Share

05

Author: Ramdani Abdul
last update Last Updated: 2026-03-04 22:18:53

“Apa maksudmu, bajingan?” ketus Mike.

Missy menggenggam tangan Mike. “Jangan tertipu oleh ucapan sampah itu, Mike. Dia hanya pembual sialan! Kau harus ingat jika dia sudah mencuri uangmu.”

“Apa kau takut, Mike?” Morgan tertawa. “Jika kau takut, aku bisa membatalkan taruhannya. Aku seharusnya sadar jika kau memang penakut sejak dahulu.”

“Dasar bajingan! Berani sekali kau menghinaku!” Mike melepaskan genggaman Missy. “Kenapa aku harus takut? Aku sangat yakin kau tidak akan bisa membayar semua barang itu. Semua orang tahu itu.”

Para pengujung mengangguk, berbisik-bisik.

Morgan tersenyum. “Baiklah, mari kita bertaruh. Kau dan Missy harus mencium sepatuku jika aku bisa membeli semua barang ini. Jika aku tidak bisa membayarnya, aku akan menjadi budak kalian selama setahun.”

“Apa?” Mike dan Missy terkejut.

“Dasar brengsek! Kau pasti sudah gila! Kenapa aku dan kekasihku harus mencium sepatu jelekmu?” pekik Mike.

Missy menatap tajam Morgan, bergumam, “Kenapa Morgan terlihat sangat percaya diri, padahal aku sangat yakin dia tidak memiliki uang? Dia bahkan masih memakai pakaian yang dia kenakan kemarin. Apakah dia sudah merencanakan sesuatu?”

“Apa kau berubah pikiran, Mike? Kau memang pengecut.”

“Tutup mulutmu, bajingan! Kekasihku bukanlah pengecut!” Missy berkacak pinggang. “Kau harus membuktikan kau bisa membayar semua barang itu, Morgan! Semua orang di outlet ini akan menjadi saksi!”

Morgan menatap para pengunjung. “Aku tentu akan membuktikannya.”

Morgan memberikan kartu hitamnya pada si manajer. “Aku ingin membayar semua barang itu dengan kartu ini.”

Si manajer sontak terkejut saat melihat kartu hitam di tangannya. Ia mengecek kartu itu berkali-kali, menatap Morgan saksama. Kedua tangannya bergetar hebat. Siapa sangka pria berpakaian lusuh itu memiliki kartu hitam?

Mike, Missy, para pegawai, dan semua pengunjung seketika terperangah. Sebagai bagian dari keluarga kelas menengah dan atas, mereka tentu tahu kartu hitam itu.

Mike tiba-tiba tertawa untuk memecah keheningan. “Ini sungguh lucu! Aku sangat yakin kartu itu adalah kartu palsu. Sampah sepertimu tidak mungkin memiliki kartu hitam.”

Missy menyahut, “Aku juga tidak akan terkejut jika kau mencuri kartu itu, Morgan.”

Si manajer menatap Morgan lekat-lekat. “Apa kau mencuri kartu ini? Aku bisa melaporkanmu ke polisi.”

“Kau bisa memeriksa kartu hitam itu untuk tahu siapa pemiliknya.”

Mike berkata ketus, “Kau benar-benar tidak tahu diri! Berani sekali sampah sepertimu memerintah manajer outlet itu.”

Si manajer yakin jika kartu hitam ini adalah kartu asli. Akan tetapi, ia masih meragukan bahwa Morgan adalah pemiliknya. Setelah berpikir agak lama, ia akhirnya sadar jika beberapa orang super kaya sering kali berpura-pura miskin untuk menguji seseorang.

“Baiklah, aku akan memeriksa kartu ini. Jika kau berbohong, kau harus membayar ganti rugi sebesar seratus ribu dolar dan mempertanggungjawabkan perbuatanmu di penjara.”

“Tentu, aku akan bertanggung jawab.” Morgan tersenyum, mengamati layar hologram. “Aku memiliki tujuh menit lagi untuk menyelesaikan misi.”

Si manajer pergi ke meja kasir, memeriksa kartu hitam. Mike, Missy, dan semua pengunjung menunggu dengan tidak sabar.

“Sial! Kenapa sampah itu tampak tenang? Dia bahkan tersenyum seperti orang gila. Apa mungkin kartu itu memang miliknya?” gumam Mike sembari mengepalkan tangan erat-erat. “Tapi, itu tentu tidak mungkin. Dia hanya pria miskin tanpa keluarga dan kekayaan. Hanya ada dua kemungkinan. Kartu itu palsu atau dia mencuri kartu itu dari seseorang.”

Si manajer terdiam saat membaca informasi di layar. Ia mengamati sebuah foto dan Morgan bergantian. Keringat seketika bercucuran dari dahinya.

“Bagaimana dengan hasilnya, Tuan?” tanya Mike penasaran. “Kartu itu pasti kartu palsu, kan? Kalaupun kartu itu asli, kartu itu pasti milik orang lain.”

Manajer menyeka keringat berkali-kali, melirik Morgan, bersikap setenang mungkin. Sementara itu, para pegawai mulai ketakutan melihat tatapan tajam si manajer.

Manajer menghampiri Morgan, tiba-tiba membungkuk. “Aku sebagai manajer Luxury Outlet sungguh menyesal atas kejadian ini, Tuan. Aku benar-benar minta maaf.”

“Apa?” Mike dan Missy sontak terkejut, begitu pun dengan semua pegawai dan pengunjung. Suasana menjadi sangat hening.

Para pegawai saling berpandangan sesaat, ikut membungkuk. Mereka mulai ketakutan, apalagi pegawai yang mencibir dan memperlakukan Morgan dengan buruk.

Morgan tersenyum, merasa sangat lega. “Aku sangat tegang saat si manajer memeriksa kartuku. Aku percaya jika sistem memang nyata,” gumamnya.

Mike dan Missy masih terkejut. Mereka membuka mata dan mulut lebar-lebar, memastikan semua ini adalah kenyataan.

“A-apa yang terjadi, Tuan? Kenapa kau tiba-tiba membungkuk padanya?” tanya Mike, menatap Morgan sekilas. “Tidak mungkin sampah itu memiliki kartu hutam itu. Dia hanya seorang mantan pegawai restoran.”

“Angkat kepalamu, Tuan. Sampah itu tidak pantas mendapatkan rasa hormatmu.” Missy tampak gelisah.

“Diam!” bentak si manajer sembari memelotot tajam. “Berani sekali kalian menghina pengunjung istimewa Luxury Outlet!”

Mike dan Missy seketika terperangah, mematung di tempat. Para pengunjung saling berpandangan, berbisik. Mereka masih belum percaya pria berpakaian kumuh itu adalah tamu istimewa sebuah outlet mewah.

“Tuan, kami siap melayani Anda. Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda sekarang?” tanya si manajer dengan sangat sopan.

“Sikapnya mendadak berubah padaku. Uang memang memiliki sihir,” gumam Morgan.

Morgan menatap Mike dan Missy, tersenyum. “Mereka masih terkejut dengan kejadian ini. Ini masih permulaan.”

“Aku ingin membeli semua barang-barang itu.” Morgan menunjuk semua barang di meja kasir. Ia berjalan ke sebuah lemari, menyentuh sepotong pakaian. “Aku juga ingin membeli semua pakaian di lemari ini.”

Mike, Missy, dan para pengujung terdiam.

Morgan berjalan melewati beberapa etalase, menyentuh beberapa barang, menunjuk pakaian, sepatu, dan aksesoris secara acak. “Aku ingin membeli semua barang di etalase ini, etalase itu, dan juga barang-barang di lemari itu. Aku juga ingin semua barang-barang baru dan termahal. Aku ingin semuanya siap dalam waktu lima menit. Jangan membuatku menunggu.”

“Kami mengerti, Tuan.” Si manajer memberi anggukan pada para pegawai.

Para pegawai bergegas mengambil semua barang yang Morgan tunjuk, mengemasi semuanya secepat dan sebaik mungkin. Mike, Missy, dan semua pengunjung hanya melihat tanpa mengatakan apa pun. Barang-barang di Luxury hotel tergolong mahal dan hanya orang-orang kaya yang bisa membeli banyak barang sekaligus.

“Silakan duduk di kursi ini selama kami menyiapkan semua barang-barang Anda, Tuan. Kami akan memberi tahu Anda jika semuanya sudah siap.”

Morgan duduk di kursi. Seorang pegawai menyajikan minuman, kue, dan buah-buahan.

“Ini luar biasa,” gumam Morgan sembari mengambil gelas, meneguk minuman perlahan. “Aku pertama kali meminum minuman lezat ini.”

Morgan tertawa saat melihat Mike dan Missy terdiam. “Mereka sangat terkejut sampai tidak bisa berkata-kata. Mereka seperti patung sekarang.”

Mike menampar pipinya dengan sangat keras sehingga semua orang menatapnya. Ia menggertakkan gigi, menatap Morgan yang tengah menikmati hidangan. Tidak pernah sekalipun ia membayangkan kejadian ini akan terjadi dalam hidupnya.

“Dia sudah mencuri kartu hitamku!” teriak Mike tiba-tiba.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   15

    [Host : Morgan Mayler][Level : 1 (100/100)][Saldo : $479.978.000]“Aku berhasil menyelesaikan misi tepat waktu.”Morgan ambruk di tanah, mengendalikan napas yang terengah-engah. Ia mengamati langit yang bertabur bintang.Morgan menoleh ke samping, mengamati para berandal yang tidak sadarkan diri. “Aku sempat khawatir aku tidak bisa mengalahkan mereka karena kondisiku yang sudah kelelahan.”Morgan meringis kesakitan ketika memaksakan berdiri. Ia menyeka darah di dahi dan bibir, mengembus napas panjang. “Aku berlatih bela diri sejak anak-anak di panti asuhan. Aku tidak memiliki pilihan selain terus berlatih dan bertambah kuat karena aku hidup sendiri.”Morgan terjatuh, mengendalikan napas yang terputus-putus. “Aku harus segera pergi ke rumah sakit sekarang. Aku yakin Mike mengawasiku dari suatu tempat sekarang.”Morgan kembali berdiri, berjalan terhuyung-huyung menuju mobil. Ia memijat kepala beberapa kali, nyaris terjatuh beberapa kali.“Dasar brengsek!” pekik Mike saat melihat semua

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   14

    “Dasar sialan! Kau bertarung dengan curang!” teriak seorang berandal sembari mengayunkan pipa besi pada Morgan.“Kalian semualah yang bertindak curang! Kalian menyerangku secara berkelompok sekaligus memakai senjata!” sahut Morgan sembari menghindari serangan. “Aku hanya menggunakan tongkat, sarung tangan, dan petasan kecil! Tapi, kalian datang bergerombol dan menyerangku secara tiba-tiba!”“Tutup mulutmu, sialan!” bentak seorang berandal sembari berlari ke arah Morgan.Morgan menendang berandal itu hingga berandal itu terlempar dan menubruk berandal lain. Ia menghajar para berandal yang berdatangan, mengalahkan mereka satu per satu.Morgan memukul beberapa berandal yang akan kembali berdiri. Ia mengamati para berandal yang sudah tergeletak di tanah, mengembus napas panjang.[Waktu penyelesaian misi : 10 menit 10 detik]“Para berandal itu cukup lemah. Meski begitu, mereka membuatku kelelahan. Aku harus tetap waspada karena berandal lain akan muncul sebentar lagi.”Morgan terkejut saat

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   13

    “Apa maksudmu, Missy? Kenapa kau tiba-tiba mengakhiri hubungan denganku?” Mike terkejut dan marah di waktu yang sama. “Apakah semua ini karena kau menyukai Morgan?”“Tidak!” Missy menggeleng beberapa kali, terdiam sesaat. “Aku merasa kita tidak lagi cocok satu sama lain, Mike. Aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku mohon mengertilah. Kita masih bisa berteman, dan mulai melupakan semuanya mulai sekarang.”“Aku tidak menerima keputusanmu, Missy. Kau mendadak berubah dan mengambil keputusan yang salah.” Mike mencengkeram tangan Missy. “Jangan bermain-main denganku atau kau akan menyesal, Missy!”“Lepaskan tanganmu dari tanganku, Mike. Kau menyakitiku.” Missy menarik tangannya, tetapi Mike semakin keras mencengkeram tangannya. “Aku akan berteriak jika kau apa tidak melepas tanganmu, Mike.”Mike melepas tangannya perlahan. “Missy, kita masih bisa ....”Missy bergegas meninggalkan kafe, melirik Mike sekilas. “Aku melihat Morgan berada di hotel saat aku menemui temanku di sana. Dia ternyata adal

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   12

    [Host : Morgan Mayler][Level : 1 (050/100)][Saldo : $479.928.000]Morgan keluar dari kantor polisi, memasuki mobil, mengembus napas panjang. Ia mengamati lalu lalang kendaraan di jalan raya. Langit tampak sangat cerah sore ini.Morgan melajukan mobil, menyalip beberapa kendaraan. “Polisi dan pemadam kebakaran tidak tahu informasi mengenai pria misterius itu. Pria itu muncul dan menghilang dengan cepat.”“Aku sudah mencari pria itu ke seluruh sudut kota, tetapi aku tidak mendapatkan petunjuk apa pun. Siapa dia sebenarnya?”Mobil berhenti saat lampu merah. Beberapa berandal berlarian karena para polisi mengejar mereka. Mereka menabrak beberapa pejalan kaki, memasuki lorong.Morgan mengamati beberapa pria berpakai hitam di trotoar. “Aku kembali ke bekas gedung tua pagi dan siang tadi, tetapi aku juga tidak mendapatkan petunjuk mengenai pria itu.”“Mondy mengatakan Mike mengumpulkan banyak berandal untuk menghajarku. Aku tahu Mike tidak akan berhenti begitu saja.” Morgan mencengkeram ke

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   11

    “Dasar bajingan tengik!” bentak Mondy sembari menahan kesakitan di pinggang kirinya. “Aku hanya melihat seorang pria berpakaian hitam memasuki gedung yang terbakar. Aku tidak melihat wajahnya.”“Seorang pria berpakaian hitam?” gumam Morgan.“Pria itu tampaknya gila. Dia berjalan ke dalam kobaran api tanpa takut.” Mondy mengawasi keadaan sekeliling, mendengkus kesal.Mondy berjalan terseok-seok, meninggalkan Morgan. Akan tetapi, pria itu tiba-tiba berhenti dan berbalik. “Aku mengatakan ini karena kau sudah mengalahkanku. Aku mendengar Mike mengumpulkan para berandal malam kemarin. Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan.”“Jangan menggangguku lagi, brengsek! Jika kita kembali bertemu, aku akan menghajarmu tanpa ampun!” Mondy meninggalkan Morgan, berlari ke sebuah gang.Morgan mengembus napas panjang, menoleh pada sisa gedung. “Mike dan Missy benar-benar membuatku marah! Mereka berniat membunuhku sejak awal!”Morgan memasuki kawasan gedung, mengamati beberapa potongan kayu, besi, dan bar

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   10

    [Ding][Misi 3 : Mengalahkan si Raja Arena][Durasi : lima menit][Hadiah : 10 EXP dan $10.000]“Sebuah misi baru?” Morgan tersenyum. “Sistem memberikan misi di waktu yang tepat. Aku mendapatkan sepuluh ribu dolar jika berhasil mengalahkan si Raja Arena.”“Aku mencari informasi mengenai si Raja Arena alias Mondy di internet semalam. Dia memang kuat, tetapi dia memiliki kelemahan di pinggang kiri.”“Dasar bajingan tengik! Kenapa kau tiba-tiba tersenyum, brengsek?” Mondy berteriak seraya memutar-mutar pipa besi. “Apa kau tidak sabar untuk mati? Aku dengan senang hati mengirimmu ke neraka!”“Aku melihat sebuah sepeda listrik di dekat gang. Kau juga memiliki pakaian yang bagus. Aku akan menjual sepeda listrik dan pakaianmu setelah kau kalah.”“Kau bisa membawa sepeda dan pakaianku jika kau memang berhasil mengalahkanku. Sayangnya, aku tidak berniat untuk kalah.” Morgan berlari sekencang mungkin, melompat tinggi, melayangkan sebuah tendangan ke arah dada Mondy.Mondy menahan tendangan deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status