LOGINShe is a young flight attendant on the run from her past and he is a perfect mafia king, who runs the whole of New-York. He is a businessman by day and a killer by night. Aria walks into Adrian's his life like a breath of fresh air and the more he sees her the more he wants her, in every way possible. Aria has no idea what she is getting herself into once again, but the more she sees him the more she realises that there is more to him then that which meets the eyes. She is known for attracting all the wrong kind guys but would it be different this time with Adrian Maybe? With their huge age gap and different lifestyles, would their love be worth fighting for till the end of time or will their differences get the better of them?
View More“Ahhh … pelan-pelan, Johan ….”
Suara Jenna membuat Elena terbangun. Elena membuka mata perlahan dan lagi-lagi pandangannya kabur. Namun, pendengaran Elena sangat jelas saat ini.“Ough … kau sangat menggairahkan, Sayang. Bercinta denganmu di depan istriku sangat menegangkan dan membuatku semakin bersemangat.”Meskipun tak dapat melihat dengan jelas, Elena langsung tahu jika Johan dan Jenna sedang bicara di tak jauh darinya. Mereka mendesah, mengerang, dan mengucapkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan antara kakak dan adik ipar.Elena mengerjapkan mata berulang-ulang. Dia harus melihat langsung, apakah suara-suara itu hanya imanjinasinya atau realita?Jantung Elena berdetak sangat cepat tatkala melihat samar Jenna dan Johan tanpa busana. Di ujung ruangan, Jenna menunduk bersandar di sofa dan memunggungi Johan yang sedang melakukan penyatuan dengannya.‘Tidak mungkin … aku pasti hanya mimpi ….’Elena memejamkan mata dengan kuat, lalu membuka mata lebar. Penglihatannya menjadi semakin jelas.Air mata mulai merembes dan membasahi pipi. Yang Elena dengar dan samar-samar dilihatnya tadi, ternyata bukanlah mimpi.Johan dan Jenna berselingkuh di belakangnya. Mereka bercinta setiap saat, bahkan di saat Elena masih sadar. Karena ketidakmampuan Elena menggunakan panca indranya dengan sempurna, tak ada ketakutan bagi mereka setiap kali melakukan hubungan terlarang di depannya.“J-Johan ….” Elena ingin meneriakkan nama Johan, tetapi hanya bisikan yang keluar dari mulutnya.Akan tetapi, suara isak tangis Elena terdengar di telinga Johan. Dia melirik singkat ke arah Elena yang jelas-jelas sedang melihatnya.“Istriku sudah bangun. Mari kita selesaikan dengan cepat, Sayang!”“Ahh … menyebalkan! Mengganggu kesenangan orang saja!”Mereka tak tahu jika Elena dapat mendengar dan melihat perbuatan hina itu. Suara desahan keduanya semakin nyaring tertangkap gendang telinga Elena.Hati Elena begitu sakit tak tertahankan. Ingin berteriak pun tak dapat dia lakukan.Jantungnya terasa diremas-remas tatkala Johan dan Jenna yang telah berpakaian lengkap mendekat ke arahnya. Deru napas Elena semakin cepat karena kesulitan bernapas.Rongga dada Elena kian memanas. Rasa sakit itu kambuh lagi, bercampur dengan luka di hati.“Sayang, kenapa kau menangis?” Johan mengusap air mata di pipi Elena.Elena ingin sekali menyingkirkan tangan kotor sang suami yang masih tercium aroma percintaan dengan wanita lain. Namun, tangannya hanya dapat meremas seprai. Cengkeraman pada seprai berangsur mengendur seiring dengan otot-otot di tubuhnya yang kembali melemah.“Ambilkan kakakmu obat, Jenna. Elena pasti mimpi buruk lagi.”‘Tidak! Aku tidak sedang mimpi buruk! Kau jahat, Johan! Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?!’Air mata Elena berderai kian deras. Johan berusaha untuk membuat istrinya tenang dan berhenti menangis.Jenna pun kembali bersama Anna dengan membawa obat. Elena menatap pilu sang ibu tiri. Apakah Anna tahu perselingkuhan Johan dan Jenna? Ataukah dirinya hanya bermimpi seperti kata Johan?Elena tak tahu batas alam sadarnya sendiri.Dia ingin mengadukan apa yang baru saja dilihatnya kepada sang ibu tiri. Berharap jika dia akan mendengar bahwa Johan tak mungkin berselingkuh darinya.Namun, Anna justru mengatakan sesuatu yang membuat Elena tercengang, “Kalian bodoh sekali! Banyak kamar di rumah ini … kenapa harus bercinta di kamar Elena?! Kau juga, Johan! Tahan nafsumu itu! Mama selalu melihat kalian bermesraan di mana saja tanpa kenal waktu!”‘Mama juga tahu? Ada apa ini sebenarnya? Apakah karena aku tidak bisa melakukan kewajibanku sebagai seorang istri?’“Jenna yang menggodaku, Ma. Aku mana tahan ….” Johan terkekeh pelan.“K-kenapa?” Hanya satu kata yang terucap dari mulut Elena. Kenapa mereka setega itu padanya?Johan, Jenna, dan Anna yang sebelumnya sedang bercakap-cakap, terdiam dan menghadap ke arahnya. Sorot mata ketiga orang itu tak menunjukkan kepedulian pada Elena sedikit pun.“Apa … aku … mimpi buruk … lagi?”Johan membuang napas kasar. “Tidak, Sayang, kau tidak pernah bermimpi buruk. Ini sangat nyata.”“Johan!” sergah Anna.“Sudahlah, Ma, biarkan Elena tahu semuanya. Tidak baik menyembunyikan sesuatu dari orang sekarat,” ujar Johan tanpa perasaan, “lagi pula, lihatlah kondisinya sekarang. Hidungnya sudah mengeluarkan darah. Sebentar lagi, dia pasti akan mati.”Elena menangis tanpa suara tatkala ketiga orang yang disayanginya bersahut-sahutan menjelaskan semua situasi dengan nada sinis. Termasuk alasan Johan menikahi dirinya.Dia tak pernah menyangka, Johan hanya berpura-pura mencintainya selama ini agar dapat menikah dengannya. Mereka bertiga bekerja sama menipu Elena untuk mendapatkan warisan William Forbes, ayahnya.“Jika kau mati, semua harta Papa William akan jatuh ke tanganku, Elena. Kau tidak perlu khawatir, aku akan menggunakan harta peninggalan papamu tersayang dengan sebaik-baiknya,” bisik Johan sambil mengusap puncak kepala Elena.“Aku juga akan menjaga suamimu dengan baik, Kakak,” cibir Jenna dengan seulas senyuman, “ups, salah … Johan memang kekasihku sejak awal. Aku hanya meminjamkan Johan padamu sebentar.”“Ayahmu keterlaluan sekali, bukan? Dia tidak meninggalkan apa pun untukku dan Jenna,” sahut Anna.
Elena menggeleng-geleng lemah. Tidak … dia tidak boleh mati dan membuat para pengkhianat itu menang! Bagaimanapun caranya, dia harus tetap hidup!Namun, semua itu hanya harapan Elena. Johan tiba-tiba menangkup pipi Elena dengan kasar.Anna memasukkan dua pil merah ke mulutnya dengan paksa. Jenna juga membantu dengan menuangkan air mineral sampai masuk ke mulut dan lubang hidung Elena.Elena sekuat tenaga ingin memuntahkan racun yang selama ini disangkanya sebagai obat penawar. Namun, ketiga orang itu tak membiarkan Elena melawan.Dalam hitungan detik, dada Elena kian memanas. Napasnya pun terputus-putus sehingga dia harus bersusah payah meraup udara melalui mulut.Akan tetapi, semua sia-sia ….Rasa sakit di sekujur tubuhnya semakin terasa. Otot-ototnya menegang dari kaki, lalu menjalar hingga ke bawah kepala.Elena tak bisa bernapas! Sesaat kemudian, kegelapan menyelimuti dirinya.FOURTEEN YEARS LATER. “This cake is delicious mom” Aria and Adrian’s youngest daughter Angelina said as she sat at the counter and licked her fingers. Aria was busy cooking in the kitchen as today was the day Chase was returning home after spending the last few years in the middle east where he had been busy setting up some new hotels and overlooking some other new projects. If anyone thought that Adrian had done a good job at taking the Delgado name to the top than they clearly didn’t know what Chase was capable of, as not only did he take the company to the highest it had ever been, but he had also expanded it out worldwide, making sure every person of status and power out there knew their name. Adrian had raised the perfect son, who was not only intelligent and loyal, but also extremely dangerous when he needed to be. The Delgado’s were all looking forward to his return and to celebrate Aria had invited all of her and Adrian’s close friends and family over for dinner as she
Aria and Adrian both flew over to North Carolina as quickly as they could and much to their dismay, they found out that Weston had suffered from a fatal gunshot wound to his chest with the bullet narrowly missing his vital organs. He had survived but was put in a medical induced coma to rest his body and mind. The next twenty-four hours were very critical, and all the close family members were told to prepare themselves for the worst, as his current statistics weren’t looking very good. Adrian held Aria in his arms and tried his best to console her as she cried uncontrollably, “Wake up dad please, we can’t lose you” she said as she took hold of Weston’s hand and kissed it softly, feeling helpless and weak. Nate was hugging Gabriella who was upset but trying her best to be as strong as she could. “Everything will be ok mom, dad will pull through” he said confidently before he kissed her on the top of her head softly. Adrian had called all the best surgeons of the city to tr
Aria felt her pretty eyes widen the moment she saw both Adrian and Hunter go for each other and throw punches. Hunter was faster but Adrian was more rougher,“You want to know the truth, here I’ll tell you everything, yes it was me who got someone to kill your mother, I was also the one who got rid of Rosalina and the reason I took up the job of becoming your woman’s bodyguard was because I wanted her dead. I wanted her to suffer the way she made me suffer, its only a matter of time before she will do the same with you as she did to Rylan” Hunter said to Adrian loudly as they both fought each other to the ground. Adrian punched him on the nose as hard as he could and watched the blood splatter out from it, “I should have never trusted you and let you in to my circle, Aria was right about you from the very beginning, you were nothing but a waste of space” he said before he punched him again, not giving him enough time to fight back. Aria walked over to them both and looked down at A
It was two hours later, and Aria was patiently waiting for Hunter to arrive. She took a deep breath and quietly paced around the back garden, thinking as much as she didn’t want to see him or touch him, she needed to do this for herself and all her and Adrian’s loved ones who had suffered at his hands. She had rang him and told him to come over as she wanted to talk to him about something important. Hunter was a bit hesitant at first but agreed when she told him that Adrian wasn’t home, and she could do with some company. He knew it sounded too good to be true but decided to go anyways as he had been meaning to get her alone and what better way to do it then at her own house. Aria felt her heart skip a beat the moment her phone beeped, and she realised he was here. She was looking out at the swimming pool in front of her when she heard footsteps.She turned around slowly and looked at Hunter who was dressed more casually than normal. He walked over to her and looked down at her wit
It was the following day and Adrian had been so caught up with work that he had no time to talk to Aria or ask her why she didn’t come to his office. Jared had told him that he had dropped her off home but didn’t give him any more details. Aria had switched off her phone and spent the day alone in h
A week had passed since that evening on the balcony. It was just after ten in the morning and Aria was sitting on her bed waiting for the result of the pregnancy test, she had just taken. She was supposed to start her periods a few weeks ago and when she hadn’t, she decided to do the test and finall
Aria tied all her long curly hair up in a ponytail and looked at Adrian as he made himself comfortable on her bed. “I got you some food” he said as he put the small brown bag on her bedside table, trying his best to knock over any of the candles that she had on. The room smelt good and looked cosy.
Adrian turned around slowly and looked at Aria with a serious look on his face, thinking she had no idea how much danger she had put herself into by walking into the building. “I told you to wait in the car” he said quietly yet clearly. Karl looked up at him and smirked, “So, this is your girl, she’
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore