LOGIN“Hm… tunggu sebentar, ah… aku ini ibumu….” Di dalam kereta saat dalam perjalanan menemui ayah, ibu tiri dibuat kewalahan olehku di tengah keramaian, hingga cairan dari tubuhnya membasahi ranjang. Karena tak ada pilihan lain, dia masuk ke dalam selimutku dan tertidur sambil memelukku erat-erat. Tubuhnya yang lembut bergoyang pelan mengikuti helaan napasnya, menggesek tubuhku. Aku yang sudah tak tahan lagi, mengulurkan tangan dan menggenggam kelembutannya, meraba dan menikmati bentuk tubuh yang selama ini selalu menghantui pikiranku. Napasnya bergetar seiring sentuhan tanganku, berselang-seling dengan rintihan dan desahan manja yang terdengar memikat. Hal itu membuat bagian bawah tubuhku semakin menegang dan mematuk tepat di area sensitifnya. Saat aku bergesek pelan karena tak mampu menahannya, dia mendesah pelan dan tubuhnya bergetar hebat. Saat itulah aku baru sadar, ternyata dia belum tidur. Aku tak bisa lagi menahan hasrat dalam diri. Aku menguncinya rapat-rapat dalam pelukan, lalu mengarahkan tangan ke area paling tersembunyinya. Bagian yang siang tadi sempat mengotori sprei, kini sudah kembali basah kuyup dan membasahi jariku.
View MoreSaat itu, ibu tiri mengira aku sudah gila dan sama sekali tak mau membantuku melampiaskannya.Namun, karena tak tahan dengan bujukan dan desakanku yang terus-menerus, akhirnya dia menarikku ke kamar mandi, menunggingkan pinggulnya, mengangkat gaun tidurku, lalu memintaku untuk melakukannya dengan cepat.“Tenang saja, bu. Aku nggak akan lama….”Dengan tak sabar, hanya beberapa kali merabanya, aku berhasil membuat ibu tiri basah. Lalu dengan cepat menyusupkan benda milikku ke dalamnya.Meski berusaha menahannya, begitu terisi penuh oleh benda milikku, ibu tiri tetap tak sanggup menahan desahannya.Lama-kelamaan, gerakan kami menjadi semakin liar.Mungkin karena pada akhirnya kami terlalu larut dalam gairah, suara yang terdengar pun menjadi semakin keras.Sampai-sampai kami sama sekali tak menyadari sejak kapan ayah sudah berada di depan pintu kamar mandi.Ibu tirilah yang menyadarinya.Saat sedang mendesah pelan sambil menunggingkan pinggulnya, dia mendongak dan menatap ke arah cermin.“
Di bawah sensasi antara tegang dan takut, bagian intim ibu terasa luar biasa rapat.Sementara aku malah menjadi sangat liar.Di depan ayah yang tertidur lelap, aku menarik ibu tiri dan dengan paksa mencoba berbagai macam posisi yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.Meski dilanda ketakutan, di bawah desakanku, ibu tiri hanya bisa pasrah dan patuh padaku.“Calvin….”Mungkin karena terlalu tegang, di tengah desahannya, ibu tiri sampai meneteskan air mata.Meski ada rasa kasihan di hatiku, sensasi menegangkan yang kurasakan jauh lebih dominan.Aku sangat menikmati kondisi ibu tiri yang begitu menggoda dalam situasi seperti ini. Aku benar-benar menikmati tubuhnya yang dewasa dan semakin ingin menguasainya secara utuh!Malam ini, kami melakukannya sangat lama. Sampai aku benar-benar kehabisan tenaga, entah sudah berapa kali ibu tiri dibuat gemetaran.Dia terbaring di samping ayah dengan kedua kaki terbuka lebar, menatapku dengan wajah merona.“Calvin… nyalimu besar sekali….”“Hanya nyal
Tindakanku yang berani ini berhasil membuat ibu tiri terkejut setengah mati.Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorongku menjauh.Namun, dia tak tahu bahwa selama beberapa hari melarangku mendekatinya, aku merindukannya sampai hampir gila!“Jangan… Calvin….”Ibu tiri terus berontak, tapi tubuhnya yang lembut sama sekali tak sanggup menahan kekuatanku.Aku menindihnya dengan kuat di atas sofa. Tanpa menunggu responnya, aku langsung mencium bibirnya yang manis dan lembut.“Hm… Calvin… hm….”Awalnya, ibu tiri menolak ciumanku dengan kuat. Namun, begitu menyadari bahwa perlawanannya sia-sia, dia seolah pasrah dan menyerah berontak.“Ibu, wangi sekali….”Aku menciumnya dari sudut bibir, hingga turun ke tulang selangkanya.Tanganku yang tadinya menahan bahunya, kini perlahan merambat ke pinggangnya.Ibu tiri memakai gaun panjang hari ini.Saat aku perlahan menurunkan gaunnya, dia baru tersadar sepenuhnya. Dia memegang tanganku, lalu menggigit bibirnya, dia menatapku dengan tatapan m
Ayah kalau sudah mabuk, paling suka mengamuk.Dia memang selalu begitu, sudah jadi kebiasaan lama.Hanya saja kali ini, pukulannya sangat keras dan makiannya pun sangat kasar.“Jangan kira aku nggak tahu! Selama aku nggak ada, kamu pasti sering menggoda pria lain, ‘kan?!”Begitu masuk pintu, sambil bersendawa, ayah mendaratkan beberapa tamparan di wajah ibu tiri.Tamparan itu terus mendarat di wajah ibu tiri, sampai-sampai ibu tiri tak punya tenaga lagi untuk menghindar.“Aku nggak ada!”Ibu tiri menangis sambil memegangi wajahnya.Karena kasihan, aku pun pasang badan dan menghalangi di depannya.Sejak kecil, aku tak punya ibu dan dibesarkan sendiri oleh ayah. Lagipula, aku ini putra satu-satunya, jadi seberapa mabukpun, dia tak akan tega memukulku dengan keras.“Ayah, jangan dipukul lagi. Ibu… sangat baik padaku. Dia nggak pernah menggoda pria lain waktu ayah nggak ada!”Aku mencoba membela ibu tiri.Sementara ibu tiri hanya bisa menangis.Ayah berdiri di depanku, menatapku dengan tat
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.