Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 152: Hubungi Om

Share

CHAPTER 152: Hubungi Om

Author: Heiho
last update publish date: 2026-03-11 21:00:09

“Rara!” seru Sandra begitu Rara memasuki kantor. Wanita itu segera berjalan mendekatinya. Ia tersentak saat melihat tubuh Rara basah kuyup.

“Dasar nakal! Kamu menerobos hujan?!” seru Sandra sambil memelototkan matanya.

Rara meringis. Baru saja ia tadi dimarahi Jefri, tapi sekarang dimarahi Sandra juga. Mereka rasanya seperti orang tua Rara.

Rara tertegun sendiri dengan pemikirannya. Ia lalu tersenyum membuat Jefri yang tengah memperhatikannya, menyipitkan mata.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 168: Jauhi Dia

    “Apa benar tidak terjadi sesuatu antara kak Sandra dan om Jefri?” tanya Rara ke Sandra. Ia sudah berada di luar kantor sekarang, tapi masih belum beranjak pergi.Rara masih memikirkan interaksi Jefri dan Sandra tadi. Padahal, ini pertama kalinya Jefri menyetujui ajakan Sandra dengan cepat dan hal tersebutlah yang dinanti Rara selama ini.Apa Rara terlalu memikirkannya saja?Sandra menaikkan alisnya, “Kami baik-baik saja. Bahkan hubungan kami lebih dekat kan sekarang?“ Sandra menyeringai.“Buktinya tuan Jefri mau menerima ajakanku tanpa berpikir lama-lama,”Rara menelan ludah. Perkataan Sandra benar, tapi rasanya tidak benar juga. Entahlah, rasanya hubungan mereka tidak ‘baik’ yang seperti Rara bayangkan.Melihat wajah kesulitan Rara, Sandra menepuk pelan bahu perempuan itu hingga ia tersentak kaget.“Harusnya kamu senang karena tidak perlu susah payah lagi menyatukan kami sekarang, bukan malah berpikiran macam-macam,” de

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 167: Terlihat Baik?

    [Acaramu berjalan lancar? Besok temui aku di kantorku]Hani mengernyitkan alisnya ketika membaca pesan Septa. Kenapa tiba-tiba sekali pria itu mengajaknya bertemu? Apa Septa ingin Hani segera memenuhi janjinya? Bukankah dia terlalu buru-buru?Hani menghela napas. Yasudahlah, Septa memang kadang suka tidak sabaran. Hani membalas pesan tersebut dengan ‘ya’ singkat. Ia lalu memasukkan kembali ponselnya ke tas. Hani kemudian menatap tangannya.Tangan yang masih terasa hangat karena genggaman Leo saat berdansa tadi. Hal itu membuat Hani teringat wangi musk pria itu dan betapa hangat tubuh sang pria ketika mereka berdekatan.Baiklah, sepertinya dia harus berhenti mengingat karena Hani merasa seperti orang mesum sekarang.Hani menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. Ia menatap pantulan dirinya di cermin toilet, berusaha menguatkan dirinya untuk bertemu Leo lagi.Ya, tadi setelah berdansa, Hani buru-buru menuju

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 166: Leo Adalah ...

    “Te-tentu saja sudah! Ayo kita masuk ke dalam!” jawab Hani gelagapan. Ia segera melangkah masuk ke dalam hotel sambil menarik tangan Leo. Begitu masuk ke dalam, para staf segera menyapa Hani. Mereka menganggukkan kepala dengan sopan ke Hani, bahkan sesekali ada yang memanggil dengan sebutan ‘bu direktur’. Hani menjawab semua sapaan tersebut dengan kaku. “Apa kita tidak bisa menyuruh para staf untuk tidak memanggilku bu direktur?” bisik Hani ke Leo, “Rasanya aneh mendengar itu. Lagipula, aku juga hanya perwakilan ayah hari ini!”Leo menggeleng pelan, “Sayangnya kita tidak bisa. Semua orang sudah menganggap anda sebagai pimpinan dari kemarin, jadi anda sebaiknya menerima panggilan itu,”Hani menghela napas. Ia tidak menyangka dipanggil dengan sebutan seperti itu akan membebani dirinya. Dulu, waktu kecil, ia selalu kagum tiap ada yang memanggil Jefri dengan ‘pak direktur’. Ia juga ingin dipanggil dengan penuh kesanjungan seperti ayahnya i

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 165: Menjadi Pasanganmu

    Hani sudah menduga para staf itu akan berkata aneh-aneh, tapi ia tidak menduga malah perkataan itu yang keluar!Kalau boleh jujur, Hani sebenarnya tidak keberatan atas dugaan itu. Tapi, bagaimana kalau Leo yang tersinggung?!Ia tidak ingin melihat Leo menunjukkan wajah tidak suka.Hani buru-buru membuka mulutnya, hendak mengklarifikasi perkataan staf itu. “Jaga ucapan kalian,”Terlambat! Leo lebih dulu membuka mulutnya. Hani buru-buru menoleh padanya. Jantungnya berdetak keras ketika melihat wajah mengeras Leo.Apa pria itu beneran tersinggung atas ucapan staf tadi? Dilihat dari wajahnya, sepertinya Leo benar-benar tidak menyukai ucapan itu.Hani merasakan hatinya berdenyut sakit.“Nona Hani itu bos kalian sekarang. Tapi, bisa-bisanya kalian berkata seenteng itu?” tatapan Leo berubah dingin.“Perkataan kalian itu sama sekali tidak menghormati nona Hani!”“Ma-maafkan kami!” seru para staf kompak. Mereka membungkukkan badan dalam-dalam.“Kami tidak bermaksud seperti itu! Kami hanya–”“S

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 164: Hadiah Jefri

    “Terima kasih sudah mengantarkan kak Sandra pulang, om,” ucap Rara pada Jefri yang berdiri di depannya. Ia sekarang sedang berdiri di depan kamar Jefri. Tadi, Rara tidak sempat menyambut kedatangan Jefri karena tengah membersihkan piring-piring kotor para tamu seusai makan malam. Setelah urusannya selesai, barulah Rara mendatangi Jefri ke kamarnya. Jefri tersenyum dan mengangguk pelan. Ia menatap Rara yang terlihat resah. “Omong-omong, om,” Rara menelan ludah sejenak, “Apa kak Sandra mengungkit hal yang aku bilang di pesan tadi?”Sudah Jefri duga Rara akan mengungkit soal itu. Sebaiknya apa yang harus dia katakan, ya?“Iya, dia memang mengungkitnya,” balas Jefri ringan, “Dugaanmu benar. Kamu memang hebat,”Rara mendengus, “Bagaimana tidak benar kalau kak Sandra juga memperlihatkannya dengan jelas? Ini juga karena om yang tiba-tiba banyak melakukan hal aneh,”Jefri tertawa pelan. Ia mengangkat bahunya dengan santai. “A

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 163: Anda Menyukainya?

    “Apa?”Sandra tertegun. Ia menatap Jefri tak percaya yang masih santai mengemudikan mobil, seolah ia baru saja mengeluarkan ucapan ringan.“Tunggu, eh, saya tidak mengerti,” ucap Sandra lagi terbata. “Apa ucapan saya kurang jelas?” tanya Jefri masih dengan santai. “Bukan, bukan seperti itu,” sela Sandra, “Kenapa anda bertanya balik? Bukankah seharusnya anda menegaskan kalau kalian benar wali dan anak asuh?”Jefri menarik sudut bibirnya lebih lebar. Ia memutar sejenak setir mobil ketika berada di belokan sebelum menjawab pertanyaan Sandra, “Menurut anda karena apa?”Sandra bisa merasakan kepalanya bertambah pusing dari sebelumnya. Ucapan Jefri yang terbolak-balik ini benar-benar memutar isi pikirannya. Tapi, lebih dari itu, Sandra merasa kebingungan teramat sangat atas jawaban ambigu Jefri. Bukankah ucapan pria itu justru menunjukkan kalau dia dan Rara memang ada hubungan lain?Sandra menghela napas.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 98: Rara Melawan Rachel

    ‘Apa dia baru saja menghancurkan pintu?!’ seru Rara tak percaya dalam hati. Ia segera menarik kepalanya lagi dan duduk dengan tegang di belakang sofa.Tangannya menutup mulut rapat-rapat

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 102: Tepati Perkataanmu

    “Tidak!” seru Jefri, “Keputusan om sudah final. Tidak ada lagi perubahan!” “Kalau begitu, aku akan tetap memaksa sampai om berubah pikiran,” balas Rara tenang. “Rara!” “Ayah, tenanglah!” seru Hani yang segera memegang pundak Jefri, “Rara pasti punya alasannya sendiri makanya berkata begitu. Kita

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 97: Bahaya

    “Apa Septa baik-baik saja?” “Dia baik-baik saja,” ucap Jefri sambil mematikan ponselnya. Ia baru saja menelepon Septa untuk menanyakan keadaannya setelah artikel tentang perundungan Rachel ke Rara dirilis. “Dia sedang menyiapkan diri untuk menghadapi reporter yang mulai datang,” lanjut Jefri.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 89: Arti dari Tatapan Mereka

    “Ayah akan tetap menjalankan rencana yang ayah bicarakan semalam,”Hani tercenung mendengar perkataan Jefri. Ia menatap sejenak ayahnya dari belakang yang sedang memakai jas, bersiap untuk pergi. “Kenapa?” tanya Hani setelah beberapa saat, “Ayah tidak perlu memaksakan diri sebegitunya! Biarkan Rar

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status