Share

Makan Siang Penuh Sandiwara

Author: Jannah Zein
last update Last Updated: 2026-01-13 13:22:50

Bab 55: Makan Siang Penuh Sandiwara

Meja makan besar di ruang makan utama terasa tegang, meskipun hidangan capcay telur puyuh dan ayam kecap yang mengepul tampak menggiurkan. Nasi hangat mengepulkan uap tipis-tipis.

Ternyata bi Siti memang pandai memasak, dan sesuai dengan instruksinya. Ratih sudah mencicipi sedikit sebelum menuangkan lebih lanjut ke piringnya. Perempuan itu sesekali mengusap perutnya. Rasa pegal di pinggang kadang terasa, apalagi kaki dan betisnya mulai sedikit bengkak.

Ratih, Vina, dan Alma duduk bersama, sebuah pemandangan langka yang dipaksakan oleh situasi baru. Namun, itu adalah keharusan. Ratih dan Vina harus melewati sesi perkenalan ini sebelum akhirnya bermain lebih jauh.

Bi Siti berdiri di dekat meja, siap melayani, mengamati dinamika baru di rumah itu dengan cermat.

"Wah, Bi Siti masakannya enak sekali! Ratih, kamu beruntung banget punya suami yang pengertian begini, sampai nyiapin juru masak hebat kayak Bi Siti," puji Vina dengan nada yang dibuat-buat cer
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Suara Azan dan Sumpah Sang Penguasa

    Bab 60: Suara Adzan dan Sumpah Sang PenguasaSuara tangisan kecil pecah di ruang operasi yang dingin. Melengking, namun terdengar lemah, seolah bayi itu pun merasakan perjuangan hidup dan mati ibunya. Dokter Harto segera menyerahkan bayi merah yang masih berlumuran darah itu kepada tim dokter spesialis anak.Melvin, dengan dada yang bergemuruh, mengikuti langkah suster ke ruang resusitasi bayi yang berada tepat di sebelah ruang operasi. Di sana, bayi perempuan yang mungil itu diletakkan di bawah pemanas. Melvin mendekat, matanya berkaca-kaca melihat garis wajah bayi itu—sebuah perpaduan antara ketegasan Bima dan kelembutan Ratih.Pertahanan Melvin runtuh seketika. Anak ini adalah pengikat, bagaimanapun situasi hubungan kedua orang tuanya. Serumit apapun hubungan Bima dan Ratih, nyatanya mereka masih suami istri.Dia cuma orang luar yang mencoba mencari celah untuk masuk, sama seperti kakaknya. Tapi gagal. Cinta boleh cinta, tapi nyatanya takdir tidak berpihak kepadanya. Bagaimana bis

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Taruhan Nyawa di Meja Operasi

    Bab 59: Taruhan Nyawa di Meja OperasiDi ruang rapat lantai 20 gedung Chandrawinata Tower, suasana yang semula tenang mendadak pecah. Ponsel pribadi Bima yang tergeletak di atas meja kayu jati itu bergetar hebat. Nama "Vina" menyala di layar. Bima mengernyit, ia tahu Vina tidak akan meneleponnya di jam kerja kecuali terjadi kiamat kecil di rumahnya."Maaf, interupsi sebentar," ujar Bima dingin kepada para kolega bisnisnya. Dia berbalik menuju meja kayu jati di samping tempatnya berdiri, tempat asisten pribadinya sedang duduk sembari memantau jalannya pertemuan.Dia meraih benda pipih itu penuh ketergesaan. "Ada apa, Vina? Aku sedang sibuk!""Mas Bima! Ratih... Ratih pendarahan hebat! Dia jatuh, Mas! Sekarang kami sudah sampai di Rumah Sakit Medika!" Suara Vina terdengar pecah di antara isak tangisnya.Jantung Bima seakan berhenti berdetak sesaat. Wajahnya yang semula kaku kini memucat. "Bagaimana bisa?! Saya sudah bayar orang untuk menjaganya!""Inara datang ke sini dan membuat kerib

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Tragedi Di Ambang Pintu

    Bab 58: Tragedi di Ambang PintuTaksi yang membawa Inara berhenti tepat di depan gerbang tinggi perumahan elit The Royal Residence. Begitu turun, Inara langsung melangkah menuju Blok A Nomor 1. Sebuah rumah megah dengan arsitektur modern minimalis berdiri angkuh di sana.Perasaannya campur aduk. Geram, sakit hati, sekaligus iri. Seharusnya dia lah yang ada di rumah itu, bukan Ratih. Inara tidak habis pikir, kenapa Bima akhirnya berubah pikiran, padahal dulu dia tak menerima kehamilan Ratih.Itu yang membuat Inara merasa percaya diri. Apa mungkin Bima berubah karena provokasi dari keluarganya?Ah, tidak mungkin!Ratih tidak pernah di anggap penting oleh keluarga Chandrawinata, kecuali Oma Trisna. Hanya perempuan lanjut usia itu yang menyayangi Ratih. Dan kini Oma Trisna sudah meninggal dunia. Harusnya Ratih juga di depak dari keluarga itu, bukannya malah di anggap ratu.Atau jangan-jangan Bima sudah sudah mulai jatuh cinta dengan Ratih?!Itu kemungkinan paling pahit, tapi boleh jadi

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Ambisi Dan Benang Kusut

    Bab 57: Ambisi dan Benang Kusut"Dari mana Kakak tahu soal Ratih?" Melvin tersentak, tangannya gemetar hingga isi kaleng minumannya nyaris tumpah ke sofa baru yang mahal itu. Matanya menatap Inara dengan penuh selidik dan kecurigaan yang mendalam.Inara tertawa sumbang, tawa yang menyimpan kepahitan sekaligus kebencian yang mendarah daging. "Tahu dari mana?" Sepasang matanya menyoroti sang adik, sembari terus melanjutkan ucapannya. "Melvin, wanita itu adalah alasan kenapa hidupku hancur! Dia istri Adhyaksa Bima Sakti Chandrawinata, pria yang seharusnya menikahiku kalau saja dia tidak mendadak berubah pikiran demi bayi di rahim perempuan itu!"Kali ini Melvin benar-benar melepaskan minuman kaleng dari genggamannya. Dia menaruhnya di meja dekat sofa, lalu memutar tubuhnya, menghadap pada sang kakak"Jadi... Bima itu pria yang selama ini kamu bangga-banggakan? Pria yang kamu bilang akan menjadikanku adik ipar konglomerat?!" Nafas Melvin sedikit terengah. Dia sangat terkejut. Namun malah

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Benang Merah Yang Tersembunyi

    Bab 56: Benang Merah yang TersembunyiLayar televisi di kamar Ratih menyala, menampilkan kerumunan wartawan yang memadati pelataran pengadilan. Di tengah kepungan lampu flash, sosok Lukas berdiri tegap dengan setelan jas hitam yang rapi. Wajahnya tenang, kontras dengan narasi presenter berita yang menggebu-gebu.Ini kasus besar, yang menyita perhatian semua orang di negeri ini, mengalahkan kasus politik atau berita bencana banjir di ujung barat negeri ini. Sebagian pengamat bahkan bilang, jika kasus ini sengaja di buat viral, agar perhatian masyarakat bisa teralihkan.Seorang pria muda dengan kemeja putih polos dan celana bahan berwarna hitam berada di sampingnya. Wajah polosnya tak bisa menyembunyikan ekspresi bingung dan resah. Dilihat sekilas saja, dari gerak geriknya dan caranya berbicara, jelas pria ini bukan pelaku. Dia korban salah tangkap dan sasaran.Sementara pelaku sebenarnya?Entahlah. Pantas jika Lukas dan tim membela mati-matian, mereka mengajukan gugatan pra peradilan

  • Setelah Menceraikanku, Dia Merayakannya    Makan Siang Penuh Sandiwara

    Bab 55: Makan Siang Penuh SandiwaraMeja makan besar di ruang makan utama terasa tegang, meskipun hidangan capcay telur puyuh dan ayam kecap yang mengepul tampak menggiurkan. Nasi hangat mengepulkan uap tipis-tipis. Ternyata bi Siti memang pandai memasak, dan sesuai dengan instruksinya. Ratih sudah mencicipi sedikit sebelum menuangkan lebih lanjut ke piringnya. Perempuan itu sesekali mengusap perutnya. Rasa pegal di pinggang kadang terasa, apalagi kaki dan betisnya mulai sedikit bengkak.Ratih, Vina, dan Alma duduk bersama, sebuah pemandangan langka yang dipaksakan oleh situasi baru. Namun, itu adalah keharusan. Ratih dan Vina harus melewati sesi perkenalan ini sebelum akhirnya bermain lebih jauh.Bi Siti berdiri di dekat meja, siap melayani, mengamati dinamika baru di rumah itu dengan cermat."Wah, Bi Siti masakannya enak sekali! Ratih, kamu beruntung banget punya suami yang pengertian begini, sampai nyiapin juru masak hebat kayak Bi Siti," puji Vina dengan nada yang dibuat-buat cer

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status