Share

Bab 81

Penulis: Ayudia
Nora sudah berusaha menahannya, tetapi sia-sia.

Dari sudut matanya, Raisa melihat sekilas Dina yang datang ke arahnya. Dia mengernyitkan dahi dan berniat menghindar.

Namun, Dina lebih cepat selangkah, mendekatinya dan berbisik dengan nada mengejek, “Kau tahu, nanti Siska akan hadir bersama kakakku? Aku beri tahu ya, kakakku menghabiskan puluhan miliar untuk membeli perhiasan dan gaun untuknya. Siapkan mentalmu ya, nanti kalau sudah bertemu jangan sampai patah hati. Tapi aku juga salut dengan keberanianmu, berani datang sendirian untuk mencari masalah.”

Raisa tak menjawab.

Melihat Raisa diam saja, Dina tahu bahwa ucapannya telah tepat sasaran. Dia pun merasa sangat puas.

Tatapannya penuh dengan ejekan, “Kakak ipar, sebenarnya aku nggak sejahat itu kok. Tapi kamu duluan yang cari gara-gara, jadi jangan salahin aku kalau aku jadi nggak sopan. Nanti saat melihat kakakku baik banget sama Siska, aku pengen banget wawancarain kamu, gimana rasanya nyari sakit hati sendiri, enak nggak sih?”

Din
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 555

    Mendengar nama Keluarga Saloka, wajah Raisa berkedut.Mungkin karena teringat pada Yonan, kesamaan nama keluarga itu membuatnya waspada.Mengapa Nadia mencoba merebut artisnya?Banyak masalah datang bertubi-tubi, dan amarah di dalam diri Raisa perlahan membesar, tetapi ekspresinya tetap tenang. Dia lalu berkata, "Aku akan ke kantor, kita bicara lagi nanti."Hani mengiyakan dan menutup telepon.Mirna telah mengantar mereka ke pintu depan panti."Raisa, Rian, nggak ada yang serius. Aku akan menjaga nenekmu. Kalau sampai urusan mama kalian nggak bisa dirahasiakan lagi, ya sudah. Kalau nanti papa kalian datang, biar aku saja yang ketemu. Kalian nggak perlu khawatir, fokus saja sama pekerjaan kalian."Rian tampak jijik dan menjawab, "Mama baru kecelakaan saja, dia langsung cari orang lain. Apa dia pantas dipanggil papa?"Mirna menjawab, "Mulutmu itu tajam banget sih. Kenapa nggak balas dendam saja, pas dia datang?"Rian mengerutkan kening dan berkata, "Boleh, tapi aku takut nggak bisa tahan

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 554

    Yonan Saloka, sang ayah, menemani mereka makan di sebuah restoran, lalu mengatakan bahwa keluarganya belum menyiapkan kamar tambahan dan perlengkapan mandi untuk mereka, jadi dia mengatur agar mereka menginap di hotel, memberi mereka banyak uang saku, dan menyuruh mereka menikmati beberapa hari untuk berjalan-jalan di Jerona.Perusahaan farmasi milik Yonan sangat sibuk. Raisa dan Rian menghabiskan waktu selama seminggu di Jerona, hanya tiga kali saja mereka makan bersama. Pada hari kepulangan, dia mengatakan akan mengantar mereka sendiri, tetapi pada akhirnya, hanya menyuruh supir.Meskipun obat-obatan perusahaannya sekarang sudah tersedia di apotek seluruh negeri, dan menjadikannya orang yang sangat sukses dalam arti konvensional, tetapi Raisa hanya mengenal sisi kejam, dingin, dan tidak bertanggung jawabnya saja.Raisa berkata, "Aku nggak mau ketemu dia."Mirna bertanya, "Sudah berapa lama kau nggak hubungi papamu?"Raisa menjawab, "Tiga sampai empat tahun."Mirna mencibir, "Dia berh

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 553

    Wajah Raisa langsung berubah, dia berkata, "Aku masih di Monako, tapi aku akan pulang sekarang."Suri bertanya, "Ada apa?"Raisa menutup telepon dan berkata, "Nenekku mau ketemu mama, aku harus pulang sekarang."Suri bereaksi cepat, "Oke, aku suruh sekretaris ganti jadwal tiketmu sekarang." Bravi melihat wajah pucat Raisa dari kejauhan, dia segera meninggalkan Richard dan berjalan mendekat. "Ada apa?"Raisa menatapnya, dan berkata, "Aku harus pulang, tiketnya masih dalam proses ganti jadwal."Richard mengikuti. "Mau pulang sekarang?"Raisa mengangguk.Suri menutup telepon dan datang. "Paling cepat dua jam lagi."Raisa menggertakkan gigi. Tante Mirna sudah bersama neneknya, jadi neneknya pasti akan baik-baik saja. Yang membuatnya khawatir adalah neneknya bersikeras menghubungi pria itu.Neneknya telah menderita Alzheimer selama bertahun-tahun, dia tidak tahu kapan ibunya meninggal, jadi neneknya tidak diberitahu.Kalau sampai menghubungi ayahnya, kemungkinan besar bukan hanya tidak aka

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 552

    Di sisi lain.Raisa menunggu Suri untuk bergosip, tetapi tanpa diduga, dia malah tidak banyak bertanya, "Apa kau nggak penasaran?"Suri mengangkat kelopak matanya dan tersenyum, lalu berkata, "Kalau orang itu punya sedikit saja kekurangan, aku pasti sudah periksa catatan keluarganya sekarang. Tapi Bravi terlalu bisa diandalkan, jadi aku sama sekali nggak khawatir. Nikmati saja hubungan kalian. Bukannya kau sendiri yang bilang, baru merasakan manisnya pacaran?"Raisa mengangguk. "Rasanya memang beda.""Bagus dong! Aku optimis banget sama kalian berdua. Siapa tahu aku bisa jadi pengiring pengantin nanti."Raisa terkejut, ekspresinya sedikit aneh. Dia lalu berkata, "Kau terlalu optimis.""Apa ada kemungkinan lain? Kalian baru pacaran, seharusnya belum kepikiran buat putus, kan? Kalau aku kan memang sudah tentuin tanggal putus di hari pertama pacaran.""Aku nggak berencana menikah." Suri sedikit terkejut, tetapi langsung menerimanya. "Aku mengerti." Dia melirik ke arah Bravi, lalu menari

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 551

    Pukulan itu cukup telak. Jika Suri menyatakan perasaan padanya, Richard pasti akan sangat bahagia sampai berlari telanjang di tempat.Butuh beberapa detik baginya untuk mencerna berita itu, dan tentu saja, semakin dia mencerna, semakin dia merasa malang.Keberuntungannya dengan wanita jelas jauh lebih baik, tetapi Bravi, si batu dingin dan keras itu, entah bagaimana malah berhasil melampauinya."Apa beneran nggak punya pengalaman sama sekali?"Dia tampak agak menggertakkan gigi.Pengalaman Bravi yang sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan, tetapi dia memang memilik pengalaman. Dia menjawab secara singkat, "Temani dia dengan cara yang dia mau.""Itu aku tahu, tapi Suri sama sekali nggak mau melihatku. Bahkan muncul di depannya saja sudah salah. Aku senang kalau bisa temani dia pakai cara yang dia sukai, tapi kau tahu apa yang dia suka? Dia suka kalau aku nggak muncul."Richard mengerutkan kening dan berkata, "Bukan gitu, aku cuma nggak mengerti. Apa aku sejelek itu?"Bravi menjawab,

  • Tak Ada Kata Maaf Untuk Mantan Suami   Bab 550

    "Kalau cium aku lagi, aku nggak akan bisa menahan diri lagi," katanya."Kalau gitu, lakukan sesukamu."Bravi terdiam.Melihat sikapnya yang tidak gentar sama sekali, Bravi menahan diri, lalu bertanya, "Rey mau apa?"Raisa telah menebak dengan benar, Bravi memang cemburu.Alisnya berkerut dan sorot matanya penuh kekhawatiran.Hati Raisa langsung luluh. Dia tidak suka melihat Bravi cemburu."Pas aku bangun tadi pagi, Rey mengirim pesan bilang Kevin sakit, demam sepanjang malam. Dia mau aku menemuinya. Aku menelepon Rey dan menyuruhnya berhenti menggangguku. Itu saja. Dia tadi minta maaf soal itu."Bravi mengatupkan bibirnya. Kalau Kevin tidak disebut, dirinya tidak akan terlalu memikirkannya. Tapi begitu disebut, meskipun tahu tidak perlu peduli, tapi dia tetap tidak bisa mengabaikan keberadaan Kevin. Pria itu seperti duri di hatinya.Apa Raisa juga pernah bersikap seperti ini pada Kevin?Pandangan Bravi menjadi dalam saat dia mencium bibir Raisa dengan penuh gairah.Pernah atau tidak, R

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status