Share

Melawan The Killer

Author: Zhu Phi
last update Last Updated: 2025-12-31 23:29:58

Langit di atas istana terasa menekan, seakan seluruh kubah malam runtuh dan tumpah ke dalam ruangan sempit itu.

Aura Jason meledak—tanpa suara, tanpa kilat—namun tekanannya nyata. Api lampu minyak langsung merunduk, sumbu bergetar hebat seperti ditiup badai tak kasatmata. Bayangan di dinding berkerut, udara mengental, sulit dihirup.

Darius menyipitkan mata.

Untuk pertama kalinya sejak ia muncul, pembunuh legendaris itu tidak langsung menyerang.

“Raja Bela Diri…” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar di tengah tekanan yang menindih dada. “Seharusnya makhluk seperti itu tidak ada di istana rapuh ini.”

Jason maju setengah tapak.

KRAK—

Lantai batu di bawah telapak kakinya retak halus, garis-garis tipis menjalar seperti saraf mati. Tatapannya tajam, dingin, tanpa emosi berlebih.

“Dan Ilmu Pedang Dewa Neraka,” balasnya datar, “juga tak pantas dipakai untuk melayani bangsawan pengecut.”

Sudut bibir Darius terangkat sedikit.

Bukan ejekan. Bukan kemarahan.

Pengakuan.

Lalu—

Ia lenyap.

Satu kedip
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Tabib Sangkala

    Sorak kemenangan Duel Tabib belum sepenuhnya sirna ketika gelombang lain—lebih sunyi, lebih berat, lebih beracun—mulai merembes ke seluruh Arena Tabib Dunia.Bukan suara, bukan teriakan, melainkan aura yang merayap seperti bayangan ular di bawah permukaan air.Jason Winata merasakannya lebih dulu.Bukan dengan mata.Bukan dengan telinga.Tapi lewat naluri yang ditempa dari puluhan pengkhianatan, serangan gelap, dan masa lalu yang tidak pernah berhenti mengejar.Sistem Medis berdenyut pelan di dalam kesadarannya.[Deteksi Aura Asing][Sumber : Non-Medis][Catatan : Pola Mata-Mata]Jason berdiri di tepi arena kehormatan. Angin membawa bau darah kering, debu obat-obatan, dan dupa penyembuhan yang terbakar untuk merayakan kemenangan sebelumnya. Namun di antara semuanya… ada sesuatu yang tidak selaras.Tatapannya menyapu barisan tabib yang baru saja mendaftarkan diri untuk babak lanjutan Turnamen Tabib Dunia.Dan di sana—di antara kerumunan tabib residen Atlas—mereka berdiri.Seorang pria

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Kekalahan Memalukan

    Kata-kata Jason tidak menggema—namun justru karena itulah terasa mematikan.“Waktumu hampir habis, Tabib Naga.”Evan Gunawan tersentak.Tubuhnya bergetar hebat—bukan oleh luka, bukan pula oleh kelelahan—melainkan oleh rasa takut yang akhirnya tak bisa lagi ia sangkal.Alun-alun Kota Tirtajaya, yang beberapa jam lalu memujanya seperti dewa medis, kini berubah menjadi panggung kehancuran. Sorak sorai yang pernah mengangkat namanya telah membusuk menjadi ejekan. Tawa sinis, desisan, dan bisikan tajam menusuk telinganya dari segala arah.Bangsa­wan-bangsawan yang dulu berebut berdiri di sisinya kini memalingkan wajah, seakan Evan adalah noda yang bisa menular. Para tabib asing dari benua lain—mereka yang datang dengan rasa ingin tahu dan ambisi mulai menatapnya dingin, objektif, kejam.Penilaian telah dijatuhkan.Bukan oleh satu orang, melainkan oleh dunia.Dari singgasana tinggi di balkon istana, Ratu Athena bangkit.Gaun kerajaannya berkibar ditiup angin pagi. Kulitnya masih pucat, baya

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Duel Tabib

    Kabut tipis menyelimuti Alun-alun Kota Tirtajaya di pagi hari, namun udara telah dipenuhi ketegangan jauh sebelum matahari sepenuhnya terbit. Ribuan orang memadati area yang dipagari bendera biru-perak Kerajaan Wangsa. Di tengah alun-alun, Arena Tabib Dunia berdiri—lingkaran batu putih berlapis formasi kuno, dipenuhi ukiran medis dan simbol-simbol larangan yang hanya boleh diaktifkan saat duel resmi.Hari ini, arena itu akan menelan reputasi… atau melahirkan legenda.Duel Tabib.Jason Winata berdiri di balik tirai arena. Wajahnya tenang, namun tubuhnya terasa lebih berat dari biasanya. Energi spiritualnya masih berputar—stabil, tapi tidak sepenuhnya pulih. Penyaluran energi murni semalam telah menggerogoti cadangan inti tanpa ampun.Sistem Medis berdenyut pelan.[Status Tubuh]Stamina Spiritual : 78%Stabilitas Raja Bela Diri : TerjagaCatatan : Konsumsi energi tinggi dalam 24 jam terakhirJason menghembuskan napas perlahan.Di sisi berlawanan, Evan Gunawan melangkah masuk ke arena de

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Pasien Malam Hari

    Jason masih duduk di tepi ranjangnya, punggung tegak namun pikirannya tak pernah benar-benar tenang. Sayap timur Istana Wangsa tenggelam dalam sunyi yang aneh—sunyi yang terlalu bersih, terlalu kosong. Lentera-lentera kristal memancarkan cahaya redup kebiruan, membuat bayangan di dinding tampak memanjang seperti sosok yang mengintai.Tok.Ketukan pelan itu membuat Jason mengangkat kepala.“Siapa?” tanyanya, suaranya rendah namun waspada.Tak ada jawaban.Alis Jason berkerut. Nalurinya menegang. Besok Duel Tabib akan dimulai, dan justru malam ini... malam paling krusial, tapi tak terlihat satu pun pengawal istana di koridor sayap timur. Biasanya, area ini dijaga berlapis. Terlebih lagi, Ratu Athena selalu memastikan keselamatannya dengan cara yang hampir berlebihan.Namun kali ini… seolah ia dibiarkan sendirian.Tok. Tok. Tok.Ketukan itu kembali terdengar. Tetap pelan. Tetap tanpa suara pemanggil.Jantung Jason berdetak lebih cepat. Tangannya bergerak refleks. Glock-17 telah berada di

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Siasat Licik Evan Gunawan

    Matahari masih bersembunyi di balik cakrawala ketika Alun-alun Kota Tirtajaya mulai berubah wajah. Bendera-bendera kerajaan dipasang sejak fajar—kain sutra biru-perak berkibar pelan, berdesir diterpa angin pagi, seolah mengumumkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar perayaan.Kompetisi Tabib Dunia.Perhelatan tahunan Kerajaan Wangsa. Satu panggung. Satu pemenang. Dan tak terhitung intrik yang selalu menyertainya.Satu hari lagi.Duel Tabib—pembuka kompetisi—akan digelar.Di setiap sudut kota, namanya dibicarakan. Di warung teh, di dermaga, di lorong pasar. Kota Tirtajaya—bahkan seluruh Kerajaan Wangsa—menahan napas menunggu hari esok.Namun, salah satu nama yang paling sering disebut…Jason Winata.Dan ironisnya, sang Tabib Sakti justru terlihat paling tidak peduli pada hiruk pikuk itu.Di sudut kota yang sama, pintu Klinik Medis Tabib Sakti terbuka untuk hari kedua. Jason berdiri di ambang pintu, mengenakan jubah sederhana. Tak ada kemewahan. Tak ada simbol kebesaran. Hanya sepasan

  • Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan    Buka Klinik Baru

    Angin siang Kota Tirtajaya berhembus liar, menyapu jalanan batu dengan campuran aroma rempah pasar, logam panas dari bengkel pandai besi, dan bisik-bisik yang berlari lebih cepat daripada merpati pembawa pesan istana.Nama Jason Winata melayang di udara.Ia sendiri melangkah di tengah hiruk pikuk itu—tenang, punggung tegak, pandangan lurus ke depan. Ancaman Evan Gunawan? Ia bahkan tak menoleh, seolah semua itu hanya debu yang lewat di pinggir jalan.Di titik paling strategis ibu kota—persimpangan Jalan Arwana dan Pasar Merak—sebidang tanah dibuka. Dari balkon istana, lokasi itu terlihat jelas. Dari pelabuhan selatan, arus pedagang pasti melewatinya. Dari pusat niaga, para bangsawan tak punya pilihan selain menyaksikannya setiap hari.Di sanalah papan kayu hitam dinaikkan.[KLINIK MEDIS TABIB SAKTI]Huruf perak terukir rapi, dingin, tanpa hiasan berlebihan. Tak ada lambang wangsa. Tak ada panji politik. Hanya satu simbol kecil di sudut—lingkaran dengan garis denyut nadi yang sederhana…

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status