Share

04

Penulis: Ramdani Abdul
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-04 22:18:26

Morgan pergi ke sebuah kawasan khusus pertokoan mewah. Mobil-mobil mewah terparkir di sisi kiri dan kanan jalan. Orang-orang berpakaian modis bersama para pengawal mereka terlihat masuk dan keluar toko. Kawasan ini terlihat sangat indah dan nyaman dari berbagai sisi.

“Baiklah, ke mana aku harus pergi sekarang?” Morgan mengamati satu per satu toko di sekelilingnya. “Aku baru pertama kali datang ke kawasan ini.”

Morgan berhenti berjalan saat melihat sebuah papan nama toko yang sangat besar. “Aku menemukan tempat yang harus aku kunjungi sekarang.”

Morgan berjalan agak terburu-buru, melewati banyak pejalan kaki, sampai akhirnya tiba di depan sebuah outlet paling besar di kawasan ini. “Tempat ini sangat luar biasa.”

Morgan memasuki oultet, terkejut saat melihat deretan pakaian dan aksesoris yang tertata dengan sangat rapi. Ia berjalan melewati lemari sembari mengamati barang-barang.

“Aku baru pertama kali memasuki outlet mewah. Aku biasanya hanya bisa melihat dari jauh dan televisi.”

Morgan mengambil beberapa barang, terkejut saat melihat harga barang. “Barang-barang ini sangat mahal, tetapi aku tidak perlu khawatir karena aku memiliki kartu hitam sekarang.”

Para pengunjung lain tampak berbisik-bisik, menatap Morgan sinis. Mereka tidak nyaman melihat seorang pria berpakaian lusuh di outlet mewah.

Morgan terdiam saat menyadari orang-orang menatapnya. “Mereka pasti sedang membicarakanku. Aku memang datang dengan pakaian lusuh.”

Seorang pegawai wanita menghampiri Morgan, menatap pria itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya sinis.

“Aku sedang memilih pakaian sekarang,” jawab Morgan tenang. “Bisakah kau memberikan rekomendasi pakaian yang bagus untukku? Aku ingin pergi ke acara ....”

Pegawai itu segera merampas barang-barang di tangan Morgan. “Berani sekali pengemis sepertimu memasuki Luxury Outlet! Kau pasti menyelinap masuk saat para penjaga lengah!”

Pegawai itu membersihkan pakaian sesaat, menatap Morgan tajam. “Kau sudah mengotori barang-barang ini! Kau sebaiknya pergi sebelum para penjaga mengusirmu!”

Para pengunjung mulai mendekat, berkerumun, menatap sinis Morgan.

Morgan melirik para pengunjung sekilas, tetap tenang. “Aku bukan pengemis. Aku datang untuk membeli barang-barang di outlet ini.”

“Kata-kata itu adalah kata-kata yang sering para pengemis ucapkan saat memasuki outlet ini. Lihatlah apa yang sudah kau lakukan! Para pengunjung tidak nyaman karena kehadiranmu di outlet ini.”

“Aku memiliki cukup uang untuk membeli barang-barang di outlet ini.”

“Orang sepertimu tidak akan bisa membeli satu barang pun di outlet ini! Pergi sekarang sebelum aku melaporkanmu pada polisi! Aku masih berbaik hati padamu karena aku tidak meminta rugi atas kerugian yang kau lakukan!”

“Kau benar-benar pengemis sialan! Kau membuatku muak!”

“Kenapa orang-orang miskin sepertimu sangat tidak tahu diri?”

“Apakah kau tidak bisa melihat keadaanmu sekarang?”

“Sesulit itukah dirimu bercermin?”

“Keluar dari tempat ini sekarang juga! Kau membuatku mual!”

Para pengunjung mencibir Morgan, menatap meremehkan. Orang-orang semakin berkerumun, dan para pegawai mulai mendekat.

Morgan mengembus napas panjang, melirik cincinnya sekilas. “Aku sudah terbiasa dengan hinaan orang-orang, tetapi aku tidak akan mengalah sekarang,” gumamnya.

“Astaga, kenapa kau masih diam? Bukankah aku sudah memintamu pergi?” Si pegawai wanita itu tampak geram. “Kau benar-benar pengemis sialan!”

Sepasang kekasih memasuki outlet, mendekati kerumunan. Mereka terkejut saat melihat orang-orang mengelilingi Morgan.

“Sampah itu ternyata masih hidup. Kenapa Tuhan memberikan umur panjang pada sampah itu?” ketus Missy sembari memutar bola mata. “Suasana hatiku seketika hancur.”

Mike tertawa. “Simpan rasa kesalmu, Missy. Orang-orang sedang mencibir sampah itu, dan kita harus membantu mereka.”

Missy tersenyum. “Ah, kau benar, Sayang.”

“Aku bukan pengemis. Aku datang untuk membeli barang-barang di outlet ini, dan aku bisa membuktikannya,” kata Morgan dengan lantang.

“Apa yang sedang si pencuri itu lakukan di tempat ini?” teriak Mike. Para pegawai dan pengunjung seketika menoleh, memberikan pria itu jalan.

Missy tersenyum sinis, berpura-pura terkejut. “Astaga, kenapa Luxury Outlet membiarkan pencuri itu berkeliaran di sini?”

“Mike, Missy,” gumam Morgan, mengepalkan tangan erat-erat.

“Apa kau mengenal pengemis itu, Tuan?” tanya salah satu pegawai.

“Bagaimana mungkin aku tidak mengenal pengemis itu? Dia adalah mantan pegawai restoranku. Dia mencuri uang restoran untuk berjudi. Dia bahkan melukai pegawai lain saat mereka memergokinya mencuri.” Mike menggandeng tangan Missy. “Dia bahkan berani bertindak kurang ajar pada kekasihku.”

“Itu benar.” Missy menunjuk Morgan. “Sampah itu melecehkanku. Dia bahkan berani menamparku saat aku menolak tindakan gilanya.”

Semua orang terkejut, mencibir Morgan.

Morgan menggertakkan gigi, melirik semua orang. “Mereka tidak akan mempercayai ucapanku meski aku membela diri sekali pun,” gumamnya.

[Ding]

[Misi 1 : Mempermalukan Mike dan Missy di depan semua orang]

[Durasi : 10 Menit]

[Hadiah : $10.000 dan 10 EXP]

Morgan terkejut saat mendapatkan notifikasi. “Misi pertamaku sudah dimulai? Aku hanya harus mempermalukan Mike dan Missy di depan semua orang?”

Morgan tersenyum. “Aku tahu apa yang harus aku lakukan.”

Mike menggertakkan gigi, menunjuk Morgan. “Lihatlah sampah ini! Dia justru tersenyum dibandingkan mengakui semua kesalahannya! Dia benar-benar sudah gila!”

Missy menyahut, “Astaga, di mana para penjaga? Kenapa mereka tidak langsung mengusir sampah ini? Dia sungguh membuatku muak!”

“Pergi dari tempat ini sekarang juga!” teriak salah satu pegawai sembari menunjuk pintu keluar. “Ini adalah peringatan terakhir untukmu. Jika kau masih berada di tempat ini, aku akan melaporkanmu pada .... Apa yang kau lakukan?”

Morgan mengambil pakaian dari tangan si pegawai, melewati para pengunjung, menabrak Mike hingga pria itu akan terjatuh.

Morgan mengambil banyak pakaian, sepatu, parfum, dan jam tangan secara acak. Ia mengabaikan tatapan semua orang.

“Apa kau sudah gila? Kenapa kau justru mengambil barang-barang di outlet ini? Apa kau sengaja ingin mengotori semua barang, atau kau ingin mencuri barang-barang itu sebelum kau melarikan diri?” teriak Mike.

“Aku akan membeli barang-barang ini,” jawab Morgan tenang.

“Kau tidak mungkin bisa membeli satu barang pun di outlet ini. Kau bahkan harus membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun hanya untuk bisa membeli barang termurah! Siapa pun hentikan sampah itu sekarang juga!” geram Missy.

“Berhenti!” Para pegawai mulai berteriak, mengejar Morgan.

Morgan mengabaikan semua orang, mengambil barang-barang yang berada di lemari dan etalase, meletakkan semua barang di meja kasir.

“Dasar pencuri sialan! Apa kau pikir kau bisa membeli barang-barang itu?” Mike mencengkeram bahu Morgan. “Kau pasti sudah mencuri banyak uang sehingga kau berani datang ke tempat ini untuk membeli barang-barang itu!”

Missy berteriak, “Sampah itu tidak mungkin memiliki uang! Aku yakin dia menggunakan uang kekasihku dan orang lain!”

Morgan menepis tangan Mike dari bahunya, menatap Missy sekilas dan semua orang. “Kalian sudah membuang-buang waktuku yang berharga.”

“Dasar bajingan! Kau masih saja bersikap sombong! Kau hanya pencuri sialan!” Mike bersiap memukul Morgan, tetapi ia mendadak takut saat Morgan menatapnya tajam.

Mike tertawa. “Aku tidak perlu mengotori tanganku.”

“Apa yang terjadi?” tanya manajer outlet yang datang bersama dua penjaga. “Aku mendengar keributan dari ruanganku sejak tadi.”

“Pengemis itu sudah mengacau outlet ini, Tuan. Dia membuat semua pelanggan tidak nyaman. Aku sudah mengusirnya berkali-kali, tetapi dia justru tidak ingin pergi. Dia bahkan mengambil barang-barang dan membawanya ke meja kasir,” ujar si pegawai yang pertama kali memergoki Morgan.

Mike dan Missy saling berpandangan, tersenyum. Mereka datang ke tempat dan dalam waktu yang tepat. Morgan pasti akan mendapat masalah besar sekarang, pikir mereka.

Pria berambut putih itu mengamati Morgan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia sudah bekerja selama dua puluh lima tahun sehingga ia sudah terbiasa berhadapan dengan berbagai masalah, seperti orang-orang berpenampilan lusuh yang membuat kekacauan.

Manajer itu menoleh pada barang-barang di meja kasir. “Apakah kau akan membeli semua barang itu?” tanyanya dengan suara dingin.

“Ya, aku akan membelinya. Aku memang datang untuk berbelanja,” jawab Morgan.

Mike mendekati si manajer. “Sampah itu tidak mungkin bisa membayar barang-barang itu, Tuan. Dia adalah mantan pegawai restoranku dengan gaji minim. Dia sudah mencuri uangku, tetapi dia tidak mungkin bisa membayar semua barang itu.”

“Apa kau ingin bertaruh denganku, Mike?” Morgan tersenyum.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   15

    [Host : Morgan Mayler][Level : 1 (100/100)][Saldo : $479.978.000]“Aku berhasil menyelesaikan misi tepat waktu.”Morgan ambruk di tanah, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia mengamati langit yang bertabur bintang.Morgan menoleh ke samping, mengamati para berandal yang tidak sadarkan diri. “Aku sempat khawatir aku tidak bisa mengalahkan mereka karena kondisiku yang sudah kelelahan.”Morgan meringis kesakitan ketika memaksakan berdiri. Ia menyeka darah di dahi dan bibir, mengembus napas panjang. “Aku berlatih bela diri sejak anak-anak di panti asuhan. Aku tidak memiliki pilihan selain terus berlatih dan bertambah kuat karena aku hidup sendiri.”Morgan terjatuh, mengendalikan napas yang terputus-putus. “Aku harus segera pergi ke rumah sakit sekarang. Aku yakin Mike mengawasiku dari suatu tempat sekarang.”Morgan kembali berdiri, berjalan terhuyung-huyung menuju mobil. Ia memijat kepala beberapa kali, nyaris terjatuh beberapa kali.“Dasar brengsek!” pekik Mike saat melihat semua

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   14

    “Dasar sialan! Kau bertarung dengan curang!” teriak seorang berandal sembari mengayunkan pipa besi pada Morgan.“Kalian semualah yang bertindak curang! Kalian menyerangku secara berkelompok sekaligus memakai senjata!” sahut Morgan sembari menghindari serangan. “Aku hanya menggunakan tongkat, sarung tangan, dan petasan kecil! Tapi, kalian datang bergerombol dan menyerangku secara tiba-tiba!”“Tutup mulutmu, sialan!” bentak seorang berandal sembari berlari ke arah Morgan.Morgan menendang berandal itu hingga berandal itu terlempar dan menubruk berandal lain. Ia menghajar para berandal yang berdatangan, mengalahkan mereka satu per satu.Morgan memukul beberapa berandal yang akan kembali berdiri. Ia mengamati para berandal yang sudah tergeletak di tanah, mengembus napas panjang.[Waktu penyelesaian misi : 10 menit 10 detik]“Para berandal itu cukup lemah. Meski begitu, mereka membuatku kelelahan. Aku harus tetap waspada karena berandal lain akan muncul sebentar lagi.”Morgan terkejut saat

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   13

    “Apa maksudmu, Missy? Kenapa kau tiba-tiba mengakhiri hubungan denganku?” Mike terkejut dan marah di waktu yang sama. “Apakah semua ini karena kau menyukai Morgan?”“Tidak!” Missy menggeleng beberapa kali, terdiam sesaat. “Aku merasa kita tidak lagi cocok satu sama lain, Mike. Aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku mohon mengertilah. Kita masih bisa berteman, dan mulai melupakan semuanya mulai sekarang.”“Aku tidak menerima keputusanmu, Missy. Kau mendadak berubah dan mengambil keputusan yang salah.” Mike mencengkeram tangan Missy. “Jangan bermain-main denganku atau kau akan menyesal, Missy!”“Lepaskan tanganmu dari tanganku, Mike. Kau menyakitiku.” Missy menarik tangannya, tetapi Mike semakin keras mencengkeram tangannya. “Aku akan berteriak jika kau apa tidak melepas tanganmu, Mike.”Mike melepas tangannya perlahan. “Missy, kita masih bisa ....”Missy bergegas meninggalkan kafe, melirik Mike sekilas. “Aku melihat Morgan berada di hotel saat aku menemui temanku di sana. Dia ternyata adal

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   12

    [Host : Morgan Mayler][Level : 1 (050/100)][Saldo : $479.928.000]Morgan keluar dari kantor polisi, memasuki mobil, mengembus napas panjang. Ia mengamati lalu lalang kendaraan di jalan raya. Langit tampak sangat cerah sore ini.Morgan melajukan mobil, menyalip beberapa kendaraan. “Polisi dan pemadam kebakaran tidak tahu informasi mengenai pria misterius itu. Pria itu muncul dan menghilang dengan cepat.”“Aku sudah mencari pria itu ke seluruh sudut kota, tetapi aku tidak mendapatkan petunjuk apa pun. Siapa dia sebenarnya?”Mobil berhenti saat lampu merah. Beberapa berandal berlarian karena para polisi mengejar mereka. Mereka menabrak beberapa pejalan kaki, memasuki lorong.Morgan mengamati beberapa pria berpakai hitam di trotoar. “Aku kembali ke bekas gedung tua pagi dan siang tadi, tetapi aku juga tidak mendapatkan petunjuk mengenai pria itu.”“Mondy mengatakan Mike mengumpulkan banyak berandal untuk menghajarku. Aku tahu Mike tidak akan berhenti begitu saja.” Morgan mencengkeram ke

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   11

    “Dasar bajingan tengik!” bentak Mondy sembari menahan kesakitan di pinggang kirinya. “Aku hanya melihat seorang pria berpakaian hitam memasuki gedung yang terbakar. Aku tidak melihat wajahnya.”“Seorang pria berpakaian hitam?” gumam Morgan.“Pria itu tampaknya gila. Dia berjalan ke dalam kobaran api tanpa takut.” Mondy mengawasi keadaan sekeliling, mendengkus kesal.Mondy berjalan terseok-seok, meninggalkan Morgan. Akan tetapi, pria itu tiba-tiba berhenti dan berbalik. “Aku mengatakan ini karena kau sudah mengalahkanku. Aku mendengar Mike mengumpulkan para berandal malam kemarin. Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan.”“Jangan menggangguku lagi, brengsek! Jika kita kembali bertemu, aku akan menghajarmu tanpa ampun!” Mondy meninggalkan Morgan, berlari ke sebuah gang.Morgan mengembus napas panjang, menoleh pada sisa gedung. “Mike dan Missy benar-benar membuatku marah! Mereka berniat membunuhku sejak awal!”Morgan memasuki kawasan gedung, mengamati beberapa potongan kayu, besi, dan bar

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   10

    [Ding][Misi 3 : Mengalahkan si Raja Arena][Durasi : lima menit][Hadiah : 10 EXP dan $10.000]“Sebuah misi baru?” Morgan tersenyum. “Sistem memberikan misi di waktu yang tepat. Aku mendapatkan sepuluh ribu dolar jika berhasil mengalahkan si Raja Arena.”“Aku mencari informasi mengenai si Raja Arena alias Mondy di internet semalam. Dia memang kuat, tetapi dia memiliki kelemahan di pinggang kiri.”“Dasar bajingan tengik! Kenapa kau tiba-tiba tersenyum, brengsek?” Mondy berteriak seraya memutar-mutar pipa besi. “Apa kau tidak sabar untuk mati? Aku dengan senang hati mengirimmu ke neraka!”“Aku melihat sebuah sepeda listrik di dekat gang. Kau juga memiliki pakaian yang bagus. Aku akan menjual sepeda listrik dan pakaianmu setelah kau kalah.”“Kau bisa membawa sepeda dan pakaianku jika kau memang berhasil mengalahkanku. Sayangnya, aku tidak berniat untuk kalah.” Morgan berlari sekencang mungkin, melompat tinggi, melayangkan sebuah tendangan ke arah dada Mondy.Mondy menahan tendangan deng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status