分享

58. RENCANA NATALIE

作者: Soolene
last update publish date: 2026-04-18 21:31:58

Dua hari kemudian.

"Nyonya Marchioness, apakah Anda sedang sibuk hari ini? Bolehkan saya bersantai-santai di tempat Anda? Di rumah saya sangat sepi, Tuan Marquess sedang pergi ke gedung dinas."

Seperti tamu yang tak diundang, Natalie tiba-tiba berada di kediaman Isabella dengan tampang manisnya wanita muda itu duduk di kursi rumah tamu sambil mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat besar.

Isabella tak ramah padanya, dia diam dan membiarkan Natalie tanpa mengusirnya.

"Apakah pelayanmu suda
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   124. PERTEMUAN YANG TIDAK DIINGINKAN

    Isabella menjenguk sang Nenek setelah keesokan harinya. Countess Ludwig terlihat lebih kurus dari pertama kali Isabella melihatnya. Sang Nenek memeluknya erat sambil menangis."Nenek sangat merindukanmu, Isabell." Countess Ludwig merangkum pipi Isabella menatapnya menangis. "Kenapa kau pergi tidak berpamitan pada Nenek, Nak?" Isabella tertunduk. "Nek, aku pergi dalam keadaan sakit. Suamiku yang menjagaku." Count dan Countess Ludwig saling tatap. "Suami?" Mereka kompak bertanya. "Setelah aku bercerai dengan Caspian ... aku dan Aldrich menikah, Kek, Nek." Isabella menjelaskan dengan hati-hati. Count Ludwig juga menjadi sedikit segan pada Aldrich setelah dia tahu siapa Aldrich sebenarnya. pria tua itu menutup matanya sekilas lalu berbicara, "Mengapa Anda membawa Isabella ke Helenster, Yang Mulia? Apalagi Anda tidak meminta izin pada saya untuk membawa cucu saya." "Bagi saya, tidak perlu meminta izin membawa seseorang yang dari orang yang menyiksanya, Count Ludwig," jawab Aldrich.

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   123. BERMANJA-MANJALAH PADAKU

    Perjalan berhari-hari untuk sampai di Salatine pun telah berakhir, mereka telah sampai. Isabella tidak langsung mengunjungi sang Nenek lantaran tubuhnya sudah lemas selama di perjalanan. Aldrich memintanya untuk beristirahat setibanya mereka di rumah. Isabella tidur pulas di dalam kamar. Sedangkan Aldrich bersama Sein dan beberapa orang-orangnya di berkumpul di lantai satu. "Apa benar kalau Countess Ludwig sedang sakit?" tanya Aldrich pada salah satu ajudannya yang berada di Salatine. "Benar, Yang Mulia. Mungkin karena beliau juga sudah tua." "Di sisi lain, kondisi Countess Ludwig sejak dulu juga sering sakit-sakitan. Saat saya mengamati dari jauh, beliau duduk di teras rumahnya seperti biasa." Aldrich mengangguk. "Lalu, bagaimana kabar bajingan Caspian itu?"Tuan Lars terkekeh mendengar pertanyaan Aldrich yang terdengar sangat dendam pada Marquess Roswell. "Beliau masih saja seperti itu, Yang Mulia. Istrinya baru saja melahirkan. Anaknya perempuan ... dan sepertinya ada kisruh

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   122. KEBAHAGIAAN SEPERTI MIMPI DAN ISTRIKU YANG KUCINTAI

    Semalaman penuh Aldrich tidak bisa tidur. Ia terus tersenyum mantap Isabella yang tertidur dalam pelukannya yang hangat dan nyaman. Isabella terus mendusal dalam pelukannya, ia mencari kenyamanan dan Aldrich membiarkannya. Aldrich berdoa setiap detik agar kabar bahagia yang dikatakan oleh Marmara beberapa jam yang lalu—adalah doa yang dikabulkan. "Istriku," bisik Aldrich. Ia mengecup pucuk kepala Isabella entah untuk keberapa kalinya. Aldrich menarik selimut hangat untuk menutupi tubuh Isabella. Mengusap punggungnya agar tetap hangat dan semakin nyaman. "Sayang." Isabella terbangun saat merasakan usapan tangan Aldrich di punggungnya. "Heemm?" Aldrich tertunduk. Hangat telapak tangannya merangkum pipi Isabella. "Kenapa kau tidak tidur?" Isabella mencekal punggung tangan Aldrich di pipinya. "Aku tidak bisa tidur." Aldrich menjawab jujur. Wajahnya begitu berbinar penuh kebahagiaan. Isabella pun ikut tersenyum. Dia tahu apa yang Aldrich rasakan. Isabella pun juga merasakan hal yan

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   121. SEMOGA DIKABULKAN

    Aldrich meminta izin pada ayah dan ibunya untuk kembali ke Salatine. Mulanya, Ratu Lovita sangat mengkhawatirkan kondisi Isabella, namun karena mereka berdua bersikeras sampai tidak ada alasan lagi bagi raja dan ratu untuk melarangnya. "Kalian jangan berlama-lama di sana, banyak tugas yang harus kau selesaikan, Aldrich." Raja Edward memberikan penegasan pada putranya.Raja itu menatap Isabella juga. "Udara di Salatine sangat dingin, jaga kondisimu, Isabella. Setelah nenekmu sembuh, cepatlah kalian berdua kembali." "...baik, Ayah." Isabella mengangguk. "Ibu sudah meminta Marmara untuk ikut bersama kalian, agar dia bisa terus memantau kesehatan istrimu selama di perjalanan, Aldrich," ujar Ratu Lovita sambil menatap menantunya yang duduk di hadapannya. Aldrich memberikan anggukan kecil sebagai tanda setuju. "Terima kasih, Bu." Sedikit rasa lega menyebar di hati Isabella usai izin dari raja dan ratu sudah ia dapatkan. Isabella tidak tahu apa yang akan menyembutnya saat ia kembali ke

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   120. SUAMI POSESIF

    "Grand Duchess, ada surat untuk Anda dari Salatine." Pelayan setia Grand Duchess menyerahkan sebuah surat pada Isabella. Wanita yang sedang duduk di sebuah ayunan di taman itu, menerima surat pemberian pelayannya. Sebelumnya Isabella tidak pernah menerima surat dari siapapun. Apalagi dari Salatine. Saat membaca nama di kop surat, Isabella langsung terdiam. Rasa kaku menjalar seperti air yang membeku di dalam hati. Count Ludwig, dari Salatine. "Kakek." Isabella menatap lama surat di tangannya dengan pandangan sendu. Perlahan, wanita itu membukanya dan meraih selembar kertas di dalamnya. Di sana tertulis Count Ludwig meminta Isabella untuk segera pulang ke Salatine karena neneknya sedang sakit. Isabella terdiam menatap selembar kertas yang ia pagang dengan hati gundah. Mengingat bahwa sang Nenek adalah satu-satunya orang yang menyayanginya, peduli padanya atas kerasnya cara sang kakek yang mendidiknya sejak kecil. Atau mungkin neneknya sedih karena Isabella pergi ke Helenster t

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   119. SENTUHAN SUAMIKU

    Isabella tidak sempat membalas ucapan Aldrich. Suaminya itu sudah lebih dulu menciumnya dengan tergesa dan mesra, tapi juga lembut sekaligus. Di balik selimut sutra hangat, di dalam ruangan temaram, Aldrich ingin melepaskan rindunya sekaligus memberikan kehangatan pada Isabella. Tak sehelai benangpun kini menempel pada tubuh mereka berdua yang berada di bawah selimut. Isabella meremas punggung Aldrich saat pria itu menjejakkan bibirnya di leher Isabella dan meninggalkan tanda di sana. "Ugghhh, Aldrich..." Isabella meremas pundak kekar suaminya. Jemari tangan Aldrich turun ke bawah menyentuh perut Isabella yang licin oleh minyak yang digunakan Marmara untuk memijat bagian itu. "Isabella, aku tidak menjamin bisa mengendalikan diriku malam ini," bisik Aldrich mengecup pipi istrinya dengan penuh kasih sayang. Isabella mengangguk malu-malu. "Lakukanlah..." Aldrich kembali menciumnya dengan mesra juga dalam. Isabella yang tengah menikmati ciuman itu, ia tersentak dan sontak memejamkan

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   17. MEMANCING AMARAH ISABELLA

    Embusan napas hangat menerpa tengkuk leher Isabella. Wanita itu membuka sepasang matanya saat menyadari pelukan seseorang semakin erat di perutnya. Isabella teringat bila ia tengah tertidur bersama Aldrich saat ini. Pria itu belum bangun, dia justru memeluk Isabella dengan erat dan hangat. "Aldri

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   24. MENINGGALKAN ISABELLA DI PESTA

    Bagitu Isabella dan Caspian sampai di pesta, semua mata menuju pada mereka. Pasalnya, pasangan ini digadang-gadang memiliki pasangan masing-masing. Caspian meraih tangan Isabella dan melingkarkan tangan wanita itu di lengannya. "Gandeng aku dengan benar, Isabella," perintah Caspian. "Huh, malas!

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   22. PERGI KE PESTA BERSAMANYA

    Isabella menunggu Aldrich membersihkan tubuhnya. Wanita itu duduk di atas ranjang, terdiam dan menerka-nerka. Di luar, hujan turun di tengah malam. Udara dingin kian terasa mencekam dirasakan oleh Isabella. Isabella menunduk dan mengusap keningnya. "Pantas saja dia sangat pandai menulis dan menge

  • Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua   32. MENAHAN PERASAAN

    Saat pagi tiba, Aldrich dan Isabella bersiap untuk pergi bersama. Mereka juga mengajak Mrs. Dysen untuk menemani perjalanan mereka. Selama menikah dengan Caspian, Isabella tidak pernah merasakan suasana berbulan madu. Tetapi bersama suami keduanya yang berstatus kontrak itu, justru Isabella diajak

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status