LOGINAgnia (25), tak pernah menyangka hidupnya akan berubah secepat itu. Satu malam yang seharusnya biasa saja berakhir menjadi mimpi buruk—kehormatannya hilang setelah seseorang mencampuri minumannya dengan obat perangsang. Pagi harinya, ia terbangun di atas ranjang, tanpa sehelai busana, dalam dekapan Irgi—dosen tampan berusia 35 tahun yang selama ini dikenal dingin dan berwibawa di kampus. Namun keterkejutan Agnia tak berhenti di situ. Parahnya, Irgi adalah suami dari kakak kandungnya sendiri yang slama ini sudah lama sekali tak bisa ditemuinya. Dan ketika kakaknya mulai curiga bahwa sang suami telah berpaling pada wanita lain, rasa bersalah mulai menggerogoti hati Agnia sedikit demi sedikit. Lantas, akankah Agnia mundur dan mengembalikan Irgi pada kakaknya? Atau, perlahan bibit cinta malah mulai tumbuh seiring dengan tertanamnya benih di rahim Agnia?
View MoreAgnia baru saja keluar dari kamar neneknya setelah memastikan suster yang merawat sang nenek sudah selesai membantu keperluan nenek di pagi hari.Ia sempat berdiri beberapa detik di depan pintu, memastikan tidak ada lagi yang perlu dilakukannya sebelum akhirnya berjalan menuju tangga.“Nanti kalau ada apa-apa, panggil suster saja ya, Nek. Nia soalnya ada jadwal kuliah pagi, jadi mungkin Nia baru pulang sekitar selepas jam makan siang nanti,” ucap Agnia tadi sebelum meninggalkan kamar.Neneknya hanya mengangguk sambil tersenyum.Agnia kemudian menuruni tangga dengan langkah perlahan. Pikirannya kembali tertuju pada rencana hari ini.Ia memang memiliki jadwal kuliah pukul sembilan, tetapi sejak pembicaraan dengan Irgi ketika jogging tadi pagi, ada satu hal yang terus mengusik pikirannya.Pria itu benar-benar berniat mengantarnya ke kampus.Agnia masih ragu apakah keputusan tersebut merupakan ide yang bagus. Ia memang tidak keberatan diantar, tetapi berada satu mobil dengan Irgi dalam pe
Pagi bahkan belum benar-benar terang ketika Agnia menutup pintu rumah pelan-pelan. Langit masih berwarna abu-abu kebiruan, sementara sebagian besar rumah di kompleks itu tampak masih tertutup rapat. Udara pagi terasa sejuk, cukup untuk membuat Agnia berpikir bahwa jogging sebentar mungkin bisa membantu menjernihkan kepalanya.Sejak percakapannya dengan Irgi semalam, pikirannya memang sulit diajak tenang.Ia masih mengingat bagaimana pria itu meminta agar kejadian beberapa hari lalu dilupakan. Ia juga masih kesal karena Irgi selalu saja bertindak sesuka hati ketika mereka sedang berdekatan, padahal berkali-kali mereka sudah sepakat untuk lebih berhati-hati.Namun, yang paling mengganggunya justru kejadian di dapur.Tatapan Rossi ketika melihat mereka.Pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya terdengar biasa, tetapi entah mengapa terasa seperti sedang mencari sesuatu.Agnia menghembuskan napas panjang, kemudian mulai berlari kecil menyusuri jalanan kompleks.Ia berharap udara pagi bisa m
Malam telah tiba.Setelah pulang dari makan siang yang molor hingga sore, Irgi sempat mengira semuanya akan baik-baik saja.Setidaknya, sampai Rossi kembali menyinggung soal aroma parfum yang menempel di pakaiannya.Namun, rupanya perkiraannya salah.Sebab, meski Rossi tidak lagi bertanya secara terang-terangan, pria itu bisa merasakan ada sesuatu yang sedang berputar di kepala istrinya.Dan hal itu membuat Irgi tidak nyaman.Bukan karena dirinya takut ketahuan mengenai perasaannya terhadap Agnia.Melainkan karena ia tahu, sekali Rossi mulai menghubungkan satu kejadian dengan kejadian lainnya, perempuan itu bisa menjadi sangat sulit dihentikan.Irgi yang baru saja keluar dari kamar pun sempat berhenti di ujung tangga.Tatapannya langsung tertuju ke arah dapur.Di sana, Agnia terlihat sedang berdiri membelakanginya.Wanita itu tampaknya sedang membuat minuman hangat. Rambutnya diikat seadanya, sementara tangannya sibuk mengaduk sesuatu di dalam gelas.Irgi menarik napas pelan.Ia kemud
Seusai berhasil mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Rossi makan siang di luar, Irgi pun lantas menggiring istrinya untuk pergi ke sebuah restoran sesuai request Rossi sebelumnya. Berharap jika perhatian Rossi bisa benar-benar terpecah dan tidak lagi tertuju pada aroma parfum yang sempat membuat wanita itu merasa ada sesuatu yang berbeda dari dirinya.Namun, rupanya harapan tersebut tidak semudah itu untuk diwujudkan.Pasalnya, sesampainya di mobil, Rossi justru masih terlihat sibuk mengamati suaminya secara diam-diam. Tatapan matanya beberapa kali tertuju pada pakaian yang dikenakan Irgi, seolah sedang berusaha menemukan sesuatu yang sekiranya bisa membantu ingatannya dalam mengidentifikasi aroma parfum yang tadi sempat ia cium.Sementara Irgi yang mengetahui dirinya tengah diperhatikan hanya bisa berusaha bersikap sewajarnya.Ia mulai menyalakan mesin, lalu siap menarik persneling ketika merasa seperti dirinya sedang diamati.“Ada apa?” tanya Irgi menoleh. Pergerakannya ia tahan
Agnia tidur meringkuk sambil memeluk perut Irgi yang berotot. Setelah bertempur bertukar peluh hingga kelelahan, Agnia pun tertidur nyenyak tanpa sempat membersihkan diri. Didukung oleh Irgi yang malah meng-puk-puknya seperti menidurkan bayi yang baru lahir. “Lucu sekali wanitaku ini. Dia benar-be
Sepanjang jalan menuju ke rumah sakit, Agnia terus saja memikirkan perkataan Irgi tentang dia yang bersikeras ingin bercerai dari Rossi. Walau begitu, Agnia pun belum siap untuk melihat kakaknya hancur karena perceraian yang terjadi padanya. Sehingga dari percakapan terakhir yang dirinya lakukan de
“Sini … biar gue bantu tetesin obat merahnya ke kaki lo,” ucap seseorang menghampiri Agnia. Membawa kotak obat lengkap di tangannya. Agnia mendongak. Lalu, tangannya sigap terulur guna mengambil kotak tersebut. Akan tetapi, alih-alih memberikan kotak obatnya, cowok bernama Rian itu pun justru mala
“Nia … gimana kondisi nenekmu?” Agnia menoleh mendapati Intan yang tadi sempat Agnia kabari setelah diberi tahu perawat jaga bahwa neneknya sudah siuman. “Masih diperiksa sama dokter, Ma. Oh iya … papa gimana? Kok, mama udah kesini aja,” ujar Agnia mengerjap bingung. Karena setahunya, papanya han






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews