LOGINAku ambil cuti demi jadi pengiring pengantin sahabatku. Begitu mendarat, dia memberiku ponsel baru, parfum bermerek, dan kupon 104,2 juta. "Kado dariku, meski aku udah nikah, kamu tetap orang paling penting di hidupku!" Aku sangat terharu. Besoknya aku bangun pagi dan memakai gaun untuk menemuinya. Yasmin sedang dirias. Dia melambai ceria tapi wajahnya mendadak dingin saat aku mendekat. "Jalang, pergi sekarang juga dari pernikahanku!" Aku terpaku di tempat.
View MoreDokter segera masuk ke halaman, lalu menyuntikkan obat dariku ke tubuh Chika sesuai instruksi.Chika meronta gila-gilaan. "Mau apa kamu! Berani sentuh aku, lihat saja! Aku nggak bakal lepasin kamu habis keluar nanti!"Dokter tidak terpengaruh ancaman itu.Dia terus menyuntik."Aaah! Jangan sentuh aku!"Tidak peduli seberapa keras Chika melawan, akhirnya seluruh cairan itu masuk ke tubuhnya tanpa sisa.Chika terus mengendus tubuhnya sendiri. "Kamu suntik obat apa? Kenapa badanku jadi bau bunga pir begini?""Iya, itu bau bunga pir. Bukannya kamu kasih parfum bau ini ke aku? Aku pikir kamu suka, jadi aku balikin berkali-kali lipat. Bau ini bakal masuk ke tulangmu dan nggak akan hilang selamanya.""Camilla! Dasar jalang! Tega-teganya kamu begini sama aku!"Tatapanku yang tajam menghujam Chika, seketika dia terdiam ketakutan."Aku perlu ingetin ya, mulai sekarang, kamulah yang jadi jalang itu."Selesai bicara, aku berbalik dan pergi.Terdengar suara dari arah pintu. "Chika, kamu udah boleh
Ruang privat di sini tidak ada kamera pengawas, jadi tidak ada bukti yang bisa menunjukkan kalau aku sudah menampar Chika.Orang-orang di sini adalah temanku. Sekarang mereka semua menatapku dengan penuh rasa bersalah karena sudah salah paham."Nggak akan ada orang yang mau jadi saksimu."Chika melihat sekeliling, lalu bertanya untuk memastikan, "Kalian beneran nggak mau bantu aku?"Jawabannya sudah sangat jelas.Aku pun berbalik pergi untuk mengemas barang-barangku, aku tidak mau lagi tinggal serumah dengan Chika.Calvin mengejarku.Dia memegang tanganku sambil minta maaf, "Maafin aku, harusnya aku nggak percaya omongan orang lain. Tapi ini semua karena kamu terlalu cantik, aku jadi nggak punya rasa aman. Ayo kita nikah aja, Camilla, ya?"Rasa sakit akibat hantaman bunga di tubuhku tadi belum juga hilang.Aku menepis tangan Calvin. "Calvin, kamu itu nggak cinta sama aku. Sesuai kemauan kamu, kita putus."Calvin terus mengikutiku dengan wajah memelas. "Aku cinta kamu." Dia mengulurkan
"Kemarin, kamu kirim pesan ke Yasmin, bilang kalau aku udah nidurin pria, pria yang penting banget buat dia.""Hari ini kamu kirim pesan ke Direktur Utama kantor aku, bilang kalau aku tidur sama pria yang juga penting banget buat beliau.""Satu jam lalu, kamu kirim pesan ke Calvin, bilang kalau aku selingkuh.""Chika, kenapa kamu tega banget lakuin ini ke aku?!"Yasmin mengira aku ada main dengan suaminya, makanya dia memutuskan hubungan denganku.Bu Janice mengira aku menjalin hubungan dengan Pak Jacky, makanya aku dipecat.Aku menatap Calvin. "Kenapa kamu nggak tanya apa-apa dan langsung percaya omongan busuk Chika?"Pupil mata Calvin membesar.Dia menatapku. "Awalnya aku nggak percaya, aku pikir ada orang yang mau ngadu domba kita. Tapi pas aku dekat denganmu, memang ada bau laki-laki! Kamu bikin aku mual!"Calvin pun menarik napas dalam.Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat."Awalnya aku nggak mau terus terang, aku mau jaga martabat kita berdua. Tapi kamu? Kamu udah tahu badanmu bau
Aku mengepalkan tangan sekuat tenaga dan berlari kembali ke ruang privat seperti orang gila, aku harus menuntut keadilan.Di dalam ruangan, Chika sedang duduk di samping pacarku, pura-pura membelaku, "Kamu sama Camilla udah pacaran bertahun-tahun, bahkan udah mau nikah, nggak bisa dong diputusin gitu aja."Kedatanganku langsung menarik perhatian semua orang yang ada di sana.Chika berhenti bicara dan menatapku dengan wajah khawatir. "Kamu nggak apa-apa? Wajahmu pucat banget, ayo kita pulang bareng."Melihat kepura-puraan Chika yang seolah peduli padaku ....Aku langsung melayangkan tamparan keras tepat ke wajahnya.Plak!Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring dan tajam.Semua orang yang ada di sana langsung tertegun.Calvin langsung berdiri dan membentakku, "Habis kamu pergi, Chika terus bujuk aku biar baikan sama kamu! Dia setulus itu sama kamu, tapi begini cara kamu balas dia? Camilla, kenapa kamu jadi jahat begini?"Chika memegangi pipinya sambil berkaca-kaca. "Nggak apa-apa, C
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.