Share

Bab 08

Penulis: Lord Leaf
Di pagi hari berikutnya, Claire menyiapkan dokumen proposal yang telah disiapkannya semalam dan berangkat menuju Emgrand Group dengan suaminya Charlie.

Di depan gedung 100 lantai, Claire mendadak merasakan keraguan.

Bagaimana sebuah perusahaan besar seperti Emgrand akan bekerjasama dengan keluarga Wilson? Belum lagi, target mereka adalah kontrak yang bernilai 30 juta dolar.

Ini sama saja seperti pengemis yang mendekati seorang kaya-raya dan meminta 30 juta dolar, hal ini sungguh konyol.

Tapi, ia telah berjanji kepada neneknya dan menerima tugas ini di depan anggota keluarga lainnya, jadi ia harus melakukannya apa pun yang terjadi.

Merasakan kegelisahan istrinya, Charlie memeluknya dengan lembut dan berkata, “Sayangku, jangan khawatir, pergilah, kamu pasti berhasil. Percayalah kepadaku.”

Claire lalu menghela napasnya dan berbicara pelan. “Baiklah, semoga saja sesuai dengan apa yang kita harapkan! Tunggu aku di sini.”

Ia mengambil napas panjang dan berjalan melewati pintu.

Saat ia memperhatikan istrinya memasuki gedung. Charlie mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Doris.

“Doris, istriku sedang menuju ke atas dan menemuimu saat ini. Kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan!”

“Baik, Tuan Wade. Jangan khawatir, saya akan memenuhi semua permintaan Nona Claire.”

“Lalu, aku mendengar Emgrand Group memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Jones, apakah itu benar?”

“Benar, kita memang melakukan beberapa proyek dengan mereka, ada yang sudah selesai dan ada yang masih berlangsung. Dan mereka ingin bekerjasama lagi dengan kita dalam mega proyek terbaru dan telah mengirimkan proposal beserta material untuk kita tinjau. Tapi, semua itu tergantung Tuan Wade.”

Charlie berbicara dengan nada ketus. “Aku tidak ingin keluarga Jones terlibat dalam proyek baru dan semua proyek yang akan datang.”

“Baik, jangan khawatir, saya akan lakukan sesuai perintah Anda!”

***

Sementara itu, Claire berjalan memasuki gedung perkantoran Emgrand Group dan menunggu janji bertemu di meja resepsionis. Ia bahkan tidak mengetahui mengapa Doris Young seorang Wakil Presiden perusahaan Emgrand Group ingin menemuinya.

Tidak lama kemudian, seorang asisten wanita yang anggun mendekati dan menyapanya. “Hai, apakah Anda Nona Claire Wilson? Nona Young sedang menunggu Anda di ruangannya, silakan ikuti saya.”

Claire mengangguk dalam keadaan bingung. Ia sedang menunggu giliran pertemuannya. Lalu, bagaimana Nona Young tahu ia ada di sini dan memanggilnya untuk ke ruangannya?

Apakah sebenarnya Doris Young sudah tahu kalau ia akan datang?

Semua tidak masuk akal, bagaimana seseorang yang penting seperti Doris Young tahu tentang dirinya?

Ia tidak bisa menemukan jawabannya, meskipun begitu, ia berpikir untuk mengambil kesempatan ini. Claire dengan cepat mengikuti asisten tesebut dan ia di arahkan langsung menuju ruangan Doris.

Doris langsung berdiri dari kursinya dan menyapa Claire dengan hormat. “Hai, Nona Wilson, saya Doris Young, Wakil Direktur dari Emgrand Group, senang bertemu dengan Anda.”

Claire terlihat sedikit gugup saat bertemu dengan wanita pebisnis yang paling terkenal di Aurous Hill. Saat ia berbicara, suaranya terdengar bergetar tapi ia mencoba untuk tetap tenang. “Halo, Nona Young, terima kasih sudah bersedia bertemu dengan saya. Saya di sini ingin membicarakan mengenai proyek hotel. Walaupun Wilson Group tidak sebesar dan sekuat perusahaan lain, saya pastikan kepada Anda bahwa kami akan bekerja sangat keras dan akan menciptakan reputasi positif dalam industri desain dan interior!”

Ia menyerahkan sebuah dokumen dan melanjutkan pembicaraannya. “Nona Young, ini portfolio Wilson Group, silakan dilihat.”

Doris tersenyum dan mengambil dokumen itu dari tangannya. Setelah melihat dokumen itu sebentar, ia segera berbicara. “Nona Wilson, saya telah membaca dokumen Anda. Saya pikir Anda adalah partner yang sempurna bagi kami.”

“Benarkah? Anda sungguh-sungguh?” Claire tampak kebingungan. Kenapa semua terjadi sangat cepat? Sangat mudah?

Doris berkata sambil tersenyum. “Tentu, saya akui Wilson Group tidak memenuhi kualifikasi dan kebutuhan kami, tapi Presiden kami sangat mempercayai Anda dan ingin mencobanya.”

“Direktur Anda?” Claire berkata dengan nada terkejut, lalu bertanya, “Boleh saya tahu, siapa Direktur Anda?”

Doris tersenyum tipis. “Direktur kami adalah Tuan Wade dari EastCliff.”

“Tuan Wade?”

Claire mulai berada di dalam kebingungan. “Sepertinya saya tidak mengenal orang lain dengan nama Wade, kecuali suami saya.”

Doris mengangguk dengan pelan. Charlie telah memerintahkannya untuk menutupi identitasnya, jadi dia tidak bisa berbicara banyak.

Selain Charlie Wade, Claire tidak mengenal orang lain dengan nama keluarga Wade, tapi ia tetap tidak bisa menebak, karena suaminya yang tidak berguna itu seorang yatim-piatu, tidak mungkin Tuan Wade yang dimaksud.

Kemudian, Doris menambahkan. “Nona Wilson, saya melihat di proposal Anda bahwa penawaran Anda untuk perjanjian kontrak ini senilai 30 juta dolar?”

Claire menganguk dan bertanya dengan ragu, “Apakah itu terlalu besar?”

Doris tersenyum dan menjawab. “Oh, tidak, bahkan itu di bawah dari apa yang kami anggarkan.”

Claire mengerutkan dahinya penuh dengan rasa ingin tahu. “Apa maksudnya?”

“Direktur meminta kami untuk menaikkan nilai penawaran menjadi 60 juta dolar.”

Di tengah pembicaraan, Doris mengambil sebuah kontrak dan menyerahkannya kepada Claire. “Lihatlah, kami telah membuat sebuah kontrak dengan nilai 60 juta dolar. Jika Anda tidak berkeberatan, Anda bisa menandatangani kontrak tersebut sekarang.”

“Hah? Ini…“

Claire terperanjat, penuh dengan kebingungan.

Dia tidak pernah menyangka, bahwa Emgrand Group yang tampak tidak tersentuh oleh Wilson Group, sudah menyiapkan kontrak!

Ditambah lagi, nilainya menjadi dua kali lipat!

Target Nenek sebenarnya 30 juta dolar untuk proyek ini, tapi di dalam kontrak tertulis dengan jelas 60 juta dolar!

Tiba-tiba, ia teringat suaminya, dengan serius dan yakin meminta dia untuk menerima tugas itu di pertemuan keluarga kemarin malam.

Kenapa ia begitu percaya diri?

Saat mereka berada di depan gerbang gedung Emgrand Group, dia merasa sangat ragu dan pesimis, tetapi suaminya terlihat positif dan yakin.

Apakah sebenarnya dia sudah tahu tentang semua ini?

Siapa dia sebenarnya…
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (4)
goodnovel comment avatar
이맘씨
jelas jelas suami nya yg punya prusahaan msh piceeek juga udh tau nma belakang sama kokkk picekkk picek matamu
goodnovel comment avatar
Valkyrie Tam
Claire 👩‍💼apakah ini prank 🤔
goodnovel comment avatar
afizkaz 1623
Kenapa harus malu jadi orang miskin? Yang mesti malu itu sudah miskin, tapi berlagak sok kaya dan banyak gaya..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6944

    Charlie berseru terkejut, "Kamu tahu?"Nanako tersenyum balik pada Charlie. "Tanya adalah artis yang cukup berpengaruh dan memiliki banyak penggemar. Setiap konser yang diadakan selalu penuh dipesan, dan selalu ada penggemar yang harus terbang dari negara lain.""Bahkan diduga bahwa setiap negara tempat dia mengadakan konser akan melihat pertumbuhan PDB fraksional, dan sahabat baik aku di Tokyo juga mengundangku ke konsernya. Tapi aku bilang tidak bisa, karena aku ingin lebih fokus pada latihanku."Berhenti sejenak, dia kemudian bertanya, "Tapi aku pikir Anda bukan orang yang suka hal-hal populer. Bolehkah aku berasumsi bahwa Anda akan pergi sebagai pendamping untuk istri Anda?"Charlie mengangguk, mengakui hal itu saat ini juga. "Sahabat Claire juga penggemar Tanya, dan temannya berhasil mendapatkan tiket untuk Tur Tokyo, jadi dia mengundang kami semua."Nanako tersenyum. "Kalau dipikir-pikir, sudah lama sekali aku tidak kembali ke Jepang … aku belum pernah pergi selama ini, mesk

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6943

    Nanako belum kembali ke Jepang sejak pindah ke Aurous Hill bersama ayahnya.Charlie telah berjanji untuk melihat perubahan musim di Jepang bersamanya, tetapi dia tidak bisa menepati janjinya, jadi Nanako akhirnya memutuskan untuk tinggal di Aurous Hill.Meskipun demikian, karena dia akan pergi ke Tokyo keesokan harinya, dia memutuskan untuk memberi tahu Nanako.Sejak Nanako mencapai pencerahan, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Champs Elys, di mana tempat itu tenang dan aman dari gangguan selama kultivasi.Setelah vila-vila itu diambil alih, Charlie memberinya satu, dan dia menghabiskan hampir setiap hari untuk berlatih, sementara sesekali turun gunung untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya di Elit Thomson.Setelah Charlie meninggalkan tempat Ruby, dia menelepon Nanako dan berkendara ke vilanya setelah mengetahui bahwa Nanako juga ada di sana.Nanako sangat gembira mendengar bahwa Charlie datang dan mengenakan kimono merah muda sambil menunggunya.Udara di perbukitan

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6942

    Meskipun demikian, Ruby berlapang dada terhadap prospek kematian, dan dia tidak menyalahkan Charlie karena menyerah.Dia berniat untuk tetap berada di Vila Champs Elys, menjalani sisa hari-harinya berkultivasi dalam pengasingan. Ketika saatnya tiba dan Charlie masih belum bisa menyelamatkannya, dia hanya akan pindah serta menemukan padang rumput yang tenang dan indah di mana dia akan menunggu kematian.Pada satu titik, dia memang mempertimbangkan untuk bunuh diri melawan Perkumpulan Penyingkiran Qing—jimat di kelenjar pinealnya, yang dilemparkan oleh Fleur, siap untuk menghancurkan diri sendiri. Meskipun itu menjadi bom waktu berjalan, ini juga berarti dia memiliki senjata yang berguna melawan Perkumpulan Penyingkiran Qing.Tetapi setelah menenangkan diri dan menyusun strategi dengan pengetahuannya tentang Perkumpulan Penyingkiran Qing, dia tahu dia tidak punya kesempatan untuk bertemu Fleur—semua kemarahan dan balas dendamnya hanya akan berujung pada beberapa Griffin yang mati, dan

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6941

    Melihat ibunya ingin ikut, Claire dengan cepat berkata, "Tidak, Bu, kami pergi ke Tokyo karena Loreen mendapatkan tiket konser dan mengundang Charlie serta aku untuk pergi.""Konser ...." gumam Elaine, sedikit kecewa. "Ugh, tidak tahan dengan hal-hal seperti itu. Semua suara keras itu selalu membuatku sakit kepala .…"Meski begitu, dia tidak pernah putus asa, dia dengan cepat pulih dan bertanya, "Nah, bagaimana kalau begini, Claire? Aku ikut, tapi kita akan berbelanja saat senggang. Dan saat kalian menghadiri konser, aku akan menunggu di hotel."Kemudian, matanya melebar saat dia teringat. "Oh, itu mengingatkanku—jika Loreen ikut denganmu, dia harus menginap di kamar sendirian, kan? Jadi, kenapa aku tidak berbagi kamar dengannya, dan kau bisa bersama Charlie? Kita akan menghemat uang untuk akomodasi!"Claire mendesah lelah. "Kumohon, Bu. Loreen yang mengatur perjalanan, bukan aku. Apa yang akan dia pikirkan jika aku membawamu ikut? Dan itu normal bagi orang untuk menginginkan satu

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6940

    Charlie sedikit penasaran, karena mertuanya adalah musuh bebuyutan dan jarang bepergian bersama.Loreen, melihat Cullinan, dengan cepat berkata, "Oh, orang tuamu sudah datang, Claire! Aku akan menyapa mereka."Saat Cullinan berhenti dan Jacob serta Elaine turun, Loreen tersenyum pada mereka, "Halo, Tuan dan Nyonya Wilson!"Elaine tersenyum ketika melihat siapa itu. "Oh, Loreen! Kapan kamu datang?""Baru saja," jawab Loreen. "Aku ingin bicara sebentar dengan Claire, tapi aku harus pergi sekarang.""Oh, kenapa terburu-buru?" tanya Jacob, "Masuklah dan minum teh sebelum kamu pergi.""Terima kasih, Tuan Wilson," Loreen tersenyum, menggelengkan kepalanya. "Aku masih sibuk, harus segera pergi! Sampai jumpa lain waktu!"Baik Jacob maupun Elaine melambaikan tangan dengan gembira, dan ketika mereka berbalik, barulah mereka melihat Charlie, yang berdiri di ambang pintu.Elaine segera berteriak kegirangan, "Bagus! Selamat datang di rumah, Nak! Kuharap kamu menghasilkan banyak uang!"Clai

  • Si Karismatik Charlie Wade   Bab 6939

    Dengan kata-kata itu, Loreen menoleh ke Charlie dan bertanya, "Jadi, apakah kamu ada waktu selama beberapa hari ke depan? Kita bisa terbang, beristirahat dulu sesampai di sana, pada hari keduanya melihat konser, dan kemudian jalan-jalan pada hari ketiga. Kita bisa kembali setelah bersenang-senang."Charlie mengangkat bahu dan menoleh ke arah Claire, "Bagaimana menurutmu?"Claire sedikit cemberut. "Aku sebenarnya juga penggemar Tanya, dan aku belum pernah menghadiri konsernya. Ini kesempatan langka, jadi kenapa kamu tidak ikut dengan kami?"Melihat Claire benar-benar antusias, Charlie mengangguk tanpa ragu. "Baiklah, kalau kamu bilang begitu.""Hebat!" Loreen bersorak gembira bahkan sebelum Claire sempat. "Aku akan pesan penerbangan dan hotelnya!"Charlie menggelengkan kepala. "Jangan, kamu sudah memberi kami tiket VVIP itu. Biar aku yang atur penerbangan dan penginapan."Loreen menatapnya menyamping sambil bertolak pinggang. "Ayolah, Charlie. Jangan sungkan. Jadilah teman!"Char

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status