MasukHanya dalam satu hari, Morgan mengalami hal paling buruk dalam hidupnya. Kekasih dan sahabat dekatnya mengkhianatinya sekaligus menjebaknya dalam sebuah pertarungan berdarah hingga ia nyaris tewas dan terbakar hidup-hidup. Akan tetapi, saat Morgan terbangun di rumah sakit, ia justru dikejutkan dengan sebuah cincin asing di jarinya dan juga sebuah sistem luar biasa yang memberikannya kekayaan berlimpah. Sekarang, Morgan memiliki kekuatan untuk mengalahkan semua musuh-musuhnya sekaligus mencapai tujuannya.
Lihat lebih banyakHujan mengguyur deras Scota Town sejak beberapa jam lalu. Di tengah udara dingin dan angin berembus kencang, Morgan tengah mengayuh sepeda, melewati gang-gang kecil. Pria itu menerobos hujan, memaksakan diri meski sedikit menggigil.
“Aku harus memberikan kado terbaik untuk Missy. Aku ingin melihatnya bahagia di hari ulang tahunnya. Aku juga tidak boleh mengeluh sebab Mike sudah memberikan pekerjaan ini padaku. Aku tidak boleh terus membebaninya.”
Morgan sudah berpacaran dengan Missy selama dua bulan. Meski hanya bekerja sebagai pengantar makanan di restoran kecil, ia berusaha menjadi kekasih terbaik untuk wanita itu. Ia akan memberikan apa pun untuk membuatnya bahagia.
Morgan merasa bahagia sebab Missy mau menerima keadaannya. Selain itu, ia juga beruntung memiliki sahabat sebaik Mike. Pria itu sering kali membantunya meski ia hanya seorang pria tanpa keluarga dan kekayaan.
Morgan berbelok ke arah kiri, mengayuh sepeda lebih cepat di jalanan lurus. Ia mengamati satu per satu gedung di kiri dan kanan jalan sampai akhirnya tiba di sebuah gedung bertingkat di ujung kawasan.
Morgan menepikan sepeda di dekat tangga, bergegas membuka pintu setelah membersihkan diri.
“Kenapa ruangan ini kosong?” tanya Morgan sembari mengawasi keadaan sekeliling. Ia hanya melihat tumpukan kotak kayu, kursi, meja tua, dan barang-barang bekas yang tidak teratur. Ruangan remang-remang karena minim pencahayaan.
“Apakah aku datang ke tempat yang salah?” Morgan memeriksa ponselnya. “Tidak, aku datang ke tempat yang benar. Aku sudah memastikannya sebelum aku masuk.”
Morgan berjalan menuju pintu, terdiam sesaat. “Kenapa pintu ini terkunci? Aku yakin pintu ini tidak terkunci saat aku masuk.”
“Selamat datang di Arena Pertarungan Liar!” teriak seseorang.
Lampu besar mendadak menyala terang. Orang-orang mulai berdatangan dari berbagai arah, muncul dari balik pintu dan kotak kayu. Mereka memadati lantas bawah dan atas.
“Apa yang terjadi?” Morgan mengamati keadaan sekeliling. Beberapa orang mendorongnya hingga ia berada di tengah ruangan.
Morgan membungkuk untuk mengambil kotak makanan yang terjatuh. Saat mendongak ke lantai atas, ia melihat Missy dan Mike berada di tengah-tengah kerumunan. Mereka terlihat sangat dekat.
“Missy? Mike?” Morgan terkejut, mengabaikan kotak makanan di lantai. Ia melihat mereka bergandengan tangan. Missy bahkan mencium pipi Mike berkali-kali.
“Apa yang sebenarnya terjadi, Missy, Mike?” tanya Morgan setenang mungkin.
Mike tertawa, mengabaikan Morgan. “Selamat datang di Arena Pertarungan Liar malam ini! Aku yakin kalian akan menikmati pertarungan malam ini. Apakah kalian sudah siap bertaruh?”
Orang-orang sontak bersorak, melompat-lompat sambil mengacungkan lembaran uang.
“Mike,” gumam Morgan. Ia mengepalkan tangan erat-erat saat pria itu mengecup Missy dengan mesra.
“Sampah itu akan menjadi penantang bagi si Raja Arena malam ini. Siapa yang akan bertaruh untuknya?” teriak Mike.
Lampu seketika menyorot Morgan. Orang-orang mulai menghinanya sembari melemparkan botol dan batu.
Morgan melindungi dirinya dengan kedua tangan, terdiam saat Mike dan Missy berciuman di tengah keramaian. “Apa maksudnya semua ini, Mike, Missy?”
Mike mengangkat tangan dan seketika saja orang-orang terdiam. “Kau sangat pandai dalam pelajaran sekolah, tetapi kau sangat bodoh dalam menilai keadaan, Morgan. Apa kau tidak bisa menebak apa yyangsedang terjadi di hadapanmu sekarang?”
Missy tertawa, menciumi pipi Mike. “Sampah itu memang bodoh. Aku benar-benar muak karena harus berpura-pura menjadi kekasihnya selama ini. Kau jauh lebih baik darinya dai segi apa pun, Mike.”
“Tentu saja.” Mike mencium pipi Missy, tertawa terbahak-bahak. “Dia hanya sampah tidak berguna yang tidak memiliki keluarga dan uang.”
“Apa kau sedang memastikan semua ini adalah mimpi, Morgan? Aku akan membantumu agar kau sadar lebih cepat.” Mike mengambil sebuah botol, melemparkannya pada Morgan.
Morgan sengaja tidak menghindari lemparan itu. Ia merasakan perih di dahinya yang berdarah. “Kalian berdua mengkhianatiku?”
Morgan mengepalkan tangan erat-erat, mendengar suaranya bergetar karena menahan amarah dan kesedihan. Dadanya terasa sangat sesak. Ia sering kali mendapatkan hinaan, tetapi mendengar kekasih dan sahabatnya menghinanya, rasa sakitnya jauh berkali-kali lipat.
Mike tertawa terbahak-bahak. “Aku sama sekali tidak berkhianat. Sejak awal, aku tidak pernah menganggapmu sebagai sahabatku. Aku hanya sedikit iba padamu sehingga aku memutuskan untuk berpura-pura menjadi sahabatmu. Aku berpikir kau bisa berguna untukku, tetapi kau hanya sampah tidak berguna. Kau terus saja merepotkanku.”
Missy menatap sinis Morgan. “Aku sungguh sangat muak padamu, Morgan. Kau bersikap seolah kau bisa membahagiakanku, padahal kau tidak memiliki siapa pun dan apa pun dalam hidupmu. Kebaikan hatimu tidak berguna untukku.”
Missy bergelayut manja di tangan Mike. “Kau harus segera memerintahkan si Raja Arena untuk menghajar sampah itu sekarang. Aku tidak sabar melihat sampah itu hancur.”
Morgan mengamati Mike dan Missy, tercenung selama beberapa waktu, mengamati tetes darah yang berjatuhan. Semua kebersamaannya dengan Missy dan Mike selama ini terus bermunculan. Ia menganggap mereka sebagai penyelamat hidupnya, tetapi penilaiannya ternyata salah.
Morgan menyeka darah, tertawa. “Mereka hanya mempermainkanku selama ini. Aku seharusnya tidak mempercayai siapa pun selain diriku. Aku memang bodoh,” gumamnya.
Mike bertepuk tangan sekali. “Kau tampaknya sudah mengerti keadaanmu sekarang, Morgan. Aku bukan lagi sahabatmu. Jadi, berhentilah untuk merepotkanku. Selain itu, kau harus tahu Missy adalah kekasihku. Kami sudah berpacaran sejak tahun lalu.”
Seorang pria tinggi besar muncul di tengah-tengah kerumunan, berjalan ke tengah ruangan. Pria bertato itu tertawa saat melihat Morgan. “Jadi, kau adalah lawanku malam ini? Apakah kau siap untuk mati, brengsek?”
“Aku tahu kau sangat marah padaku, Morgan. Jika kau bisa mengalahkan pria itu, aku akan membiarkanmu memukul wajahku sekali,” kata Mike.
“Kenapa kau tidak turun dan menghadapiku secara langsung, Mike? Apa kau takut?” Morgan tersenyum. “Kau memang pengecut!”
“Tutup mulutmu, sialan! Berani sekali kau menghina kekasihku!” bentak Missy.
Mike mendengkus kesal, tertawa. “Dasar brengsek! Apa kau tidak sadar keadaanmu sekarang? Kau akan mati malam ini, tetapi kau masih saja membuatku muak. Aku hanya akan membiarkanmu menghinaku sekali ini saja.”
Mike mengangkat satu tangan. “Kita mulai pertarungannya sekarang!”
Sebuah kurungan besar tiba-tiba turun dari atas, mengurung Morgan dan si Raja Arena di tengah ruangan. Orang-orang seketika mendekati kurungan, mencibir Morgan.
“Aku pernah mendengar soal pertarungan ilegal di kota ini. Apa Mike yang mengelola pertarungan itu selama ini?” Morgan menatap Mike. “Dia bertingkah seperti malaikat, padahal dia adalah iblis yang menyamar.”
“Jangan membenciku jika aku membuatmu kesakitan, sialan! Aku hanya sedang mencari uang.” Si Raja Arena merenggangkan badan, mendekati Morgan.
Morgan mundur beberapa langkah, tetapi penonton justru mendorongnya ke tengah arena. Ia sudah bekerja keras seharian bahkan menerobos hujan untuk sampai di tempat ini. Kondisinya tidak memungkinkan untuk bertarung.
“Apa yang kau lakukan, Morgan? Bukankah kau pandai bertarung?” Mike tertawa. “Kau harus mengalahkan pria itu untuk menghajarku.”
Si Raja Arena tiba-tiba berlari, melompat tinggi.
Morgan mendadak merasa pening hingga nyaris terjatuh. Ia melihat darah di tangannya, bergegas melompat ke samping. Akan tetapi, si Raja Arena lebih dahulu menghantam pukulan ke perutnya hingga ia terlempar ke sisi arena.
Morgan meringis kesakitan di saat para penonton bersorak. Pria itu bergegas berdiri, tetapi lawannya justru menendang perutnya hingga ia terlempar lagi.
Morgan berguling ke samping untuk menghindari tendangan, bergegas berdiri, berpegangan pada sisi kurungan besi. Akan tetapi, para penonton mendorongnya.
Morgan meringis kesakitan saat menahan pukulan di Raja Arena. Ia mundur beberapa langkah, terbatuk beberapa kali. Sayangnya, si Raja Arena menendang perutnya hingga ia terlempar ke sisi arena.
Morgan ambruk di lantai. Sekujur tubuhnya terasa sangat sakit saat digerakkan. Ia mendongak ke atas, melihat Mike dan Missy tengah tertawa terbahak-bahak saat si Raja Arena menghajarnya dengan beringas.
“Ah!” Morgan menjatuhkan wajahnya ke lantai. Pandangannya memudar dan pendengarannya berdengung kencang. “Kenapa aku harus menjalani hidup seperti ini? Apakah aku tidak berhak bahagia? Kenapa aku harus lahir jika aku harus hidup menderita? Apakah aku akan mati dalam keadaan menyedihkan seperti ini?”
Morgan mendengar tawa Mike dan Missy dengan jelas. Semua peristiwa dalam hidupnya terus bermunculan.
Morgan mengepalkan tangan erat-erat. “Tidak! Aku tidak akan menyerah! Aku harus tetap hidup bagaimanapun caranya! Aku harus mewujudkan semua mimpi dan keinginanku!”
Morgan mulai menutup mata. Di tengah ambang batas kesadarannya, ia tiba-tiba mendengar suara seseorang.
[Ding]
[Selamat, kau adalah orang terpilih]
[Sistem akan mewujudkan semua keinginanmu]
[Apakah kau ingin menerima tawaran sistem untuk terhubung denganmu?]
[Ya/Tidak?]
Morgan dan keluarga Mayler sedang berada di acara pernikahan Martin dan Martha. Pasangan itu terlihat sangat serasi dari berbagai sisi. Pantai putih, laut berombak tenang, dan halaman luas nan hijau, menjadi lokasi janji suci mereka berdua.Martha adalah teman lama Martin selama masa sulit-sulitnya dahulu. Mario, Miguel, dan yang lain setuju setelah melihat kalau Martha adalah pasangan cocok untuk Martin.Acara berlangsung dengan penuh kebahagiaan meski hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat kedua belah pihak.Morgan bertemu dengan para sahabat dekat Martin di masa lalu. Ia merasa sedikit curiga pada mereka sampai akhirnya ia menyadari sesuatu.Mario dan yang lain berbincang sembari memakan hidangan. Pemandangan indah dan suasana hangat membuat mereka terlihat sangat bahagia.“Kau adik kecil yang sangat tampan hari ini. Aku turut bahagia atas pernikahanmu, Martin.” Mary memeluk Martin.“Aku memang tampan sejak kecil. Kau tidak perlu terkejut seperti itu, Mary.”“Putra kecilku.”
Satu bulan setelah pertarungan usai, Magnus menunjukkan tanda-tanda kesadaran diri. Hal ini membuat Mary menjadi ketakutan, sedangkan Marcus kembali dari pekerjaannya lebih cepat dibandingkan rencana.Morgan, Mario, dan yang lain berkumpul di kediaman utama untuk membahas hal itu. Mary memutuskan untuk menemui Magnus setelah pria itu benar-benar sadar. Ia hanya ingin berbicara untuk terakhir kalinya sebelum Magnus benar-benar menerima hukumannya.Marcus tidak terlalu banyak bicara. Pria itu hanya menunduk, tenggelam dalam pemikirannya. Ia tidak memungkiri kalau ada rasa senang saat mendengar Magnus sadarkan diri, tetapi melihat Mary bersedih membuat rasa marahnya menyelimuti hatinya.Marcus berusaha berdamai dengan keadaannya sekarang. Ia menjalani hidupnya dengan sebaik mungkin. Selagi Mary bahagia, ia akan melakukan apa pun.“Aku benci mengatakannya, tetapi apa kau baik-baik saja sekarang, Marcus?” tanya Morgan sembari menghampiri Marcus yang memilih mengasing diri di balkon sejak k
Morgan sontak tertawa terbahak-bahak hingga ia harus menahan perutnya. Air matanya keluar bersamaan dengan tubuhnya berguncang.“Aku tidak pernah tertawa seperti ini sebelumnya. Ini benar-benar sangat lucu. Aku tidak menduga kalau Mike akan sampai tidak sadarkan diri seperti ini.”Morgan menyeka air mata, mengamati Mike yang terbaring tidak sadarkan diri di lantai. Tawanya menghilang, berganti dengan tatapan dingin ketika mengingat perbuatan Mike padanya di masa lalu.Morgan menganggap Mike adalah sahabat baiknya, tetapi siapa sangka jika pria itu hanya mempermainkannya selama ini. “Mike adalah dalang dari perbuatan Missy yang berpura-pura berpacaran denganku. Dia juga menjebakku di pertarungan di bangunan tua yang nyaris mengambil nyawaku.”“Setelah semua hal itu terjadi, Mike bahkan enggan meminta maaf padaku, bahkan berterima kasih ketika aku menolongnya. Aku memiliki segalanya untuk menghancurkannya. Akan tetapi, aku memiliki rencana lain untuknya.”Morgan memberi tanda pada Malvi
Seluruh anggota keluarga Mayler hadir dalam acara malam ini, kecuali Marcus yang masih sibuk dengan kegiatannya di berbagai kota.Maxim juga mengundang Sasa. Wanita itu memang gaun merah panjang, terlihat sangat cantik dan serasi dengan kulit sawo matangnya.Sasa terkejut saat tahu Morgan adalah sepupu Maxim. Ia sempat bertanya mengenai Morgan saat Maxim berkunjung tempo hati, tetapi Maxim memilih tidak menjawabnya.“Bukankah Morgan sangat tampan malam ini?” bisik Maxim di telinga Sasa.“Apa yang kau katakan, Max?” Sasa menginjak kaki Maxim. “Berhenti menggangguku atau aku akan menghajarmu.”“Kau pikir kau bisa melakukannya di depan orang tuaku dan para pengawal? Mereka pasti akan sangat murka dan langsung menyeretmu ke penjara.”“Dasar orang kaya!” ketus Sasa sembari memutar bola mata.Mario, Melissa, Marcel, Mary, dan Miguel mengucapkan selamat atas peresmian Morgan sebagai pemilik baru Universal Corporation. Mereka menganggap Morgan pantas.“Di mana Paman Martin?” tanya Morgan semb
“Aku berhasil menyelesaikan misi pertamaku tepat waktu.” Morgan mendongak ke langit yang cerah. “Ini menjadi awal yang baik untukku.”Morgan meninggalkan outlet beberapa menit kemudian. Manajer dan para pegawai membantunya memasukkan barang belanjaan ke dalam taksi. Mereka juga mengantar kepergiann
Missy segera sadar setelah mendengar teriakan Mike. Ia nyaris saja terbuai pesona Morgan. Pria itu memang tampan, bahkan lebih tampan dibandingkan Mike maupun pria mana pun yang ia kenal selama ini.“Ya, dia mencuri kartu kekasihku!” pekik Missy.Si manajer menghampiri Mike dan Missy. “Jika kalian
“Apa maksudmu, bajingan?” ketus Mike.Missy menggenggam tangan Mike. “Jangan tertipu oleh ucapan sampah itu, Mike. Dia hanya pembual sialan! Kau harus ingat jika dia sudah mencuri uangmu.”“Apa kau takut, Mike?” Morgan tertawa. “Jika kau takut, aku bisa membatalkan taruhannya. Aku seharusnya sadar
Morgan pergi ke sebuah kawasan khusus pertokoan mewah. Mobil-mobil mewah terparkir di sisi kiri dan kanan jalan. Orang-orang berpakaian modis bersama para pengawal mereka terlihat masuk dan keluar toko. Kawasan ini terlihat sangat indah dan nyaman dari berbagai sisi.“Baiklah, ke mana aku harus per












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan