author-banner
Heiho
Heiho
Author

Novels by Heiho

Sentuhan Lembut Om Duda

Sentuhan Lembut Om Duda

Rara Hestelia, seorang mahasiswa tingkat akhir yang terjebak hubungan toxic dengan Satrio Ricardo, tidak sengaja menceritakan kemalangannya kepada ayah dari sahabatnya, Jefri Nicelson. Rara yang selalu disakiti Satrio tiap berhubungan intim berpikir kalau berhubungan intim akan selalu menyakitkan. Tapi, Jefri dengan lembut membantahnya, "Hubungan yang baik itu dilakukan untuk menyenangkan pasangan, bukan menyakiti." Mendengar hal itu, Rara menantang Jefri, "Kalau gitu, om coba ajarin aku cara melakukannya yang benar!"
Read
Chapter: CHAPTER 269: Leo VS Merphilus
Leo mengetuk-ngetuk pelan jemarinya di atas paha. Matanya memandang keluar kaca taksi dengan gelisah. Sesekali keringat mengalir di dagunya.Pria itu kini sedang berada di dalam taksi menuju hotel Amarose. Ia tadi memesannya langsung setelah kepergian Jefri dan Rara. Tidak membuang waktu sedikit pun.Ya, urusan yang dia maksud ke Jefri tadi adalah ini. Menuju hotel Amarose untuk memergoki Merphilus dan Hani. Leo merasa bersalah karena harus membohongi bosnya itu, tapi ia sendiri tidak bisa mengatakan urusannya ini juga.Tidak bisa selama ia belum bisa mendapatkan bukti yang memberatkan Merphilus. Dan malam ini, ia akan mendapatkannya.Leo menelan ludah ketika hotel Amarose mulai terlihat di matanya. Ia menarik napas
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: CHAPTER 268: Basah
Hani menelan ludah. Ia mengalihkan pandangannya, tidak menjawab pertanyaan Merphilus barusan.Merphilus menyeringai. Ia mendekatkan dirinya lagi dan mencium rahang Hani. Perempuan itu berjengit pelan.Ia mengerang ketika ciuman Merphilus terus turun ke bawah. Menuju leher jenjangnya lalu perpotongan bahunya yang tidak tertutupi gaunnya.Sebuah gigitan diberikan Merphilus di sana. Menimbulkan ruam kemerahan yang segera dijilatnya.Napas Hani mulai kembali terengah. Wajahnya perlahan merekah merah. Ia tercekat saat satu tangan Merphilus tiba-tiba mencengkram pinggangnya.“Tu-Tuan … Tunggu …” erang Hani yang tidak digubris Merph
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: CHAPTER 267: Tidak Tahan, kan?
“.... Leo? Apa kamu mendengar saya? Leo, jawab!”Leo tersentak. Ia menatap Jefri yang mengerutkan alisnya dan Rara yang menatapnya khawatir. Kesadaran segera masuk dalam kepalanya.“Ma-maafkan saya, Pak Direktur! Saya tidak sengaja melamun!” serunya gelagapan. Bagaimana bisa ia bengong ketika berada di hadapan bosnya?!Jefri mendengus pelan. Sementara Rara masih menatapnya khawatir. “Om tidak apa-apa?” tanyanya.Leo mengangguk. “Saya tidak apa-apa. Maafkan saya, Nyonya,” ucapnya.“Jadi, di mana Hani?” tanya Jefri, mengembalikan percakapan mereka ke topik awal. “Tadi kamu bilang dia di toilet.
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: CHAPTER 266: Perseteruan
Hani menelan ludah dengan susah payah. Ia berusaha untuk tetap tenang meski kepanikan kini menggedor-gedor dirinya.“B-bicara? Apa yang perlu kita bicarakan, Tuan?” balas Hani jenaka.Ia berusaha memundurkan langkahnya pelan-pelan menuju ujung lorong.Tapi, Merphilus sepertinya bisa membaca rencananya karena pria itu ikut berjalan maju. Menambah kepanikan Hani.“Banyak hal. Tentang kamu yang sulit dihubungi, hubungan kita yang putus mendadak, dan,” mata Merphilus berubah menajam.“Ucapanmu tentang Rara waktu itu.”Hani tersentak melihat sorot wajah Merphilus menggelap. Ia akhirnya buru-buru berbalik, hendak ber
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: CHAPTER 265: Bertemu di Toilet
Suasana itu terhenti karena tawa pelan Jefri.“Saya rasa itu cukup membantu, Tuan,” kekeh Jefri, mengundang pelototan Hani dan seringai lebih lebar Merphilus.“Bagaimana menurutmu, Hani? Tuan Merphilus tidak buruk, kan?”Hani tercekat. Lagi-lagi, ia berada dalam situasi seperti ini!Hani harap wajahnya terlihat normal sekarang. Apalagi karena Rara kini menatapnya lekat.“O-oh ya, itu—”“Tuan Jefri.”Seseorang menginterupsi lebih dulu sebelum Hani menjawab. Perempuan itu sege
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: CHAPTER 264: Suasana Janggal
Jawaban Hani itu menimbulkan berbagai reaksi.Jefri menyeringai puas. Rara meringis, sudah menyangka jawaban itu yang akan keluar. Tiara memelototkan matanya.Sementara Alexander, wajahnya seketika memerah. Terlihat kesal. “Berhenti bercanda seperti itu, Hani! Umurmu sudah 22 tahun!” seru Alexander membuat beberapa tamu menoleh ke arah mereka. “Sebentar lagi kamu menjadi pewaris. Jadi, sudah waktunya untukmu memikirkan keluarga agar ada pewaris selanjutnya!”Hani berdecak pelan. Orang ini benar-benar menyebalkan. Ia lebih tidak menyukainya dibanding Tiara. “Aku pasti akan memikirkannya nanti. Lagipula, ayah juga belum mewariskan jabatannya padaku, jadi aku masih bisa memikirkannya belakangan, kan?” sungut Hani, menambah kesal Alexander.“Kamu ini–!”“Paman, cukup,” Jefri menginterupsi. Melirik tajam ke Alexander. “Saya sudah bilang berkali-kali kalau ini adalah urusan keluarga saya. Jadi, paman tidak berhak untuk mencampurinya.”Alexander menggeram pelan. Tapi, keringat dingin meng
Last Updated: 2026-06-25
Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya

Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya

Terjebak hutang ayahnya yang sudah meninggal, Sasha Briar dijual ke debt collector oleh tantenya dan disuruh melayani nafsu seorang pria bernama Ludwig. Didorong oleh rasa takut, Sasha akhirnya berhasil kabur sebelum menghabiskan malam dengan Ludwig dan menjadi pemagang di firma hukum L&C Law Firm. Tapi, siapa yang menyangka kalau pria yang ia temui semalam ternyata adalah Ludwig Campbell, pemilik L&C Law Firm dan pengacara tersohor di masyarakat! “Sasha Briar, kamu telah memegang rahasia saya. Patuhi semua perintah saya, terutama melayani di ranjang. Itu syarat agar kamu tetap bekerja di sini."
Read
Chapter: CHAPTER 15: Sasha Sakit
Sasha mematung. Tubuhnya mendadak mendingin, seolah aliran darahnya tiba-tiba tersumbat.Lagi-lagi pria itu mengancamnya. Tapi, ancaman kali ini terasa lebih berat dari sebelumnya.Tentu saja. Setelah pria itu tidak bisa menjauhkannya dari Isabel, ia pasti semakin merasa was-was hubungan gelap mereka akan terbongkar.Apalagi, Sasha akan terus menempel dengan Isabel ke depannya. Ludwig pasti juga merasa waspada kalau tunangannya itu dekat-dekat dengan wanita yang punya hubungan gelap dengannya.Menarik napas pelan, Sasha akhirnya mengangguk. “Baik, Pak. Saya akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan ini,” ucapnya.Ludwig mendengus pelan.
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: CHAPTER 14: Ancaman Ludwig
Sasha mengerutkan alis. Merasa bingung dengan ucapan Ludwig. Kalau dia memang sudah menyiapkan karyawan lain lalu kenapa Isabel masih mempertahankannya? Apa Thomas belum membicarakannya dengan Isabel?“Iya, aku tahu, kok. Dia tadi juga sudah bilang padaku,” balas Isabel yang juga menjawab pertanyaan di benak Sasha.“Lalu kenapa kamu masih bersamanya?” tanya Ludwig lagi. Kali ini, tatapannya terlihat sedikit menajam.Isabel menaikkan bahunya santai, “Ya, aku tetap lebih suka dengannya. Makanya aku ingin Sasha tetap menjadi asistenku.”Sasha tersentak ketika Ludwig tiba-tiba mendelik padanya. Tatapan itu membuatnya mengkerut, jadi ia buru-buru menundukkan pandangannya.
Last Updated: 2026-07-06
Chapter: CHAPTER 13: Ketahuan
Sasha segera pulang ke rumahnya. Jarak restoran ke rumahnya tidak terlalu jauh. Jadi, Sasha memutuskan untuk berjalan kaki kesana.Ia sudah berharap sisa malamnya akan berjalan damai. Tapi, harapannya langsung pupus begitu ia memasuki kompleks perumahannya.“Kalian tahu Sasha Briar yang tinggal di rumah Katie? Katanya dia sekarang kerja di rumah bordil! Makanya tidak pulang akhir-akhir ini.”Sasha terdiam mendengar suara itu. Langkah kakinya nyaris saja terhenti seketika.Di kompleks perumahan kecil ini, tidak heran jika kabar kecil langsung menyebar luas seperti kobaran api. Ibu-ibu sedang berkumpul di depan halaman sambil bergosip.“Rumah bordil? Yang benar, Bu? Padahal dia terlihat seperti anak baik-baik. Sayang sekali!”“Ah, anak zaman sekarang memang begitu. Mereka selalu mencari cara instan untuk dapat uang! Apalagi, gadis malang itu punya banyak hutang, kan?”“Benar! Kudengar ayahnya meninggal karena sakit-sakitan setelah bangkrut, lalu malah mewarisi hutang ke anaknya.”Suara
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: CHAPTER 12: Rumor Lain
Sasha mengerjapkan matanya bingung. Ia tidak menduga ucapan itu. Sasha kira, Ludwig membawanya ke sini karena pria itu ingin dilayani sekarang. Tapi, dia malah menanyakan hal itu?“Jawab saya, Sasha,” desis Ludwig sambil mendekatkan wajahnya ke Sasha. Membuat jantung gadis itu melompat pelan.Posisi ini membuat Sasha teringat lagi dengan kejadian semalam. Teringat dengan tubuh kokohnya yang menghimpit Sasha semalam dan ‘barang’ pria itu yang hampir masuk ke dalam miliknya.Sasha buru-buru menepiskan pikiran itu. Apalagi, tatapan Ludwig semakin tajam sekarang. Ia menarik napas sejenak.“N-Nona Isabel meminta saya untuk menjadi asistennya,” balas Sasha tergagap.Ludwig mengerutkan alis, “Asisten?”Melihatnya, Sasha ikut merasa heran. Apa Thomas belum memberitahukannya pada CEO mereka ini?“Iya. Pak Thomas juga sudah menyetujuinya tadi,” tambah Sasha, “Beliau bilang akan memberitahukannya ke Bapak.”Wajah Ludwig menggelap. Ekspresinya lebih tidak ramah dari sebelumnya. Sasha seketika me
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: CHAPTER 11: Asisten Pribadi Isabel
“Terima kasih, Thomas,” Isabel mengulas senyum manis. Wanita itu lalu mengalihkan pandangan ke Sasha, “Tolong bawakan berkas-berkas kasus penipuan di mejaku ke ruangan meeting. Sebentar lagi aku ada meeting dengan klien.” “Baik, Nona.” Sasha segera berlalu dari sana. Sebelum menuju meja Isabel, ia mengambil buku catatannya sejenak di atas mejanya. “Kamu menjadi asisten Nona Isabel?” bisik Annelise tiba-tiba yang dibalas anggukan cepat Sasha. Gadis itu seketika menatap takjub. “Kamu benar-benar beruntung!” seru Annelise tertahan, “Kamu tahu kan, siapa Isabella Baldethiva itu? Dia putri tunggal salah satu keluarga paling berpengaruh di negara ini,” Annelise melanjutkan, “Kudengar mereka punya perusahaan estate, tapi Isabella sendiri lebih memilih punya karir sendiri.” Sasha menelan ludah. Keluarga kaya raya? Itu kabar buruk baginya. Kalau Isabel
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: CHAPTER 10: Orang Baru itu ...
“Apa kalian tadi lihat? Ada seorang wanita cantik berjalan bersama Tuan Campbell di lobi!”“Benarkah? Siapa wanita itu? Kenapa dia bisa bersama Tuan Campbell?”“Entahlah. Tapi dia benar-benar cantik, mereka terlihat cocok sekali ketika berjalan bersama. Apa itu tunangannya, ya?”Dengungan suara itu memenuhi kantor Sasha. Membuat Sasha yang sedari tadi berusaha fokus bekerja, semakin tergoyahkan.Di sebelahnya, Annelise mendesah pelan. Ia juga sudah tidak fokus karena gosip rekan-rekan mereka.“Orang-orang heboh sekali. Aku juga jadi penasaran ingin melihatnya,” gerutu Annelise. Ia kemudian menoleh ke Sasha yan
Last Updated: 2026-06-27
Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!

Pak Direktur, Saya Butuh Kerja!

Hana Sullivan tiba-tiba didepak secara tidak adil dari perusahaannya. Merasa frustrasi, Hana kemudian mabuk-mabukan dan meracau ke pria yang ditemuinya di bar tentang masalahnya. Siapa sangka, pria yang menjadi sasaran curhatnya adalah Mahendra Hastungkoro, seorang direktur rumah sakit tempat adik Hana dirawat! Yang lebih mengejutkan lagi, pria itu tiba-tiba menyodorkan kontrak kerja untuk menjadi istrinya?!
Read
Chapter: CHAPTER 33: Fakta yang Terungkap
Tubuh Hana menegang. Sangat, sangat tegang. Lebih tegang daripada saat ia menghadiri acara-acara pesta Mahendra. Meski jantungnya kini berdebar-debar kencang, ia berusaha memasang wajah setenang mungkin. Gadis itu hanya mengerjapkan mata dan mengerutkan alis untuk bereaksi atas pertanyaan Rendry. “Saya tidak paham maksud tuan,” jawabnya tenang, “Pernikahan kontrak? Saya rasa hal itu sudah tidak ada di dunia modern ini,”“Maafkan kelancangan saya,”Rendry melepas genggamannya yang membuat Hana seketika menarik napas lega. Pasalnya, ia bisa merasakan tangannya mulai berkeringat karena perasaan tegangnya sekarang. “Saya hanya tidak percaya kalau Hendra benar-benar sudah menikah sekarang,”Kali ini, kebingungan benar-benar membanjiri pikiran Hana. Alisnya semakin tertekuk dalam. Mengapa pria itu berbicara seolah hubungannya dengan Mahendra sangat dekat?“Apa hubungan kalian sangat dekat, tuan?” tanya Hana. “Oh, dia tidak cerita?” balas Rendry retoris. Seringainya tertarik semakin leba
Last Updated: 2025-11-12
Chapter: CHAPTER 32: Ketahuan?
“Kamu sedang menjauhi saya ya akhir-akhir ini?”Tubuh Hana menegang seketika. Ia menelan ludah melihat tatapan tajam Mahendra kemudian menggeleng kaku. “Mana ada saya menjauhi bapak. Kan saya masih suka ikut ke acara bapak,” bantah Hana dengan nada senormal mungkin. Perkataan Mahendra tak salah. Hana memang benar-benar menjauhi pria itu! Walaupun tentu saja ia tak melakukannya terang-terangan, hanya mengurangi frekuensi pembicaraan mereka dengan tidak menanggapi ejekan Mahendra. Meski sebenarnya itu langkah yang cukup terlihat karena selama ini Hana suka menanggapi ejekan bosnya, tapi tetap saja hanya sebatas itu! Ia pun juga tidak berusaha menolak tiap Mahendra menyentuhnya saat mereka berada di sebuah acara, meski dia sangat enggan melakukannya karena teringat dengan waktu itu. Lagipula, sudah sebulan berlalu dari family gathering itu. Ia tidak menyangka Mahendra tiba-tiba akan bertanya seperti itu karena pria itu selalu terlihat biasa saja selama ini. Mahendra masih menatapnya
Last Updated: 2025-11-11
Chapter: CHAPTER 31: Yang Patah dan Tumbuh
“Kemarin seru perjalanannya, kak?”“Seru, kok,” Hana tersenyum kecil, “Kita main di pantai. Sayang banget kemarin kamu nggak ikut,”Alex menggerutu kecewa sementara Annette dan David saling bertatapan. Entah kenapa, raut wajah sahabatnya terlihat ganjil. Seolah ada yang sedang ditutupi oleh gadis itu. Hari ini, keduanya datang untuk membantu membawakan barang-barang Alex di rumah sakit karena ini hari terakhirnya. Hana yang meminta keduanya dan mumpung sedang weekend, mereka menyanggupi untuk membantu. “Nggak ada kejadian apa gitu, Han?” tanya Annette berusaha memancing. Walaupun ia tahu hal itu tak akan segera memancing Hana untuk bercerita karena gadis itu lebih suka memendam. “Nggak ada kejadian yang spesial, sih,” balas Hana berbohong yang membuat Annette memicingkan matanya. Hana yang menyadari pandangan sahabatnya tersenyum semakin lebar. “Emang kejadian kayak gimana?”“Apa gitu. Orang kaya kan banyak gosipnya!”David mendelik kepada Annette yang cengengesan. Ia mendengus pe
Last Updated: 2025-11-10
Chapter: CHAPTER 30: Orang Lain di Matanya
Hana berusaha mendorong tubuh besar Mahendra. Tapi, tentu saja tenaganya kalah kuat sehingga alih-alih Mahendra yang mundur, ia malah terdorong ke belakang dan berakhir di atas kasur.Mahendra tak henti-hentinya menyatukan bibir mereka hingga Hana tak sempat berbicara lagi. Ia tersentak ketika Mahendra mulai menaruh bibirnya di leher Hana.“Pak Mahendra! Sadar!” seru Hana sambil mendorong bahu Mahendra.Ciuman Mahendra terlepas. Pria itu menggeram kesal. Tangannya terangkat dan menyingkap kerah piyama Hana hingga bahunya terekspos.PLAK!Gerakan Mahendra seketika terhenti. Hana terengah-engah. Ia buru-buru mendorong tubuh
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: CHAPTER 29: Harapan yang Tumbuh Sebentar
Hana pikir, acara family gathering yang dia hadiri sekarang akan berbeda dengan family gathering yang ia datangi sebelumnya ketika di kantor lama. Berbeda yang dia maksud adalah family gathering tersebut akan lebih kaku dan tidak seseru sebelumnya.Tapi, pemikirannya ternyata salah.Ia tidak menyangka orang-orang akan sangat ‘lepas’ di acara ini. Mereka saling berguyon ketika berkompetisi, menyanyikan yel-yel, dan keseruan lainnya yang sama seperti family gathering di kantor lama Hana.Bahkan, Mahendra yang terkenal dengan ekspresi datarnya, juga terlihat lepas meski sedikit saja. Dia hanya tersenyum kecil dan tertawa pelan saja setiap ada melihat tingkah para koleganya. Tapi, hal itu sudah cukup bagi Hana untuk memotret ekspresi berbeda itu dal
Last Updated: 2025-11-08
Chapter: CHAPTER 28: Berubah
“Pak Mahendra, bangun. Sudah sampai,”Mata hitam itu terbuka pelan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Hana yang begitu dekat. Mahendra segera bangkit dari posisinya. Ia menoleh keluar dan melihat bis sudah berhenti di depan villa. Ia kembali menoleh ke Hana.“Apa tadi saya–?”Hana mengangguk pelan. Mahendra menghela napas. Ia merapihkan rambutnya yang berantakan dan berkata, “Maaf yang tadi,”Hana menggeleng. Ia tidak merasa keberatan sama sekali. Malah itu menjadi kesempatan yang sangat langka untuknya karena mereka jarang berada sedekat itu. Atau bisa dibilang memang hanya sekali saat mereka memakai masker bersama.
Last Updated: 2025-11-07
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.8M views
Istri Gelap Tuan Arrogant
Istri Gelap Tuan Arrogant
Romansa · Ipak Munthe
4.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status