INICIAR SESIÓNSE - 84Jakarta, Sept. 2019 Setelah menunggu berbelas jam, akhirnya mobil yang mengantar Carina pulang berhenti di depan pagar rumahnya. Sudah hampir tengah malam, tapi lampu di rumah masih menyala. Arya membantu Carina turun dari mobil dan membuka pagar. Pintu rumah terbuka, muncul wajah Ayah yang khawatir. Arya berjalan mendekat pada Ayah dan mencium tangannya “Assalamualaikum, Yah.” sapanya, dia sudah terbiasa memanggil orang tua Carina dengan sapaan Ayah dan Ibu.“Waalaikum salaam. Sehat kamu, Ar?” tanya Ayah sambil lalu, matanya nanar menatap anak gadisnya yang berjalan dibelakang Arya “Kakak...”Carina tak kuasa menahan air matanya, dia menghambur pada Ayah, memeluk erat laki-laki yang tak ada bandingannya itu. Dia menangis keras sekali di dadanya. Ayah balas memeluk erat Carina, buah hatinya, biji matanya, kesayangannya akhirnya bisa kembali pulang kembali ke pelukannya. Penantiannya selama beberapa minggu ini usai sudah.Arya mundur memberikan privacy pada momen Ayah dan anak
SE - 83Amman, Jordan, Sept. 2019 Carina berjalan menuju mobil yang sudah menunggu di depan pintu mansion, Khalid datang menghampirinya “Carina, karena kau kehilangan semua barang-barangmu, maka kami menggantinya, ini koper-koper berisi baju dan perlengkapan wanita, tidak banyak. Tapi semoga bisa menggantikan barang-barang yang hilang.”Carina membelalak melihat bagasi mobil yang penuh dengan tiga koper berbagai ukuran dengan corak khas LV “Khalid...”“and this is your handbag full of essentials for the flight. And phone.” Khalid menyuruh seorang pelayan yang sejak kemarin melayani Carina datang membawa sebuah tas tangan Louis Vuitton. Gadis itu tersenyum sambil menyerahkan tas itu pada Carina“Khalid, you don’t have to do this...” Carina jadi tidak enak.“Terimalah, setidaknya hanya ini yang bisa kami berikan padamu,” ujar Lady Wellington sambil tersenyum padanya “kompensasi ini tidak seberapa dibanding penderitaan yang sudah kau lalui, sayang...”Carina mengusap matanya karena terh
SE 82 – Friends do not share kisses like we didAmman, Jordan. Sept. 2019 Dasar orang gila. Gak punya otak. Nyebelin. Gerutu Carina sambil berjalan berderap menuju kamarnya. Di belakangnya Alfred mengekorinya “Carina!” panggilnya.Carina tidak mengacuhkan panggilan bangsawan geblek itu. Dia membuka pintu kamarnya dan hendak menutupnya saat Alfred dengan cepat menyelinap masuk ke dalam kamarnya. Carina meledak, “Gak boleh masuk ke kamar perempuan sembarangan! Out!” usirnya.Bukannya minggat, Alfred malah tersenyum padanya, membuat Carina makin murka.“What do you want, Al?” tanyanya geram.Alfred memandang Carina dengan intens dan menjawab tanpa malu-malu “YOU.”Kata-kata menguap dari otak Carina. Dia terdiam tak bersuara. Jawaban satu kata dari Alfred membuat jantungnya berdegup lebih kencang daripada biasanya. Bulu kuduknya meremang, dia tidak pernah menerima pernyataan cinta terang-terangan seperti ini. Ada sisi baru yang Alfred tunjukkan padanya.Alfred mendekat “I want you, Carin
SE 81 – Friends for LifeAmman, Jordan. Sept. 2019Alfred berjalan menuju Carina dengan langkah-langkah lebar, tapi terlambat, saat dia mendekat, Carina dan Arya melepaskan pelukan mereka kemudian masuk ke dalam ruangan. Pintu ditutup tepat di depan wajah Alfred. Dia termangu di depan pintu, seakan ditampar tepat di wajahnya. Darah mendidih, kepalanya berkunang-kunang karena marah, kesal dan cemburu. Perpaduan yang mematikan. Merasa kalah, Alfred memutar langkah dan pergi dari sana.He will deal with her, later. Sementara itu di dalam ruangan, Carina tidak bersama Arya saja. Di sana ada Amir dan Pak Andy. Mereka semua senang karena Carina berhasil selamat. Arya mengusap wajahnya dari airmata. Dia lega karena bisa bertemu dengan Carina dalam keadaan hidup.“Apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Arya setelah mereka duduk, Amir sudah siap dengan kameranya. Mereka akan merekam pernyataan Carina siang ini.Carina menarik napas dan mulai berbicara. Dia menceritakan tentang perjalanannya di I
SE 80 – Alfred is in LoveAmman, Jordan. Sep. 2019Carina berdiam diri di kamarnya sampai pelayan kembali datang ke kamarnya pada pukul 10 pagi, dia memberitahu kalau Lady Wellington ingin bertemu. Wanita bangsawan itu menunggu Carina di ruang baca.Carina mengangguk dan berkaca, memeriksa penampilannya. Dia memakai dress selutut yang manis, rambutnya kembali berkilauan sehabis keramas dan wajahnya dipoles make-up tipis-tipis. Pelayan itu tersenyum “Anda terlihat cantik, Nona.”“Thanks.” Carina membalas pujiannya “aku tidak tahu harus bersikap apa terhadap Lady Wellington.”“Oh, biasa saja. Dia wanita yang baik,” jawab pelayan yang tidak diketahui namanya itu.“Di mana Alfred?” tanya Carina lagi “aku belum melihatnya sepagian ini.”“Tuan muda sedang menerima tamu di ruangannya. Perwakilan dari Kedutaan Inggris, pemerintah Jordania, Qatar dan Indonesia.”Indonesia? Harapan Carina kembali melambung, apakah mereka akan membawanya pulang?Pelayan itu berjalan mendahului, dia membawa Carin
SE 79 – More Than Just FinePerkampungan Suku Bedouin, Sept. 2019 Terjadi sedikit kealotan saat Khalid hendak membawa pergi Alfred dan Carina, dia dihadang oleh beberapa tetua suku yang menyangka dia akan menculik pasangan suami istri dari Inggris itu.“Suami istri?” tanya Khalid heran, dia melirik Alfred yang memberikan kode rahasia antar mereka “Oh, ya. Ya. Mereka suami istri!” dia tersenyum lebar walau nggak paham maksudnya apa. Dia hanya perlu mengikuti saja arusnya, yang penting kedua orang yang paling dicari oleh negara mereka ini selamat “Mereka adalah Duke and Duchess of Wellington, salah satu keluarga bangsawan di Inggris.” tambahnya, dia nyengir lebar sambil melirik Alfred dan Carina. Ekspresi Alfred tenang, seakan sudah biasa mendengar ‘Duke and Duchess of Wellington’ sedangkan Carina malu berat. Dia nggak sanggup mengangkat muka.Suara-suara gaduh mulai terdengar begitu Khalid menyebutkan gelar bangsawan Inggris yang dimiliki oleh Alfred. Dengan cepat Alfred juga menimpal







