Compartir

sltc - 073

last update Fecha de publicación: 2024-01-26 23:00:21
“Bi Ais!”

Dania memekik kecewa, mendapati bi Ais yang dulu selalu berada di pihaknya, kini tak meliriknya sedikitpun.

Bi Ais tak mempedulikan panggilan Dania. Wanita paruh baya itu malah berlari, mengebor Roy yang sudah berjalan sambil membawa Sova dalam gendongannya.

“Nyawa lebih penting!”

Tiba-tiba, Beni memberikan jawaban menohok kepada Dania yang masih diam mematung di sana. Tatapan Beni bagai mata elang yang siap mencabik mangsanya.

Tanpa menunggu jawaban Dania, Beni pun segera mengiku
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   112

    Asap knalpot berputar liar di udara malam saat mobil Roy melesat semakin kencang, membelok tajam memasuki jalanan berbatu di pinggiran utara Bandung—daerah yang sepi, penuh bangunan tua yang terbengkalai, sisa-sisa pabrik tekstil yang sudah ditutup puluhan tahun lalu. Jantungnya berdegup kencang, bukan lagi karena rasa takut, melainkan karena amarah yang membakar setiap inci tubuhnya. Di balik keningnya yang berkerut, bayangan wajah Sova yang menangis, suara tangisan bayinya, dan ketakutan di mata Hilda terus berputar tanpa henti. Sosok lembut dan damai yang ia bangun selama bertahun-tahun kini runtuh seketika; pria yang dulu dikenal sebagai pemimpin kejam dan tak kenal ampun—sosok yang ia kubur dalam-dalam—kini bangkit kembali, tajam dan berbahaya.Ponselnya masih digenggam erat di tangan kiri, layarnya masih menampilkan foto yang membuat darahnya mendidih. Di bawah pesan ancaman itu, ada alamat lengkap: Gudang tua nomor 17, kawasan Padasuka. Tempat itu ia kenal betul—dulu, bertahun-

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   112. Termakan umpan

    Roy mematikan layar ponselnya dengan tangan yang sedikit gemetar, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya tampak menonjol. Pesan ancaman itu tercetak jelas di benaknya, setiap kata seolah berubah menjadi pisau yang menusuk tajam ke dalam kesadarannya. Ia tahu betul siapa pengirim pesan itu—orang yang mengenal dirinya luar dalam, orang yang paham betul apa yang paling ia takuti, dan orang yang sengaja memanfaatkan kelemahan terbesarnya untuk menjeratnya. "Kang... siapa yang menelepon? Ada apa?" suara Sova terdengar pelan dan cemas, ia melangkah mendekat, tangannya yang lembut menyentuh lengan Roy dengan penuh kekhawatiran. Matanya yang bening menatap lurus ke manik mata suaminya, berusaha membaca apa yang sedang terjadi di balik raut wajah yang berubah pucat itu. Roy menoleh perlahan, menatap wajah wanita yang telah mengubah seluruh hidupnya. Wanita yang dulu hanya ia anggap sebagai sarana untuk mewariskan segala hartanya, namun kini telah menjadi satu-sat

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   111. Richard

    Roy menarik nafas dalam-dalam, menghembuskannya dwngan sedikit kasar.Suara itu adalah suara Richard. Bos mafia yang dulu berada di bawah kendalinya. “Richard… ini saya” jawab Roy dengan suara yang tenang namun tegas. Ada jeda beberapa detik di seberang sana, seolah orang yang dipanggil itu sedang terkejut sekaligus senang mendengar suara orang yang sudah lama tidak berkomunikasi dengannya. “Bos Roy. Wah, sungguh keajaiban. Sekian purnama saya menunggu anda menghubungis saya, akhirnya hal itu tiba. Pasti ada masalah besar yang membuat anda memutuskan untuk memecah kesunyian ini, kan?” tanya Richard dengan nada yang terdengar antusias sekaligus penasaran. “Kamu benar. Saya butuh bantuanmu, Richard.""Dengan senang hati saya akan membantu. Maaf, karena saya menghentikan pengawasan dan perlindungan diam-diam terhadap anda karena permintaan anak buah anda saat itu," ucapnya membuka kisah lama. Sepeninggal Roy, Richard

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   110. Rencana Roy

    “Raut wajahmu saat mempertanyakan hal tadi benar, Sayang. Semua yang akang katakan tadi hanyalah kebohongan dan strategi saja.""Maksud Akang?" Sova mengernyitkan wajahnya, menuntut penjelasan dari ucapan Roy."Akang tahu persis ada orang yang masih bekerja untuk musuh kita di antara mereka."Roy memainkan sebuah pulpen yang berada di atas meja kerjanya."Bagaimana mungkin orang-orang itu bisa tahu persis kapan Beni akan keluar, kalau tidak ada yang memberitahu dari dalam? Mereka datang berbondong-bondong seolah sudah menunggu dengan sabar, itu berarti mereka mendapat laporan yang akurat dari seseorang yang ada di sini. Begitu maksudnya?" tanya Sova sambil berjalan mondar-mandir, dengan gaya detektif yang memecahkan puzzle sebuah kasus.Roy berbalik, menghadap ke arah Sova. "Ya. Dan Akang tidak bisa langsung menuduh siapa-siapa.""Ya, karena kalau akang bertindak sembarangan, orang itu akan semakin berhati-hati dan kita tidak ak

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   109. Instruksi

    Suara panggilan yang memecah ratapan di hati Roy, membuat ia segera melepaskan diri dari pelukan Sova. Roy segera menghapus sisa-sisa air mata yang sempat menetes di pipinya, lalu menegakkan tubuhnya kembali. Wajah Roy yang tadi menunjukkan kesedihan, perlahan berubah menjadi topeng ketegasan yang biasa ia tunjukkan. Namun di balik tatapan matanya yang tajam, tersimpan amarah yang membara dan kewaspadaan yang sangat tinggi. Ia tahu, saat ini bukanlah waktu untuk terus larut dalam penyesalan, tapi waktu untuk bertindak cepat dan tepat. Ia berbalik, berjalan ke arah halaman depan rumah yang luas itu. Di sana, semua pekerja, penjaga keamanan, dan orang-orang yang bekerja di bawah perintahnya telah berkumpul sesuai dengan perintah yang ia sampaikan tadi. Mereka berdiri berbaris rapi, menatap ke arah Roy dengan tatapan yang beragam—ada yang tampak cemas, ada yang bingung, ada yang penuh semangat untuk membantu, namun ada juga yang

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   108. Hilang

    “Beni…” Hanya satu nama yang keluar dari mulut Hilda, namun kata itu seolah memiliki kekuatan untuk membekukan seluruh suasana di dalam ruangan tersebut. Udara yang tadinya terasa hangat dan riuh oleh kelakuan Roy yang sedang menunjukkan kekesalannya, seketika berubah menjadi dingin dan mencekam seolah-olah seluruh oksigen di dalam ruangan itu tiba-tiba tersedot habis. Jantung Roy yang baru saja berdetak kencang karena rasa kesal dan marah, kini berubah berdebar dengan ritme yang tidak menentu, diiringi perasaan cemas yang perlahan merayap masuk ke dalam setiap sudut hatinya. “Ada apa dengan Beni? Cepat katakan, Hilda! Jangan buat kami berdebar-debar seperti ini!” desak Roy dengan suara yang bergetar, matanya menatap tajam wanita itu seolah-olah dengan begitu ia bisa memaksa penjelasan keluar dari mulut Hilda dengan lebih cepat. Suaranya terdengar penuh kekhawatiran yang nyata, sementara pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan buruk yang membuat

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 069

    “Nyonya siapa, Ben?” Samar masih terdengar suara Dania bertanya pada Beni, setelah Roy mengambil ponsel Beni dan menjauh dari keduanya. Roy menghembuskan nafas terdalamnya, mencoba mengatur kata apa yang akan Ia ucapkan kepada Sova. “Sayang, Halo!” Roy segera menempel kan ponsel di telinga kanannya,

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 068

    “Maaf Roy, Aku enggak bisa jawab itu.” Dania menyodorkan cangkir berisi teh manis kepada Roy. Ia pun duduk di kursi, namun tatapannya melengos seolah Ia tak ingin melihat Roy. “Dania, ceritakan semua! Ceritakan tentang keberadaanmu selama ini. Mengapa kamu pergipergi? Aku hanya tahu kalau kamu sudah

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 067

    “Hallo Roy!” Roy tak langsung berbalik saat mendengar suara wanita yang selama bertahun-tahun sudah menemaninya. Hanya saja, suaranya terdengar lebih lembut dan sendu. Tapi, mirip. “Sebegitu tak bahagiakah kamu saat bertemu denganku? Sampai-sampai, menengok pun kamu tak mau, Sayang!” ucapnya lagi me

  • Suami Lansiaku Ternyata CEO   SLTC - 066

    Sova menggeliat karena merasa lelah dengan tidurnya. Ya, Ia lelah karena berbulan-bulan Ia selalu berada di atas ranjang. Tangan Sova meraba-raba ranjang di sebelahnya yang terasa tak berpenghuni. Ia membolak-balikan tangan dan tetap tak menemukan sosok tubuh lain yang tidur di sampingnya. Sova sege

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status