Share

14. Kenapa, sih?

Ailis tahu kalau keadaannya tidak lagi baik. Semenjak mereka berpacaran, gadis itu merasa baru kali ini Alarik marah besar padanya. Bukan marah seperti membentak atau main tangan, tidak sama sekali. Cowok itu hanya diam, dan sikap tersebut juga menakutkan.

Dari kemarin sore, sejak dia memergokinya pulang bersama Ares sampai kini di perjalanan berangkat sekolah bersama, Alarik belum berucap satu kata pun. Dalam kondisi seperti ini sulit untuk Ailis menebak apa mau dan yang sedang cowoknya itu pikirkan. Padahal gadis tersebut lebih suka terbuka. Ini menyulitkan, kan?

Apa nggak bisa mereka berperilaku normal, dan nggak buat aku pusing? batinnya.

Sampai akhirnya mobil keluarga Alarik yang mengantar mereka, tiba di depan gerbang sekolah. Lagi, tanpa bic

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status