolaknya malam itu,’ batin Rara frustrasi. Beberapa hari kembali berlalu sejak penolakan Jefri dan mereka masih belum menemukan jadwal untuk ‘kelas’.

Padahal, Rara sekarang sudah lebih senggang karena Septa tidak mengajaknya bermain lagi. Alasannya sih karena ia sibuk mempersiapkan acara keluarga besarnya. Hal itulah yang membuat Rara berpikir kalau Jefri akhir-akhir ini menolak tawarannya karena hal itu juga.

Meski begitu, Rara masih belum bisa mengenyahkan ingatan ketika
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“T

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 233: Bertemu Lagi

    [Selamat pagi, Nona Hani. Hari ini agenda kita adalah meeting dengan tim IT dan kepala manajer dari tiap cabang hotel. Tuan Merphilus dan timnya juga akan ikut bersama kita. Saya akan menjemput anda sebentar lagi.]Hani hampir tersedak makanannya begitu membaca nama Merphilus di pesan Leo. Ia buru-buru menelan makanannya dan meminum air sebanyak mungkin. Hal itu membuat Rara menoleh heran padanya.“Kenapa, Han?”“Nggak apa-apa,” balas Hani cepat. Ia kembali membaca pesan Leo.Nama Merphilus benar ada di sana. Tubuh Hani seketika melemas.Kalau begini, bagaimana caranya ia menghadapi hari ini?

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 232: Lakukan, Ra

    “Ayo lakukan, Ra. Tadi kamu yang ingin, kan?”Dasar licik!Rara menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang dari biasanya. Ia menatap Jefri yang memerhatikannya dengan seringai lebar dan alis terangkat satu. Pria itu benar-benar terlihat puas. Rara mengeratkan pegangannya di pundak Jefri. Ia lalu membungkukkan badannya dan mulai menciumi rahang Jefri. Membuat pria itu tersenyum semakin lebar. Rara bisa merasakan gerakannya begitu kaku. Ia yakin Jefri juga bisa merasakannya. Kalau diingat-ingat lagi, ini memang kali pertama Rara melakukan hal ini. Selama ini, dia selalu membiarkan Jefri yang memimpin. Ciuman Rara terus turun ke bawah. Ia berhenti ketika mencapai leher Jefri. Wanita itu menelan ludah sejenak. Biasanya bagaimana Jefri melakukannya?Rara mencoba mengingat-ingat, tapi hal itu justru membuatnya malu. Apalagi, Jefri tengah menatapnya penuh godaan sekarang. “Ada apa? Sedang berpikir titik yang tempat untuk meninggalkan bekasnya?” kekeh Jefri, “Kamu hanya perlu melakukann

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 231: Meredakan Amarah Jefri

    “Ada yang Hani sembunyikan.”Jefri yang sedang mengancingkan kemejanya di depan cermin, melirik Rara sejenak di belakangnya yang sedang duduk di atas kasur. Wanita itu memasang ekspresi serius, pertanda ia sungguh-sungguh dengan ucapannya.“Kenapa kamu berbicara seyakin itu?” tanya Jefri yang menarik pandangannya lagi ke cermin.“Soalnya terlihat di wajahnya!” seru Rara menggebu, “Tapi, sepertinya ia tidak mau menceritakannya entah kenapa.”Jefri membalik badannya, menatap Rara yang kini memasang wajah sendu. Ia mendengus pelan. “Mungkin hanya perasaanmu saja. Anak itu memang selalu begitu, jangan khawatir,” ucap Jefri tak acuh. Tangannya mulai memasang dasi di lehernya.Rara hendak membantah dan bersikeras atas pemikirannya, tapi ia mengurungkan niatnya begitu melihat wajah kesal Jefri. “Mas marah sama Hani?” “Tidak,” balas Jefri datar. Rara tersenyum geli. Bisa-bisanya dia masih membantah padahal kemarahannya terlihat begitu jelas. Rara beranjak turun dari kasur lalu mendekati J

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 230: Berhasil?

    Hani membuka matanya perlahan saat nada dering ponselnya sama-samar masuk ke telinganya. Pusing langsung menghantam kepalanya, disusul rasa nyeri di selangkangannya.Hani mendesis pelan. Ia bangkit perlahan, duduk bersandar di kepala ranjang. Menarik napas panjang-panjang untuk menghilangkan pusingnya dulu. Barulah setelah beberapa saat, ia mengambil ponselnya yang sudah tidak berdering. Ada belasan notifikasi panggilan tidak terjawab dari Jefri dan Rara. Diiringi dengan puluhan pesan dari mereka juga.Hani pasti tidak akan selamat pagi ini.“Selamat pagi.”Hani menoleh ke samping. Ia mengerjapkan mata melihat Merphilus keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggang. Masih terdapat beberapa titik air di badan kekarnya.Perlahan, ingatan Hani kembali. Bayangan tentang kejadian semalam memenuhi benaknya, membuat Hani menghela napas panjang.Ternyata ia benar-benar melakukannya semalam. Dan kali ini, ia tidak melupakannya.Sepertinya metode Merphilus ampuh.“Anda tidak pergi

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 62: Informasi dari Septa

    Rachel segera masuk ke dalam restoran Hanz Barbeque begitu ia sampai. Matanya segera menangkap sosok Septa yang sedang duduk di pojok ruangan. Rachel segera mendekatinya. Septa menaikkan alisnya heran begitu melihat wajah masam Rachel. Alisnya kemudian mengerut ketika Rachel duduk memba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 51: Antarkan Om Ke Kamar

    Pikiran Rara kosong ketika acara kembang api dimulai. Matanya memang mengarah ke hingar bingar kembang api di langit, tapi ia tidak ikut menikmati kembang api itu. Pikirannya masih terarah pada kejadian saat Jefri mengejeknya tadi. Rasanya menyakitkan. Rara menggigit bibir, be

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 47: Udahan, Om

    “Kamu dibeliin gaun sama Septa?!” seru Hani dengan mata membelalak, “Buat pesta nanti?!”Rara meringis melihat reaksi Hani. Ia sudah menduga Hani akan bereaksi seheboh ini makanya m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 54: Hanya Perasaan

    “Ini kayaknya digigit nyamuk,” ringis Rara sambil mengusap-usap lehernya yang ditunjuk Septa, “Malu banget. Semoga nggak ada yang liat pas di pesta tadi,”Septa menatap Rara lamat-lamat. Rekannya itu memang menjawab dengan tenang dan santai, tapi Septa bisa menangkap kegugupan dan kepani

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status