Share

Bab 198

Author: Ayudia
Pertanyaan itu sempat terlintas di benaknya, tetapi Kevin tidak memikirkannya lebih jauh. Dia pergi ke ruang kerja dan mengerjakan beberapa pekerjaan, tetapi tetap tak bisa berhenti memikirkan air mata Bi Lia.

Bi Lia menangisi Raisa.

Kevin tak habis pikir. Ini cuma perceraian, apa yang perlu ditangisi?

Bukankah Bi Lia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran Raisa selama tiga bulan ini? Gimana mungkin dia tiba-tiba jadi merasa tak terbiasa sekarang?

Kevin bertanya-tanya apakah Bi Lia telah disuap oleh Raisa, berpura-pura untuk menipunya agar berpikir Raisa penting bagi rumah ini. Supaya dia bisa berpikir bahwa perceraian adalah hal yang buruk, sehingga bisa membujuk untuk mempertahankannya.

Kevin mengejek pikirannya itu. Raisa bisa pergi jika dia mau, Kevin tak akan peduli.

Tak lama kemudian, Kevin mandi dan pergi tidur. Dia biasanya tidur nyenyak karena sudah terbiasa tidur sendiri, dan kualitas tidurnya pun cukup baik.

Kali ini pun dia pikir dapat segera tertidur, tetapi satu jam telah
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Suryat
Rian ini sebenarnya adik yg posessive juga sayang kakaknya,tp tertutup ego..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 563

    Raisa memperhatikan nada suaranya yang dingin dan tenang, menyadari keteguhannya yang tak tergoyahkan lalu bertanya, "Kevin, gimana kalau aku menolak? Kau mau apa?"Napas Kevin menjadi berat saat dia berusaha mencari sedikit kelembutan dalam tatapan wanita itu.Namun, sekeras apa pun dia perhatikan, tetap tidak menemukan apa pun.Raisa tetap dingin seperti besi.Sikapnya yang keras kepala itu benar-benar bisa membuat Kevin gila.Kevin menghembuskan napas berat beberapa kali, matanya tertuju pada Raisa dengan tajam lalu bertanya balik, "Raisa, bilang padaku, apa yang harus kulakukan supaya kau kembali?"Kevin menundukkan diri padanya.Kevin menyerahkan semua kendali pada Raisa. Asalkan Raisa bersedia menuruti kata-katanya, pria itu akan melakukan apa saja untuk Raisa.Kevin tidak pernah membayangkan bahwa setelah akhirnya dewasa dan lepas dari kendali siapa pun, dia akan dengan sukarela menyerahkan kekuasaannya pada seorang wanita yang dulu dia yakini tidak memerlukan usaha untuk ditang

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 562

    "Kenapa nggak datang menjengukku? Kau ingat secemas apa kau dulu kalau aku sakit? Kau ingin berada di sisiku sepanjang waktu. Kenapa sekarang kau mengabaikanku?"Wajah Raisa sangat suram, menatapnya dingin dan berkata, "Lututku sampai sekarang belum sembuh. Kenapa kau nggak datang untuk minta maaf?"Kevin awalnya ingin bicara baik-baik padanya, tetapi suaranya kembali menjadi berat, lalu berkata, "Bravi bikin banyak masalah buatku. Aku terlalu sibuk. Sejujurnya, sudah seminggu ini, aku selalu cari cara buat menemuimu. Akhirnya, bisa ketemu juga. Raisa, kenapa sekarang susah banget ketemu sama kau?"Raisa tidak tahan melihat Kevin berpura-pura menderita di depannya, benar-benar pandai memainkan trik. Apa dia belajar langsung dari Rey?"Sudah ketemu, terus apa? Kau mau apa?""Aku sudah bilang, aku mau kembali bersamamu." Kevin bersikeras, "Aku tahu kau bersama Bravi cuma buat memprovokasiku. Raisa, kalau kau mau kembali padaku, aku nggak akan mempermasalahkan apa-apa lagi.""Kevin, kau b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 561

    Beberapa hari ini, Raisa selalu menghabiskan waktu bersama Bravi, memberinya pengalaman pacaran yang benar-benar berbeda. Menyadari betapa baiknya pria itu, Raisa sama sekali tidak mau berpisah darinya, Raisa benar-benar tidak sanggup melepaskan pria itu.Selama tiga tahun pernikahan, dia selalu menunjukkan perasaannya kepada Kevin melalui tindakan.Selama bukan antisosial, bahkan orang yang dingin sekalipun, pasti akan merasakan sedikit rasa keterikatan pada momen tertentu.Perilaku Kevin yang gila di Kota Monako menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak sanggup melepaskan Raisa.Pikiran Raisa pun berubah. Meskipun Kevin tahu tentang hubungannya dengan Bravi, pria itu tidak akan pernah melepaskannya. Jadi, saat bertemu dengan pria yang muncul tiba-tiba itu, Raisa tidak lagi menunjukkan ekspresi terkejut.Yuda bertemu Kevin untuk pertama kalinya.Kevin adalah investor di balik layar yang lebih berpengaruh daripada pemilik perusahaan, permintaan bertemu dari sosok seperti itu adalah suatu

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 560

    Pria itu bertanya, "Kau sudah pikirkan baik-baik, makanya cari aku?""Iya," gumam Raisa."Gunakan pacarmu dengan bijak. Bukan cuma peluk cium, kau juga boleh minta yang lain, itu hakmu."Raisa merasakan campuran emosi yang pahit namun manis."Apa kau nggak penasaran ada apa?""Kalau kau mau cerita, kau pasti cerita. Sekarang, menemanimu, itu mungkin yang paling kau butuhkan."Raisa segera memeluknya erat, ingin menempel padanya, lalu berkata, "Kau itu kok baik banget sih?"Bravi berkata, "Baik sama kau, itu sudah jadi instingku.""Nanti, pas kita tidur bareng, kalau aku menyentuh tubuhmu, apa kau akan bereaksi?""Kalau aku sedih, aku juga maunya memelukmu. Itu juga instingku."Raisa menutup mata, mendengarkan detak jantungnya.Bravi meletakkan dagunya di atas kepala wanita itu. "Aku suka kau secara fisik, tapi dibandingkan perasaanku, itu bukan apa-apa. Kau bisa melakukan apa pun yang kau mau, aku malah sangat menantikannya."Raisa mendekatkan wajahnya, lalu bergumam, "Iya." ...Semin

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 559

    Bravi menyangga tubuhnya, lalu menatap Raisa dan berkata, "Lebih baik tidur terpisah biar kau bisa tidur nyenyak."Bravi langsung bangun, menarik Raisa bersamanya, tetapi wajah Raisa benar-benar merah.Ekspresi Bravi tenang.Kontras dengan penampilan fisiknya terlalu besar.Hanya merasakan ukuran dan volumenya saja sudah menakutkan, Raisa pasti tidak akan mampu menanganinya.Gambaran dalam pikiran Raisa tak terlukiskan, tetapi dia segera menghentikannya."Aku ... aku beneran nggak mau ...."Bravi terkekeh, "Iya, aku tahu."Raisa sudah mengalami trauma, dan bayangan rasa sakit fisik hanya akan membuatnya semakin tidak nyaman. Dia lalu berkata, "Terus, kau gimana?"Bravi berkata, "Kau nggak perlu khawatir sama aku."Raisa benar-benar tidak mau memikirkannya sekarang, sama sekali tidak mau.Dia mungkin salah paham. Bravi adalah pria normal, momen awal pacaran pasti terasa antusias. Dia belum pernah berhubungan intim dengan wanita lain sebelumnya, jadi gairah fisiknya bisa dimengerti.Dia

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 558

    Hani buru-buru berkata, "Itu nggak mungkin..."Raisa menanggapi, "Aku nggak bilang kalau itu harus tercapai dalam setahun, tapi pada akhirnya, kita harus sampai ke level itu."Dia berkata dengan suara berat, "Kak Hani, aku punya ambisi. Kau tahu, kau juga harus punya ambisi. Ayo kita berjuang bersama, bantu aku mewujudkan semua itu, oke?"Hani tidak tahu apakah dia terpengaruh oleh tatapan teguh di sorot mata Raisa atau ketenangan dan kepercayaan diri dalam nada suaranya yang menginspirasi, tetapi itu memberi Hani kepercayaan diri dan dorongan yang luar biasa. Dia bahkan merasakan ambisi dan semangat yang dimilikinya saat pertama kali lulus kuliah. Dia langsung menjawab, "Bu Raisa, saya siap mengikutimu." Untuk melakukan sesuatu, kita harus berani bermimpi besar dan bertindak tegas. Raisa berani mengatakan itu, jadi Hani pun berani memikirkannya.Cahaya bintang Centara Entertainment pasti akan lebih gemerlap daripada cahaya milik Surya Gemilang Entertainment di masa depan. Dia memilik

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status