ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 74: Hati-Hati dengan Septa

共有

CHAPTER 74: Hati-Hati dengan Septa

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-01-08 17:05:38
‘Cari tahu apakah gadis kesayanganmu itu memang korban kekerasan atau bukan. Gampang saja buatmu, kan?’

Septa mencebik ketika ucapan Rachel kembali terngiang di kepalanya. Ia menghela napas panjang, membuat Rara yang habis merapihkan alat kebersihan menoleh ke Septa.

“Udah join sirkel pemuda jompo sekarang, ya?” ejek Rara menirukan Septa.

Septa mendengus. Ia meremas pel untuk terakhir kali lalu keluar dari kamar mandi sambil membawa ember dan pel. Rara tertawa melihat wajah masam Septa.

“Kena
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 222: Khawatir

    “Jangan lupa untuk datang ke pesta awal tahun, Tuan Merphilus,” ucap Jefri, “Hani sudah mengundang anda, kan?”Merphilus mengangguk. Ia menghentikan langkahnya begitu mereka sampai di pintu lobi. Mobil jemputannya belum datang.“Saya pasti akan datang. Kalau tidak, kasian Nona Hani jadi sendiri, kan?” ucap Merphilus sambil menatap Hani di sebelah Jefri. Nadanya seperti biasa terdengar mengejek.Jefri tertawa, sementara Hani mengerutkan wajahnya masam. Padahal moodnya masih belum pulih karena masalah sebelumnya, tapi Merphilus malah membuat moodnya semakin turun!Mobil Merphilus tak lama datang ke depan lobi. Liam yang sedari tadi mengikuti Merphilus dari belakang segera berjalan mendekati mobil untuk membukakan pintu. “Kalau begitu, saya pamit dulu,” ucap Merphilus sambil mengulurkan tangannya.Jefri membalas jabat tangannya, “Hati-hati di jalan, Tuan. Semoga kita bisa segera makan bersama di lain waktu.”Merphilus meng

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 221: Melihatnya Lagi

    “Saya sudah meluruskan masalah om Leo.”Merphilus menoleh ke Hani yang berdiri di sebelahnya. Ia kemudian melirik Leo yang sedang menyiapkan layar proyektor bersama Liam, tidak jauh dari mereka.Merphilus tersenyum miring, “Sepertinya begitu. Melihat dia tidak menatap seram lagi sekarang.”Ia kembali menatap Hani. “Kerjamu bagus.”Hani mendengus. Ia tidak tahu Merphilus beneran memuji atau mengejeknya sekarang. Tapi, setidaknya dia sudah menyampaikannya.Ia bisa benar-benar tenang sekarang. “Apa anda gugup hari ini?”Hani tidak segera menjawab. Ia menatap kesibukan para staf hotel yang sedang mempersiapkan meeting besar hari ini. Sesuai kesepakatan di pertemuan kemarin, Jefri memutuskan untuk mengadakan meeting besar dua hari setelah pertemuan Hani dengan Merphilus. Meeting dilaksanakan di ruang meeting yang berada di hotel Diamon.Ruang meeting itu cukup besar sehingga kemungkinan cukup unt

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 220: Berhati-Hati

    “Om masih curiga sama Tuan Merphilus?”Leo tidak segera menjawab. Tapi, cengkramannya di kemudi semakin erat. Ia melirik Hani dari kaca spion tengah. “Apa maksud Nona?” tanyanya pelan. Hani menelan ludah. Apa Leo sekarang sedang berpura-pura tidak paham? Hani menarik napas sejenak.“Tadi aku melihat tatapan om menyeramkan saat aku mengobrol dengan Tuan Merphilus,” jawab Hani hati-hati, “Jadi, aku berpikir om masih curiga dan was-was tiap Tuan Merphilus bersamaku karena kejadian aku menangis waktu itu.”Leo menghela napas pelan. Sepertinya ucapan Hani tepat sasaran melihat reaksi Leo seperti ini. “Maafkan saya, Nona. Saya benar-benar menyesal sudah bersikap tidak sopan,” desah Leo, “Tapi, entah kenapa, saya memang tidak bisa berhenti was-was. Tiap melihat Nona bersama Tuan Merphilus, saya langsung teringat dengan kejadian Nona menangis itu.”“Saya benar-benar minta maaf,” ucap Leo lagi dengan nada menyesal.Ha

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 219: Sia-Sia

    “Jadi, tugas utama kita sekarang adalah presentasi di acara pesta itu?” tanya Merphilus yang dijawab anggukan Hani. “Baiklah. Catat itu, Liam,” suruh Merphilus sambil melirik Liam di sampingnya.“Baik, pak,”Merphilus menatap kembali dokumen di tangannya. “Lalu, kapan dilaksanakan meeting besar itu?” tanyanya lagi tanpa mengangkat wajahnya. “Jadwalnya akan menyusul. Tapi, kemungkinan akan dilaksanakan dalam 2-3 hari lagi,” balas Hani. Merphilus mengangguk. Ia lanjut membaca isi dokumen itu. Hani menghela napas pelan. Pertemuan hari ini berjalan lancar lagi. Sepertinya, ia sudah mulai cukup terbiasa melakukan pertemuan seperti ini. Ia bisa menjelaskan lebih baik dari terakhir kali. Meski sesekali masih kebingungan menjelaskan.Mungkin, ini karena Merphilus juga sudah memberikan ruang yang nyaman untuknya. Sama seperti awal pertemuan, pria itu juga sekarang tidak menertawakan atau mengejeknya tiap dia salah bicara. Pria itu bahkan terkesan menghormatinya, seolah mereka adalah rek

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 218: Kalian Dekat, kan?

    “Hah?! Kenapa tiba-tiba begitu?!” seru Hani tak terima, “Lagian, bukannya pesta itu tidak ada?”Jefri mendengus, “Mana mungkin tidak ada. Itu kan pesta penting. Kamu tidak lupa kalau pesta itu juga bertujuan untuk mengetahui proyek setahun ke depannya?”“Tentu saja aku ingat,” dengus Hani.Pertanyaan Hani itu sebenarnya berdasarkan rumor para staf juga. Ia sempat mendengar para staf saling bergosip tentang keberlangsungan pesta itu.Hal yang dimaklumi mengingat sekarang sudah jauh dari agenda pesta awal tahun biasanya.“Pestanya hanya diundur, nona,” jelas Leo yang membuat Hani menoleh padanya, “Pak direktur sengaja mengundurnya karena kemarin ingin fokus dengan pernikahannya bersama Nona Rara.”Hani mendengus. Memang enak ya jadi direktur. Bisa mengatur seenaknya saja. . “Tapi, tetap saja ayah lagi-lagi bicara mendadak seperti ini,” desah Hani. Ia bersedekap. “Tuan Merphilus juga pasti protes kalau tiba-tiba begini.”“Karena itu, sudah jadi tugasmu untuk membuatnya tidak marah,” uca

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 217: Sekali Saja

    “Selamat pagi, Rara.” Rara melenguh pelan saat merasakan kecupan di sekujur wajahnya. Ia perlahan membuka mata dan melihat Jefri tersenyum di depannya. “Pagi, mas,” sapanya dengan suara serak. Ia berdehem sejenak karena merasakan tenggorokannya tidak enak. Jefri melebarkan senyumnya. “Biar mas ambilkan minum,” ucapnya lalu mengambil gelas di atas nakas. Pria itu lalu membantu Rara untuk duduk. Tangannya yang lain menopang punggung Rara. Setelah posisi Rara pas, Jefri segera mengarahkan gelas itu ke mulut Rara. Membantunya untuk minum perlahan. “Kamu berteriak terlalu keras semalam,” ucap Jefri geli. Wajah Rara memerah. Kembali teringat dengan kejadian semalam. Ia menggeleng-geleng. “Jangan dibahas,” ucapnya malu. Jefri tertawa geli. Ia menyenderkan wajahnya ke kepala Rara. “Tapi, semalam kamu memang berteriak lebih kencang dari biasanya,” ucap Jefri melanjutkan, tidak memedulikan peringatan Rara barusan. “Apa semalam lebih enak dari biasanya?” “A-aku nggak mau bahas,”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 63: Rencana Rachel

    “Oh, iya. Sudah sembuh!” balas Rara. Rara buru-buru menaiki motor Septa agar percakapan barusan tidak berlanjut. Ia, tidak memerhatikan raut Septa yang berubah datar. “Ayo kita berangkat sekarang! Hani sama om Jefri pasti udah nunggu!” seru Rara ketika sudah di atas jok.Septa kembali tersenyum da

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 65: Gertakan Rachel

    “Urusan? Urusan apa?” tanya Hani. Ia bolak-balik memandang Rachel dan Rara.“Rara tidak bilang apa-apa dari tadi!” lanjut Hani dengan alis mengerut.

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 70: Kelas Terakhir

    ‘Bukannya efek bir tidak separah ini?!’ batin Rara bingung. Bagian intinya sekarang terasa gatal seperti ingin disentuh, membuat Rara menurunkan pinggangnya hingga bagian intinya bertemu dengan milik Jefri.

    last update最終更新日 : 2026-03-24
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 58: Jangan Tinggalin Di Sana

    Beberapa hari berlalu seperti biasa. Meski begitu, Rara menemukan ada hal yang tidak biasa dalam diri Septa. Ia tidak tahu apa bedanya, tapi terasa ada yang mengganjal hatinya ketika bersama Septa akhir-akhir ini. Padahal, pria itu tetap suka bercanda receh dengannya. Masih juga suka mengoceh dan

    last update最終更新日 : 2026-03-23
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status