author-banner
Serafina
Serafina
Author

Nobela ni Serafina

Suami Warisan

Suami Warisan

Rengganis, seorang calon desainer yang sedang kesulitan keuangan, sontak saja kaget saat dia mengetahui bahwa dirinya adalah pewaris dari harta dan rumah mewah Tante Nirmala yang kaya raya tapi misterius. Terusir dari rumah sewanya, Rengganis memutuskan untuk tinggal di rumah warisannya. Rumah mewah yang berada di pinggiran kota itu ternyata menyimpan banyak harta sekaligus misteri. Terutama, kehadiran lelaki yang tinggal di sana yang mengakui bahwa ia termasuk ke dalam warisan Nirmala. Wait—what?! “Wilujeng Sumping, Nyai Rengganis. Mulai saat ini saya adalah suamimu.” Buku lainnya: Pengantin Pesanan | novelbyserafina WARNING!! Some scenes contained adult content that is unsuitable for children. Viewer discretion is advised.
Basahin
Chapter: SEKUEL SUAMI WARISAN
KEKASIH AKHIR PEKAN Sekuel of Suami Warisan by Serafina Di umurnya yang telah menginjak angka 25 tahun, Sasikirana belum pernah pacaran. Dulu dia bersekolah di rumah karena sering berpindah-pindah hingga membuatnya kesulitan untuk bersosialisasi. Namun sekarang, Sasi seorang kurator galeri seni yang andal. Suatu hari, Sasi diminta Direktur Galeri untuk membuat pameran seorang pelukis misterius. Sasi berhasil menemukan alamatnya di pedesaan yang terpencil. Di sana dia bertemu sang pelukis. Tak disangka, di pertemuan pertama mereka, lelaki itu malah menawarinya untuk jadi kekasihnya setiap akhir pekan. Apakah Sasi menerima tawarannya? “Aku tau kamu kesepian, aku juga. Jadi maukah kamu jadi kekasihku setiap akhir pekan?” -SNIPPET KEKASIH AKHIR PEKAN- “Aku tau kamu kesepian, aku juga. Jadi maukah kamu menjadi kekasihku setiap akhir pekan?” Sasi memandang lelaki yang berdiri di ha
Huling Na-update: 2021-12-27
Chapter: 175 - Sailendra [TAMAT]
SUAMI WARISAN 175 – Sailendra [TAMAT] -EMPAT TAHUN KEMUDIAN- Diri kita bisa pulih sekaligus merasa hancur di waktu yang bersamaan. Pulih adalah perjalanan yang melibatkan penerimaan atas diri selagi kita hancur, berbenah kemudian membangun kembali diri kita. Waktu menjadi satu-satunya obat bagi Rengganis. Menit berganti jam, kemudian hari berubah jadi minggu sampai tak terasa tiga tahun sudah berlalu. Bayi mungil itu kini tumbuh menjadi balita yang menggemaskan. Celotehannya menceriakan ruangan, derap langkah kakinya menggemakan keriuhan yang hanya berjeda ketika dia memejamkan mata. “Gimana kabarnya?” pertanyaan itu tidak pernah alpa ditanyakan Mahesa setiap kali dia menelepon Rengganis. “Baik.” Rengganis tersenyum sambil melirik lelaki kecilnya yang berlarian di sekeliling ruangan “makasih kadonya, ya. Dia seneng banget…” Terdengar tawa Mahesa di seberang telepon, “Ya, begitu liha
Huling Na-update: 2021-12-25
Chapter: 174 - Lembaran Baru
SUAMI WARISAN 174 – Lembaran Baru Gemuruh guntur terdengar di kejauhan. Kilatan cahaya memantul di atas kaca jendela. Rengganis buru-buru menutup tirai jendela, udara terasa pengap ketika awan hitam menggumpal di atas langit Jakarta. Bayinya terbangun, matanya yang bulat mengerjap-ngerjap sementara badannya bergerak-gerak gelisah. Rengganis tersenyum kemudian mengangkat bayinya dari boks “Cup, cup, Sayang …. Kaget, ya?” Bayinya tak banyak menangis. Hanya sesekali gelisah dan merengek ketika popoknya basah. Dia begitu tenang, begitu mirip dengan ayahnya. Rengganis menimang-nimang bayinya, matanya lekat memandangi setiap inci wajah bayi lelaki yang paling tampan itu. Semakin dilihat, semakin terlihat jelas kemiripan antara buah hatinya dan Narendra. Hidungnya …. Matanya …. Caranya menatap mengingatkannya pada lelaki itu. Bayi yang baru berusia beberapa bulan itu bagaikan pinang dibelah dua dengan lelaki yan
Huling Na-update: 2021-12-25
Chapter: 173 - Terputus Kutukan
SUAMI WARISAN173 – Terputus KutukanMak Saadah yang sudah renta masih mampu naik ke gunung untuk mencari kayu bakar. Tubuhnya yang kurus terbakar matahari tidak pernah meninggalkan gunung yang selama ini menjadi sumber penghidupannya.Walaupun anak-anaknya kerap kali mengingatkan untuk berhenti mencari kayu bakar karena di rumah sudah ada kompor gas, namun Mak Saadah tidak menghiraukan omongan anak-anaknya. Ada kesenangan sendiri berada di hutan gunung.Hidup di desa yang berubah sangat cepat membuat Mak Saadah kewalahan. Cucu-cucunya tidak mau diajak ke kebun apalagi ke hutan, mereka lebih senang diam di rumah dengan hapenya, bermain game dan marah-marah jika kuotanya habis.Daripada pusing mendengar cucu dan menantunya bertengkar soal kuota internet yang tak dimengerti olehnya, Mak Saadah memilih pergi ke hutan. Perasaannya mengatakan bahwa di sana ada sesuatu yang sedang menunggunya.“Mau kemana, Mak?” tan
Huling Na-update: 2021-12-25
Chapter: 172 - Perpisahan dan Kebenaran
SUAMI WARISAN 172 – Perpisahan & Kebenaran Tak pernah sekalipun terlintas dalam benak Rengganis – begitu pun dengan orang tuanya – bahwa dia akan bercerai secepat ini, padahal pernikahan mereka masih seumur jagung. “Tapi masih mending lu, Kak. Daripada Kim Kardashian yang cuma nikah 72 hari.” Maya berusaha membesarkan hati Rengganis, namun tidak mempan. Rengganis masih mellow. Dulu dia memang berniat untuk menceraikan Mahesa dan memilih Narendra, namun sekarang Narendra tak tentu rimbanya. Dia ingin marah, namun tidak tau diarahkan kemana amarahnya itu. Sejak kepulangannya dari RS, kemudian tinggal kembali di kamarnya, tak sehari pun Rengganis melewatkan sehari tanpa menangis. Papa dan Mama jadi serba salah. Mereka sudah berusaha menghibur Rengganis, namun masih suka mendengar isak lirih anaknya itu di malam hari. Walau pada pagi dan siang harinya Rengganis bisa menutupi kesedihannya, tapi di malam ya
Huling Na-update: 2021-12-21
Chapter: 171 - Binasa
SUAMI WARISAN171 – Binasa-FLASHBACK-Mobil yang dikendarai Narendra seolah tidak punya rem. Lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, terburu-buru seperti dikejar setan.Dia keluar dari rumah sakit, terus masuk ke tol kemudian ngebut menuju hutan. Menurunkan kecepatan jika lalu lintas padat, namun setiap ada kesempatan, Narendra terus menginjak gas.Sang Akang baru berhenti ketika sampai di depan rumah warisan.Lelaki itu masuk ke dalam rumah, menaruh beberapa barang di kamarnya, kemudian kembali melanjutkan perjalanan.Kali ini dia pergi menuju hutan. Masuk ke dalam, terus ke tengah, meleburkan diri di antara rapatnya pepohonan. Tanpa bekal, tanpa persiapan. Hanya baju yang melekat di badan.Ingatannya yang masih segar menjadi modalnya untuk menyusuri jalan setapak yang dahulu mudah dia susuri. Sekarang, setelah kekuatannya menghilang, Narendra hampir kehabisan napas untuk mencapai tujuan.
Huling Na-update: 2021-12-20
Kecupan Panas sang Mafia

Kecupan Panas sang Mafia

Di usia 18 tahun, Jasmine tak hanya kehilangan kedua orang tuanya, tetapi juga warisannya. Munculnya Karan—pria misterius yang mengaku sebagai sang paman—mengubah rumah mewahnya menjadi neraka. Jasmine diperlakukan layaknya pembantu, hingga sebuah fakta mengerikan terkuak: dia dilelang oleh keluarga pamannya sendiri. Max, sang pemenang lelang yang misterius, datang membongkar rahasia besar: Karan bukanlah paman kandungnya. Kini Jasmine terjebak di antara cengkeraman penipu dan pertolongan Max. mampukah Jasmine merebut kembali haknya dan membongkar misteri kecelakaan maut orang tuanya? Buku lainnya: Suami Warisan | IG: @novelbyserafina
Basahin
Chapter: 13 - Celah di Balik Musuh
13 – Celah di Balik MusuhPenangkapan spektakuler Karan dan Anita oleh pihak kepolisian kemarin sore menyisakan keheningan yang sedikit aneh di ruang perpustakaan penthouse. Cahaya mentari pagi menerobos lembut dinding kaca, memantulkan pendaran hangat pada tumpukan buku pelajaran Sekolah Menengah Atas yang berserakan di atas meja kayu. Jasmine duduk bersandar di kursi berpelapis kulit, memegang pulpen hitam di jemarinya seraya mencoba fokus memahami kumpulan rumus kalkulus dan materi ujian sekolah yang tinggal beberapa hari lagi.Namun, bayangan wajah Anita yang histeris digelandang polisi dan raut wajah Max yang begitu dingin seolah enggan beranjak dari benaknya. Jasmine menghela napas panjang, merapikan kacamata tipis yang meluncur sedikit di pangkal hidungnya. Jemarinya refleks bergerak melayang menuju bibir bawahnya, menggigiti bagian kulit lembut itu saat rasa gelisah kembali merayap di dadanya.'Karan sama Tante Anita memang udah ditahan,' batin Jasmine berbisik pelan, matanya
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: 12 - Serangan Balik Organisasi
12 – Serangan Balik OrganisasiKegagalan laporan polisi Karan di penthouse Max kemarin rupanya tidak membuat ketegangan mereda, melainkan memicu babak baru pertempuran yang jauh lebih masif. Di ruang kendali siber markas organisasi yang terletak di lantai bawah penthouse, pencahayaan temaram dari puluhan layar monitor raksasa memantulkan kilatan cahaya hijau dan biru. Anto berdiri di tengah ruangan, memandu belasan peretas papan atas dan analis siber yang jemarinya lincah menari di atas papan ketik.Max berdiri di samping meja utama, merapatkan kemeja hitam berlengan panjang yang tergulung hingga sebatas siku. Pria tiga puluh enam tahun itu menatap dingin grafik aliran data dan rekaman audio visual yang terus mengalir di layar monitor utama. Kacamata berbingkai tipisnya memantulkan barisan kode enkripsi yang berhasil ditembus oleh tim siber organisasinya."Semua berkas dan rekaman transaksi sudah terekstraksi sempurna, Bos," ujar Anto seraya mengetuk satu tombol di komputer utama. "Re
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: 11 - Gertakan Perwalian
11 – Gertakan PerwalianPagi hari di penthouse Max dibuka dengan suasana yang jauh dari kata tenang. Baru saja dua hari berlalu sejak pengumuman pernikahan yang menghebohkan publik di Hotel Grand Hyatt, gelombang balasan dari kubu lawan mulai menghantam. Karan tidak tinggal diam setelah martabat dan rencananya dihancurkan di depan ratusan kolega bisnis. Pria itu menggunakan kartu liar terakhirnya untuk membalikkan keadaan.Jasmine sedang duduk di meja makan seraya memeriksa beberapa lembar catatan pelajaran SMA ketika Anto melangkah terburu-buru memasuki ruang tengah. Wajah pengawal pribadi itu nampak tegang, memegang sebuah map berlogo kepolisian dan dokumen panggilan resmi."Bos, ada perwakilan dari Polda Metro Jaya dan dua petugas dari Komisi Perlindungan Anak di lantai bawah," ujar Anto dengan nada suara rendah namun tergesa-gesa. "Karan baru saja melayangkan laporan resmi. Dia menuduh Anda melakukan tindak penculikan, penyekapan, dan perampasan hak anak di bawah umur terhadap Non
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: 10 - Pengumuman Publik
10 – Pengumuman PublikDua hari pasca penandatanganan berkas pra-nikah di penthouse, atmosfer di ballroom utama Hotel Grand Hyatt Jakarta terasa luar biasa tegang. Ruangan bernuansa emas dan kristal yang biasa digunakan untuk perhelatan jet set ibu kota itu kini dipenuhi oleh puluhan pengusaha kelas atas, pejabat publik, serta kolega bisnis peninggalan almarhum Hermawan. Para jurnalis dari media bisnis ternama merubung di barisan belakang, menantikan pengumuman darurat yang diinisiasi oleh pimpinan tertinggi organisasi bayangan.Max berdiri tegap di atas podium utama. Pria tiga puluh enam tahun itu tampil sempurna dalam balutan setelan jas kustom berwarna hitam pekat, kemeja putih kaku, dan dasi sutra yang terikat rapi. Kacamata berbingkai tipisnya memantulkan pendaran lampu gantung kristal, membingkai sepasang mata tajam yang memancarkan aura dominasi mutlak.Di samping Max, Jasmine berdiri dengan gaun malam berlengan panjang berwarna biru navy yang anggun. Riasan tipis karya tim pro
Huling Na-update: 2026-10-12
Chapter: 09 - Pernikahan Kontrak
09 – Pernikahan KontrakSinar matahari pagi membias terang menembus dinding kaca tebal di ruang kerja penthouse Max. Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu tenang dan formal. Di atas meja kayu mahoni berukuran besar, dua rangkap berkas tebal berstempel meterai sudah tertata rapi. Pak Budi, pengacara pribadi kepercayaan Max, duduk di kursi berlapis kulit seraya merapikan letak kacamatanya. Di sebelahnya, Anto berdiri tegap dengan sikap siaga khas pengawal terlatih, meski ekspresi wajahnya nampak canggung seperti biasa.Jasmine duduk di hadapan Pak Budi dengan kedua tangan terlipat di atas paha. Gadis itu mengenakan kemeja putih berlengan panjang yang dipadu dengan rok kain santai, memberikan kesan rapi namun tetap kasual. Jemari tangannya refleks bergerak menggigiti bibir bawahnya, menahan riak rasa cemas yang diam-diam bergolak di dalam dada. Di sisinya, Max duduk bersandar santai. Kemeja biru gelap yang dikenakan pria itu dibiarkan terbuka dua kancing teratasnya, memancarkan aura
Huling Na-update: 2026-10-10
Chapter: 08 - Amarah Karan
08 – Amarah KaranLayar televisi berukuran tujuh puluh inci di meja makan penthouse menampilkan siaran langsung berita pagi yang cukup mengguncang. Di bawah pendaran lampu kamera pers, Anita berdiri dengan mata sembab, mengusap air matanya yang tampaknya dipaksakan keluar menggunakan sapu tangan mahal. Di sebelahnya, Karan berdiri tegap dengan wajah kaku dan mengepal keras, memancar emosi yang disengaja di depan puluhan wartawan yang merubunginya di depan pagar rumah peninggalan Hermawan."Kami memohon dengan sangat kepada pihak kepolisian dan masyarakat luas," tangis Anita pecah di depan mikrofon pers. "Keponakan kami, Jasmine, telah diculik secara paksa oleh kelompok organisasi bayangan yang dipimpin oleh pria berbahaya bernama Maximilian. Dia dibawa pergi di bawah ancaman senjata, dan anak saya, Aris, dihajar sampai koma saat berusaha melindungi Jasmine! Kami tidak tahu bagaimana nasib keponakan kami sekarang!"Jasmine yang duduk di kursi meja makan terpana menatap layar televisi.
Huling Na-update: 2026-10-09
Pengantin Pesanan

Pengantin Pesanan

Daneshwara, seorang Pengacara ternama yang baru saja jadi duda mendapatkan tawaran yang tidak biasa. Dia yang dilanda kesepian setelah bercerai akhirnya tertarik menerima tawaran sekali seumur hidup; memesan pengantin. Perempuan yang jadi pengantinnya cantik luar biasa, yang berasal dari Ukraina. Namanya Katya Boshena. Tanpa pikir panjang, Danesh menghubungi agen yang akan mengurus kedatangan Katya dan mengatur pernikahan mereka. Katya Boshena datang ke Indonesia untuk menikah dengan orang asing yang telah dijodohkan dengannya, namun ada yang aneh dengan perempuan itu, dia sama sekali tidak seperti iklan yang ada di website. Perempuan itu tidak bisa bahasa Inggris, sering menangis dan yang lebih parah, ternyata dia hilang ingatan! Pengantin yang Danesh pesan sama sekali diluar dugaan. Bisakah Danesh mengungkap apa yang terjadi pada istrinya? Buku lainnya: Suami Warisan | novelbyserafina
Basahin
Chapter: 21 - Hasil Tes
Pengantin Pesanan21 – Hasil TesDokter Riza datang pukul sembilan pagi dengan blus linen krem dan tas kulit yang sudah lusuh. Tidak ada jas putih, dan itu adalah hal pertama yang Danesh perhatikan dan hal pertama yang membuatnya sedikit lega.“Jas putih itu menakutkan,” katanya ketika menyadari arah tatapan Danesh, sambil menjabat tangannya dengan genggaman yang hangat dan singkat. “Terutama bagi orang yang pernah diperiksa tanpa persetujuannya.”Usianya sekitar empat puluh lima, rambut ikalnya pendek dengan uban yang tidak disembunyikan, suaranya rendah dan tenang seperti seseorang yang sudah terlalu sering menghadapi badai untuk panik di depan angin. Svetlana, yang sudah datang lebih awal dengan sekantong roti, menyapanya dengan anggukan sesama anggota satu barisan. Mereka rupanya sudah bertahun-tahun saling kenal lewat lembaga bantuan yang sama.“Dokter jiwa, Bos?” bisik Ucok di sisi Danesh dengan wajah serius. “Saya harus ngaku dosa dulu?”“Cok.” Danesh melirik Ucok dengan tatapa
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: 20 - Penerjemah
Pengantin Pesanan20 – PenerjemahVan itu berhenti di depan gerbang dengan decitan ban yang membuat burung-burung di pohon kamboja beterbangan, dan Danesh sudah melompat turun sebelum Bromo sempat mematikan mesin.Taman belakang rumahnya sunyi dengan cara yang salah. Selang air masih mengalir di atas petak bunga yang mulai tergenang, gerobak dorong terguling di dekat pagar, dan dua topi caping tergeletak di rumput seperti dilemparkan terburu-buru. Pintu kecil di sisi tembok, yang seharusnya selalu dikunci dari dalam, terbuka setengah dan berayun pelan tertiup angin.“Bersih,” lapor Bromo setelah menyisir seluruh sudut taman dalam waktu yang tidak masuk akal untuk ukuran tubuhnya. Dia menunjuk sebuah termos di atas bangku batu. “Hangat.”Ucok menyentuhnya, mengendus, dan mengangguk dengan serius. “Teh, Bos. Pakai gula. Baru pergi, paling lama lima menit.” Dia mengangkat wajah dari termos yang baru saja dia hidu aromanya dan menatap pagar kosong dengan kekecewaan seorang pejuang yang ke
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: 19 - Daftar Gelap
Pengantin Pesanan19 – Daftar GelapVan itu melaju membelah siang Jakarta yang terik, dan Danesh duduk di kursi tengah menatap telapak tangannya yang kosong, seakan kertas lecek tadi masih menempel di sana dan hanya perlu dilihat dengan cara yang tepat.“Jadi gitu,” katanya akhirnya. “Rafi kasih gue kertas. Isinya nama jalan di Kelapa Gading sama satu kata: Angel. Terus sipir ngambil kertasnya.”“Sipir yang senyumnya kayak sales asuransi, Bos?” tanya Ucok dari kursi depan sambil membuka laptop di pangkuannya.“Iya.”“Berarti kita punya masalah, Bos.”“Dua,” kata Bromo dari balik kemudi, tanpa menoleh.“Dua?”“Senyumnya. Sama kertasnya.”Ucok mengangguk-angguk, takjub pada kebijaksanaan rekan sekerjanya. Danesh memejamkan mata dan memijit pangkal hidungnya. Dia sempat membaca nama jalan itu sebelum kertasnya direnggut, sebuah jalan panjang di Kelapa Gading yang dipenuhi ratusan ruko dan rumah, dan menyebutkannya dengan suara yang terdengar lelah bahkan di telinganya sendiri.“Panjang b
Huling Na-update: 2026-10-13
Chapter: 18 - Kunjungan Lapas
Pengantin Pesanan18 – Kunjungan LapasBau pembersih lantai bercampur asap kretek dan keringat, itulah aroma yang menyambut Danesh setiap kali pintu besi lapas itu terbuka, dan entah kenapa hari ini baunya terasa lebih menusuk daripada biasanya.Di meja registrasi, Ucok berdiri dengan sekotak martabak telur di tangan dan senyum penuh persahabatan yang terlalu lebar untuk ukuran seorang tamu. “Buat Bapak-bapak yang jaga,” katanya pada sipir bertubuh gempal di balik kaca. “Uang rokok, Pak. Eh, maksud saya, silaturahmi.”“Cok.” Danesh menarik kerah belakang jaket asistennya. “Klien gue ditangkap KPK gara-gara yang namanya silaturahmi.”“Tapi ini martabak, Bos. Bukan amplop.”“Dingin,” kata Bromo dari belakang mereka, dan tidak jelas apakah dia menilai martabaknya atau suasana hati Danesh. Mereka berdua ditinggal di ruang tunggu sementara Danesh digiring melewati koridor panjang bercat hijau kusam, melewati tiga pintu besi yang masing-masing menutup di belakangnya dengan bunyi dentang yan
Huling Na-update: 2026-10-12
Chapter: 17 - Paspor
Pengantin Pesanan17 – PasporDanesh terbangun dengan leher yang terasa seperti dipatahkan, lalu dikembalikan ke tempatnya oleh tukang yang sedang buru-buru.Beberapa detik dia tidak tahu kenapa dia tidur di lantai, kemudian kejadian semalam memenuhi kepalanya satu per satu: jeritan, tangan yang terulur, tawa yang tidak dia sangka masih bisa dia dengar dari perempuan itu. Cahaya pagi menyusup lewat celah tirai. Di atas ranjang, Katya masih tidur dengan lutut ditarik ke dada, seperti anak kecil yang akhirnya diizinkan beristirahat, dan sebelah tangannya menggantung di tepi kasur, tepat di tempat jari-jari mereka tadi bertaut.Danesh menunduk, mencari map cokelat di pangkuannya, dan terdiam.Map itu tidak ada di pangkuannya. Map itu tergeletak di karpet di sampingnya, tertutup rapat, dengan semua lembar di dalamnya tersusun begitu rapi hingga ujung-ujungnya sejajar. Dia yakin dia tidak melakukannya. Dia membuka bagian atas map itu dan salinan paspor yang semalam dia lingkari dengan spid
Huling Na-update: 2026-10-11
Chapter: 16 - Nina Bobo
Pengantin Pesanan16 – Nina BoboKatya menggosok noda di gaun biru itu sampai kainnya basah dan jari-jarinya memerah. Air keran mengalir dingin di wastafel kamar mandi, bercak merah itu memudar menjadi merah muda dan akhirnya nyaris tak terlihat, tetapi ia terus menggosok seolah noda itu bisa berubah menjadi bukti yang membuatnya dikembalikan.Danesh tidak berkata apa-apa soal itu. Dia hanya mengantarkan Katya ke kamar, menyalakan lampu kecil di samping ranjang, menunjuk Alexa seakan berkata panggil saja kalau perlu apa pun, lalu berdiri canggung di ambang pintu dengan kedua tangan terjejal ke saku celana.“Good night,” katanya.Katya nyaris menjawab dengan kata yang selalu dia pakai untuk menutup hari, kata yang dulu harus diucapkan sambil menunduk dan tersenyum, tetapi bibirnya berhenti di tengah jalan. Dia hanya mengangguk. Pintu ditutup pelan, hampir tanpa suara, dan untuk pertama kalinya sejak tiba di rumah ini dia sendirian dalam kamar yang tidak punya kunci dari luar.Ranjangny
Huling Na-update: 2026-10-10
Sweet Escape

Sweet Escape

Terkenal dengan julukan Queen of Cashback, Carina nekat terbang ke London untuk membuktikan bahwa dia bukanlah cewek pelit. Namun, alih-alih menikmati liburan mewahnya, Carina justru terjebak dalam pusaran asmara rumit bersama James Alfred, sang Duke of Wellington. Cinta James yang terobsesi dan begitu membelenggu membuat Carina sesak—hingga melarikan diri menjadi satu-satunya pilihan. Bisakah Carina lolos dari cengkeraman cinta sang bangsawan Inggris, atau justru makin terjerat di dalamnya?
Basahin
Chapter: The Hostage
SE 41 – The HostageJakarta, August, 2019 Ini hari kedua Carina nggak bisa dihubungi, Ibu udah gak bisa tidur. Doi uring-uringan aja. Delia mulai was-was, Ayah berusaha menenangkan istrinya tapi diam-diam beliau cemas juga. Anak sulung kesayangannya tak ada kabar berita. Mereka sudah berusaha mengontak nomor Carina, tidak aktif. Emailnya juga tidak dibalas. Semua bentuk komunikasi sudah dicoba tapi hasilnya nihil.“Gimana ini?” tanya Ibu khawatir.Delia menggigit bibirnya sambil berpikir “Ibu punya fotokopi paspor Kakak gak?”“Ada, buat apa?”“Nanti siang aku mau ke kedutaan Inggris, mau bikin laporan orang hilang,” ujar Delia.Ibu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil salinan dokumen Carina, dia kembali membawa satu map. Dikeluarkan isinya, Akte Lahir, fotokopi KTP, fotokopi paspor, fotokopi Kartu Keluarga dan fotokopi visa “Ini cukup, Dek?”Delia mengangguk “Kayanya segini cukup, Bu.”Ibu menatap Delia setengah memelas “Coba tolong cari kabar kakakmu, ya. Habis dari Kedu
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: Trying to Escape
SE 40 – Trying to EscapeCavendish Estate, August, 2019 Rufus membawa Frank dan Edward ke ruang baca yang tidak jauh dari ruangan pesta “Tuan Wellington menginginkan segelas scotch sebelum beliau bergabung ke dalam pesta,” dia berusaha memberikan alasan kenapa dia mengijinkan Alfred masuk ke dalam ruang baca yang selalu terkunci. Frank jarang memakainya. Kepala pelayan itu membuka pintu, menyilakan keduanya masuk.“Hey, lads!” sapa Frank pada Alfred “Thank you for coming! I thought you never came.”Alfred berdiri dari duduknya dan menyambut Pamannya, padahal baru kemarin lusa mereka bertemu.Frank membawa Edward pada ponakannya itu “Ini adalah teman baikku, putra bungsu dari Duke of Gloucester, Edward.”Edward mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Alfred “Edward, ponakanku tersayang, James Alfred, the heir of Duke of Wellington.”“How do you do,” sapa Alfred sopan “Paman, maaf aku datang terlambat.”Edward memerhatikan Alfred dengan seksama “Kamu masih muda, sudah punya istri
Huling Na-update: 2026-10-16
Chapter: The Party
SE 39 – The PartyCavendish Estate, Aberdeenshire, Agustus 2019Kemeriahan pesta mewah di Cavendish Estate sudah berlangsung sejak satu jam yang lalu ketika Alfred melangkah turun dari mobil mewahnya. Pria muda bergelar Duke of Wellington itu merapikan setelan jasnya dan mengancingkannya dengan gerakan tenang saat menaiki anak tangga menuju pintu masuk utama yang dijaga ketat oleh dua orang petugas keamanan berseragam. Begitu tiba di depan pintu, seorang pria paruh baya berkemeja rapi dengan rambut yang mulai memutih menyambut kedatangannya. Dengan sikap tubuh penuh hormat dan senyum ramah, pria itu menyapa, "Duke of Wellington. Selamat datang, Tuan."Alfred menoleh dan menganggukkan kepala pelan. "Di mana pamanku sekarang?" tanyanya singkat."Oh, Mr. Cavendish sudah berada di function room, Tuan. Pestanya sendiri sudah dimulai sejak tadi," jawab pria tua itu.Alfred mengerutkan keningnya sejenak, berusaha mengingat sosok di hadapannya. Ia merasa familiar dengan wajah sang kepala pela
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: The Rightful Heir
SE 38 – The Rightful HeirSitting Room, Cavendish Estate. Aberdeenshire, August, 2019. Mary masuk ke dalam sitting room dimana Frank sedang menunggu. Dia datang bersama lima orang gadis pilihannya, salah satunya adalah Carina. Mary berjalan mendului mereka dan menyapa seorang laki-laki yang masih cukup muda, dia sedang memunggungi pintu saat mereka masuk.“Lord Cavendish, may I present you to your girls,” sapa Mary dengan nada suara formal.Carina muak mendengarnya, dia memerhatikan sekeliling ruangan, mencari celah lewat mana dia bisa menyelinap pergi. Ruangan ini seperti kebanyakan ruang keluarga, terdapat dua set sofa besar dengan meja kopi, lemari buku di sudut ruangan, layar teve besar di salah satu dindingnya, jendela-jendela gaya Eropa yang menjulang tinggi.Laki-laki yang dipanggil Lord Cavendish berbalik kearah mereka. Carina tidak menyangka bahwa dia masih semuda itu. Muda dan bajingan, kombinasi yang mematikan, pikir Carina. Mau si Lord ini ganteng macem Jude Law, dia teta
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: Wake Me Up When This Nightmare Ends
SE 37 – Wake Me Up When This Nightmare EndsCavendish Estate, August, 2019“Wake up, wake up, you slut!” seruan Bibi Marge yang nyaring terdengar di pagi hari yang damai ini. Dia masuk ke dalam ruangan yang berisi dua puluh orang perempuan yang sedang tertidur. Mereka tidur diatas dipan-dipan bertingkat yang dijejerkan di sisi kiri-kanan ruangan.Carina terbangun dengan kaget, dia baru bisa memejamkan mata menjelang subuh.“Get up!” seru Marge yang mendadak galak pagi ini. Dia memukul seorang gadis yang masih meringkuk di dalam selimutnya “Everybody, get ready!”Carina menyingkapkan selimutnya dan turun dari tempat tidur, dia ingin ke kamar mandi tapi langkahnya dihadang oleh Marge.“Where do you think you’re going, sweetheart?” tanya Marge dengan nada melecehkan“To the bathroom,” jawab Carina sambil menunjuk pintu kamar mandi yang berada di pojok ruangan“Ha, you need a loo!” seru Marge “No loo before breakfast!”(Trans: “Ha, kamu butuh ke toilet! Tidak boleh ke toilet sebelum sarap
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: Best Night of My Life
SE 36 – Best Night of My LifeAberdeenshire, August, 2019 Andai saja. Andai saja, Carina tidak bertemu Mary, mungkin saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju Manchester City, makan enak dan hunting foto. Dia berencana untuk membeli merchandise bola bagi anak-anak buahnya. Dalam beberapa hari Carina akan kembali ke Jakarta. Kembali ke rutinitas dan pekerjaannya. Membawa barang pesanan Sara, oleh-oleh untuk keluarganya dan cokelat-cokelat untuk dibagikan pada orang-orang di departemennya.Tapi Carina terjebak di sini, dalam sebuah kamar bersama dengan dua puluh orang perempuan dari berbagai negara. Bibi Marge memberinya makan, sepiring daging, kentang tumbuk dan sayuran. Carina tidak tahu daging apa yang diberikan Marge, dia tidak menyentuhnya sama sekali.“Kenapa tidak dimakan?” tanya Marge sambil berkacak pinggang, saat melihat makanan di piring Carina masih utuh.Carina mendongak dan menggeleng “Aku tidak tahu ini daging apa,”Marge mengeryit heran “Maksudmu?”“Aku muslim. Tidak
Huling Na-update: 2026-10-14
Maaari mong magustuhan
SALAM TERAKHIR
SALAM TERAKHIR
Romansa · Mario Bojano Sogen
3.7K views
Senyum Bahagia Maharani
Senyum Bahagia Maharani
Romansa · tresnoasih
3.7K views
SEPERTI YANG KAU MINTA
SEPERTI YANG KAU MINTA
Romansa · goresansajak
3.7K views
Bad Love
Bad Love
Romansa · Diary Tika
3.7K views
Ibu Sambung Untuk Anak CEO
Ibu Sambung Untuk Anak CEO
Romansa · Reaa Hamida
3.7K views
Tanda Cinta Tuan Benjamin
Tanda Cinta Tuan Benjamin
Romansa · Babytiran
3.7K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status