Sentuhan Lembut Om Duda
Rara Hestelia, seorang mahasiswa tingkat akhir yang terjebak hubungan toxic dengan Satrio Ricardo, tidak sengaja menceritakan kemalangannya kepada ayah dari sahabatnya, Jefri Nicelson. Rara yang selalu disakiti Satrio tiap berhubungan intim berpikir kalau berhubungan intim akan selalu menyakitkan.
Tapi, Jefri dengan lembut membantahnya, "Hubungan yang baik itu dilakukan untuk menyenangkan pasangan, bukan menyakiti."
Mendengar hal itu, Rara menantang Jefri, "Kalau gitu, om coba ajarin aku cara melakukannya yang benar!"
Read
Chapter: Chapter 299: Mau Om Ajari? (TAMAT)Rara menarik napas panjang. Ia menundukkan kepala dan meremas sejenak gaunnya. Kekhawatiran Jefri itu masuk akal. Apalagi, rumah ini berada di bagian paling ujung sehingga jauh dari mana-mana. Pergi ke kota juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Tapi, ada Jefri di sisinya. Itu sudah lebih dari cukup. “Aku tidak masalah karena ada mas Jefri di sini.” Jefri mengerjap. Mata hitamnya kembali beradu pandang dengan Rara yang sudah mendongakkan kepalanya lagi. “Selama mas Jefri ada di sini, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Karena itu, aku mau tinggal di sini!” Jefri tertegun. Menatap lekat Rara yang menyengir lebar dengan wajah berseri-seri. Tak lama, sorot matanya menurun, penuh kelembutan dan kebahagiaan. Ia terkekeh pelan. “Baiklah, kalau kamu bilang begitu. Tapi, jangan tiba-tiba meminta pergi dari sini, ya.” Rara tertawa, “Tidak akan!” Keduanya saling melempar tawa. Terlihat begitu bahagia dan berseri. Hati Rara bahkan terasa membuncah oleh perasaan bahagia
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: CHAPTER 298: Rumah BersamaRara mengerjapkan matanya. Mulutnya terbuka sedikit saat melihat pemandangan di depannya. Di depannya, berdiri kokoh sebuah rumah yang terlihat minimalis. Tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil. Tapi, terlepas dari ukurannya, rumah itu terlihat hangat. Apalagi, bagian halamannya yang rindang juga membuat rumah tersebut terlihat nyaman untuk ditempati.Rara tentu saja tidak lupa dengan rumah itu. Itu adalah rumah pensiunan Jefri. Dengan kata lain, tempat mereka dulu ketika melakukan kelas rahasia.Kenapa Jefri membawanya kesini? “Rumah ini baru selesai direnovasi beberapa hari lalu. Bagian dalamnya juga sudah banyak yang terisi sekarang.”Rara mengalihkan pandangannya ke Jefri. Pria itu membalas tatapannya, tersenyum ke arahnya. “Mau melihatnya?”Rara mengangguk pelan. Sambil berpegangan tangan, keduanya kemudian berjalan memasuki rumah.Malam itu, udara cukup dingin. Meski sudah menggunakan jas Jefri, Rara tetap menggigil karena udara dingin yang menelusup masuk. Ia mem
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: CHAPTER 297: Tempat ItuPesta pernikahan itu akhirnya berakhir saat larut malam.Hani dan Merphilus berdiri di depan mobil pengantin yang akan membawa mereka pergi. Kedua tangannya saling bertaut dan tangan lainnya melambai ke para tamu yang mengantar kepergian mereka.“Kalian jadi ke kota Utara?” tanya Rara yang berdiri di dekat keduanya. Tidak hanya dia saja yang di sana. Jefri dan Leo juga berdiri mendampinginya.Hani mengangguk semangat. Wajahnya terlihat sumringah ketika berkata, “Iya. Kami ingin mengenang kembali tempat pertemuan pertama kita waktu itu.”Hani kemudian mengerlingkan pandangannya ke Merphilus. Sang pria membalas tatapannya dan mereka berdua saling tertawa. Tapi, Rara justru gelisah karena jawaban sahabatnya itu.Bukankah kota Utara adalah tempat Hani patah hati dengan Leo? Bagaimana kalau ia malah jadi mengingat kenangan buruk itu lagi?Hani yang menyadari tatapan gelisah sahabatnya itu kemudian mengulum senyum. Ia mendekat dan berbisik, “Jangan khawatir. Aku baik-baik saja, kok.”Senyum
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: CHAPTER 296: Hanya Milikku“Nyonya Rara bilang, kamu tadi menyatakan perasaan ke Tuan Leo.”Hani tersentak. Dia yang sedari tadi mematut penampilannya di depan cermin besar segera menoleh ke belakang, menatap Merphilus yang berdiri tidak jauh darinya.Mereka baru saja berganti pakaian untuk memasuki sesi kedua acara. Merphilus tidak lagi menggunakan jas tuxedo berwarna putih tulang. Tubuh tegapnya kini terbalut jas tail coat biru-kehitaman dengan dalaman kemeja putih dan vest abu-abu. Di dekat dadanya, tersemat bros mawar putih yang ukurannya cukup besar.Sementara Hani menggunakan ball gown tanpa lengan dengan aksen warna yang sama seperti suaminya. Gaya rambutnya masih sama, disanggul bawah. Bedanya, veil yang sebelumnya membayangi kepalanya kini berganti dengan mahkota kecil berwarna putih.Keduanya terlihat sangat anggun dan menawan. Merphilus, dengan pakaian barunya, terlihat lebih tegap dan gagah. Sedangkan Hani begitu elegan dan anggun bagai angsa putih.Mereka lagi-lagi berhasil membuat diri sendiri men
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: CHAPTER 295: Ketidaktahuan“Apa yang Anda lakukan di sini?”Rara tersentak kaget. Ia mendongak dan kembali terkejut ketika melihat Merphilus di hadapannya.Pria itu sudah siap dalam balutan jas putihnya. Serasi dengan gaun pengantin yang dipakai Hani. Sama seperti Hani, Merphilus juga tidak kalah menawan. Rara yakin pria itu juga akan menjadi sorotan begitu acara berlangsung.Pikiran Rara mendadak buyar ketika melihat pria itu menaikkan satu alisnya. Menunggu jawaban Rara. Wanita itu seketika gelagapan.“Ah, itu …” Apa yang harus dia katakan? Haruskah dia jujur?Tapi, apa Merphilus tahu kalau Hani sebelumnya menyukai Leo? Bagaimana kalau pria itu ternyata tidak tahu dan malah terjadi apa-apa dengan pernikahan ini?Meski dari percakapan barusan, Hani sepertinya sudah tidak menyukai Leo. Tapi, ia tetap takut kalau terjadi sesuatu hal yang buruk nanti!“Apa Hani bersama orang penting di dalam sana?” tanya Merphilus lagi.“Eh, iya—”“Apa dia bersama Tuan Leo?”Rara kembali tersentak. Kebingungan semakin menjalari
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: CHAPTER 294: Terima Kasih“Apa? Apa yang Nona katakan tadi?”Hani menatap sejenak Leo yang merengutkan wajahnya. Ia menatap sang perempuan dengan bingung dan aneh, seolah Hani baru saja mengatakan hal yang tidak masuk akal. Hani mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik semakin lebar. Tentu saja Leo akan menunjukkan reaksi tersebut. Ini adalah hal yang sudah ia duga.Sejujurnya, Hani tidak ada rencana untuk mengungkapkan hal tersebut. Tapi, setelah mengenang hal-hal barusan, ia jadi teringat belum memberikan ending untuk perasaannya ke Leo.Karena itu, dia ingin menyelesaikannya sekarang.“Om pasti sudah mendengar cerita awal mula aku dan Tuan Merphilus dari ayah, kan?” tanya Hani. Ia sebenarnya hanya menebak saja. Mengenang tabiat Jefri yang selalu menceritakan banyak hal ke Leo, pastilah ceritanya dan Merphilus juga diceritakan oleh ayahnya itu.Leo tidak menjawab. Tapi, raut wajahnya yang terlihat ragu-ragu itu, sudah cukup menjawab kalau tebakan Hani benar. Hani melebarkan senyumnya. “Saat itu, aku bercer
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: CHAPTER 33: Fakta yang TerungkapTubuh Hana menegang. Sangat, sangat tegang. Lebih tegang daripada saat ia menghadiri acara-acara pesta Mahendra. Meski jantungnya kini berdebar-debar kencang, ia berusaha memasang wajah setenang mungkin. Gadis itu hanya mengerjapkan mata dan mengerutkan alis untuk bereaksi atas pertanyaan Rendry. “Saya tidak paham maksud tuan,” jawabnya tenang, “Pernikahan kontrak? Saya rasa hal itu sudah tidak ada di dunia modern ini,”“Maafkan kelancangan saya,”Rendry melepas genggamannya yang membuat Hana seketika menarik napas lega. Pasalnya, ia bisa merasakan tangannya mulai berkeringat karena perasaan tegangnya sekarang. “Saya hanya tidak percaya kalau Hendra benar-benar sudah menikah sekarang,”Kali ini, kebingungan benar-benar membanjiri pikiran Hana. Alisnya semakin tertekuk dalam. Mengapa pria itu berbicara seolah hubungannya dengan Mahendra sangat dekat?“Apa hubungan kalian sangat dekat, tuan?” tanya Hana. “Oh, dia tidak cerita?” balas Rendry retoris. Seringainya tertarik semakin leba
Last Updated: 2025-11-12
Chapter: CHAPTER 32: Ketahuan?“Kamu sedang menjauhi saya ya akhir-akhir ini?”Tubuh Hana menegang seketika. Ia menelan ludah melihat tatapan tajam Mahendra kemudian menggeleng kaku. “Mana ada saya menjauhi bapak. Kan saya masih suka ikut ke acara bapak,” bantah Hana dengan nada senormal mungkin. Perkataan Mahendra tak salah. Hana memang benar-benar menjauhi pria itu! Walaupun tentu saja ia tak melakukannya terang-terangan, hanya mengurangi frekuensi pembicaraan mereka dengan tidak menanggapi ejekan Mahendra. Meski sebenarnya itu langkah yang cukup terlihat karena selama ini Hana suka menanggapi ejekan bosnya, tapi tetap saja hanya sebatas itu! Ia pun juga tidak berusaha menolak tiap Mahendra menyentuhnya saat mereka berada di sebuah acara, meski dia sangat enggan melakukannya karena teringat dengan waktu itu. Lagipula, sudah sebulan berlalu dari family gathering itu. Ia tidak menyangka Mahendra tiba-tiba akan bertanya seperti itu karena pria itu selalu terlihat biasa saja selama ini. Mahendra masih menatapnya
Last Updated: 2025-11-11
Chapter: CHAPTER 31: Yang Patah dan Tumbuh“Kemarin seru perjalanannya, kak?”“Seru, kok,” Hana tersenyum kecil, “Kita main di pantai. Sayang banget kemarin kamu nggak ikut,”Alex menggerutu kecewa sementara Annette dan David saling bertatapan. Entah kenapa, raut wajah sahabatnya terlihat ganjil. Seolah ada yang sedang ditutupi oleh gadis itu. Hari ini, keduanya datang untuk membantu membawakan barang-barang Alex di rumah sakit karena ini hari terakhirnya. Hana yang meminta keduanya dan mumpung sedang weekend, mereka menyanggupi untuk membantu. “Nggak ada kejadian apa gitu, Han?” tanya Annette berusaha memancing. Walaupun ia tahu hal itu tak akan segera memancing Hana untuk bercerita karena gadis itu lebih suka memendam. “Nggak ada kejadian yang spesial, sih,” balas Hana berbohong yang membuat Annette memicingkan matanya. Hana yang menyadari pandangan sahabatnya tersenyum semakin lebar. “Emang kejadian kayak gimana?”“Apa gitu. Orang kaya kan banyak gosipnya!”David mendelik kepada Annette yang cengengesan. Ia mendengus pe
Last Updated: 2025-11-10
Chapter: CHAPTER 30: Orang Lain di MatanyaHana berusaha mendorong tubuh besar Mahendra. Tapi, tentu saja tenaganya kalah kuat sehingga alih-alih Mahendra yang mundur, ia malah terdorong ke belakang dan berakhir di atas kasur.Mahendra tak henti-hentinya menyatukan bibir mereka hingga Hana tak sempat berbicara lagi. Ia tersentak ketika Mahendra mulai menaruh bibirnya di leher Hana.“Pak Mahendra! Sadar!” seru Hana sambil mendorong bahu Mahendra.Ciuman Mahendra terlepas. Pria itu menggeram kesal. Tangannya terangkat dan menyingkap kerah piyama Hana hingga bahunya terekspos.PLAK!Gerakan Mahendra seketika terhenti. Hana terengah-engah. Ia buru-buru mendorong tubuh
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: CHAPTER 29: Harapan yang Tumbuh SebentarHana pikir, acara family gathering yang dia hadiri sekarang akan berbeda dengan family gathering yang ia datangi sebelumnya ketika di kantor lama. Berbeda yang dia maksud adalah family gathering tersebut akan lebih kaku dan tidak seseru sebelumnya.Tapi, pemikirannya ternyata salah.Ia tidak menyangka orang-orang akan sangat ‘lepas’ di acara ini. Mereka saling berguyon ketika berkompetisi, menyanyikan yel-yel, dan keseruan lainnya yang sama seperti family gathering di kantor lama Hana.Bahkan, Mahendra yang terkenal dengan ekspresi datarnya, juga terlihat lepas meski sedikit saja. Dia hanya tersenyum kecil dan tertawa pelan saja setiap ada melihat tingkah para koleganya. Tapi, hal itu sudah cukup bagi Hana untuk memotret ekspresi berbeda itu dal
Last Updated: 2025-11-08
Chapter: CHAPTER 28: Berubah“Pak Mahendra, bangun. Sudah sampai,”Mata hitam itu terbuka pelan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Hana yang begitu dekat. Mahendra segera bangkit dari posisinya. Ia menoleh keluar dan melihat bis sudah berhenti di depan villa. Ia kembali menoleh ke Hana.“Apa tadi saya–?”Hana mengangguk pelan. Mahendra menghela napas. Ia merapihkan rambutnya yang berantakan dan berkata, “Maaf yang tadi,”Hana menggeleng. Ia tidak merasa keberatan sama sekali. Malah itu menjadi kesempatan yang sangat langka untuknya karena mereka jarang berada sedekat itu. Atau bisa dibilang memang hanya sekali saat mereka memakai masker bersama.
Last Updated: 2025-11-07
Chapter: CHAPTER 36: Pesan di Malam Hari“Ini daftar pekerjaan yang harus kau lakukan sebelum sidang besok.”Sasha menelan ludah melihat daftar catatan yang diberikan Isabel. Ia menerimanya dan membaca saksama tulisan yang tertera di sana.Ada banyak sekali tugasnya. Ia perlu mengecek dokumen perkara, mereview kembali jawaban dan bukti-bukti yang sudah disiapkan, menyusun materi, bahkan sampai harus datang ke tempat sidang besok untuk mengecek teknis persiapannya?Bukankah ini terlalu banyak?Sasha merasakan kepalanya kembali berdenyut. Bahkan sekelilingnya terasa berputar-putar membuatnya mual. Meski begitu, ia tidak bisa menunjukkan kelemahannya sekarang di depan Isabel. Apalagi, dia sudah menyanggupinya dengan pede barusan.Sasha akhirnya mengangguk pelan. Ia berusaha mengulas sebuah senyum sebelum menjawab, “Baik, Nona. Saya akan mengerjakannya.”Isabel tersenyum. Mengangguk-angguk puas. “Kamu memang bisa diandalkan, Sasha! Ludwig harusnya lebih memercayaimu. Pria tua itu kadang terlalu meremehkan anak baru.”Sasha tertaw
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: CHAPTER 35: Awasi DiaKegugupan seketika melanda Sasha. Jantungnya berdegup kencang, takut melihat reaksi Ludwig. Ia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya, meski lehernya mulai terasa pegal.Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan?Dasar Sasha bodoh! Padahal, Annelise waktu itu sudah mewanti-wantinya untuk terus memerhatikan penampilan karena bos mereka sangat ketat soal itu. Ia bahkan tidak segan mengkritik karyawannya di depan umum sekali pun, apabila mereka tidak memenuhi standar kerapihannya.Maklum saja karena pekerjaan mereka berkaitan dengan pelayanan, jadi penampilan tentulah nomor satu!“Apa dia sesibuk itu sampai tidak bisa memerhatikan penampilannya?”
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: CHAPTER 34: Teror DimulaiSasha akhirnya sampai di hotel.Ia tidak tahu bagaimana caranya bisa berjalan sampai sana, mengingat kakinya begitu lemas ketika digerakkan tadi. Ia bahkan sempat berpikir tidak akan bisa sampai.Sasha mendudukkan dirinya di atas kasur. Ludwig masih belum datang. Padahal dia bilang akan datang lebih awal. Apa pria itu tidak jadi melakukannya?Padahal Sasha sudah bersusah payah untuk datang tepat waktu.Sasha menghela napas. Menggeleng pelan. Ia tidak seharusnya merasa seperti itu. Memang sudah kewajibannya untuk datang tepat waktu. Lagipula, ia sendiri juga tidak yakin bisa melayani Ludwig dengan baik kalau mereka jadi melakukannya. Ia masih terlalu lemah dan lemas untuk melakukan sesuatu setelah kejadian barusan. Jadi, ini situasi yang bagus.Mengingatnya kembali membuat dada Sasha seketika sesak. Ia meremas rambutnya, berusaha melupakan kejadian itu. Tapi, potongan kejadian tersebut justru mengalir deras di kepalanya.Suasana mencekam. Tatapan tajam mereka. Tamparan. Dan … ancaman p
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: CHAPTER 33: AncamanSasha terhenyak. Bola matanya menatap tak percaya sekaligus ngeri pada pria di hadapannya setelah mendengar ancaman tersebut.Apa yang sebenarnya terjadi di sini?Ia tiba-tiba dituduh meminjam uang lima puluh miliar dan belum selesai Sasha memproses hal tersebut, sekarang ia diminta untuk mengembalikan uangnya!Ini benar-benar gila. Sasha yakin tidak melakukannya.Sejak ayahnya meninggal dengan hutang ratusan juta ke rentenir, Sasha sudah bersumpah tidak akan mengikuti jejaknya. Dia sudah merasakan sendiri betapa beratnya menanggung hutang-hutang tersebut. Jadi, ia sebisa mungkin menghindari meminjam uang seberat apa pun hidupnya.Karena itu, situasi ini sangat tidak masuk akal. Seseorang pasti menjebaknya!“Kenapa diam saja? Cepat serahkan uangnya!” bentak sang ketua lagi. Wajahnya mulai memerah dan mengeras, tak sabaran.Sejujurnya sangat menyeramkan melihatnya seperti itu. Sasha merasa dirinya menciut lagi karenanya. Tapi, ia tidak bisa membiarkan ketidakadilan ini begitu saja.Jad
Last Updated: 2026-08-20
Chapter: CHAPTER 32: Terjebak[Saya kembali lebih awal hari ini. Persiapkan dirimu di hotel.]Pesan itu mendadak muncul di ponselnya saat Sasha baru saja menyelesaikan tugasnya. Sasha menghela napas panjang. Menyandarkan badannya yang lelah di atas kursi. Ia memerhatikan sejenak pesan itu sebelum menjawab dengan, [Baik, Pak] andalannya.Sasha lagi-lagi pulang larut. Mungkin lebih larut dari biasanya. Hal ini karena selain mengerjakan tugas dari Isabel dan Ludwig, ia juga harus mengerjakan pekerjaan Isabel selama wanita itu dinas.Isabel yang memintanya, jadi mau tak mau Sasha harus melakukannya.Dengan tugas yang bertumpuk itu, maka tak heran ia baru menyelesaikannya sekarang.“Semoga masih ada taxi lewat,” desah Sasha. Jarak kantor ke hotel memang tidak terlalu jauh. Tapi, cukup melelahkan apabila harus menempuhnya dengan berjalan kaki. Dengan kondisi begini, Sasha pasti akan tumbang begitu sampai hotel. Yang mana ia tidak boleh melakukannya, karena Ludwig sepertinya akan menagih layanannya malam ini.Sasha ban
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: CHAPTER 31: Katie Menghilang?Katie tidak menerornya lagi setelah kejadian hari itu. Tidak ada pesan spam juga telpon mendadak yang mengagetkan Sasha.Wanita itu seolah lenyap begitu saja.Awalnya, Sasha merasa gelisah. Ia takut bibinya akan melakukan hal lebih gila lagi, seperti mendatanginya ke kantor langsung dan memarahi dirinya lagi seperti waktu itu. Karena itu, tiap hari ia selalu was-was saat berangkat ke kantor.Sasha juga merasa resah tiap kali pergi ke hotel. Ya, Ludwig masih suka memintanya pergi ke hotel. Meski akhir-akhir ini, mereka tidak pernah bertemu lantaran pria itu selalu datang ketika Sasha sudah ketiduran menunggunya.Kata orang-orang, yang Sasha ketahui juga dari Annelise, pria itu akhir-akhir ini sibuk dinas
Last Updated: 2026-08-19