
Sentuhan Panas Papa Mertua
Ahh, Mas Zumi, tolong aku..." Rose bermain sendiri di balik pintu, tapi tidak dia sangka, Papa Mertuanya mendengar desahan Rose.
Rose di tinggal pergi oleh suaminya, Zumi, tepat setelah mengukir kenangan malam pertama. Zumi pergi ke luar negeri dengan alasan bisnis. Satu-dua bulan, Zumi masih memberi kabar, tapi masuk bulan ketiga, Zumi menghilang. Rose yang gelisah, terus-menerus mengkhawatirkan Zumi.
Enam bulan rose menahan gejolak batin, terlebih kenangan termanisnya bersama Zumi adalah malam pertamanya. Saat periksa ke psikolog, Rose mendapati fakta bahwa dia menderita Nymphomania, kelainan seksual yang setiap kali dia gelisah dan paranoid, pelampiasannya ke nafsu dan hasrat yang tidak bisa ditahan lagi.
Arthur Bramasta, Papa Mertua Zumi, diam-diam tertarik dengan pesona Rose. Setiap malam Arthur selalu membayangkan Rose berada dalam pelukannya. Sampai suatu malam Rose tidak sengaja minum wine yang sudah di campur dengan obat perangsang membuat hubungan panas antara keduanya terjadi.
Read
Chapter: Bab 435"Kamu sebut suamimu apa, Rose? Kucing Garong?"Tatapan tajam Arthur membuat Rose menciut. Rose langsung tersenyum semanis yang ia bisa, bahkan Rose mengecup berulang bibir suaminya. Namun Arthur menahan Rose agar Rose berhenti."Kamu tahu apa artinya Kucing Garong?""T-Tahu, kok. Bercanda aja barusan, Pa.""Jadi kalau kamu muji aku dan aku sebut kamu Tante Girang, kamu mau?""Ya nggaklah! Enak aja!""Terus kalau aku sebut itu hanya bercanda. Kamu terima atau nggak candaanku? Apakah lucu?"Seketika Rose terdiam.Menurutnya, Arthur benar juga. Saat memposisikan diri, andai Arthur yang mengatainya Tante Girang hanya karena aku memujinya berlebihan, aku pasti tidak akan terima.Itu candaan yang tidak lucu sama sekali."Kucing Garong itu metafora untuk menyebut pria yang kurang bertanggung jawab dan gemar memperdaya wanita, Sayang. Jangan gunain istilah sembarangan hanya untuk bercanda. Apalagi dengan suamimu.""Iya, Pa. Maaf....""Kurang bertanggung jawab apa, aku ke kamu, Sayang.""Iya
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 434"Hujannya makin lebat Pa," ucap Rose."Iya, Sayang."Saat ini mereka sudah tiba di resort karena sore ini Rose dan Arthur ada agenda pemotretan. Hanya saja baru kisaran sepuluh menit mereka tiba di resort, sudah turun hujan dan sangat lebat. Yang membuat mereka cepat kembali ke resort karena cuaca yang awalnya cerah tiba-tiba berubah mendung.Tadi tidak lama setelah mereka selesai main air dan minum air kelapa di pantai Matira, rombongan mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Belvedere Lookout.Perjalanan menuju kawasan perbukitan itu memakan waktu sekitar dua puluh menit.Jalan yang mereka lewati mulai menanjak dan berkelok, diapit pepohonan hijau yang rindang. Dari balik jendela mobil, Rose beberapa kali berseru kagum saat melihat laguna Bora-Bora dari kejauhan.Begitu tiba di Belvedere Lookout, lagi lagi Rose menatap kagum dengan apa yang ia lihat di sana.Dari atas bukit, hamparan laguna Bora-Bora terlihat begitu luas dengan gradasi warna biru yang seolah tak berujung. G
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 433"Pa, ambilin buah kiwi-nya. Enak itu, dagingnya lembut dan rasanya manis."Arthur langsung mengambilkan seluruh potongan buah kiwi pada Rose, membuat Rose menatapnya heran."Papa nggak mau kah? Ini enak loh, benaran.""Buat kamu semuanya saja, Sayang.""Papa nggak suka?""Suka-suka saja sih. Kamu kan tahu Sayang kalau sudah kaitannya dengan buah aku nggak pilih-pilih/ Cuma udah, dimakan kamu semua saja. Buah kiwi kan kandungan vitamin C, folat dan seratnya tinggi banget. Bagus banget untuk kamu, Sayang."Rose langsung tersenyum, lalu ia cium pipi Arthur sampai berbunyi."Ya udah, makasih ya..."Mereka sarapan di teras vila yang menghadap ke arah laut. Hari ini agenda mereka akan dimulai jam delapan pagi sesuai dengan list agenda yang sudah di berikan oleh tour guide. Tadi tidak lama dari Arthur memesan sarapan mereka, pihak restoran sudah mengantarkan sarapan pesanan mereka.Seperti kemarin, Arthur meminta pihak restoran untuk meletakkan sarapan mereka di depan pintu saja. Ia tetapi
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 432Arthur membaringkan Rose yang sudah tertidur karena kelelahan menangis.Cukup lama Rose menangis dipelukan Arthur sambil memukul dada Arthur.Pria itu hanya bisa menenangkan istrinya."Maafkan aku yang telah mengacaukan liburan kita, Sayang." Arthur memegang tangan istrinya yang memerah karena memukulnya. Ia kecup tangan Rose.Kemudian Arthur baring di samping istrinya."Tidur yang nyenyak Sayangku. Mimpi yang indah," bisik Arthur.Pria itu mengecup kening Rose dan gadis itu sama sekali tidak terganggu tidurnya. Mungkin Rose terlalu lelah hingga ia sangat nyenyak tidurnya.Setelah mengecup kening dan pipi Rose, Arthur kembali baring di samping Rose. Ia pandangi wajah tenang istrinya. "Seharusnya malam ini kita bisa melewati malam panas. Tapi aku mengacaukannya," gumam Arthur.Arthur terus memandangi wajah Rose hingga beberapa menit kemudian, rasa kantuk kembali hadir.Pria itu akhirnya terlelap.Keesokan paginya...Rose merasakan tidurnya terganggu ketika ia merasakan telinganya di
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 431"Haaaaah...."Rose membuka selimut yang tadi sengaja ia tarik menutupi tubuhnya.Gadis itu mencoba baring ke arah kiri dan kanan untuk mencari posisi yang nyaman.Sejak tadi ia sudah mencoba untuk memejamkan matanya tetapi tetap saja ia tidak bisa tidur.Sudah hampir satu jam ia seperti itu sejak Arthur membaringkannya di atas ranjang.Tubuhnya lelah dan ia juga sudah mengantuk tetapi anehnya ia tidak bisa tidur.Dalam posisi baringnya, ia menoleh ke arah sofa bed dimana Arthur berada.Ia tatap punggung suaminya karena Arthur memang baring membelakanginya.Rose mengusap perut buncitnya. "Sayang-sayangnya Mama, please kerja sama dengan Mama. Kalian gelisah karena Papa nggak tidur sama kalian?" tanya Rose dengan pelan agar suaranya tidak membangunkan suaminya.Ia tidak ingin Arthur tahu kalau ia tidak bisa tidur saat ini.Rasa gengsi yang tinggi membuat Rose lebih menahan dirinya.Gadis itu masih mengusap perut buncitnya.Selang beberapa menit kemudian, gadis itu akhirnya memilih untuk
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 430"Mati aku. Rose pasti marah sama aku karena membiarkannya sendirian. Mana sudah jam segini. Semoga saja Rose belum tidur."Arthur terus bergumam. Wajah pria itu tampak panik.Sejak keluar dari restoran tadi, ia terus berlari menuju vila. Pria itu bahkan tidak terpikir untuk menggunakan buggy yang disediakan oleh pihak resort."Semoga saja Taufik dan Mark masih berada di sana. Bodohnya kamu Arthur lebih memilih mengobrol dengan Karin dibanding istrimu," gumam Arthur."Tuan," panggil Taufik.Arthur langsung berhenti begitu melihat Taufik yang sedang duduk di depan vila tempat pria itu menginal."Loh kok kamu ada di sini, Taufik? Rose mana?" tanya Arthur dengan napas terengah-engah karena habis berlari."Nona Rose tidak mengizinkan kami menemaninya, Tuan. Tadi begitu tiba di vila, Nona Rose langsung meminta kami untuk pergi. Katanya mau tidur awal jadi tidak perlu kami temani.""Kalian biarkan Rose sendirian?" tanya Arthur.Taufik mengangguk dengan ekspresi takutnya pasalnya Arthur mena
Last Updated: 2026-08-01