Share

032

Author: Thato Kent
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-05 10:58:07

"Halo... kenapa terburu-buru sekali? Jangan bilang kau hanya setengah-setengah mencintai Zaitun?"

"Agnes? Apa yang kau lakukan di sini?" Aku baru saja mengambil tempat duduk di bangku kemudi, dan langsung mendengar sebuah suara. Entah sejak kapan dia berada dalam mobil ini.

"Jangan mengalihkan pembicaraan, Bara!" katanya juga. "Cepat katakan, apa yang kau lakukan pada Zaitun?"

Sial, ini artinya dia memang tahu, atau paling tidak sudah melihat bagaimana aku dan Zaitun barusan. Tapi setelah memik
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   201

    Dia yang baru muncul ini, tidak lain adalah si manusia sialan itu! Entah dia titip di mana Aditia dan Rafni. Padahal, aku pikir mereka sudah berangkat meninggalkan desa pada malam ini juga."Rifa'i, tolong!" Edy Hidayat bersuara lagi, mulai kental penekanan dalam gaung bicaranya. "Jangan biarkan para tetua di rumah Aziz sana menunggu tanpa ada kepastian," imbuhnya, jelas ada nuansa memaksa di sebaliknya.Tak suka dengan sikapnya yang berlagak sok memerintah di hadapanku, cepat aku menyela, "Hei brengsek, siapa kamu sampai merasa pantas mengatur-atur orang lain?""Siapa saya itu bukan pertanyaan yang tepat, brother," Edy Hidayat membalas dengan datar, tak ada kesan tersinggung atau semacam terprovokasi. Benar-benar nyaris tanpa emosi."Sebab yang benar adalah, siapkan dirimu untuk pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan tetua pada dirimu!""Hah... bacot kau!" umpatku semakin jengkel saja, sangat ingin menumpahkan kekesalan yang sekian lama aku sembunyikan, tapi situasi dan kondisiny

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   200

    "Ba-Bara, si-si-siiapa yang kau bicarakan?" Rafika yang kini bersembunyi di balik punggungku, mendesis putus-putus, jelas sangat ketakutan. Aku mendengar itu dengan jelas, tapi aku juga sedang sibuk dengan apa yang harus cepat-cepat kulakukan!Tiba-tiba kedatangan sebuah bayangan yang sulit diterima akal sehat, siapa yang tidak mendadak disergap rasa takut? Bayangan yang sebelumnya tidak terbayangkan sama sekali pula!Namun, itu hanya sebentar! Apa yang terjadi padaku barusan pun itu hanya reaksi alamiah semata saja juga!Saat ini aku sedang fokus melafazkan mantra-mantra, coba menghalau makhluk yang menyerupai Bu Saodah! "...pergilah kau ke alammu, atau aku akan membakarmu sekarang juga!"Mantra yang aku genapkan dengan ancaman usai, bayangan menyerupai Bu Saodah, yang barusan seakan-akan menyatu dengan daun pintu, pada akhirnya berangsur-angsur menghilang dari pandangan."Rafika, ayo cepat pergi dari sini!" ucapku setelah merasa yakin tidak ada lagi yang akan menjadi pengganggu.H

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   199

    "...jangan ganggu aku...""Tolong, aku tidak tahu apa-apa..."Ya Tuhan, apa itu?Rafika menjerit lalu memelas panik, aku berbisik tanpa nada seraya diam-diam menjiwai sekitaran setelah itu.Sementara ini, meskipun sekarang Rafika kembali menabrakkan diri ke tubuhku, bahkan kali ini lebih buruk dari sebelumnya, tapi tak ada lagi keluhan yang keluar dari mulutku.Namun, bagaimana aku sempat mengeluh, sedangkan apa yang terjadi terasa begitu nyata? Barusan itu, selain gemerisik di atas atap yang cukup lama, tiba-tiba saja pula seperti ada buah kelapa jatuh di hadapan kami. Bunyinya cukup jelas terdengar, dan itu yang membuat kami terkejut, hingga ambruk secara bersamaan.Daun pintu yang seharusnya jadi penyangga pula, lepas begitu saja dari penguasaanku tatkala konsentrasiku terbagi antara tabrakan Rafika yang tiba-tiba, serta dentum benda jatuh tersebut."Bara, antar aku pulang sekarang, aku takut sekali, Bara... tolong," desis Rafika lagi, pucuk kepala dia masih berada tepat di sampin

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   198

    "Aduh Rafika... biar kata kaget sekalipun, setidaknya pakai kira-kira juga, ah! Ini dada, tau? Bukan matras! Kok main tubruk saja sih?"Rafika yang tiba-tiba berteriak seraya menabrakkan diri, menyembunyikan wajah di dadaku, sontak saja membuatku menggerutu tanpa bisa dicegah!Bukan apa-apa, tapi barusan itu seperti ada yang membentur dadaku dengan lumayan keras. Sudahlah begitu, aku tidak siap sama sekali. Dadaku sedikit nyeri dibuatnya."Hantu, Bara, hantu!" ulangnya masih dengan intonasi di awal, wajah pun masih tetap dalam posisi terbenam di dada ini.Menjiwai gesturnya sejenak, sepertinya dia memang tidak sedang mengada-ada. Lagipula, siapa yang berani main-main dengan hal yang ditabukan di tempat-tempat yang jauh dari keramaian seperti di sini?Masalahnya juga, selama berada di rumah ini, terlebih semenjak kepergian Mariana, yang mana otomatis aku tinggal seorang diri di sini, tidak siang hari, apalagi malam hari, memang bukan hal baru bersinggungan dengan hal-hal yang membuat b

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   197

    "Aku benar-benar tidak mengerti, Bara! Apa sih, yang membuatmu sampai membiarkan begitu saja Yayat membawa pergi anak-anak?"Apa katanya, membiarkan begitu saja? Wanita ini, apa maksudnya datang-datang langsung menohok tanpa alasan yang jelas begini? Sial, ada yang mendadak terasa nyeri di balik tulang rusuk sana!"Maaf Rafika, aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan." Sayang sekali, suasana batinku sudah terlalu rumit, aku tidak ingin ada yang membuatnya bertambah rumit!"Apa katamu, tidak mengerti? Tidakkah kau memikirkan akan seperti apa kondisi kejiwaan anak-anak nantinya? Aku sangat cemas, Bara!, aku cemas sekali!""Aku tidak yakin Yayat akan mengasuh anak-anak seperti mengasuh darah dagingnya sendiri. Bahkan bukan tidak mungkin Yayat justru hanya akan menjadikan anak-anak Mariana sebagai obyek balas dendamnya! Semua orang tahu seperti apa latar belakang rumah tangga mereka, Bara, kenapa tidak kau jadikan itu sebagai bahan pertimbangannya?"Gaung bicara Rafika saat ini

  • Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda   196

    ...keluar dari dalam rumah, membawa nampan berisi beberapa gelas minuman."Mas Yayat, kamu juga di sini? Kapan datang? Lama ya baru Mas pulang ke kampung ini lagi?" "Baru saja!"Selain akrab, wanita paruh baya yang biasa disapa Bu Reni ini juga berkata-kata dengan ramah. Namun, lihatlah! Edy Hidayat hanya membalas dengan dua patah kata itu. Ekspresi yang dingin berbalut intimidasi yang kuat, mengingatkan aku pada awal-awal bertemu dengannya."Hm... baru to? Pantas saja baru kelihatan lagi?" deham Bu Reni. Tak ada sedikitpun kesan kalau dia tersinggung. Padahal, nyata-nyata yang ditunjukan oleh Edy Hidayat adalah sebuah sikap tak bersahabat sama sekali."Oh ya bapak-bapak, ngomong-ngomong, mau ngobrol di sini, apa di dalam saja?" Wanita berjilbab ini bertanya lagi. Entah bagaimana maksudnya. Masalahnya, dia sudah selesai menata gelas di hadapan orang-orang. Entahlah pula kalau dia mungkin berpikir, meja kayu ini tidak seberapa lapang untuk menaruh semua gelas, yang mana kami semua

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status