Short
Pergi Setelah Dimaki Jalang

Pergi Setelah Dimaki Jalang

By:  CCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku ambil cuti demi jadi pengiring pengantin sahabatku. Begitu mendarat, dia memberiku ponsel baru, parfum bermerek, dan kupon 104,2 juta. "Kado dariku, meski aku udah nikah, kamu tetap orang paling penting di hidupku!" Aku sangat terharu. Besoknya aku bangun pagi dan memakai gaun untuk menemuinya. Yasmin sedang dirias. Dia melambai ceria tapi wajahnya mendadak dingin saat aku mendekat. "Jalang, pergi sekarang juga dari pernikahanku!" Aku terpaku di tempat.

View More

Chapter 1

Bab 1

"Yasmin, kamu lagi bercanda, 'kan? Di hari bahagia begini, jangan akting deh, aku takut."

Aku tertawa kecil sambil mencoba bertanya, lalu mendekat dan memegang Yasmin untuk mengakhiri "lelucon" yang terasa sangat nyata ini.

Namun, Yasmin justru mundur dan menjauh dariku. "Siapa yang bercanda sama kamu? Pergi sekarang, atau aku panggil satpam ya!"

Tanganku kaku di udara dan pikiranku kosong. Aku mulai merenungkan kesalahan apa yang sudah kuperbuat.

Namun, sampai Yasmin mengambil ponsel untuk memanggil satpam pun, aku tetap tidak paham.

Rasanya sesak sekali. Aku pun bertanya padanya, "Apa aku ada salah? Apa ada adat di sini yang aku nggak tahu, terus bikin kamu tersinggung? Aku bisa minta maaf kok, jangan marah dong."

Yasmin memang menikah ke tempat yang sangat jauh. Jaraknya sekitar 400 kilometer dari kota kami, jadi wajar kalau ada aturan yang tidak aku mengerti.

Sambil berpikir begitu, aku menatap Yasmin dengan tulus seolah itu adalah harapan terakhirku.

"Coba kasih tahu aku salahnya di mana."

Tapi Yasmin justru menatapku dengan tatapan benci. "Nggak ada urusannya sama adat. Aku nggak ngomong terus terang tuh karena masih kasih kamu muka aja. Pak, seret dia keluar! Aku nggak mau lihat kamu lagi selamanya!"

Padahal baru kemarin kami tidur di ranjang yang sama sambil mengobrolkan masa kecil. Dia bahkan mengkhawatirkanku yang kelelahan dan memesankan kamar agar aku bisa istirahat. Baru pisah tiga jam, kenapa sikapnya berubah drastis begini?

Satpam mendekatiku, aku menggeleng dan menatap Yasmin dengan memelas. "Aku nggak tahu salahku apa kalau kamu nggak kasih tahu. Aku minta maaf ya, tapi ini hari terpenting dalam hidupmu, tolong jangan usir aku. Kamu cuma punya satu pengiring, kalau aku pergi, kamu nanti gimana?"

Begitu aku selesai bicara, Yasmin langsung maju dan menarik gaun pengiring yang kupakai. "Lepas gaunnya!"

Dia mendorong penata riasnya ke depan. "Urusan begini sih, semua cewek juga bisa, nggak harus kamu! Camilla, mending kamu pergi sekarang, aku nggak punya waktu buat ladenin kamu. Riasanku belum selesai, tahu! Pernikahanku bisa hancur gara-gara kamu! Jalang!"

Aku memegangi gaun itu sekuat tenaga agar tidak telanjang di depan umum.

Kata jalang itu benar-benar menguras seluruh kekuatanku.

Aku menatap Yasmin dengan lemas, lalu mengambil kipas tangan buatan sendiri yang kukerjakan hingga begadang beberapa malam dari dalam tas, terus meletakkannya di meja.

"Selamat atas pernikahanmu. Gaun ini bakal aku balikin sebentar lagi."

Yasmin segera mengambil kipas itu. Aku kira ada harapan, jadi aku buru-buru bicara, "Kipas itu kubuat lama banget sampai tanganku melepuh, ini model yang kamu suka, 'kan?"

Detik berikutnya, dia membanting kipas itu ke lantai hingga hancur berkeping-keping di depanku.

Sambil menunjuk ke arah pintu, dia berucap dingin, "Pergi!"

Aku kembali ke kamar, melepas gaun itu, lalu mengirim pesan pada Yasmin.

[Aku masih di hotel, kalau kamu butuh apa-apa, panggil aku aja ya.]

Namun, yang kulihat hanyalah tanda seru merah, pesannya tidak terkirim karena Yasmin sudah memblokirku.

Aku pun berbaring di tempat tidur dengan perasaan hancur.

Sama sekali tidak mengerti kenapa semua ini terjadi.

Namun, yang datang kemudian justru pengusiran, Yasmin menyuruh satpam untuk mengusirku.

Sambil membawa koper, aku menatap foto sambutan pernikahan mereka di tengah embusan angin dingin.

Aku menelepon mempelai pria, ingin menanyakan alasannya, karena kalaupun harus mati, aku ingin mati dengan tenang.

Telepon tersambung, tapi mempelai pria yang biasanya bersikap sangat sopan padaku itu tiba-tiba mengancam.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status