author-banner
Nabila Ara
Nabila Ara
Author

Novel-novel oleh Nabila Ara

Sentuhan Panas Papa Mertua

Sentuhan Panas Papa Mertua

Ahh, Mas Zumi, tolong aku..." Rose bermain sendiri di balik pintu, tapi tidak dia sangka, Papa Mertuanya mendengar desahan Rose. Rose di tinggal pergi oleh suaminya, Zumi, tepat setelah mengukir kenangan malam pertama. Zumi pergi ke luar negeri dengan alasan bisnis. Satu-dua bulan, Zumi masih memberi kabar, tapi masuk bulan ketiga, Zumi menghilang. Rose yang gelisah, terus-menerus mengkhawatirkan Zumi. Enam bulan rose menahan gejolak batin, terlebih kenangan termanisnya bersama Zumi adalah malam pertamanya. Saat periksa ke psikolog, Rose mendapati fakta bahwa dia menderita Nymphomania, kelainan seksual yang setiap kali dia gelisah dan paranoid, pelampiasannya ke nafsu dan hasrat yang tidak bisa ditahan lagi. Arthur Bramasta, Papa Mertua Zumi, diam-diam tertarik dengan pesona Rose. Setiap malam Arthur selalu membayangkan Rose berada dalam pelukannya. Sampai suatu malam Rose tidak sengaja minum wine yang sudah di campur dengan obat perangsang membuat hubungan panas antara keduanya terjadi.
Baca
Chapter: Bab 156
"Sayang.." Rose mengabaikan panggilan dari Arthur. Bahkan ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk segera bersih-bersih.Ia sedang kesal karena tatapan Ririn yang terang-terangan menunjukkan terpesona pada Arthur.Arthur memang tidak salah, toh pria itu juga mengabaikan Ririn. Bahkan dengan sengaja Arthur menunjukkan perhatian padanya.Tapi hatinya tetap saja masih kesal."Di sampingnya ada suaminya saja masih bisa-bisanya terpesona dengan pria lain. Zumi juga diam-diam saja. Apa dia nggak sadar tingkah istrinya seperti itu. Rasanya ingin aku olesin sambal saja matanya itu," gerutu Rose.Lalu Rose mulai bersih-bersih.Beberapa menit kemudian setelah selesai bersih-bersih, Rose langsung keluar dari kamar mandi.Saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, Arthur langsung menoleh ke arah kamar mandi. Ia langsung menyimpan ponselnya di atas meja.Arthur menghampiri Rose.Begitu keluar dari kamar mandi, Rose langsung masuk ke walk in closet untuk mengganti bajunya dengan baju tidur."S
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: Bab 155
Rose berdiri di depan cermin kamar, menatap pantulan dirinya sendiri. Wajahnya masih menyisakan bekas pucat, meski luka-luka itu perlahan memudar. Tangannya sempat gemetar saat ia merapikan rambut, lalu menghela napas pelan.Arthur sebenarnya sudah memintanya makan malam di kamar saja. Pria itu bahkan bersedia menemaninya, membawakan makanan, dan memastikan Rose tidak perlu bertemu siapa pun jika ia belum siap. Namun Rose menolak. Bukan karena ia merasa benar-benar baik-baik saja, melainkan karena ia sadar menghindar bukan solusi yang baik.Tidak selamanya ia bisa menghindar untuk bertemu dengan Zumi. Dan yang lebih penting ia harus bisa melawan ketakutan itu.Sepanjang sore tadi ia terus berpikir, ia harus bisa melewati ini. Lagi pula Arthur sudah mengatakan jika saat itu apa yang dilakukan oleh Zumi hanyalah acting semata demi mengelabui David, Rio dan Jessica tidak curiga dengan apa yang ia rencanakan.Selagi ada Arthur di sampingnya, ia pasti akan baik-baik saja."Aku pasti bisa,"
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: Bab 154
Ririn yang masuk ke dalam kamar Zumi yang ada di rumah Arthur tampak takjub dengan kamar sang suami saat masih tinggal di rumah itu.Kamar ini memang bukan kamar yang ditempati oleh Rose dan Zumi saat mereka melewati malam pengantin. Ya, Zumi dan Rose berada di dalam satu kamar saat malam pengantin mereka saja. Hari kedua pernikahan Zumi dan Rose, pria itu sudah pergi meninggalkan Rose dengan alasan ada urusan bisnis ke luar negeri."Kamar ini sangat luas sekali Sayang. Nuansanya kamu banget karena dominan abu-abu. Sayang banget kamar seluas ini harus dibiarkan kosong. Andai saja kita tetap tinggal di Jakarta, kita kan bisa tinggal di rumah ini. Lagi pula rumah Papa kamu itu luas sekali. Rasanya sayang banget jika hanya Papa kamu dan Rose yang menempatinya. Walaupun aku yakin asisten rumah tangga banyak tapi kan mereka nggak masuk hitungan karena mereka hanya pekerja," ucap Ririn sambil duduk di ranjang yang ada di kamar itu.Kamar Zumi memang selalu di bersihkan walaupun pemilik kama
Terakhir Diperbarui: 2026-01-04
Chapter: Bab 153
Arthur turun ke bawah untuk bertemu dengan Zumi dan Ririn.Ia hanya turun sendiri tanpa Rose karena gadis itu tidak ingin bertemu dengan Zumi.Rose tidak ingin bertemu dengan Zumi bukan karena masalah perasaannya terkait masa lalu tapi rasa takut karena kejadian penculikan itu masih sangat membekas di benaknya.Arthur juga tidak ingin membuat Rose ketakutan. Lagi pula ia yakin Zumi dan Ririn tidak akan mempermasalahkan Rose yang tidak ingin bertemu dengan mereka.Arthur langsung duduk di depan Zumi dan Ririn saat ia tiba di ruang tamu. Sejak tiba di ruang tamu, ia tidak nyaman dengan tatapan Ririn. Namun ia tetap tenang untuk menjaga perasaan Zumi."Maaf harus menunggu lama," ucap Arthur."Tidak masalah, Pa.""Rose tidak bisa turun ke bawah karena dia harus banyak istirahat," ucap Arthur karena Zumi memandang ke arah tangga."Semoga dia lekas sembuh.""Aamin. Terima kasih sudah mendoakan Rose."Ririn sejak tadi terus mencuri pandang ke arah Arthur. Ia tidak menyangka jika Papa angkat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Chapter: Bab 152
Seperti yang disampaikan oleh Agam terkait Zumi dan istinya akan berkunjung ke rumah Arthur memang benar. Saat ini Zumi dan Ririn sudah berada di rumah Arthur.Zumi memang mengajak Ririn untuk berkunjung ke rumah Papa-nya sore ini karena tadi pagi ia mendapatkan kabar jika Papa-nya dan Rose sudah pulang dari rumah sakit.Sejak masuk ke dalam rumah, Ririn terus saja memandanga ke sekeliling rumah. Ia sangat takjub dengan dekorasi yang ada di dalam rumah."Rumah Papa kamu sangat besar, Sayang. Kenapa kamu lebih memilih tinggal di luar jika rumah ini sangat besar," bisik Ririn pada Zumi."Ini kan rumah Papa bukan rumahku, Sayang.""Berarti selama ini Rose enak dong bisa tinggal di rumah semewah ini. Biarpun dulu kamu tinggalkan tapi dia bisa menikmati semua kemewahan di dalam rumah ini. Pantas saja dia betah di sini sampai membuat Papa kamu tertarik padanya. Pasti karena dia sudah kerasan tinggal di sini. Apalagi nanti dia bakal jadi Nyonya di rumah ini. Enak banget hidupnya," ucap Ririn
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Chapter: Bab 151
Ponsel Arthur di atas nakas berdering. Rose yang sudah bangun dari tidurnya langsung menoleh ke arah Arthur yang sama sekali tidak terganggu dengan bunyi ponselnya.Arthur terlihat sangat nyenyak, Rose tidak tega untuk membangunkan pria itu.Akhirnya ia duduk dari posisi baring lalu mengambil ponsel Arthur untuk melihat siapa yang menghubungi Arthur.Ternyata ada nama Agam yang tertera di layar ponsel Arthur."Papa.." Rose membangunkan Arthur karena ia khawatir Agam akan menyampaikan informasi penting pada sang kekasih.Dua kali Rose membangunkan Arthur namun pria itu tetap tidak bergeming."Sepertinya Papa benar-benar lelah hingga aku gerakkan lengannya saja tetap tidak bangun. Biasanya sedikit saja ada gerakan Papa pasti terbangun. Aku angkat saja kali ya telponnya, siapa tahu penting."Akhirnya Rose menerima panggilan telepon dari Agam."Hallo," ucap Rose begitu sambungan telepon terhubung."Nona, Tuan Arthur Ada? Saya ada perlu menyampaikan sesuatu dengan Tuan." Terdengar suara Ag
Terakhir Diperbarui: 2026-01-02
Anda juga akan menyukai
My Dad CEO
My Dad CEO
Romansa · Harumi
687.7K Dibaca
Dipaksa Menikahi Pangeran Kejam
Dipaksa Menikahi Pangeran Kejam
Romansa · missingty
683.2K Dibaca
Istri Tawanan CEO
Istri Tawanan CEO
Romansa · Queen Moon
676.5K Dibaca
Pejantan Tangguhku
Pejantan Tangguhku
Romansa · Saga
672.2K Dibaca
Awas, Bos Jatuh Cinta!
Awas, Bos Jatuh Cinta!
Romansa · Anggur Penghangat Bunga
668.0K Dibaca
Gairah Berbahaya sang Mafia
Gairah Berbahaya sang Mafia
Romansa · AliceLin
654.4K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status