TOPENG SANG MARCHIONES (Pengantin Pengganti Yang Liar)

TOPENG SANG MARCHIONES (Pengantin Pengganti Yang Liar)

last updateHuling Na-update : 2026-01-23
By:  Re_Ongoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
13Mga Kabanata
4views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Hazel di panggil ke kota sebagai pengganti. untuk menikahi pria yang ditakuti. Marquess Aiden Cassian Hawthorne, si Tembok Besi Ravenford. Di mata dunia dia lemah dan mudah dikorbankan. Namun Hazel tahu untuk bertahan hidup menuntut lebih dari sekedar kepatuhan. Dibalik tubuh rapuh dan tatapan tenang, Ia menyimpan keberanian dan sisi liar yang tak boleh terlihat. Saat topeng mulai runtuh dan rahasia mulai terbongkar, apa yang harus Hazel lakukan? Rahasia besar apa yang menunggu di belakang Hazel...

view more

Kabanata 1

1

Ruang makan itu dipenuhi cahaya pagi. Meja panjang berlapis taplak putih, peralatan makan tersusun rapi. Aroma teh hangat dan roti panggang memenuhi udara.

Di ujung meja Shilla mengaduk buburnya kesal, terlihat beberapa kali mengetuk mangkuk porselen keras.

“Hentikan Shilla, kau bisa menghancurkan mangkoknya,” tegur Miranda tegas. Shilla berhenti namun merespon teguran ibunya dengan merengut.

Baron Jonas melirik sedikit lalu kembali menyuapkan bubur ke mulutnya. Adegan yang hampir setiap pagi dia temukan.

Bunyi sepatu beradu halus dengan lantai marmer, mereka menoleh. Seorang gadis berjalan tenang. Gaun sutra lembut yang dikenakannya memantulkan kilau halus setiap kali dia bergerak.

Clang!

Bunyi logam menghantam lantai dengan suara yang keras. Shilla melemparkan sendoknya ketika Hazel duduk untuk menikmati sarapan.

“Gaun itu seharusnya milikku.”

“Aku tahu, tapi aku tidak pernah memintanya,” jawab Hazel tampak tak perduli, menyeruput teh hangat lalu menggigit roti bakar.

“Kau menerimanya,” bentak Shilla.

“Ayah memberikannya atas nama kasih sayang.”

Mata shilla membesar,

“Ayah katamu? Kasih sayang? Mimpimu terlalu indah,ya.” Jari Shilla mengetuk-ngetuk meja, “Sebaiknya kau segera bangun.”

“Bagaimanapun, Baron Jonas adalah ayahku. Kami memiliki darah yang sama,” pungkas Hazel tenang.

“Kau kehilangan akal, ya. Ternyata hidup di desa membuat fikiran tidak berkembang dengan sempurna.”

“Melihatmu seperti ini, sepertinya fikiranku jauuh lebih sempurna darimu,” balas Hazel melempar senyum tipis.

“K-kau!” Gadis itu bangkit hendak mencengkeram Hazel.

“Shilla, kembali ke mejamu,” perintah Jonas tegas.

Shilla menggeram.

“Shilla, patuhlah.” Miranda ikut angkat suara.

”Kau rampas gaunku, mengambil perhiasanku, bahkan merebut perhatian orang tuaku. Apalagi yang kau mau, hah?!”

“Dan kau,” balas Hazel,

“Memilih bersembunyi dan memintaku menggantikanmu.”

Wajah Shilla berubah,

“Aku tidak mau mati di tangan Marquess Aiden.”

Hazel mengangkat dagu. “Semua yang kalian berikan adalah harga yang harus kubayar dengan kematianku.”

Shilla mengepalkan tangan.

”Jangan berpura-pura berani, Kau fikir kau pantas mendampingi Marquess,” cemoohnya kasar.

“Entahlah, tapi biasanya aku cukup kuat untuk bertahan. Maaf, kalau membuatmu kecewa.” Hazel mengelap mulut.

“Aku sudah selesai.” lalu ia berbalik meninggalkan dapur.

Gaun sutranya kembali berkilau di cahaya lorong. Dibelakangnya Shilla gemetar, menarik celemak dan membantingnya di lantai.

“Kenapa aku harus memakai pakaian ini, aku bukan pelayan.”

Baron Jonas mendengus,

“Kau ingin mengumumkan pada dunia bahwa aku mengganti pengantin wanita? Semua orang tahu aku hanya memiliki seorang putri.”

“Sekarang Papa berpihak pada anak kampung itu? Setelah semua yang dia lakukan.”

“Aku tidak memihaknya. Aku tidak ingin terjadi kesalahan.” Jonas mengusap muka.

”Ini penting untuk hidupmu Shilla. Hidup keluarga kita. Mengapa kau tidak mau mengalah. Tolong bantu keluarga ini, oke? tolong tenang, sebentar saja,“pinta Jonas dengan suara parau.

“Tapi mengapa aku harus menjadi pelayan, aku jijik memakai baju murahan ini.”

Miranda menghela nafas,

“Karena itu tidak akan menarik perhatian. Tenanglah Shilla, kenapa kau terus memprovokasi gadis itu?” tanyanya dengan nada sedikit kesal.

“Dia membuatku muak. Aku tidak tahan melihatnya,” ucap Shilla.

“Argh ..., ingin sekali aku menampar wajah angkuhnya itu.” Shilla mengigit jari dengan mata berapi, andai saja tidak ada dekret pernikahan, dia tidak harus menahan diri untuk menghancurkan gadis desa itu.

“Bersabarlah, Sayang. Kendalikan dirimu. Mama juga menolak kehadirannya, tapi apa yang bisa kita lakukan? Kita membutuhkan gadis itu.”

“Jangan bicara lagi, kita harus bergegas ke Ravenford. Aku tidak mau kehilangan muka jika sampai terlambat.” Baron Jonas mengakhiri percakapan.

***

Gerbang besi kastel Marquess Aiden terbuka perlahan, suara engselnya berat, mengema pendek seakan menyambut mereka. Kereta berhenti di halaman batu yang luas. Udara terasa dingin dan bersih.

Hazel turun dari kereta, gaun sutranya telah berganti gaun pengantin yang mewah. Bulu kuduknya meremang, nafasnya keluar pendek, berembun tipis di udara. Sedikit bergetar dia mengangkat ujung rok sedikit agar tak terseret. Lily menatapnya khawatir. Menyesal melepas mantel saat turun dari kereta tadi.

Tok tok.

Sepatu pengantin bergema di halaman yang luas. Satu-satunya suara yang terdengar diantara barisan pelayan yang berdiri rapi menyambutnya.

Pintu utama terbuka.

Aroma kayu tua tercium samar saat dia melangkah masuk. Lorong panjang membentang dihadapananya,diterangi cahaya tinggi dari jendela-jendela kaca, setiap langkahnya terasa lebih berat. Hazel menegakkan kepala, berusaha tetap tenang.

‘Aku melakukan ini demi keluarga Hadwin’

Langkah kakinya terdengar jelas tanpa keraguan menuju aula pernikahan.

Di ujung aula Marquess Aiden Cassian Hawthorne berdiri di depan altar. Punggungnya tegak, wajahnya datar. Tak ada kegelisahan di sana. Berdiri patuh seolah yang sedang dilakukannya saat ini adalah bentuk bakti untuk negara.

Hazel melangkah masuk, tangannya menggamit lengan Baron Jonas yang tampak gugup di sampingnya. Gaunnya putih bersih, hampir menyilaukan di antara warna gelap ruangan. Setiap langkah mendekatkannya pada altar, pada pria yang akan menjadi suaminya.

Lalu Aiden menoleh, tatapan mereka bertemu sebentar. Sepasang mata coklat keemasan itu bergetar, hanya sepersekian detik.

Manik biru itu ... jernih dan menghanyutkan. Tiba-tiba dia berdehem.

Tergesa Jonas menyerahkan tangan Hazel di hadapan Aiden. Pria itu menerimanya pelan namun pasti. Dalam genggamannya tangan itu terlihat ... kecil.

Rangkaian upacara berjalan khidmat dan tenang.

Menuju sumpah pernikahan, Pendeta mengangkat tangannya,

“Marquess Aiden Cassian Hawthorne.” Suaranya bergema lembut di aula,

“Di hadapan hukum kerajaan dan saksi yang berkumpul di tempat ini, apakah anda bersedia menerima wanita ini sebagai istri yang sah untuk anda lindungi, hormati dan cintai dalam masa damai ataupun sulit?”

Hening sesaat, semua mata tertuju padanya.

Aiden menatap ke depan, rahangnya mengeras. Ia menarik nafas pelan dan berbicara dengan dengan suara rendah namun jelas.

“Saya menerimanya.”

Pendeta kemudian menoleh pada Hazel yang berdiri di sebelahnya.

“lady Shilla Anartia. Apakah anda dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan menerima Marquess Aiden Cassian Hawthore sebagai suami yang sah, dan bersedia berjalan di sisinya dalam terang dan bayangan?”

Hazel mengangkat dagu, menoleh manik mata coklat keemasan Aiden yang menatapnya tajam.

“Ya, saya menerima.”

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
13 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status