Share

Bab 125: Minta Restu 2

Penulis: NACL
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-10 10:40:51

Laras menahan napas seketika. Jantungnya serasa merosot ke lambung. Ia bingung menjawab pertanyaan itu. Bukan tak pernah terpikir sebelumnya, ia sudah menyiapkan jawaban. Hanya saja, pada praktiknya, terasa sangat sulit.

“Umm … itu … ituu—”

“Ya ampun, Ras! Ih, kamu pulang nggak bilang-bilang. Padahal Bibi bisa masak enak buat kamu sama Den Rama. Mana atuh suami sultan kamu itu?” celetuk bibinya dari arah dapur, dengan wajah berkeringat dan daster penuh cipratan minyak.

Laras tersenyum kecil sambil memelintir ujung cardigan krem-nya. Ia juga melirik sang paman yang masih menunggu jawaban.

“Eh, itu siapa laki-laki ganteng? Sopir Den Rama, ya?” gumam bibinya, membuat Laras membelalak dan menoleh. Wajah Dirga tampak kecut dan kusut. Sudah pasti pria itu mendengar celotehan sang bibi.

“Siapa dia, Ras? Kenapa juga kamu nggak pulang sama Den Rama?” tegur sang paman, lagi

Dirga yang baru saja selesai menurunkan barang-barang dari mobil bergegas mendekat. Ia langsung mengulurkan tangan.

“Sela
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 393

    "Mami! Papi!" Dua suara itu bersahutan.Laksa dan Leksa berhambur keluar dari pintu depan. Mereka menubruk kaki Laras dan Dirga yang baru saja turun dari mobil.Sore ini, Laras dan Dirga memang sengaja pulang dari rumah sakit satu jam lebih awal. Meskipun lelah, tetapi tidak menyurutkan keinginan untuk berkumpul di rumah sederhana milik Raymond. Laras rindu pada papinya itu.Laras berjongkok, menghirup aroma sabun bayi yang menyertuak dari leher kedua putranya."Wah, udah rapi dan harum sekali jagoan Mami," puji Laras sambil mengusap pipi mereka yang kenyal, bersih dan merona.Ia kemudian menatap istri Raymond dengan perasaan tidak enak. "Terima kasih banyak, ya, Bu. Maaf kalau Laksa dan Leksa selalu bikin repot di sini."Istri Raymond mengibaskan tangan sambil tertawa kecil, wajah wanita tambun itu tampak segar dan berseri-seri."Repot apa, Ras? Mereka itu pintar sekali, udah mandiri. Makan sendiri, mandi pun udah bisa sendiri, sama sekali nggak merepotkan," jawabnya wanita itu, mene

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 392 Keberanian

    Dua bocah itu berjalan sambil merengut, kaki mereka sengaja dihentak-hentakkan ke lantai marmer. Kali ini mereka sangat kompak berbagi kekecewaan, bahkan Leksa berlagak menjadi kakak yang dewasa dengan merangkul bahu adik kembarnya. Mereka saling menguatkan karena rencana ke desa gagal total."Terus kita liburan di mana? Sekolah nanti ‘kan libur lama," tanya Leksa sambil menatap lurus ke depan dengan wajah ditekuk.Laksa terdiam sesaat, lalu memutar bola matanya mencari ide lain. "Di rumah Opa? Atau rumah Kakek Raymond?"Leksa langsung menggeleng kuat-kuat. "Nggak seru! Di sana cuma duduk-duduk doang, nggak bisa main air sepuasnya kayak di rumah Abah."Dirga yang sedari tadi berdiri sembari merapikan jam tangaan, hanya tersenyum melihat pemandangan itu. Dua bocah itu sudah memikirkan rencana liburan sekolah dengan sangat serius, padahal waktu libur masih sangat lama.“Kalian mirip Mami kalau merajuk,” gumam Dirga.Dirga pun melangkah, sengaja mengeraskan langkah sepatu agar kedua anak

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 391 Gagal Liburan Kita

    Sementara itu di apartemen, suasana di dalam kamar tidur utama sudah terlalu panas dan pengap oleh aroma keringat dari gairah. Randy terus menumbuk miliknya lebih dalam, menghujam langsung ke inti sang istri. Setiap sentakan Randy disambut dengan desahan Dinda yang terdengar liar dan tidak terkontrol."Ahhh ... Mas Randy ... ugh, iya di situ, jangan berhenti," racau Dinda dengan suara serak yang sangat menggoda, membuat darah Randy tambah mendidih.Sudah lebih dari satu jam pria itu menggagahi istrinya ini tanpa berbelas kasih. Randy benar-benar melepas seluruh penat dan stres kerja bersama Dinda.Bagi Randy satu kali pelepasan tidak cukup untuk menuntaskan dahaga pada tubuh wanita yang sangat ia cintai ini. Apalagi, ia merasa memiliki misi khusus, mengejar target untuk menghamili Dinda agar apartemen mereka tidak lagi sepi.Sentakan Randy makin bertenaga, membuat ranjang mereka berderit seiring dengan napas yang memburu. Dinda yang mencapai batas ketahanan pun mulai melengkungkan pun

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 390 Laksa dan Leksa

    Pukul enam sore ini, Laras meneguk air mineral hingga tandas. Kerongkongannya terasa kering usai berjibaku di ruang operasi selama hampir dua jam. Wanita itu membantu seorang ibu yang kebetulan juga melahirkan bayi kembar melalui prosedur caesar.Kini ia menyandarkan punggung pada pintu besi lemari, membiarkan sarafnya rileks sejenak. Meskipun bau antiseptik masih menempel lekat di kulitnya.Senyum mengembang di bibir basahnya, tatkala membayangkan wajah Leksa dan Laksa yang menggemaskan dengan gigi ompongnya. "Mami kangen kalian," gumamnya.Pikirannya pun melayang ke masa-masa sulit saat ia mengandung si kembar. Dulu, mereka hanyalah gumpalan darah yang rapuh, kini keduanya menjadi bocah-bocah penuh tingkah yang sering membuat Laras geleng-geleng.Hanya saja ada rasa bersalah yang mencubit hati. Ya, Laras tahu ada waktu bermain yang terpaksa dikorbankan demi menempuh pendidikan spesialisnya hingga bisa berada di posisi dokter kandungan seperti sekarang. Sukses memang butuh harga, dan

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 389 Mesum dan Dominan

    "Ahh ... Randy," desah Dinda kala puncak kenikmatan itu akhirnya memanjakan seluruh sarafnya.Dalam dada yang masih berdebar kencang, Dinda mengakui sesuatu yang selama ini hanya ia dengar dari desas-desus. ‘Ternyata rasanya kayak gini ... sangat enaaak, tapi ada sedikit sakit yang sempat sesak.’ Setelah Randy memacu pinggulnya untuk terakhir kali malam ini, Dinda merasa tubuhnya seperti melayang. Benih-benih cinta itu kini tertanam sempurna di dalam rahimnya, membawa kehangatan yang menjalar di malam ke tujuh mereka.Dengan napas masih tersengal, Randy menyandarkan kepala sambil mengecupi kening Dinda yang basah oleh keringat. Ia tidak berharap wanita itu hamil cepat. Lebih ingin menikmati fase pacarana bebas.**Enam tahun kemudian.Siang ini, suasana selasar rumah sakit JB yang biasanya tenang mendadak riuh oleh suara melengking yang sangat familiar di telinga."Tante Dinda!" teriak Laksa dan Leksa kompak.Dinda yang baru saja keluar dari ruang sterilisasi dengan seragam OKA hijau

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 388 Rengekan Perawan Dinda Randy

    “Ssssshhh …,” desahan itu keluar tanpa kontrol. Bagaimana pun, sekuat apa pun Dinda menahan, suara merdunya mendesak. Rasa panas dari dalam tubuh membuat napasnya berderu cepat.“Dinda?” bisik Randy lagi. Dan … ugh, sialnya, bibir pria itu terasa halus dan napas hangatnya menyapu daun telinga. “Sayang, Dinda? Saya tidak bisa nunggu lagi.” Suara Randy tegas.Mata Dinda mengerjap perlahan dan bulu kuduknya sangat-sangat merinding. Bahkan jantungnya berdentum keras seperti genderang yang dipukul bertalu-talu, saat merasakan ujung hidung Randy menyesap aroma lehernya.Ya, Dinda tahu, malam ini ia tidak bisa lagi mengelak di balik selimut atau pura-pura terlelap.Di balik rasa panas yang mulai menjalar ke seluruh saraf, jujur saja ada ketakutan yang membeku di hati. Dinda, membayangkan cerita menyebalkan dari teman-temannya, tentang suami yang egois di atas ranjang, bagaimana rasa sakit yang tak tertahankan, atau lebih buruk lagi, seputar fakta kekecewaan pria jika sang wanita tidak bisa me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status