Share

Bab 182

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-01-23 23:32:07

Di lantai tiga, Arthur berdiri di balkon yang menghadap ke arah taman bunga.

Ia sengaja langsung ke lantai tiga karena ingin menenangkan dirinya terlebih dahulu,

Tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras. Amarahnya belum sepenuhnya reda, tapi bukan pada Rose melainkan pada dirinya sendiri.

Ia tahu ia salah.

Ia tahu sikap diam dan dinginnya barusan bukan solusi. Ia terlalu terbawa oleh rasa cemburu, terlalu sibuk menahan gejolak di dadanya, sampai lupa bahwa Rose bukan perempuan yang bisa ia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 312

    "Bumil happy?" tanya Arthur saat Rose sedang menikmati es cendol dengan lahap.Mereka sedang berada di toko es buah Niagara yang dimaksud oleh Salimah. Tadi saat mereka tiba di sini, kebetulan tokonya baru saja buka. Dan mereka adalah pelanggan pertama di toko itu.Rose sendiri yang memesan es cendol karena Arthur tidak begitu suka minuman campur-campur seperti itu. Ia hanya membeli satu botol air mineral untuk menemani istrinya makan es cendol."Happy banget. Rasa es cendolnya enak. Ada campuran buah nangkanya juga jadi tambah wangi," ucap Rose sembari tersenyum. "Makasih ya sudah mau memenuhi apa yang aku inginkan.""Aku akan berusaha untuk memenuhi apa yang kamu inginkan selagi itu tidak aneh-aneh dan tidak membahayakan kesehatan kamu, Sayang. Bagaimana rasanya, sama seperti di mimpi kamu?"Rose langsung mengangguk. Rasanya memang sama seperti yang ia makan dalam mimpinya. Entah di dalam mimpinya Arthur membeli es cendol dimana, yang jelas rasanya sama persis."Sama banget, Pa. Mun

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 311

    "Pa, bangun." Rose langsung membangunkan suaminya karena saat ini ia menginginkan sesuatu yang tidak bisa ia tunda lagi.Arthur yang mendengar suara istrinya, langsung membuka matanya."Ada apa, Sayang." Suara pria itu serak khas orang bangun tidur."Bangun dulu," ucap Rose.Arthur mengucek matanya sebentar lalu ia pun bangun dari tidurnya. Pria itu duduk di samping Rose."Kenapa, Sayang?" tanya Arthur yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya. Ia tatap bare face istrinya, meski baru bangun tidur, Rose tetap terlihat cantik paripurna. Apalagi semenjak hamil, aura kecantikan istrinya semakin naik berkali-kali lipat.Sejak awal, Arthur lebih menyukai bare face istrinya. Meski mau kondisi apapun, ia tetap menyukai kecantikan Rose."Mau makan cendol," ucap Rose."Cendol?" tanya Arthur dan Rose langsung mengangguk.Semalam ia mimpi melihat suaminya membawa cendol saat pulang ke rumah. Dan saat ia makan cendol itu rasanya sangat enak. Alhasil, saat bangun tidur tadi ia langsung menginginkan

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 310

    "Hmmmm.... eegghhh...."Tidur Alana terganggu saat ia merasa ada benda kenyal sedang menyentuh wajahnya.Begitu ia membuka mata, Ken langsung menghujani wajahnya dengan ciuman."Bangun dulu, Sayang. Sudah jam lima pagi, kamu mandi dulu. Ayo kita melaksanakan kewajiban kita dulu, setelah itu kalau masih mengantuk kamu lanjut tidur," ucap Ken."Masih mengantuk, Ken. Badanku rasanya sakit semua. Kayak habis digebukin satu RT. Kamu sih semalam kayak orang maniak, nggak mau berhenti. Ini saja baru satu jam tidurnya," gerutu Alana.Gadis itu bahkan belum sadar jika saat ini selimutnya tersingkap sehingga sepasang bukit kembar miliknya terlihat jelas oleh Ken. Tampak jakun pria itu naik turun namun sekuat tenaga Ken menahan dirinya untuk tidak menyerang Alana lagi karena mereka harus segera mandi dan menjalankan kewajiban sebagai manusia kepada sang pemilik kehidupan."Ayo mandi dulu, Sayang. Kita mandi bersama agar menghemat waktu," ucap Ken.Alana langsung menggeleng karena di benaknya ti

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 309

    Tangan Alana menggapai-gapai hingga ia menemukan remote untuk mengatur suhu udara di ruangan kamar mewah itu."Sudah di atur di suhu terendah, Sayang. Panas ya?" tanya Ken saat melihat istrinya yang ingin menurunkan suhu AC.Alana mengangguk.Panas yang tercipta dari aktivitas AH dan OH yang mereka lakukan tadi ternyata sama-sama mengalirkan keringat yang berlebih pada tubuh keduanya, hingga rasanya Alana ingin berendam air dingin saat ini juga.Berada di dalam pelukan suaminya, Alana merasakan damai dan nyaman pada perasaannya.Seumur hidup untuk pertama kalinya ia merasa diinginkan begitu berlebih oleh seorang pria yang sanggup memberikan perlindungan untuknya, baik jiwa dan raga pria itu tanpa rasa takut dan was-was. Bersama pria yang sedang memeluknya ini, Alana memiliki keluarga kembali setelah kedua orang tuanya kembali pada sang pemilik kehidupan."Ken, tubuhku sangat lengket. Rasanya ingin mandi saat ini. Kamu nggak ingin mandi? Ayo mandi dulu agar kita bisa tidur dengan nyam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 308

    Ken menatap lekat mata istrinya yang masih larut dalam kubangan gairah.Sedikit mengangkat pinggul istrinya, Ken menuntun jaguarnya kembali menerobos lembah kenikmatan milik Alana.Pria itu meletakkan telapak tangan Alana pada kedua bahunya.Pemandangan yang indah pada sepasang bukit kembar yang kencang dengan ukuran yang memanjakan mata membuat mata Ken kembali lapar untuk mereguk nikmatnya.Hanya beberapa menit saja karena ketegangan yang tercipta di bawah sana tidak bisa lagi dikendalikan hingga Ken mengangkat tubuh Alana.Berulang-ulang hingga gadis itu memilih untuk mengangkat tubuhnya sendiri dan melakukan manuver di atas pangkuan suaminya.Ken mengarahkan telapak tangannya pada sepasang bukit kembar istrinya yang sudah ia klaim sebagai bagian kesukaannya dan bahkan ia sudah merencanakan setiap malam harus menikmati itu sebagai nutrisinya layaknya seperti bayi. Ken semakin memegang bukit kembar milik istrinya ketika pinggul Alana mulai bergerak di atas pangkuannya.Suara desahan

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 307

    Tubuh Ken kembali merunduk lalu pria itu mendorong pinggulnya perlahan-lahan hingga pria itu bisa merasakan jaguar kebanggaannya terdorong ke dalam, seperti melewati sebuah goa sempit yang menghimpit pusat hasratnya dalam kondisi primanya."Sayaaaang.... ouuhhhh...."Bibir Ken mengerang kembali ketika lagi lagi seperti ada gaya tarik begitu dahsyat yang membuat jaguar kebanggaannya itu terbenam sempurna di goa sempit milik istrinya.Bersama sentakan kuat yang dilakukan pinggulnya, tidak ada bagian dari jaguarnya yang berada di udara terbuka.Ken merengkuh kepala Alana untuk memberikan ciuman kilat di bibir ranum gadis itu yang sudah membuatnya candu.Pria itu kembali menegakkan tubuhnya, bersimpuh di hadapan Alana dengan kedua kaki gadis itu telah ia buka lebar-lebar.Dengan gerakan refleks, Alana mengangkat kedua kakinya, melingkari pinggul suaminya bersamaan dengan pinggul Ken yang mulai bergerak maju mundur."Aaaaahhh.... Keeenn...."Alana benar-benar merasakan sengatan atas geraka

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 71

    Sore hari kantor perlahan mulai lengang.Lampu-lampu di lorong sudah menyala otomatis karena langit Jakarta menggelap lebih cepat akibat hujan deras yang turun sejak setengah jam lalu.Rose menutup laptopnya dan merapikan dokumen di mejanya.Dari sudut lain ruangan, Arthur melakukan hal yang sama—m

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 75

    Rose merasa terombang-ambing dalam badai gairah yang begitu memabukkan. Dirinya seperti berada di tengah labirin yang sangat indah.Seperti permintaan Rose tadi menginginkan ia semakin memperdalam dorongan benda purbakalanya, pinggul Arthur terus saja bergerak memompa tubuh Rose dengan cepat, tubu

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 65

    Udara yang semakin hangat ketika cahaya pagi sepenuhnya menembus jendela villa kayu itu.Setelah sarapan sederhana yang Arthur buatkan, Rose berdiri di depan cermin besar yang ada di kamar mandi Villa kayu itu dalam keadaan yang tanpa busana karena mereka ingin mandi bersama.Ya, tanpa busana.Ya,

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 73

    Hujan turun sejak sore, menebarkan aroma tanah basah yang samar tercium sampai ke teras depan rumah besar keluarga Bramasta.Rose menyibakkan rambutnya sambil keluar dari ruang makan, menahan kantuk yang datang setelah perut kenyang oleh hidangan sederhana yang tadi ia dan Bi Arum masak bersama.Se

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status