SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-13
Oleh:  Mrs_GunOngoing
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
8Bab
1Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Alya kembali dipertemukan dengan Rendra, pria yang pernah mengisi hidupnya namun juga meninggalkan luka yang sepenuhnya sembuh. Pertemuan tak terduga di sebuah cafe saat hujan turun membawa mereka pada kenangan lama yang masih terasa hangat dan perasaan yang ternyata belum usai

Lihat lebih banyak

Bab 1

BAB 1. Senja yang Kembali Membuka Luka

Langit sore di kota itu berwarna jingga keemasan, seperti biasa tenang, indah dan menipu. Alya berdiri di pinggir trotoar, memandang matahari yang perlahan tenggelam di balik gedung-gedung tua. Sudah lama ia tidak benar-benar memperhatikan senja seperti ini.

Dulu.. senja selalu berarti satu hal: Rendra

Ia menghela nafas pelan, mencoba mengusir kenangan yang tiba-tiba menyeruak tanpa izin. tapi seperti hujan yang datang tanpa aba-aba, bayangan itu tetap hadir. yaitu tawa Rendra, cara dia menatap, bahkan cara dia selalu datang saat senja mulai turun.

"Alya?"

suara itu...

Jantungnya seketika berdegub lebih cepat. Perlahan ia menoleh. dan ternyata disana berdiri hanya beberapa langkah darinya. "ya benar, itu Rendra".

waktu seolah berhenti.

Rendra masih tampak sama, hanya sedikit lebih dewasa. Tatapanya masih dalam, seolah mampu membaca hal-hal yang bahkan Alya sendiri berusaha sembunyikan. Untuk sesaat, tak ada yang bergerak. Tak ada yang bicara.

"Kamu... disini?" tanya Rendra akhirnya, suaranya rendah namun jelas.

Alya mencoba untuk tersenyum, meski terasa kaku. "Harusnya aku yang tanya itu".

Rendra terkekeh pelan, tapi ada sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar pertemuan biasa. Ada beban yang tak terlihat, sesuatu yang menggantung di antara mereka sejak dulu dan belum pernah benar-benar selesai.

"Aku kembali," kata Rendra singkat.

Kalimat itu sederhana, tapi cukup untuk membuat Alya merasa seperti ditarik kembali ke masa lalu yang sudah susah payah ia tinggalkan.

"Kembali... untuk apa?" tanya Alya, lebih tajam dari yang ia maksudkan.

Rendra tidak langsung menjawab. Ia melangkah sedikit lebih dekat, membuat jarak diantara mereka terasa semakin sempit. Angin sore menghembus pelan, membawa aroma yang entah kenapa terasa familiar bagi Alya.

Alya menahan nafas. "Kita sudah selesai, Ren. Sejak lama."

"Belum," jawab Rendra cepat. "Setidaknya... bukan untukku."

Senja semakin meredup. Cahaya keemasan berubah menjadi temaram, menyisahkan bayangan panjang di jalanan. Orang-orang mulai berlalu lalang, tetapi dunia Alya terasa menyempit hanya pada titik Rendra.

"Kenapa sekarang?" Alya berbisik

Rendra menatapnya dalam-dalam, seolah menimbang yang berat. Lalu, dengan suara hampir tak terdengar, ia berkata, "Karena aku baru tahu... kebenaran tentang malam itu."

Tubuh Alya menegang.

Malam itu....

Satu malam yang mengubah segalanya. Malam yang tidak pernah mereka bicarakan lagi. Malam yang menjadi alasan mereka saling menjauh tanpa penjelasan.

"Apa maksudmu?" suara Alya gemetar, meski ia berusaha terdengar tenang.

Rendra mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya sebuah amplop kecil, sedikit kusut, seperti sudah lama disimpan. Ia menggenggamnya erat, seakan benda itu memiliki arti yang jauh lebih besar dari sekadar kertas.

"Aku seharusnya kasih ini dari dulu," katanya.

Alya menatap amplop itu, perasaan tidak nyaman mulai merayap di dadanya. "itu apa?"

Rendra tidak langsung menyerahkannya. Ia justru menatap Alya lebih dalam, kali ini dengan ekspresi yang sulit ditebak antara ragu, takut, dan.. harapan.

"Kalau kamu tahu isi ini," katanya perlahan, "Mungkin kamu akan membenciku... atau justru sebaliknya."

Alya menelan ludah.

"Aku sudah cukup membencimu," jawabnya pelan, meski hatinya tidak sepenuhnya setuju.

Rendra tersenyum tipis, tapi tidak ada kehangatan di sana. Hanya kelelahan yang tertahan terlalu lama.

"Kalau begitu... kamu siap tahu semuanya?" tanya Rendra.

Senja benar benar hilang. Malam mulai turun, menyelimuti kota dengan dingin yang perlahan merayap.

Alya ragu.

Tapi tangannya tetap terulur.

Dan tepat saat ujung jarinya hampir menyentuh amplop itu.

Sebuah suara memanggil dari belakang.

"Alya, jangan!"

Perlahan, ia menoleh.

dan saat itu ia melihat siapa yang berdiri di sana, wajahnya langsung pucat.

Amplop itu masih menggantung di antara tangannya dan Rendra.

Rahasia itu.. belum sempat terbuka.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status