分享

Bab 5

作者: Liam
“Nyonya, kamu gemetaran.”

Dia bisa merasakan reaksiku dan gerakan jarinya pun menjadi semakin berani.

Menggunakan ujung jarinya, dia menyentil titik paling sensitif di sana dengan sangat lembut.

“Hmm….”

Aku tak bisa menahannya lagi. Sebuah desahan manja yang sangat intim keluar begitu saja dari tenggorokanku.

Tubuhku benar-benar lemas, seperti tak bertulang, hingga aku hanya bisa pasrah dalam kendalinya.

Saraf akal sehatku benar-benar putus pada saat ini.

Rasa malu, amarah, ketidakberdayaan… semua emosi itu tenggelam dalam gelombang kenikmatan asing yang tiba-tiba menyerang.

Aku bahkan mulai menantikan, berharap dia melangkah lebih jauh lagi.

“Sepertinya nyonya sudah siap.”

Suara berat Steve terdengar di telingaku, bagaikan bisikan iblis.

Jarinya mengait tali tipis celana dalam thong yang kupakai, lalu menariknya perlahan.

Tali tipis itu tertarik keluar dari area sensitifku yang basah dan hangat, menimbulkan bunyi basah yang sangat intim.

Kemudian, dia menyampingkan kain itu.

Taman rahasiaku kini benar-benar terpampang tanpa penghalang di udara!

“Ja… jangan….” teriakku dengan reflek.

Ini adalah ketakutan yang alami, sebuah rasa takut terhadap sesuatu yang belum diketahui.

“Nyonya, aku paham.” Akhirnya, jari Steve menangkup area yang lembut dan basah itu.

“Penolakan di saat seperti ini… sebenarnya adalah sebuah izin.”

Ujung jarinya terasa kasar dan panas, mengusap dengan lembut di atas permukaan kulit yang sensitif itu.

Aku begitu tegang hingga tak berani bernapas, tubuhku kaku layaknya busur panah yang ditarik penuh.

Dengan posisi seperti ini, dia bisa saja melakukan hal itu kapanpun….

Aku berusaha sekuat tenaga untuk merapatkan kedua bokongku, menjaga satu-satunya pintu masuk yang tersisa.

Itu adalah area milik suamiku, meski dia bahkan belum pernah menyentuhnya sekalipun!

Namun, Steve tak panik sedikitpun.

Jarinya tak memaksa untuk masuk ke dalam, melainkan tetap berada di luar, bermain dan menggoda dengan teknik yang sangat lihai.

Dia seolah sudah sangat hafal dengan setiap titik sensitif di tubuhku.

Setiap tekanan, setiap remasan membuat seluruh tubuhku gemetar hebat dan nyaris kehilangan kendali.

Rasa menggelitik yang menusuk tulang itu membuat pertahananku mulai goyah dan gemetar perlahan.

“Nyonya, jangan ditahan lagi.” Dia tampaknya bisa melihat kepura-puraanku.

Dia mengangkat jarinya ke depan wajahku. Jari itu sudah basah oleh cairan bening yang berkilau di dalam ruang mobil yang remang-remang.

“Lihat, kamu sudah sebasah ini, masih mau pura-pura?”

“Nyonya, biarkan aku masuk saja….”

Dia terkekeh pelan. Setiap kalimat yang diucapkannya terus mencoba meruntuhkan sisa-sisa akal sehatku.

“Ini adalah perselingkuhan yang diizinkan oleh semua orang, ‘kan?”

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku   Bab 13

    Jelas sekali, Steve juga tak menduga akan ada perubahan rencana ini.“Iya, pergilah,” ucap Steve dingin ke arah luar pintu.Suara langkah kaki di luar pun bergegas menjauh.Ruangan itu kembali terlempar ke dalam keheningan yang mencekam.Sisa-sisa aroma intim di udara yang menggoda dan wangi dari tubuhku masih tercium dengan jelas.Aku memeluk lututku, meringkuk di sudut sofa sambil menahan tubuh yang masih gemetar pelan.Tadi benar-benar sedikit lagi….Jika Bibi Siti terlambat satu menit saja….Aku bahkan tak berani membayangkan apa konsekuensinya.Steve berdiri mematung di tempatnya selama beberapa saat, tampaknya sedang mencoba meredakan gairah yang belum sepenuhnya surut dari dalam tubuhnya.Aku bisa melihat tonjolan yang luar biasa di bagian depan celananya. Bahkan dalam pencahayaan yang remang-remang pun, itu terlihat begitu mencolok dan mengintimidasi.Setelah beberapa saat, dia baru membalikkan badannya perlahan dan menatap ke arahku.Sorot matanya terasa sangat rumit, ada gair

  • Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku   Bab 12

    Salah satu tangannya menangkup buah dadaku yang lain, meremasnya sesuka hati hingga mengubah bentuknya.Sementara tangannya yang lain bergerak menyusuri perut rataku, terus meluncur ke bawah, menyusup ke dalam area segitiga yang misterius itu.Di sana, semuanya sudah basah kuyup.“Nyonya, kamu bergairah sekali.”Dia berbisik di telingaku, sementara jarinya mulai bergerak nakal di sela-sela bagian yang basah itu.Sentuhannya membuat seluruh tubuhku lemas tak berdaya, hingga kedua kakiku reflek melingkari pinggangnya.Terhalang oleh bahan celana yang tipis, aku bisa merasakan sesuatu yang keras dan panas sedang menekan kuat tepat di pangkal pahaku.Ukuran dan hawa panas yang luar biasa itu membuatku merasa takut, sekaligus menantikannya.“Steve… aku….” Aku terengah-engah, ingin mengatakan sesuatu, tapi tak tahu harus berkata apa.“Nyonya, panggil namaku.” Dia menghentikan gerakannya, mendongak dan memaksa mataku untuk menatapnya.“Panggil aku.”Tatapannya membawa kekuatan sihir yang tak

  • Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku   Bab 11

    “Kalau begitu… mau yang lebih nyaman lagi?” Suaranya membawa godaan yang mematikan.Hatiku tersentak dan aku langsung membuka mata lebar-lebar.Ternyata entah sejak kapan, dia sudah berlutut dengan satu kaki di depan sofa. Tubuh bagian atasnya agak mencondong ke depan, membuat wajah tampannya kini berjarak kurang dari satu jengkal dariku.Tatapannya bagaikan kobaran api yang siap melahap seluruh tubuhku.“Ka… kamu mau apain?” ucapku tegang sambil berusaha memundurkan tubuh.“Mau apain?” Dia terkekeh pelan, lalu mengulurkan tangan dan mengusap pipiku dengan lembut, “Tentu saja… melakukan apa yang diperintahkan oleh Pak Freddy.”Tangannya bergerak turun dari pipi, melewati leher, hingga sampai ke tali gaunku yang sudah melorot.Menggunakan ujung jarinya, dia mengaitnya dengan pelan.‘Sret’, tali di sisi lain gaun tidurku pun ikut dilepaskan olehnya.Gaun tidur berbahan sutra yang mulus itu langsung merosot dari tubuhku dan menumpuk di pinggang.Tubuh bagian atasku kini benar-benar tereks

  • Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku   Bab 10

    Dia akan menyuruhku duduk di sofa, sementara dia sendiri duduk di atas karpet, menaikkan kedua kakiku ke atas pahanya, lalu memulai ‘pijat refleksi kaki’ yang dimaksud.Tekniknya kali ini jauh lebih berani dan lebih menggoda ketimbang saat di dalam mobil dulu.Dia tak hanya memijat telapak kakiku, tapi juga menggunakan jarinya untuk berulang kali menggelitik bagian tengah telapak kaki dan sela-sela jariku yang sensitif.Sensasi geli dan menggelitik itu berhasil membuatku selalu menekuk jari kaki tanpa bisa ditahan, membuat tubuhku menggeliat seperti seekor ular air di hadapannya.Sementara itu, gaun tidurku selalu merosot naik ke atas akibat gerakan tubuhku yang tanpa sadar, memperlihatkan hamparan kulit pangkal paha yang putih bersih.Dia akan menghentikan gerakan tangannya, mendongak, lalu menggunakan sepasang matanya yang dalam itu untuk menikmati momen hilangnya kendali diriku dalam diam.“Nyonya, tubuhmu… benar-benar semakin jujur.”Menggunakan suaranya yang serak, dia akan menguc

  • Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku   Bab 9

    Di hadapan semua pelayan, Freddy mengumumkan identitas baru Steve.“Mulai hari ini, Pak Steve akan menjadi konsultan kesehatan nyonya. Dia bertugas memelihara kondisi tubuh nyonya agar… bisa menjalani program kehamilan dengan lebih baik.”Dia mengucapkannya dengan begitu berwibawa. Para pelayan semuanya menunduk dan tak ada yang berani mendongak, tapi di tengah suasana yang mencekam itu, aku bisa merasakan prasangka dan penghinaan di dalam hati mereka masing-masing.Seketika, wajahku memucat dan memerah bergantian, rasanya ingin sekali menghilang.“Steve, mulai sekarang aku percayakan Anita padamu.” Freddy menepuk pundak Steve dengan nada bicara yang penuh kepercayaan dan harapan.“Tenang saja, Pak Freddy. Aku pasti akan berusaha semaksimal mungkin.” Steve mengangguk, tapi tatapannya melewati Freddy dan langsung tertuju padaku.Sorot mata itu masih dipenuhi keagresifan yang sama, kini bahkan ditambah dengan seulas senyuman penuh kemenangan.Seolah-olah sedang berkata, nyonya, kita bert

  • Sentuhan Terlarang Bawahan Suamiku   Bab 8

    Tangannya terasa berkerut dan dingin, sangat kontras dengan tangan besar Steve yang panas dan bertenaga.“Anita, aku tahu kamu merasa dirugikan.” Suaranya agak melunak, “Tapi, demi masa depan keluarga, ini satu-satunya jalan.”“Lihat ini, ini pesan yang baru saja kuterima.”Dia menyodorkan ponselnya ke depan wajahku.Di layarnya, tertera sebuah pesan yang dikirimkan Steve.Hanya ada beberapa kata singkat.[Pak Freddy, tugas berjalan lancar. Nyonya sangat sensitif dan juga… sangat kooperatif.]Seketika, wajahku langsung memerah sampai ke belakang telinga.Dasar bajingan!Bisa-bisanya dia melaporkan hal ini pada suamiku!Bahkan bilang aku… kooperatif?!“Bagus sekali.” Freddy tampaknya sangat puas. Dia menarik kembali ponselnya, lalu tangannya yang berada di pundakku mulai memijat dengan tekanan yang pas.“Anita, kamu melakukannya dengan sangat baik, pertahankan.”“Asalkan kamu bisa mengandung anak Steve, semua milik keluarga ini kelak akan menjadi milikmu dan anak itu.”Ucapannya bagaika

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status