author-banner
Nabila Ara
Nabila Ara
Author

Novels by Nabila Ara

Sentuhan Panas Papa Mertua

Sentuhan Panas Papa Mertua

Ahh, Mas Zumi, tolong aku..." Rose bermain sendiri di balik pintu, tapi tidak dia sangka, Papa Mertuanya mendengar desahan Rose. Rose di tinggal pergi oleh suaminya, Zumi, tepat setelah mengukir kenangan malam pertama. Zumi pergi ke luar negeri dengan alasan bisnis. Satu-dua bulan, Zumi masih memberi kabar, tapi masuk bulan ketiga, Zumi menghilang. Rose yang gelisah, terus-menerus mengkhawatirkan Zumi. Enam bulan rose menahan gejolak batin, terlebih kenangan termanisnya bersama Zumi adalah malam pertamanya. Saat periksa ke psikolog, Rose mendapati fakta bahwa dia menderita Nymphomania, kelainan seksual yang setiap kali dia gelisah dan paranoid, pelampiasannya ke nafsu dan hasrat yang tidak bisa ditahan lagi. Arthur Bramasta, Papa Mertua Zumi, diam-diam tertarik dengan pesona Rose. Setiap malam Arthur selalu membayangkan Rose berada dalam pelukannya. Sampai suatu malam Rose tidak sengaja minum wine yang sudah di campur dengan obat perangsang membuat hubungan panas antara keduanya terjadi.
Read
Chapter: Bab 159
"Perfect"Rose tersenyum sambil berdiri di depan cermin yang ada di kamar. Ia memakai dress bewarna cream, rambut panjangnya di gerai saja. Ia hanya memakai make up tipis untuk menyembunyikan sisa-sisa lebam yang masih terlihat di wajahnya.Setelah memastikan penampilannya sudah siap, Rose langsung keluar dari kamar."Nona sudah mau berangkat ke kantor Tuan?" tanya Salimah begitu melihat Rose tiba di lantai bawah.Rose mengangguk sambil tersenyum. "Iya Salimah. Sudah mau waktu makan siang."Bi Arum mendekati mereka sambil membawa tas bekal yang sudah disiapkan oleh Rose tadi. Menu makan siang sama seperti yang sudah ia siapkan tadi pagi. "Terima kasih Bi Arum," ucap Rose saat Bi Arum menyerahkan tas bekal pada Rose."Sama-sama Non. Di antar sama Jaka kan Non?" tanya Bi Arum.Rose mengangguk. Setelah itu ia pamitan dengan Bi Arum dan Salimah. Bagi Rose, Bi Arum dan Salimah adalah keluarganya. Rose tidak menganggap mereka hanya sekedar asisten rumah tangga di rumah Arthur. Apalagi Ros
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bab 158
"Bi, tolong bantu aku untuk menata semua ini di meja makan ya. Aku mau ke atas dulu untuk mandi. Bajuku sudah bau masakan. Hehee."Bi Arum mengangguk. "Iya Nona. Tenang saja, semuanya Bibi tata di meja makan. Nona langsung naik saja ke atas."Rose kembali ke kamar karena ingin mandi setelah selesai menyiapkan sarapan pagi dan bekal untuk Arthur.Saat ia masuk ke dalam kamar, terdengar gemiricik air dari kamar mandi.Rose langsung menuju walk in closet untuk menyiapkan baju yang akan Arthur gunakan ke kantor hari ini. Ia yakin Arthur pasti belum memilih baju yang akan ia gunakan. Rose mengambil kemeja putih, celana bahan bewarna abu-abu dengan warna jas yang sama dengan celana bahannya.Lalu ia membawa baju pilihannya keluar dari walk in closet lalu meletakkan kemeja hingga celana bahan dan jas di atas ranjang.Sejak tidur bersama di kamar ini, sudah menjadi rutinitas Rose menyiapkan baju kerja untuk Arthur kecuali saat Rose sakit saja yang tidak melakukan itu.Kreekkk...Rose langsun
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: Bab 157
Rose membuka matanya saat mendengar alarm dari ponselnya.Saat penculikan itu, tasnya memang aman karena diamankan oleh Zumi dan satu hari setelah ia di rawat di rumah sakit, Agam memberikan pada Arthur karena Zumi menitipkan tasnya pada Agam.Ia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas lalu mematikan alarm.Rose memang sengaja mengatur alarm pada pukul setengah enam pagi karena ia ingin membuatkan sarapan dan bekal untuk Arthur.Ia bosan di kamar terus dan memutuskan untuk beraktivitas seperti biasa. Rose juga sudah ingin kembali masak di dapur.Setelah mematikan alarm, Rose meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Lalu ia menoleh ke arah Arthur yang masih terlelap. Pria itu tidak terusik sama sekali dengan bunyi alarm."Gantengnya," gumam Rose sambil tersenyum.Ia perlahan menyingkirkan lengan Arthur yang melingkar di pinggangnya, berusaha agar pria itu tidak terbangun.Sebelum bangun, Rose mengecup bibir Arthur. Setelah itu ia turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk cu
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: Bab 156
"Sayang.." Rose mengabaikan panggilan dari Arthur. Bahkan ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk segera bersih-bersih.Ia sedang kesal karena tatapan Ririn yang terang-terangan menunjukkan terpesona pada Arthur.Arthur memang tidak salah, toh pria itu juga mengabaikan Ririn. Bahkan dengan sengaja Arthur menunjukkan perhatian padanya.Tapi hatinya tetap saja masih kesal."Di sampingnya ada suaminya saja masih bisa-bisanya terpesona dengan pria lain. Zumi juga diam-diam saja. Apa dia nggak sadar tingkah istrinya seperti itu. Rasanya ingin aku olesin sambal saja matanya itu," gerutu Rose.Lalu Rose mulai bersih-bersih.Beberapa menit kemudian setelah selesai bersih-bersih, Rose langsung keluar dari kamar mandi.Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Arthur langsung menoleh ke arah kamar mandi. Ia langsung menyimpan ponselnya di atas meja.Arthur menghampiri Rose.Begitu keluar dari kamar mandi, Rose langsung masuk ke walk in closet untuk mengganti bajunya dengan baju tidur."S
Last Updated: 2026-01-06
Chapter: Bab 155
Rose berdiri di depan cermin kamar, menatap pantulan dirinya sendiri. Wajahnya masih menyisakan bekas pucat, meski luka-luka itu perlahan memudar. Tangannya sempat gemetar saat ia merapikan rambut, lalu menghela napas pelan.Arthur sebenarnya sudah memintanya makan malam di kamar saja. Pria itu bahkan bersedia menemaninya, membawakan makanan, dan memastikan Rose tidak perlu bertemu siapa pun jika ia belum siap. Namun Rose menolak. Bukan karena ia merasa benar-benar baik-baik saja, melainkan karena ia sadar menghindar bukan solusi yang baik.Tidak selamanya ia bisa menghindar untuk bertemu dengan Zumi. Dan yang lebih penting ia harus bisa melawan ketakutan itu.Sepanjang sore tadi ia terus berpikir, ia harus bisa melewati ini. Lagi pula Arthur sudah mengatakan jika saat itu apa yang dilakukan oleh Zumi hanyalah acting semata demi mengelabui David, Rio dan Jessica tidak curiga dengan apa yang ia rencanakan.Selagi ada Arthur di sampingnya, ia pasti akan baik-baik saja."Aku pasti bisa,"
Last Updated: 2026-01-05
Chapter: Bab 154
Ririn yang masuk ke dalam kamar Zumi yang ada di rumah Arthur tampak takjub dengan kamar sang suami saat masih tinggal di rumah itu.Kamar ini memang bukan kamar yang ditempati oleh Rose dan Zumi saat mereka melewati malam pengantin. Ya, Zumi dan Rose berada di dalam satu kamar saat malam pengantin mereka saja. Hari kedua pernikahan Zumi dan Rose, pria itu sudah pergi meninggalkan Rose dengan alasan ada urusan bisnis ke luar negeri."Kamar ini sangat luas sekali Sayang. Nuansanya kamu banget karena dominan abu-abu. Sayang banget kamar seluas ini harus dibiarkan kosong. Andai saja kita tetap tinggal di Jakarta, kita kan bisa tinggal di rumah ini. Lagi pula rumah Papa kamu itu luas sekali. Rasanya sayang banget jika hanya Papa kamu dan Rose yang menempatinya. Walaupun aku yakin asisten rumah tangga banyak tapi kan mereka nggak masuk hitungan karena mereka hanya pekerja," ucap Ririn sambil duduk di ranjang yang ada di kamar itu.Kamar Zumi memang selalu di bersihkan walaupun pemilik kama
Last Updated: 2026-01-04
You may also like
Jebakan Istri Lugu
Jebakan Istri Lugu
Romansa · prasidafai
2.1K views
One Night To Forever
One Night To Forever
Romansa · Merah Jambu
2.1K views
Terpikat Pesona Tuan Eksekutif
Terpikat Pesona Tuan Eksekutif
Romansa · Gina Sofiany
2.1K views
Menggapai Cinta Ayana
Menggapai Cinta Ayana
Romansa · Miss Yuka 85
2.1K views
Cinta Yang Sesungguhnya
Cinta Yang Sesungguhnya
Romansa · S.Rustandi
2.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status