
Sentuhan Panas Papa Mertua
Ahh, Mas Zumi, tolong aku..." Rose bermain sendiri di balik pintu, tapi tidak dia sangka, Papa Mertuanya mendengar desahan Rose.
Rose di tinggal pergi oleh suaminya, Zumi, tepat setelah mengukir kenangan malam pertama. Zumi pergi ke luar negeri dengan alasan bisnis. Satu-dua bulan, Zumi masih memberi kabar, tapi masuk bulan ketiga, Zumi menghilang. Rose yang gelisah, terus-menerus mengkhawatirkan Zumi.
Enam bulan rose menahan gejolak batin, terlebih kenangan termanisnya bersama Zumi adalah malam pertamanya. Saat periksa ke psikolog, Rose mendapati fakta bahwa dia menderita Nymphomania, kelainan seksual yang setiap kali dia gelisah dan paranoid, pelampiasannya ke nafsu dan hasrat yang tidak bisa ditahan lagi.
Arthur Bramasta, Papa Mertua Zumi, diam-diam tertarik dengan pesona Rose. Setiap malam Arthur selalu membayangkan Rose berada dalam pelukannya. Sampai suatu malam Rose tidak sengaja minum wine yang sudah di campur dengan obat perangsang membuat hubungan panas antara keduanya terjadi.
Read
Chapter: Bab 338Arthur, Rose dan Zumi sudah berada di ruang makan.Mereka sedang makan malam. Suasana di ruang itu hanya terdengar bunyi dentingan sendok dan garpu yang memecahkan keheningan.Baik Arthur, Rose maupun Zumi memang saling diam saja.Rose yang memilih bicara seperlunya dengan suaminya karena ia memang tidak ingin bicara dengan Zumi. Entah kenapa setiap melihat wajah Zumi membuatnya sangat kesal."Sayang, makannya kenapa hanya sedikit saja. Nggak selera dengan menu malam ini?" tanya Arthur."Menu malam ini enak kok. Tapi aku sudah kenyang. Mungkin gara-gara tadi sore setelah kita bangun tidur, aku makan dimsum mentai lagi. Makanya sekarang makan sedikit saja sudah kenyang.""Ya sudah. Nanti susu Ibu hamilnya jangan lupa di minum ya," ucap Arthur."Iya, Sayang."Arthur tersenym mendengar panggilan Sayang dari istrinya. Setelah itu ia menoleh ke arah Zumi."Kamu jadi ingin bicara denganku, Zumi?"Zumi yang tadinya makan sambil menunduk, langsung mengangkat kepalanya. Pria itu menoleh ke ar
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Bab 337"Kamu kesini.." ucap Zumi yang memanggil Salimah saat gadis itu melewati ruang keluarga.“Saya, Tuan?”“Iya kamu. Memangnya ada orang lain selain kamu?” tanya Zumi ketus.Salimah pun mendekati Zumi. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda Zumi?”“Kamu ke atas ke kamarnya Papa. Bilang sama Papa kalau aku sudah menunggunya,” ucap Zumi.Salimah menoleh ke arah lantai dua. “Maaf, Tuan Muda Zumi. Bukannya saya nggak mau menjalankan permintaan Tuan Muda, tetapi kalau Tuan Arthur sudah masuk kamar bersama Nona Rose, kami para asisten rumah tangga tidak berani mengganggu sampai Tuan Arthur sendiri yang keluar kamar. Apalagi tadi Tuan kan baru pulang, mungkin Tuan sedang menemani Nona Rose istirahat. Tuan Muda paham sajalah kalau Ibu hamil itu harus banyak istirahat. Tuan Arthur akan marah kalau waktunya di ganggu jika berduaan dengan Nona Rose. Jadi maaf saya nggak berani. Kenapa tidak Tuan Muda sendiri yang ke atas. Bukannya Tuan Muda anaknya Tuan Arthur, pasti kemarahan Tuan Arthur tidak akan
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: Bab 336“Pa...”“Hmm....”Rose sedang membantu suaminya untuk membuka dasi Arthur. Mereka sudah berada di kamar mereka.“Menurut Papa, apa yang akan Zumi bahas dengan Papa. Kayaknya itu hal serius deh.”“Aku juga penasaran, nggak biasanya dia begitu. Biasanya dia sering memendam masalahnya sendiri. Mungkin kali ini dia ingin minta masukan untuk masalahnya. Atau dia sedang mengalami masalah yang dia sendiri tidak bisa menyelesaikannya.”Rose mengangguk-angguk. Setelah dasi suaminya terlepas, ia juga membuka satu per satu kancing kemeja yang dipakai oleh Arthur.“Bagaimana triplets hari ini? Rewel nggak mereka?”Rose menggeleng. “Hari ini triplets sangat pintar, nggak rewel sama sekali. Buktinya aku nggak mual dan pusing. Mungkin mereka senang karena hari ini di ajak masak-masak sama Mama mereka. Di tambah mereka juga ketemu Oma Julia.”“Oma Julia?”“Hum! Tante Julia tadi bilang mau di panggil Oma sama triplets. Meski triplet anak Papa yang seharusnya keponakan Tante Julia, tetapi Tante Julia n
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 335"Julia, siapa pria yang memuji makanan yang di buat oleh istriku?" tanya Arthur."Duh posesif banget kamu Arthur sama Rose," ucap Dave."Mau tahu saja atau mau tahu banget," goda Julia sambil menahan tawanya. Apalagi saat melihat ekspresi Arthur yang begitu dingin.Ia memang sengaja karena ingin melihat ekspresi Arthur saat cemburu."Papa, tadi itu..." ucapan Rose terhenti saat Arthur memberi kode untuk diam."Tadi sebelum kami ke sini setelah selesai membuat dimsum, Zumi turun ke bawah untuk ambil air minum. Nah kan dimsum sudah matang semua itu, jadi aku yang menawari dimsum buatan Rose ini pada Zumi. Lalu sama Zumi langsung di makan dong. Bahkan dia sampai habis tujuh atau delapan gitu. Katanya enak banget, bahkan lebih enak buatan Rose di banding dengan dimsum di restoran yang menjadi favoritenya. Nggak hanya Zumi saja kok yang puji dimsum buatan Rose, tadi Dave juga bilang enak banget. Dimsum buatan Rose memang sangat enak jadi wajar kalau setiap orang yang mencicipinya akan bila
Last Updated: 2026-05-03
Chapter: Bab 334"Sayang, aku pulang."Arthur masuk ke dalam rumah bersama Dave.Setelah mereka meeting tadi, Arthur dan Dave memutuskan untuk pulang ke rumah karena ingin melihat istri mereka.Mereka penasaran apa yang dilakukan istri mereka sampai pesan yang mereka kirim saja tidak di balas. Jangankan di balas, di baca saja tidak. Saat mereka telpon tetapi baik Julia maupun Rose sama-sama tidak mengangkat panggilan telepon dari mereka.Arthur memang sengaja tidak menghubungi Bi Arum atau siapa pun karena ia sudah memutuskan untuk pulang ke rumah saja.Apalagi kerjaannya di kantor sudah selesai semua sebelum meeting bersama klien dari Bali. Ia menyerahkan urusan kantor dengan Agam."Dimana mereka," ucap Arthur saat belum menemukan istrinya."Aku hubungi Julia juga nggak diangkat teleponku. Kemana mereka berdua," ucap Dave.Arthur menuju dapur untuk menemui Bi Arum. Karena baik di ruang tamu maupun ruang keluarga memang tidak ada orang. Di rumah Arthur ini, setelah jam makan siang setelah semua kerj
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 333"Loh Zumi, kapan kamu datang ke Jakarta."Julia langsung menyambut kedatangan Zumi. Meski ia sempat sangat kesal dengan putra angkatnya Arthur ini gara-gara menyakiti Rose, tapi saat ini ia sudah lebih melunak. Apalagi sekarang Rose sudah mendapatkan pengganti yang sangat jauh lebih baik dari Zumi."Aku baru saja datang hari ini, Tante. Ini aku dari bandara langsung ke sini. Aku pikir Papa ada di rumah," jawab Zumi."Kalau sekarang mana ada Papa kamu di rumah. Tentu saja dia masih di kantor," ucap Julia.Lalu ia menoleh ke arah Rose yang kembali melanjutkan membuat adonan untuk dimsum, seolah mengabaikan keberadaan Zumi di dapur.Ia paham mengapa Rose seperti itu. Meski sudah berdamai dan melupakan, tetap saja Zumi adalah masa lalu Rose dan apa yang dilakukan oleh pria itu pasti sangat membekas di Rose."Aku pikir kalau siang hari Papa akan pulang ke rumah untuk makan siang bersama istrinya," ucap Zumi. Lalu dia mendekati Rose dan Julia yang sedang membuat dimsum."Papa hari ini ngga
Last Updated: 2026-05-01