Compartir

Bab 675

Autor: Ayudia
Mendengar itu, Raisa tanpa sadar melirik ke arah depan.

Jari-jari Bravi yang panjang dan ramping menggenggam pegangan koper, bibirnya bergerak santai mengikuti obrolan dengan Richard ... dan gambaran-gambaran itu secara tak terhindarkan mulai berputar di benaknya.

"Ada cerita apa nih, Raisa?" seru Suri dengan antusias. "Jadi, kapan kalian berdua …?"

"… Tadi pagi."

"Tadi pagi?" Suri berpikir sejenak sebelum kembali berbisik di telinganya, "Apa Bravi yang nggak sanggup, atau kau yang terlalu berse
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 677

    Winny memperhatikan kebingungan di sorot mata Raisa, lalu menjelaskan, "Dia kaya raya, berkuasa, dan sangat tampan. Bersamanya aku bisa dapat banyak hal, seperti uang, koneksi, sumber daya, memperluas wawasanku, menambah pengalaman, dan akses sumber daya dunia mode. Pendapatanku sebagai model sekarang, dalam setahun sudah sangat banyak, cukup untuk hidup nyaman seumur hidup. Karena itu, jadi bonekanya juga nggak terlalu buruk, makanya aku harus terus menyenangkannya." Raisa sedikit mengangkat alis.Di matanya, Winny adalah wanita cantik yang memukau. Kecantikan adalah sumber daya langka sekaligus mata uang yang berharga, itulah salah satu keunggulan Winny. Selain itu, kepribadiannya begitu baik, lembut, penuh kasih sayang, dan pandai memberikan nilai emosional. Hanya dengan mendengarkan suaranya saja, Raisa sudah merasa hangat di dalam hati. Dia sendiri tidak pernah bisa melakukannya. Jadi, Winny baginya sungguh luar biasa.Padahal jelas Bobby yang mengidamkan kecantikan dan sifat l

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 676

    Karena rekam jejaknya di masa lalu, Bobby kini menjadi sangat berhati-hati saat berhadapan dengan Raisa. Setelah memastikan ucapannya tidak menyinggung, dia membiarkan Winny berinteraksi dengan Raisa sementara dirinya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bravi dan berbincang tentang tentang hal-hal terkini."Kau masih saja sangat suka laut." Dulu, saat Bobby dan Bravi berpesta di pantai luar negeri, seberapa pun terbukanya para wanita cantik berlalu-lalang di depannya, Bravi sama sekali tidak melirik.Dia justru diam-diam menikmati luasnya laut yang tampak hambar dan membosankan itu.Lagipula, pemandangan seindah apa pun akan membosankan jika dilihat terlalu lama, bukan? Bravi menatapnya, lalu mengalihkan pandangannya ke laut biru sebelum akhirnya menarik kembali pandangannya dan berkata, "Aku memang punya ikatan khusus dengan laut, dan semakin lama semakin menyukainya."Sama seperti saat Raisa menyatakan perasaannya secara langsung, itu juga terjadi di sebuah kota pesisir.Kecinta

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 675

    Mendengar itu, Raisa tanpa sadar melirik ke arah depan.Jari-jari Bravi yang panjang dan ramping menggenggam pegangan koper, bibirnya bergerak santai mengikuti obrolan dengan Richard ... dan gambaran-gambaran itu secara tak terhindarkan mulai berputar di benaknya."Ada cerita apa nih, Raisa?" seru Suri dengan antusias. "Jadi, kapan kalian berdua …?""… Tadi pagi.""Tadi pagi?" Suri berpikir sejenak sebelum kembali berbisik di telinganya, "Apa Bravi yang nggak sanggup, atau kau yang terlalu bersemangat? Kau terlihat segar, sama sekali nggak seperti orang yang kelelahan."Telinga Raisa memerah. "Bukan gitu.""Terus apa?"Raisa mengenakan gaun putih, leher dan lengannya terbuka leluasa tanpa bekas apa pun. "Lihat kulitmu yang terbuka, nggak ada bekas apa-apa. Kalian pasti belum ngapa-ngapain."Kalau Suri tidak menyebutkannya, Raisa sama sekali tidak menyadari detail-detail itu. Tak heran Bravi mencium lehernya dengan lembut, sementara bagian yang tertutup pakaiannya mendapat perlakuan b

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 674

    Itu adalah kali pertamanya Raisa melihat sahabatnya dan Richard bersama sejak mengetahui kisah mereka.Richard yang selalu ramah dan setia kawan, dengan sigap menawarkan bantuan untuk membawakan koper kedua wanita cantik dalam rombongan itu. Setelah beberapa saat, dia mulai berteriak, "Surya, Angga, kalian berdua nggak punya hati ya? Nggak bisa bantu sedikit, hah? Semua wanita cantik ini melihat, apa kalian nggak tahu gimana caranya bersikap jadi laki-laki?"Setelah itu, Richard menendang Angga dan Surya, lalu pura-pura tidak sengaja mendorong koper Bu Arini ke arah mereka.Surya yang pernah diintimidasi oleh Richard, hanya tersenyum dingin dan sama sekali tidak menggubrisnya. Angga yang sama-sama berusia tiga puluhan seperti Richard, namun memiliki sikap yang jauh lebih dewasa dan tenang, dengan gagah mengambil koper Bu Arini dari Richard dan menyeretnya ke depan.Bu Arini adalah sekretaris utama Bravi, dikenal sangat tegas dan efisien. Perdebatan ini membuatnya terdiam, lalu berkata

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 673

    Raisa mengedipkan mata, menatapnya dan berkata, "Lumayan, kan?"Bekas luka Bravi berasal dari saat Kevin menggantungnya di pohon dengan potongan bambu. Raisa pernah menanyakannya saat itu, dia tidak berpikir untuk memberitahu Raisa karena menganggap semuanya sudah berlalu dan tidak ingin membuatnya khawatir.Tetapi, dia mengingat semuanya.Apa yang tidak dia pedulikan, apa yang dikatakannya dengan santai, ternyata Raisa mengingatnya."Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?"Bravi berpikir dalam hati bahwa dia semakin mencintai Raisa, lalu berkata, "Aku sangat menyukainya, ini kejutan luar biasa."Raisa berkata, "Kalau kau nggak suka, aku akan marah. Aku butuh waktu lama untuk membuatnya."Bravi menjawab, "Mana mungkin, semua barang darimu, mana ada yang nggak aku suka."Raisa berkata, "Nah, begitu baru benar." Pandangan Bravi menjadi sangat dalam dan berkata, "Aku mencintai segala hal tentangmu."Bravi pasti benar-benar terpikat oleh Raisa, dan sudah tak bisa lagi lepas darinya. J

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 672

    Karena mereka tidak melakukan hubungan intim, jadi Raisa tidak terlalu lelah. Hanya saja ini adalah pertama kalinya dia mengalami sensasi seperti itu, dan tubuhnya agak kewalahan. Bahkan sentuhan terkecil pun terasa jauh lebih sensitif dari biasanya.Terlebih lagi, setelah itu, Bravi membantunya membersihkan keringat dan sisa cairan di tubuhnya, sehingga dia tidak perlu menggerakkan satu jari pun. Rasanya benar-benar sangat nyaman.Sekarang, melihat Bravi sibuk mondar-mandir mengurus segala hal untuknya ....Raisa merasa wajahnya memerah. Bos besar itu masih memancarkan aura bangsawan yang sama, tipe pria yang dianggap orang lain tinggi dan sulit didekati.Dia merasa malu, tetapi Bravi tampak biasa saja, dia memang tidak tahu malu.Setelah mengenal Bravi sekian lama, Raisa benar-benar curiga jika pria itu mencoba menyamar, orang lain mungkin akan sulit untuk mengenalinya.Bagaimanapun, dia itu sangat licik."Apa kau menyukainya?" tanya Bravi, menyadari tatapannya."Seandainya aku tahu

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status