MasukAeera, sosok manusia yang merupakan anak dari seorang pelayan yang tidak memiliki Ayah. di bully di dunia sihir yang hampir hancur oleh kekuatan Iblis dan Monster. kekuatan sihir manusia terkuat adalah Necromancer. sihir pemanggilan. Aeera selalu di Bully di Akademi Sihir Crypton. Rekan-rekannya sudah sangat hebat. Aeera selalu dihina sebagai bakat sampah karena tidak bisa melakukan pemanggilan dengan sihirnya. Hingga suatu hari, dia menggunakan tongkat peninggalan Ibunya. saat itulah, dia menggunakan kekuatan pemanggilannya, dan Makhluk terkuat muncul. Namun, yang keluar adalah seorang Manusia dan berbeda dengan makhluk panggilan kebanyakan para penyihir. Makhluk panggilan Aeera adalah lelaki bernama Keenan. Keenan adalah lelaki dari dunia yang lain, Keenan juga selalu dibully oleh teman-temannya, hingga dia menjadi orang yang hanya mengurung diri di kamar karena dilecehkan oleh rekan-rekannya saat perpisahan sekolahnya. Jadi ..., apakah Keenan yang menjadi makhluk panggilan dari Aeera dapat menjadi Makhluk Panggilan Terkuat? yang menyelamatkan dunia dimana Aeera tinggal dan mengalahkan Raja Iblis dan Raja Monster?
Lihat lebih banyakKAEL
10 anos de idade.
Eu estava ganhando. Faltava pouco para derrotar o último chefe da gangue de motoqueiros e conquistar o troféu que meu primo disse que eu nunca conseguiria.
Mas então… a dor veio.Forte.
Aguda. Bem no meio do peito. Como se alguém tivesse enfiado a mão dentro de mim e puxado alguma coisa que não devia, como o meu coração.— Ai… — levei a mão ao peito, confuso. O controle caiu no chão. A imagem na TV virou uma explosão sem graça, turva e confusa.
A porta se abriu com um estalo.
Dorian entrou.— Kael… — a voz dele não soava como sempre. Não havia zombaria, nem risos escondidos, mas ele hesitou por um segundo e me olhou com uma expressão estranha.
— Que foi? — perguntei, tentando ignorar o nó que começava a se formar na minha garganta.Ele hesitou um segunda vez. Pela primeira vez, meu primo não parecia tão cheio de si.
— É sobre a Elara…Meu estômago virou, de repente, me senti nervoso. Pulei para fora do sofá e dei dois passos para perto dele.
— O quê? O que aconteceu com ela? — Houve um ataque… Ela… Ela morreu.Pisquei. Uma, duas vezes. A dor aumentou. A cabeça girou.
— Mente pra outro, Dorian. — levantei bruscamente. — Isso é mais uma das suas histórias idiotas? Não tem a menor graça. Você sabe que ela é minha companheira e ...
Ele não respondeu.
— Por que você está olhando para o chão? Olhe para mim. — empurrei seu peito com força. — Ela não morreu. Ela não pode ter morrido! Pare de mentir.Dorian recuou, mas seus olhos estavam cheios de alguma coisa estranha. Pena? Medo?
Foi então que meu tio apareceu na porta. Atrás dele, o vovô.
Nenhum dos dois disse nada. Só me olharam.E foi aí que entendi.
Meus joelhos cederam. O choro veio sem aviso, cortando meu peito como faca.
Corri.
Desci as escadas sem ouvir os gritos atrás de mim. Passei pela rua, descalço, ignorando o frio, ignorando tudo. Corri até o fim da rua. Até a casa dela. A casa da Alara. Minha companheira.
Estava cheia de carros da polícia. Luzes vermelhas e azuis piscando como um pesadelo. A casa estava arruinada,com fogo escapando pelas janelas. A fumaça atingiu meus pulmões quando cheguei perto o suficiente, alguém gritou para que eu me afastasse, mas ignorei, olhando para cima, para a janela do quarto dela.
—Lá. — apontei. —Você precisa ir até lá resgatar uma garotinha, ali é onde ela dorme.
O policial me olhou com a testa franzida, depois desviou os olhos para seu colega que estava ao seu lado e suspirou.
— O que está esperando? Você precisa ir e pegá-la. — comecei a gritar com ambos, agindo como um pirralho mimado que Dorian dizia que eu era.
— É o garoto Thorne.— outro policial falou logo atrás de mim. — Vou ligar para o avô dele.
Bati o pé na calçada. Eles não estão me ouvindo?
— Minha companheira está lá, se você não está indo e fazendo seu trabalho, então me eu vou.
— Espere, garoto. — mãos agarraram meus braços. O policial, ele me segurou enquanto seu amigo mexia no celular. Comecei a gritar, falar palavras que meu avô condenaria, mas as boas maneiras não importam nesses momentos. Eu só quero vê-la.
— Elara! — gritei, uma e outra vez, até não aguentar mais. Meu avô chegou em algum momento durante meu ataque de pânico, porque os braços do policial se foram e os dele tomaram o lugar.
— Está tudo bem, Kael. Tudo vai ficar bem.
— Vovô, eu preciso salvá-la. Deixe-me ir. Eu preciso ir…
— Sinto muito, garoto. Sinto muito.
— Por favor, vovô.
— Ela se foi, garoto. Ela se foi.
Minhas pernas cederam e caí de joelhos, na grama do jardim da casa em chamas dela.
— Vocês não podem ficar aqui. — um dos policiais, não, um bombeiro. A roupa dele era a de bombeiro, disse e apertou meu ombro.
Eu não conseguia parar de chorar. Primeiro, meus pais e agora, minha companheira. Amaldiçoado.
Ela não estava mais ali. Ela não estava mais em lugar nenhum.
E uma parte de mim… também tinha ido embora.
Ha .. ha.. ha..Kenan tertawa lepas, Kenan kini sedang berbincang dengan Sadewa, Bos Mega Multi. Mereka berbincang di belakang panggung. Kenan langsung tertawa di belakang panggung setelah selesai memberikan pidato, atas terpilihnya mencari perwakilan perusahaan dalam mengelola seluruh CSR perusahaan.Sekretaris Sadewa tak habis pikir, kenapa sang Bos memilih pemuda itu. Pemuda itu bahkan tidak punya sopan santun pada bosnya, Sadewa. Mereka berdua terlihat akrab, dan Feri si Sekretaris tak habis pikir. Kapan mereka bertemu dan kapan mereka menjadi sangat akrab. Selama ini, sebelum bangun dari komanya, Bos Sadewa terkenal sangat tegas, disiplin dan tak peduli dengan orang lain kecuali hanya bisnis.Selama Sadewa Koma, seluruh perusahaan ditangani oleh Feri. Dia sangat setia pada Sadewa, meskipun begitu dia masih penasaran kenapa pemuda di depannya ini dipilih begitu saja tanpa ada proses seleksi sama sekali.Sadewa melihat keheranan sang sekretaris, dia membiarkan Kenan tertawa lalu men
Kenan memasuki halaman rumahnya, dan dia melihat Ibunya duduk di depan rumahnya. Saat melihat Kenan, sang Ibu bangun dari duduknya dan berdiri. Tak lupa, senyuman Ibunya menyambut kedatangan Kenan.Keduanya tersenyum, semilir angin menerpa keduanya.”Kamu cukur rambut?””I ... Iya Ibu. Ibu ... Ibu sudah makan?”Ghina mengelus rambut Kenan, airmatanya hampir saja menetes. Namun, Ghina menahannya agar tidak jatuh.”Ibu belum makan, ibu menunggumu.”Kenan tahu, sejak Kenan pergi dan melawan monster dan iblis di dunia Aeera. Ibunya pasti tak beranjak dari tempat duduknya di depan rumah, menantikan Kenan.”Ayo makan bersama, Ibu.”Ghina mengangguk, keduanya tak pernah merasakan hal seperti itu sudah beberapa tahun lamanya. Ghina mampu menyimpan bahagianya itu dengan baik, dia tidak ingin membuat Kenan kehilangan saat-saat dirinya melawan ketidakberdayaannya. Ghina membiarkan Kenan mampu berdiri tegak dengan kemauannya sendiri.***”Kenan, ini ada surat dari temanmu. Ibu baru menyerahkannya
Helios kehilangan makhluk panggilan itu, pedangnya yang menyerang dengan energi terkuat tak bisa membunuh makhluk panggilan itu. Tiga serangannya gagal, makhluk panggilan itu kini melayang di udara dan pedang legendari itu melayang di depannya.Ledakan besar terjadi dan serangan energi pedang Helios bahkan mengenai banyak pasukannya yang berada di luar gerbang kerajaan Saranjana.Kenan menghembuskan napasnya perlahan, dia melayang mendekati Pedang Halilintar dan memegangnya. Setelah melakukan distorsi waktu dan mengembalikan hingga saat ini, Pedang Halilintar sudah mengorbankan energi dan jiwanya. Pedang Halilintar sudah mencapai batasnya, sekarang giliran Kenan yang harus berjuang.”Tuan Pedang, apakah kamu mendengarku?”Tak ada sahutan. Kenan tahu sekarang, jiwa Tuan Pedang hilang dan hanya tersisa Pedang Halilintar saja.”Hei, Helios! Aku sudah selamat dari tiga seranganmu, lepaskan Aeera sekarang!” teriak Kenan dan mengarahkan ujung pedang pada Helios.Mata Helios membesar, dia mar
WOOOONGGGG!JEGLAAARRR!Aku datang Aeera! Aku datang!Slap!Dimana ini? Kenan melihat sesuatu yang berbeda, dia menoleh ke semua sisi. Dan, dia hanya melihat kehancuran. Tak ada apapun kecuali kehancuran dan ledakan tanah dimana-mana. Namun, ada beberapa sisa puing dari sebuah kerajaan.Kenan mencoba mencerna apa yang terjadi, bau busuk kematian ada di semua tempat dan tempat itu terbakar habis oleh ledakan yang dahsyat. Dan ... Kenan gemetaran, karena dia merasakan bahwa tempat itu sangat familiar yang merupakan kerajaan Saranjana. Kerajaan yang ditinggalkannya tiga jam yang lalu.Tidak mungkin!Bruk!Kenan terduduk, lemah dan tak bisa berpikir jernih.Kemana semua orang? Apakah dia sudah terlambat? Tidak mungkin!Kenan mengumpulkan energi, meskipun kini dia bukan makhluk panggilan Aeera. Namun, Kenan yakin bisa terbang.SYUUTTT!Benar, Kenan melayang di udara dan semakin tinggi, melihat radius kehancuran yang begitu dahsyat sampai ke semua penjuru. Mata memandang setiap penjuru, dan
Kenan heran, pedang itu muncul di depannya dan berbicara seolah-olah dia adalah pasangan yang serasi untuknya. Katanya, bersama-sama kita akan hancurkan kekuatan monster dan iblis? Yang benar saja! Kenapa yang bersemangat pedangnya?”Apa aku bisa mempercayaimu? Jangan-jangan kalau aku memakaimu, ak
Semua makhluk di dunia sihir tahu, ada dua benua besar yang ada dalam peta mereka. Benua Toman yang dikuasai raja iblis, dan Benua Eudor yang dikuasai raja monster. Dan, salah satu keunikan dari kekuatan Iblis dan Monster adalah, jika Iblis mengecilkan ukuran tubuhnya mereka akan menjadi ultimate te
”Sialan! Siapa yang berani menyerangku tiba-tiba!” suara menggelegar dari Regius, dia mencengkeram kedua tangannya ke tanah. Tanah di sekitarnya meledak.Booom!Regius mengelengkan kepala ke kanan dan ke kiri. Pukulan yang mengenainya cukup kuat, dia belum siap sebelumnya. Siapa yang berani melakukan
Saat Aeera menghancurkan manik-manik ikatan sihirnya dengan makhluk panggilannya. Saat itu, waktu terdistorsi sejenak. Kenan melihat siluet lelaki berbentuk hologram terbias dari Pedang Halilintar. Sosok itu, manusia!”Kenan, aku juga manusia. Aku tak bisa berbuat lebih dari kemampuanku, kini ikatan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak