LOGINJason Carlos is a man of power who has never been truly loved until he meets Sophia, his maid, whom he used to bully from high school. Despite their different backgrounds, they fall in love and face many obstacles, including Jason's arranged marriage to Rita and a web of deceit that threatens to tear them apart. As secrets are uncovered and alliances are tested, their love is put to the ultimate test. But with the support of each other, they face each challenge head-on, leading them to a journey of forgiveness, redemption, and a love that transcends all barriers.
View More"Tidak hanya kamu yang aku urus, Mas. Ada Sarah juga 'kan. Minta dia buatkan sarapan untukmu."
Hatiku mencelos melihat sikap Amina yang begitu acuh tak acuh padaku, suaranya memang lembut tapi dia seolah tidak mau menatapku. Aku merindukan dia yang dulu, tidak pernah sekalipun dia melalaikan kewajibannya sebagai istri meskipun tugas rumah pun banyak yang menanti untuk dikerjakan. Sebelumnya kami memang memiliki asisten rumah tangga namun karena keuangan yang tidak memadai Amina mengurus semuanya sendiri.Amina seperti ini semenjak Sarah ada di rumah, rasanya tidak memiliki pilihan lain karena Sarah adalah anak panti. Mau tidak mau aku harus membawanya pulang. Kupikir Amina akan menerima karena istriku itu berhati lembut dan penyayang. Amina memang menerima namun sikapnya berubah.Belum bisa jika memberikan rumah yang sebesar rumah ini, Sarah ingin dibelikan rumah yang sama. Dia mengatakan padaku jika harus adil. Ya, aku sadar itu. Namun kondisi keuanganku sangat sulit satu tahun ke belakang ini, bahkan banyak usahaku yang harus gulung tikar."Tapi Sarah tidak bisa memasak. Aku juga rindu masakanmu." Merengek mencoba meluluhkan Amina."Aku sibuk. Refal sudah menunggu untuk diantar ke sekolah."Amina pergi membawa serta anak kami yang baru berusia lima bulan. Dia selalu menunggu Refal sampai jam pulang sekolah. Sekarang karena aku tidak banyak kerjaan saja bisa ada di rumah. Memiliki istri dua tapi sama sekali tidak ada yang mengerti.Lebih baik mencari makanan di luar saja, Sarah juga jam seperti ini masih tidur. Dia selalu seperti itu, tidur paling awal bangun paling akhir. Dia mengatakan jika itu bawaan hamil. Padahal dulu Amina tidak seperti itu saat hamil."Yo, mau kemana?""Eh … Tante Atika." Tenggorokanku seperti tercekat saat melihat kakak dari mendiang ibuku itu datang tanpa memberi kabar seperti biasanya."Kenapa wajahmu kaget begitu? Mana Amina dan anak-anak?"Tanpa bisa dicegah Tante Atika masuk ke dalam rumah bersama dengan Sarah yang juga keluar dari kamar. Tante Atika terdiam dan memperhatikan Sarah.Rasanya aku ingin kabur saja. Hal ini memang dirahasiakan darinya karena aku belum siap. Tapi tanpa perencanaan apapun dia malah datang."Dia siapa, Yo?" Tante Atika menatapku tajam karena aku yang menunduk dan tidak berani menatap matanya."Aryo, Tante bicara padamu!" Suaranya meninggi."Tante, tolong jangan berisik. Aku ini istrinya Mas Aryo."Mata Tante Atika membelalak. "Is–tri? Kamu menikah lagi Aryo?""Wajar Mas Aryo menikah lagi, istrinya saja tidak enak dipandang, kurus kering, bau matahari, bau ompol da–""Cukup, Sarah!" Nafasku memburu, menatap tajam pada Sarah yang tidak bisa membaca situasi. Dia malah memperkeruh suasana.Sarah mencebik. "Kenapa? Itu yang kamu katakan padaku saat kamu memintaku jadi istri keduamu."Aku menjambak rambut frustasi, kenapa Sarah sama sekali tidak bisa diajak kompromi."Dimana hati kamu, Aryo? Kamu mencari kesenangan pada wanita lain hanya karena istrimu itu tidak menarik lagi?" Tante Atika mengepalkan tangannya dengan tatapan tajam yang seolah menghunus jantungku."Amina seperti itu karena dirimu juga. Dia mengurusmu, anak-anak bahkan adikmu. Amina tidak ada waktu untuk merawat dirinya sendiri. Badannya kurus karena dia lelah, makan saat ada waktu saja itupun seadanya karena dia tahu kondisi usahamu saat ini. Lebih dari sulitnya mengurus anak-anak, dia rela mengabdikan hidupnya mengurus adikmu. Dimana hati nuranimu, Aryo?" Suara Tante Atika semakin meninggi namun bergetar, dia mengusap sudut matanya yang basah."Maaf, Tante. Ak–""Mas …."Tidak ingin Sarah membuat semuanya semakin buruk, kuseret ke dalam kamar dan menguncinya dari luar."Jangan pernah berpikir Amina mengadu pada Tante, Tante tahu semua ini karena Refal yang biasa cerita, anak kamu sendiri. Kamu mencari Istri baru, belum tentu dia seperti Amina. Apa dia mau mengurus Asti yang sering mengamuk tanpa sebab? Apa dia mau mengurus Asti yang masih seperti anak kecil? Untuk makan pun harus disuapi dan dimandikan bahkan saat buang air pun harus dibersihkan. Apa dia mau melakukan itu? Hati Amina begitu mulia, dia menyayangi Asti padahal Asti hanya adik iparnya, tidak ada hubungan darah antara mereka tapi Amina tulus menyayangi dan merawat Asti."Hatiku berdenyut nyeri. Merasa tertampar dengan apa yang dikatakan Tante Atika. Kenapa diriku ini begitu bod*h sampai tidak memikirkan hal itu. Amina tanpa pernah mengeluh rela mengurus adikku yang memiliki kebutuhan khusus, bahkan dia menolak saat aku akan mempekerjakan orang untuk menjaga Asti."Aku masih mampu, Mas. Kita tidak tahu orang seperti apa, aku tidak ingin mengambil resiko jika nanti Asti malah diperlakukan tidak baik. Asisten rumah tangga saja sudah cukup."Itu yang selalu diucapkan oleh Amina. Saat itu kondisi keuanganku masih stabil.Dadaku tiba-tiba sesak dan bergemuruh. Kenapa aku jahat sekali. Mata ini berkaca-kaca, tidak mampu lagi dibendung pipiku langsung basah."Sekarang kamu menyadari semua kebaikan Amina? Dia tidak pernah bicara soal kebaikannya sendiri meski sebenarnya dia bisa, istri barumu itu tidak ada bandingannya dengan Amina. Cantik saja tidak cukup, Aryo. Sampai kapanpun kalau kamu terus melihat fisik, memiliki istri dua saja akan kurang."Tante Atika kembali menyeka air matanya. "Sudahlah, tidak ada gunanya bicara pada orang yang tidak memiliki hati sepertimu. Kalau kamu tidak bisa membahagiakan Amina, setidaknya jangan membuatnya terluka. Lepaskan dia! Di luar sana banyak laki-laki yang bisa memperlakukan Amina lebih baik daripada dirimu!"Aku menggelengkan kepala. "Tidak, aku tidak akan pernah melepaskan Amina sampai kapanpun. Aku mencintainya, Tante.""Cinta? Cinta kamu bilang. Kamu mencintai Amina tapi kamu juga menyiksanya. Kamu sadar dengan ucapan kamu itu? Jangan tahan dia jika kamu hanya ingin menjadikannya pembantu gratis di sini."Bersambung …."What?" Sophia blurted out."Yeah, I want your body, just for a few hours. It won't take long, I promise. I'm so kind enough to take little out of people's things and leave the rest for others to enjoy too." he said, indirectly mocking her.Even his tone disgusted Sophia at this point. She was irritated by the way he spoke about her as if she was food that should be shared.She stood up angrily. "You could as well keep your money to yourself. Shameless asshole." She cursed. She was full of rage. Before she could get to the door, Kian pulled her back and threw her on the sofa. And with his hands, he pinned her down. He was obviously much stronger that she was."This is rape! How dare you?! Stop this--" Sophia voiced as she struggled."I guess you don't know who I am. You don't expect me to let you go after just the sight of your body has caused a rise in me." "How is that my fault?!" Sophia yelled."Look, calm down. You have to chill. I don't like it rough either. Okay, 20 minutes. Ju
***The phone rang countless times but the owner wouldn't pick it up. Jason smirked. His patience ran out already. He left his room for the first floor. And as he walked down the stairs, an elegantly-dressed lady walked in. Her eyes brightened up the moment she saw him."Hey darling." Jason's expression became colder as she walked towards him. She got to him and made an attempt to hug him. Jason held her hands before they touched him and released them. "Don't touch me.""Jason, what's wrong?" "Rita, when did I give you the permission to enter my house at your own will?" He questioned coldly.Rita chuckled. "Jason, what do you mean? We are going to get married very soon so why can't I come here freely? I mean, I'll eventually move in here with you so why the fuss?"Jason's eyes darkened as she mentioned marriage. It was something he couldn't avoid. His company had to partner with her father's company for some mighty goals. And he had to marry Rita in exchange for the investment
Sophia's eyes gleamed up as soon as she set her eyes on old lady Nancy, the overseer of all domestic works in Jason's house. She was an old, kind but strict woman in her early sixties."Sophia." The woman called as she got to where Sophia was. Sophia was on her feet already."Have your seat." Lady Nancy said. Sophia quietly complied and the old lady took a seat opposite her."I'll go to the point. I have many other things to do. Sophia, I'm sorry, a job couldn't be secured for you here." Sophia's pupils dilated. "Why?" She blurted out without even knowing it."Someone else passed the screening and currently, there's no vacancy."It looked like all hopes were lost for her. She not getting a job here meant she had to go back to those menial jobs she used to do. Those jobs were not enough for her to make make enough money to pay up her mother's bills."I thought--"She was about to say something then she got cut off. "Sophia, I'm so sorry you weren't accepted. I would've loved to have y
Author's POVSophia rushed into an hospital with her mother.Her mother had been very sick but she had no money to take her to an hospital.The sickness has now gotten the best of her mother and she has no choice but to take her to an hospital." How may we be of help to you?" A nurse asked." My mum is very sick as you can see and she needs urgent attention " Sophia said nervously." Go and make deposit over there. Some tests will be carried out on her first inorder to know what the next line of action is " The nurse said and Sophia handed over her mother to nurses as she walked up hastily to the place where she was supposed to make the deposit. Sophia paid money for the tests and she went back to sit down while waiting hastily for the nurses to come out.She waited for thirty minutes before the nurse came out from the test laboratory." How is my mother?" Sophia asked nervously" Please see the doctor in his office ma'am.Second office by the right " The nurse directed and Sophia went






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.