مشاركة

sltc - 073

مؤلف: Haifa Dinantee
last update تاريخ النشر: 2024-01-26 23:00:21
“Bi Ais!”

Dania memekik kecewa, mendapati bi Ais yang dulu selalu berada di pihaknya, kini tak meliriknya sedikitpun.

Bi Ais tak mempedulikan panggilan Dania. Wanita paruh baya itu malah berlari, mengebor Roy yang sudah berjalan sambil membawa Sova dalam gendongannya.

“Nyawa lebih penting!”

Tiba-tiba, Beni memberikan jawaban menohok kepada Dania yang masih diam mematung di sana. Tatapan Beni bagai mata elang yang siap mencabik mangsanya.

Tanpa menunggu jawaban Dania, Beni pun segera mengiku
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   113

    Asap knalpot berputar liar di udara malam saat mobil Roy melesat semakin kencang, membelok tajam memasuki jalanan berbatu di pinggiran utara Bandung—daerah yang sepi, penuh bangunan tua yang terbengkalai, sisa-sisa pabrik tekstil yang sudah ditutup puluhan tahun lalu. Jantungnya berdegup kencang, bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena amarah yang membakar setiap inci tubuhnya. Di balik keningnya yang berkerut, bayangan wajah Sova yang menangis, suara tangisan bayinya, dan ketakutan di mata Hilda terus berputar tanpa henti. Sosok lembut dan damai yang ia bangun selama bertahun-tahun kini runtuh seketika; pria yang dulu dikenal sebagai pemimpin kejam dan tak kenal ampun—sosok yang ia kubur dalam-dalam—kini bangkit kembali, tajam dan berbahaya. Ponselnya masih digenggam erat di tangan kiri, layarnya masih menampilkan foto yang membuat darahnya mendidih. Di bawah pesan ancaman itu, ada alamat lengkap: Gudang tua nomor 17, kawasan Padasuka. Tempat itu ia kenal betul—dul

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   112

    Asap knalpot berputar liar di udara malam saat mobil Roy melesat semakin kencang, membelok tajam memasuki jalanan berbatu di pinggiran utara Bandung—daerah yang sepi, penuh bangunan tua yang terbengkalai, sisa-sisa pabrik tekstil yang sudah ditutup puluhan tahun lalu. Jantungnya berdegup kencang, bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena amarah yang membakar setiap inci tubuhnya. Di balik keningnya yang berkerut, bayangan wajah Sova yang menangis, suara tangisan bayinya, dan ketakutan di mata Hilda terus berputar tanpa henti. Sosok lembut dan damai yang ia bangun selama bertahun-tahun kini runtuh seketika; pria yang dulu dikenal sebagai pemimpin kejam dan tak kenal ampun—sosok yang ia kubur dalam-dalam—kini bangkit kembali, tajam dan berbahaya.Ponselnya masih digenggam erat di tangan kiri, layarnya masih menampilkan foto yang membuat darahnya mendidih. Di bawah pesan ancaman itu, ada alamat lengkap: Gudang tua nomor 17, kawasan Padasuka. Tempat itu ia kenal betul—dulu, bertahun-

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   112. Termakan umpan

    Roy mematikan layar ponselnya dengan tangan yang sedikit gemetar, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya tampak menonjol. Pesan ancaman itu tercetak jelas di benaknya, setiap kata seolah berubah menjadi pisau yang menusuk tajam ke dalam kesadarannya. Ia tahu betul siapa pengirim pesan itu—orang yang mengenal dirinya luar dalam, orang yang paham betul apa yang paling ia takuti, dan orang yang sengaja memanfaatkan kelemahan terbesarnya untuk menjeratnya. "Kang... siapa yang menelepon? Ada apa?" suara Sova terdengar pelan dan cemas, ia melangkah mendekat, tangannya yang lembut menyentuh lengan Roy dengan penuh kekhawatiran. Matanya yang bening menatap lurus ke manik mata suaminya, berusaha membaca apa yang sedang terjadi di balik raut wajah yang berubah pucat itu. Roy menoleh perlahan, menatap wajah wanita yang telah mengubah seluruh hidupnya. Wanita yang dulu hanya ia anggap sebagai sarana untuk mewariskan segala hartanya, namun kini telah menjadi satu-sat

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   111. Richard

    Roy menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya dwngan sedikit kasar.Suara itu adalah suara Richard. Bos mafia yang dulu berada di bawah kendalinya. “Richard… ini saya” jawab Roy dengan suara yang tenang namun tegas. Ada jeda beberapa detik di seberang sana, seolah orang yang dipanggil itu sedang terkejut sekaligus senang mendengar suara orang yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya. “Bos Roy. Wah, sungguh keajaiban. Sekian purnama saya menunggu anda menghubungis saya, akhirnya hal itu tiba. Pasti ada masalah besar yang membuat anda memutuskan untuk memecah kesunyian ini, kan?” tanya Richard dengan nada yang terdengar antusias sekaligus penasaran. “Kamu benar. Saya butuh bantuanmu, Richard.""Dengan senang hati saya akan membantu. Maaf, karena saya menghentikan pengawasan dan perlindungan diam-diam terhadap anda karena permintaan anak buah anda saat itu," ucapnya membuka kisah lama. Sepeninggal Roy, Richard

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   110. Rencana Roy

    “Raut wajahmu saat mempertanyakan hal tadi benar, Sayang. Semua yang akang katakan tadi hanyalah kebohongan dan strategi saja.""Maksud Akang?" Sova mengernyitkan wajahnya, menuntut penjelasan dari ucapan Roy."Akang tahu persis ada orang yang masih bekerja untuk musuh kita di antara mereka."Roy memainkan sebuah pulpen yang berada di atas meja kerjanya."Bagaimana mungkin orang-orang itu bisa tahu persis kapan Beni akan keluar, kalau tidak ada yang memberitahu dari dalam? Mereka datang berbondong-bondong seolah sudah menunggu dengan sabar, itu berarti mereka mendapat laporan yang akurat dari seseorang yang ada di sini. Begitu maksudnya?" tanya Sova sambil berjalan mondar-mandir, dengan gaya detektif yang memecahkan puzzle sebuah kasus.Roy berbalik, menghadap ke arah Sova. "Ya. Dan Akang tidak bisa langsung menuduh siapa-siapa.""Ya, karena kalau akang bertindak sembarangan, orang itu akan semakin berhati-hati dan kita tidak ak

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   109. Instruksi

    Suara panggilan yang memecah ratapan di hati Roy, membuat ia segera melepaskan diri dari pelukan Sova. Roy segera menghapus sisa-sisa air mata yang sempat menetes di pipinya, lalu menegakkan tubuhnya kembali. Wajah Roy yang tadi menunjukkan kesedihan, perlahan berubah menjadi topeng ketegasan yang biasa ia tunjukkan. Namun di balik tatapan matanya yang tajam, tersimpan amarah yang membara dan kewaspadaan yang sangat tinggi. Ia tahu, saat ini bukanlah waktu untuk terus larut dalam penyesalan, tapi waktu untuk bertindak cepat dan tepat. Ia berbalik, berjalan ke arah halaman depan rumah yang luas itu. Di sana, semua pekerja, penjaga keamanan, dan orang-orang yang bekerja di bawah perintahnya telah berkumpul sesuai dengan perintah yang ia sampaikan tadi. Mereka berdiri berbaris rapi, menatap ke arah Roy dengan tatapan yang beragam—ada yang tampak cemas, ada yang bingung, ada yang penuh semangat untuk membantu, namun ada juga yang

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC 091. Memainkan Sandiwara

    SLTC - 091Roy menatap ke arah Sova yang sudah berlalu meninggalkannya. Ia ingin menghentikan langkah Sova dan berlalu ke dalam rumah, hanya dengan Sova dan Rafa. Tapi, istrinya itu tak mau mengerti. Roy mendengkus sepelan mungkin, agar Ia tak menyakiti hati Dania. "A

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   sltc - 090

    Hari ini Baby Rafa sudah boleh dibawa pulang ke rumah. Meskipun kondisi badannya masih nampak kecil, tapi sudah kuat untuk diperlakukan seperti bayi normal pada umumnya. Namun, tetap saja Sova memilih seorang perawat untuk membantunya merawat Rafa. Ia tak ingin coba-coba untuk urusan bayi prematurny

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 089

    Sova melirik sekilas ke arah dokter Hilda, kemudian ke arah bi Ais secara bergantian. Ada kata yang menggelitik pendengarannya, meminta kejelasan bahwa apa yang Ia dengar tak salah. “Ya, kami... bukan hanya pak Beni.” Bi Ais melihat Sova dengan sorot mata sendu. “Maksudnya?” tanya Sova dengan suara

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 088

    “Ada apa dengan mbak Dania? Apa kalian memintaku untuk mundur?” tanya Sova terdengar sarkas. Semua orang yang berada di meja itu pun saling berpandangan mendengar kalimat sarkas dari Sova. Tak sempat terpikir oleh mereka jika Sova akan berpikiran demikian. Mereka hanya sibuk dengan pikiran d

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status