Short
Tables Turned

Tables Turned

By:  Perfect TimingCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
9Chapters
4.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

I was in a car accident while saving my brothers. However, instead of gratitude, they urged the doctors to amputate my legs. "Carol, we're sorry," they said through tears. "We're useless… but don't worry. Even if we have to sell our blood or our kidneys, we'll make sure you're taken care of." Right after surgery, they abandoned me in a shabby apartment. Blood seeped through the sheets as they looked at me with teary eyes—then left in a hurry, claiming they needed to earn money for my treatment. I did not want to drag them down anymore. Enduring the pain, I crawled to the rooftop of a tall building, planning to end my life. That's when I saw it—inside a luxury hotel, a grand celebration was taking place. My brothers were there doting on another girl. She was eating an extravagant cake I had never even dreamed of, wearing a designer princess gown worth a fortune, sparkling with jewels. Everyone called her the Smith family's one and only princess. They had even hired a world-class symphony orchestra to play Happy Birthday just for her. While I lay bleeding in a dingy apartment, they would not spend a few dollars on bandages for me. I watched as my eldest brother gently fed her cake, his eyes full of tenderness. "Jasmine, only you deserve to be our one and only little sister." The second brother placed a tiara on her head with care. "Even for the smallest birthday, we won't let you suffer a single moment of disappointment." The third knelt to help her into a pair of crystal shoes. "Jasmine, you're our most precious darling." Then, standing on the stage, Jasmine held up the black credit card they had gifted her and smiled sweetly. "Brothers," she said, "Carol lost her legs saving you. Maybe you should go see how she's doing?" My eldest brother let out a mocking laugh. "She's not worth it. Now that she's crippled, she'll never be able to compete with you again. She got what she deserved."

View More

Chapter 1

Chapter 1

Tanganku terlepas, ponsel itu jatuh ke lantai dan panggilan pun terputus. Aku menundukkan pandangan sembari menatap perutku yang membuncit, lalu perlahan mengulurkan tangan untuk mengelusnya. Mataku sudah penuh dengan air mata.

Pantas saja setiap kali aku menyuruh Arzo merasakan gerakan janin, tak sedikit pun kegembiraan terlihat di wajahnya. Ternyata sejak awal dia sudah tahu, anak ini memang ditakdirkan tidak akan pernah lahir.

Arzo keluar dari kamar mandi dengan senyum di wajahnya. "Sayang, bayinya anteng nggak? Apa dia ribut lagi? Biar aku yang menegurnya!"

Aku mengangkat wajah yang dibasahi oleh air mata menatapnya. Kalimat untuk mempertanyakan semuanya hanya tersimpan dalam hati. Namun, dia mendekat dengan wajah cemas dan buru-buru memelukku erat.

"Ada apa, Sayang? Kamu terlalu tegang ya? Aku akan selalu menemanimu, jangan takut."

Genggaman tangannya membuatku merinding. Kenapa dia bisa setega ini? Di satu sisi membunuh anak kami untuk mempertahankan hubungannya dengan wanita lain, tetapi tetap bisa mengucapkan kata-kata manis dengan alami.

Ujung lidahku terasa pahit. Dengan susah payah aku mengusap perutku, mencoba mengujinya.

"Arzo ... kenapa ... kenapa aku nggak merasakan gerakan bayinya?"

Arzo membungkuk dan menempelkan telinganya ke perutku. Aku menatapnya tanpa berkedip dan melihat dengan jelas kilasan ketidaksabaran di matanya. Namun saat menatapku, semuanya lenyap. Dengan suara lembut dia berkata, "Ada kok, bayinya cukup aktif. Kamu cuma terlalu cemas, Sayang. Aku selalu ada menemanimu."

Tepat ketika aku membuka mulut hendak menanyakan soal telepon tadi, asistennya mengetuk pintu.

"Pak Arzo, dokter ingin berbicara dengan Anda mengenai masalah operasi."

Arzo refleks melirik ke arahku, lalu berkata dengan suara lembut, "Aku ke sana sebentar, sebentar lagi kembali." Dia selalu takut aku mengkhawatirkan kondisi kesehatanku sendiri, jadi biasanya apa pun yang ingin disampaikan dokter, selalu dibahas di luar bangsal.

Asistennya menurunkan suara di depan pintu dan berkata kepadanya, "Dia terus minta bertemu dengan Bapak. Aku takut emosinya terlalu bergejolak dan memengaruhi anak di dalam kandungannya."

Hatiku tanpa sadar mencengkeram kuat. Dengan langkah tenang, aku mengikutinya keluar dan melihat dia masuk ke bangsal sebelah. Entah karena terlalu terburu-buru atau terlalu cemas, dia bahkan lupa menutup pintu. Pintu hanya terkatup setengah dan meninggalkan celah.

Orang yang terbaring di ranjang rumah sakit itu ternyata adalah putri dari pembantu di rumah kami.

Arzo menempelkan telinganya ke perutnya dengan wajah penuh senyum, lalu berkata dengan suara lembut, "Anaknya baik-baik saja, 'kan? Sudah mau jadi ibu tapi masih saja kekanak-kanakan. Lain kali nggak boleh lagi pura-pura sakit untuk membohongiku. Aku bisa khawatir, tahu nggak?"

Dia menyentuh dahi Mona dengan tenang dan penuh rasa sayang. Mona tersenyum manis, lalu menggenggam tangannya dan menciumnya, sambil berkata manja, "Aku cuma kangen kamu. Kamu terus temani wanita itu setiap hari, apa nggak bisa lebih banyak meluangkan waktu untukku?"

Arzo membungkuk dan meninggalkan ciuman demi ciuman di bibirnya, lalu menenangkan dengan suara hangat.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

illy
illy
Omga i love it , its so good for reading in the midnight alone full coffee cup hotter in your hand taste it and reading this amazing book thats rare
2025-07-12 06:58:08
0
0
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status