Masuk“Hei! Jangan sentuh pasien itu!” Dokter berteriak, tapi sudah terlambat. Terlambat, Ryan sudah menancapkan jarum di titik Shenmen dan Neiguan, dua titik vital dalam pengobatan Tiongkok kuno. Tangan kirinya menekan dada pasien sambil mengalirkan Qi yang baru dia sadari bisa ia kendalikan. Tut tut tut Detik kemudian, monitor berdetak lagi. "Siapa... anak ini?" Wakil Gubernur menarik napas panjang, memperhatikan pria muda yang menggagalkan kematiannya.
Lihat lebih banyakLima Hari Setelah Serangan di BaliPaket itu tiba di pagi yang cerah, terlalu cerah untuk sesuatu yang akan membawa kegelapan begitu dalam. Kotak hitam sederhana tanpa pengirim, hanya tulisan tangan yang rapi [Untuk Ryan Putra Nagara].Kenzo yang menerimanya langsung memanggil Ryan dengan waspada. "Ada paket untukmu. Sudah discan, tidak ada bom atau racun. Tapi ada... sesuatu yang aneh tentangnya."Ryan membuka kotak dengan hati-hati. Di dalamnya, sebuah tablet elektronik dan surat yang dilipat rapi. Surat itu ditulis dengan tinta emas di atas kertas hitam, dramatis dengan cara yang mengganggu.Ryan membaca dengan suara keras agar Clarissa dan para Elder yang berkumpul bisa mendengar["Kepada Ryan Carter, Master Naga Hijau yang Terhormat,Izinkan saya memperkenalkan diri dengan benar. Nama saya Sebastian Cross, Chief Executive Officer dari The Consortium, organisasi yang telah beroperasi dalam bayangan selama lebih dari dua abad, mengelola aspek-aspek dunia kultivator yang Dragon Coun
Ruang Medis Kastil Dragon Council - Tiga Hari Setelah SeranganRyan terbaring di tempat tidur medis, tubuhnya terbungkus perban di beberapa tempat. Luka di telapak tangannya dari Soul Blade masih belum sepenuhnya sembuh, luka spiritual membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada luka fisik.Clarissa duduk di samping tempat tidurnya, tangannya menggenggam tangan Ryan yang tidak terluka. Lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan dia hampir tidak tidur sejak serangan."Anak-anak?" Ryan bertanya dengan suara serak begitu dia sadar sepenuhnya."Aman, sayang." Clarissa menjawab dengan lega. "Kai dan Aisha ada di kamar sebelah dengan May yang menjaga mereka. Mereka tidak terluka secara fisik, tapi…""Tapi secara emosional?" Ryan menyelesaikan kalimatnya dengan pemahaman yang dalam.Clarissa mengangguk, air mata mulai mengalir. "Kai sangat terguncang. Dia menggunakan kekuatannya untuk melindungi Aisha, dan sekarang dia bingung, takut tapi juga menyadari bahwa kadang kekuatannya diperlukan."
Tiga Bulan Kemudian - Bali, IndonesiaPantai Sanur dipenuhi cahaya matahari pagi yang hangat. Kai berlari di pasir putih, mengejar gelombang dengan tawa yang akhirnya kembali terdengar alami. Aisha membangun istana pasir tidak jauh darinya, sesekali melirik adiknya dengan senyum lega. Sementara Ryan dan Clarissa duduk di bawah payung pantai, tangan mereka saling bertautan, hubungan mereka perlahan pulih setelah ketegangan berbulan-bulan."Lihat dia," kata Clarissa berbisik sambil menunjuk Kai yang melompat-lompat menghindari ombak. "Dia benar-benar kembali menjadi dirinya sendiri.""Hampir…" Ryan mengoreksi dengan lembut. "Dia masih punya mimpi buruk kadang-kadang. Tapi ya... dia jauh lebih baik."Tiga bulan tanpa kultivasi, tanpa pelatihan, tanpa tekanan. Yang ada hanya liburan keluarga, permainan, dan waktu berkualitas bersama. Perlahan tapi pasti, Kai mulai sembuh dari trauma yang hampir menghancurkannya."Ayah! Ibu! Lihat!" Kai berteriak sambil mengangkat kerang besar yang dia tem
Dua Minggu Setelah Insiden Mei Lin, rumah keluarga Ryan yang biasanya penuh dengan kehangatan dan tawa kini terasa seperti kuburan. Keheningan yang berat menggantung di setiap ruangan, terutama di kamar Kai yang pintunya sudah tidak dibuka dari dalam selama berhari-hari.Ryan duduk di luar pintu kamar anaknya, punggung bersandar di dinding, kepala di tangan. Ini sudah hari keenam berturut-turut dia duduk di sini, mencoba mengajak Kai bicara."Kai, sayang…" suaranya lembut, penuh kesedihan. "Ayah tahu kamu bisa dengar. Tolong, katakan sesuatu. Apa saja."Tidak ada jawaban, hanya keheningan yang menyakitkan. Sementara di dalam kamar, Kai meringkuk di sudut tempat tidur, memeluk boneka beruang tua yang sudah dia miliki sejak bayi. Matanya menatap kosong ke dinding, tidak benar-benar melihat apa-apa.Setiap kali dia menutup mata, kegelapan kembali datang. Tsunami karma hitam yang mencengkeram, labirin kenangan yang mengerikan, suara Zhang Wei yang mengaum di telinganya. Dan yang terburuk
"Ada satu cara." May berkata dengan nafas tersengal sambil berlutut di samping Ryan yang tergeletak lemah. "Tapi sangat berbahaya dan belum pernah dicoba sebelumnya."Ryan menatapnya dengan mata yang penuh harapan putus asa. "Apa saja. Aku akan lakukan apa saja.""Spiritual Tethering." May menjelas
Sepuluh tahun kemudian.Pagi itu dimulai seperti pagi biasa lainnya di rumah keluarga Ryan di pinggiran Seoul. Aisha, yang sekarang berusia dua belas tahun, sudah bersiap untuk sekolah dengan seragamnya yang rapi. Kai, adiknya yang berusia lima tahun, masih sibuk bermain dengan mobil-mobilan di rua
Enam Bulan Kemudian.Musim semi telah tiba di Seoul. Bunga sakura bermekaran dengan indah di sepanjang tepi danau Seoul Grand Park, kelopak-kelopaknya berguguran seperti salju pink yang lembut setiap kali angin bertiup.Di bawah pohon sakura terbesar, sebuah altar sederhana telah didirikan. Tiga pu
Saat Ryan bersiap untuk meledakkan dantiannya, saat tanda naga di dadanya sudah mulai retak dan energi siap meledak, sesuatu yang luar biasa terjadi."RYAN, KAU TIDAK SENDIRIAN!"Clarissa mencapainya, meraih tangannya yang bebas dengan genggaman yang begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ai






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.