LOGINSeorang wanita yang mendapat pengkhianatan dari orang yang begitu ia cintai. Menyadari jika cinta dan sikap hangat yang diperlihatkan oleh Kekasihnya hannyalah kebohongan untuk menutupi tujuan lainnya. "Aku, Renata Aditama, akan membuat mereka membayar atas perbuatan buruk yang telah mereka lakukan padaku. " Yang tidak disangka, saat misi balas dendamnya ini ia justru dipertemukan oleh sosok pria luar biasa dengan kekuatan yang begitu besar. Seorang pria yang akan membantunya dengan tenang dan terukur. Seorang pria yang akan menjadi 'rumah' yang mengisi kembali ruang hatinya yang hancur. "Dalam hidup ini, hanya kau satu-satunya wanita yang ada dalam hidupku. "
View MoreRenata datang ke kantor HA tepat waktu, seperti biasa. Ia tidak mengenakan sesuatu yang mencolok, hanya setelan sederhana dengan potongan rapi yang membuat langkahnya terlihat tenang dan terukur. Sejak pengumuman Elly, sorot mata orang-orang di lobi berubah sedikit ketika melihatnya, ada yang penasaran, ada yang sekadar ingin memastikan kabar yang mereka baca pagi tadi memang benar.Renata tidak berhenti untuk membaca ekspresi mereka. Ia merasa sudah terbiasa dan tidak mempedulikan mengenai itu.Panggilan dari Julian semalam terdengar resmi, bahkan terlalu resmi baginya.“Kita perlu membicarakan beberapa penyesuaian pekerjaan,” begitu katanya.Maka ia datang, tanpa dugaan lain. Namun ketika pintu ruang kerja Julian terbuka, suasana di dalamnya tidak seperti ruang rapat yang biasanya. Tidak ada berkas terbuka, tidak ada layar presentasi, bahkan meja kerja terlihat lebih rapi dari biasanya, seolah sengaja dikosongkan.Dan di atas meja kecil dekat jendela, terdapat satu kotak beludru ge
Sore itu, Julian dipanggil pulang. Bukan dengan nada marah. Bukan pula dengan perintah keras. Pesan singkat dari Abimana Herlambang hanya berisi satu kalimat: “Pulang. Kita bicara.”Di ruang kerja keluarga, suasana dingin. Abimana duduk di balik meja besar, berkas laporan terbuka di hadapannya. Julian berdiri beberapa langkah dari sana. Tidak ada basa-basi.“Saham turun lagi pagi ini,” ujar Abimana tenang.Julian terdiam.Namun Abimana tetap melanjutkan ucapannya, “Bukan karena kinerja, ini semua karena kepercayaan.”Ia mengangkat pandangan. “Kau mengira ini masih urusan pribadi?”Julian membuka mulut, lalu menutupnya kembali. Tidak ada suara yang keluar, dia terduduk dan pandangannya masih terpaku di lantai. “Kau boleh salah,” kata Abimana pelan namun tajam. “Tapi ketika kesalahanmu menyeret nama keluarga dan perusahaan, itu bukan lagi urusan perasaan.”Keheningan akhirnya jatuh di antara mereka berdua. “Aku
Juwita tidak tahan pada keadaan saat ini yang terus menerus berkembang ke arah yang menyudutkannya. Sejak pagi, namanya terus muncul di linimasa, bukan sebagai pusat pujian, melainkan sebagai bayangan yang menempel pada satu isu yang sama. “Dugaan perselingkuhan” Pertunangan yang dibatalkan. Foto lama yang kembali diangkat. Tatapan yang terlalu dekat untuk sekadar kolega.Ia tahu, diam terlalu lama akan membuat rumor semakin tumbuh liar. Maka dari itu ia memilih untuk bicara.Sebuah unggahan singkat muncul di akun resminya. Foto dirinya dengan riasan rapi, sudut wajah yang paling aman, disertai kalimat yang terdengar tenang: “Tidak semua yang terlihat adalah kebenaran. Aku berharap publik bisa lebih bijak.”Tidak menyebut nama, tidak membantah dan juga tidak menjelaskan. Namun justru di situlah letak kesalahannya.Komentar datang dengan deras.“Kalau tidak salah, kenapa tidak tegas?”“Bijak bagaimana? Foto-fot
Kantor terasa terlalu sempit bagi Julian pagi itu. Ia berdiri di depan jendela, menatap lalu lintas di bawah tanpa benar-benar melihatnya. Di tangannya, ponsel terus bergetar. Notifikasi datang beruntun. Baik dari media, rekan bisnis, kenalan lama. Tidak satu pun bertanya apakah ia baik-baik saja. Semuanya bertanya hal yang sama. ‘Kenapa dibatalkan?’Julian mengepalkan tangannya. Tidak ada jawaban yang bisa ia berikan saat ini. Pernyataan yang diumumkan itu terlalu rapi dan juga terlalu bersih. Herman Aditama memotong semua jalur klarifikasi sebelum ia sempat bergerak. Tidak menyisakan ruang untuk penjelasan, juga tidak ada celah untuk mengendalikan narasi publik. Dan ini benar – benar membuatnya terasa terhimpit. Dan yang paling membuatnya tertekan adalah kebisuan Renata saat ini. Tidak terhitung sudah berapa kali ia mencoba menghubungi Renata. Baik dari pesan yang terkirim ataupun dari panggilan. Akan tetapi, semuanya tidak kunjung direspon. Dari pesan yang tidak dibaca dan pang






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.