Share

Bab 13

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2025-09-24 23:25:16

Arthur baru saja keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk putih yang melilit pinggangnya menutupi bagian bawah tubuhnya.

Butiran air masih menetes dari rambutnya yang basah, mengalir turun melewati leher hingga dada bidang dan perut sixpacknya.

Bahunya yang kokoh semakin memperlihatkan kemaskulinnya.

Arthur belum menyadari ada Rose di kamarnya.

Ia baru saja akan membuka handuknya karena ingin memakai pakaian, tapi matanya menangkap sesuatu.

Arthur menoleh dan ia terkejut karena ada Rose
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 285

    Alana terdiam saat melihat koleksi lingerie seksi di depannya.Ia sekarang paham baju dinas yang dimaksud oleh Rose. "Ini yang aku maksud, Al. Sebagai seorang istri, baju-baju seksi kurang bahan ini sangat dipelukan. Apalagi kamu kan pengantin baru yang pasti masih panas-panasnya. Tampil seksi di depan suami itu sangat perlu, Al. Demi menjaga hati dan mata suami agar tidak tergoda dengan para pelakor di luar sana. Meski aku percaya dengan Ken yang akan setia sama kamu. Menyenangkan suami itu sangat bagus kok.""Tapi Rose, pakai lingerie ini sama seperti nggak pakai apa-apa. Bahannya nerawang seperti saringan tahu ini." Alana masih terlihat malu-malu. Hal ini memang baru baginya. Baju tidur yang biasa ia pakai saja semuanya tertutup. Meski tinggal di kost khusus wanita, ia tetap menjaga pakaiannya agar tetap tertutup."Lingerie itu memang begini, Al. Kan pakai lingerienya di depan suami. Nggak papa lah kurang bahan. Kamu tahu, aku bahkan punya lingerie yang hanya menutupi satu titik b

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 284

    "Hai catin," ucap Rose saat Alana masuk ke dalam mobil."Ihh kamu ini Rose. Aku kan jadi malu," ucap Alana sambil tersipu malu. Ia masih tidak menyangka sebentar lagi akan menikah dengan Ken."Lah kenapa kamu harus malu, Al. Pernikahan itu hal yang membahagiakan. Pokoknya menikah itu seru, Al. Aku sudah hubungi Tante Zara kalau kita sudah otw menuju butiknya. Tante Zara itu ramah banget."Mobil yang di kendarai oleh Jaka sudah meninggalkan kost Alana."Makasih ya Rose karena sudah menghubungi Tante Zara untuk aku. Nggak pernah terpiikir olehku sama sekali saat menikah memakai gaun pernikahan yang di rancang oleh Tante Zara, desainer yang namanya sudah besar di kota ini. Nggak hanya di kota ini sih, kayaknya nggak hanya di Indonesia saja lah tapi di luar negeri juga.""Sama, Al. Memangnya kamu pikir aku ada impian memakai gaun rancangan Tante Zara. Enggak, Al. Aku saja terkejut saat pertama kali Papa ajak aku ke butiknya Tante Zara. Awalnya aku nggak percaya, eh setelah melihat Tante Z

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 283

    "Sayang, nanti kamu jadi nemankan Alana untuk fitting gaun pengantinnya?" tanya Arthur saat Rose membantu memasangkan dasi untuknya."Iya jadi. Kasihan kalau Alana fitting bajunya sendirian. Ken kan lagi nggak bisa hari ini karena Papa minta dia untuk ke Bogor. Bukannya waktu itu Papa bilang sudah memberi Ken cuti tapi kenapa dia masih harus ke Bogor? Nggak bisa digantikan oleh orang lain?""Nggal bisa, Sayang karena ini yang membuat Ken belum bisa cuti. Dia harus menyelesaikan pekerjaannya itu hari ini agar nanti saat dia dan Alana pergi honey moon tidak terganggu. Meski belum selesai juga, aku tetap tidak akan menganggu waktu honey moon mereka. Ken itu orangnya perfeksionis dalam pekerjaan dan sangat bertanggung jawab makanya ia kekeh mau selesaikan dulu. Tapi besok dia udah benar-benar cuti kok."Rose sudah menyelesaikan memasang dasi untuk Arthur. "Terus yang menggantikan Ken selama dia cuti siapa?""Agam."Mendengar helaan napas lega Rose mencuri perhatian Arthur."Kenapa? Kamu p

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 282

    "Ice creamnya enak banget. Selalu enak sejak pertama buka," ucap Rose sembari menikmati rasa manis dan dingin ice cream yang ada di dalam mulutnya.Setelah dari butik C&G, Arthur dan Rose langsung ke Mall karena Rose ingin makan ice cream kesukaannya yang memang hanya buka di Mall itu saja. Ice cream homemade dan sekarang sudah sangat terkenal meski hanya membuka satu cabang saja karena ownernya ingin fokus di satu oulite saja demi memastikan citarasanya tetap terjaga."Bumil bahagia banget bisa makan ice cream," ucap Arthur yang melihat wajah bahagia Rose."Iya dong. Mumpung bisa makan ice cream meski tidak bisa banyak. Papa benarang nggak mau coba. Ini enak loh. Coba deh, Pa." Rose menyuapi Arthur dengan ice cream rasa alpukat miliknya. Rose memang memilih rasa alpukat, cokelat dan cempedak. Untuk rasa cempedak tidak selalu ready setiap hari karena tergantung musim buah itu.Ice ini memang menggunakan buah asli jadi rasanya buahnya lebih kuat."Gimana, Pa? Enak kan?" tanya Rose.A

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 281

    "Kamu meragukan nama besar suami kamu, Sayang?""Ihhh... bukan begitu. Tapi aku kan nggak nyangka saja Papa bisa membeli tanah ini. Aku tahu kok seberapa besar nama Bramasta. Kan yang punya orang Kalimantan, jauh loh dari Jakarta. Gimana Papa mencari kontak yang punya tanah ini?"Rose masih penasaran bagaimana suaminya bisa membeli tanah yang terkenal susah untuk di jual karena pemiliknya masih sayang dengan tanahnya. Lokasinya memang sangat strategis dan ia yakin suaminya membelinya dengan harga yang mahal."Pemilik tanah ini masih saudara dari kolega bisnisku, Sayang. Jadi semuanya dimudahkan," jawab Arthur."Pasti harganya mahal kan, Pa?"Arthur mengusap kepala istrinya dengan lembut. "Berapa pun harganya jika memang digunakan untuk hal baik, aku nggak mempermasalahkan itu. Ayo kita keluar sekarang," ajak Arthur.Ia langsung keluar dari dalam mobil dan langsung mengitari belakang mobil untuk membukakan pintu mobil untuk istrinya."Terima kasih, Papa." Rose tersenyum ke arah suaminy

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 280

    Hari ini Arthur mengajak Rose untuk pergi ke tempat dimana perpustakaan milik Rose yang sedang di bangun. Arthur memang sengaja mengajak istrinya ke sana sekedar melihat progres pembangunan perpustakaan itu. Mumpung hari sabtu dan ia tidak berangkat ke kantor sekaligus ingin mengajak istrinya jalan-jalan karena beberapa kali Rose sudah mengadu padanya jika gadis itu bosan di rumah terus.Tentu saja Arthur berusaha untuk tidak membuat istrinya bad mood. Maklum saja mood ibu hamil itu sangat sensitif dan Arthur tidak ingin buruknya mood istrinya akan berpengaruh pada kesehatan Rose dan janinnya."Pa, masih jauh letak perpustakaannya?" tanya Rose karena sudah dua puluh menit mereka di jalan dan belum juga tiba di lokasi perpustakaan yang dihadiahkan oleh Arthur padanya di bangun.Arthur tersenyum saja karena ia memang ingin memberi kejutan pada istrinya yang memang belum pernah ke lokasi pembangunan perpustakaan itu.Pria itu masih merahasiakan lokasi pembangunan perpustakaan itu."Papa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 39

    Sudah seminggu sejak penyataan perasaan mereka di balkon itu, kini hubungan Rose dan Arthur semakin meningkat. Tidak hanya di rumah mereka bertemu tapi juga di kantor.Sejak kejadian itu, Rose terlihat semakin ceria. Ia ingin melupakan sejenak masalahnya dengan sang suami. Ia ingin menikmati masa-m

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 53

    Rose masih memejamkan mata setelah bibirnya menyentuh bibir Arthur. Kecupan begitu lembut namun membuat detak jantung mereka berdegup kencang. Setelah beberapa saat bibir mereka hanya bersentuhan, perlahan Arthur membuka bibirnya begitu juga dengan Rose, ciuman lembut tanpa diikuti nafsu hanya m

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 63

    "Apakah kamu lelah, Sayang?" tanya Arthur yang sedang baring di samping Rose.Mereka baru saja menyelesaikan satu ronde dengan durasi yang cukup panjang bagi Rose.Napas mereka masih sama-sama memburu efek euforia dari puncak nikmat yang mereka rasakan.Tubuh keduanya sama-sama basah oleh keringat

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 54

    "Kenapa kamu terlihat gugup, Rose?" tanya Arthur pura-pura tidak tahu alasan kegugupan Rose. "Aku nggak gugup kok, Pa. Biasa aja," ucap Rose yang berusaha untuk biasa saja. Rose tidak ingin Arthur atau yang lain tahu tentang koleksinya. Tentu saja ia akan malu luar biasa jika Arthur mengetahu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status