Share

Di Pihak Vimala

Author: Erna Azura
last update publish date: 2026-09-30 08:15:33
Hari ini Ratu sama sekali tidak datang ke proyek.

Sejak pagi perempuan itu berada di kantor pusat perusahaannya karena harus mengikuti internal management review yang tidak bisa diwakilkan.

Zyandru tahu.

Davin tahu.

Tim proyek pun tahu.

Semua orang di proyek tahu.

Hanya satu orang yang tidak mengetahui fakta sederhana itu.

Vimala.

Dan ketidaktahuan terkadang memiliki cara paling kejam untuk mengisi ruang kosong dengan ketakutan.

***

Pukul sebelas malam.

Sisi ranj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Lovelyday27
Om Yudha memang ter BAIK ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Mengadu pada Sang Kekasih

    “Aku dituduh pelakor, Gas.”Bagas yang sejak tadi duduk di sofa langsung menegakkan tubuh.“Apa?”Ratu berdiri di dekat jendela apartemennya.Sudah hampir pukul sebelas malam ketika ia pulang.Bagas yang sebelumnya berniat menjemput akhirnya langsung datang ke apartemen setelah Ratu mengirim pesan bahwa terjadi masalah di proyek dan meminta waktu untuk bicara.Sejak datang, Bagas tahu sesuatu yang buruk terjadi.Tetapi ia tidak menyangka seburuk ini.Ratu berbalik.Matanya merah.“Vimala datang ke proyek.”“Terus?” Ekspresi wajah Bagas tampak panik.Tentu dia tidak bisa bayangkan apa yang akan dilakukan anak Konglomerat manja itu kepada perempuan yang masih dicintai suaminya.“Dia nemuin aku sama Zyandru berdua di coordination room.”Rahang bagas mengeras.“Berdua?” tanyanya ingin memastikan.“Iya.” Ratu segera menggeleng. “Tapi bukan seperti yang kamu pikir.”“Aku enggak mikir apa-apa.”“Aku sama dia enggak selingkuh.” Ratu menekankan.Bagas tidak menyela.“Aku be

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Jarak yang Tercipta

    Vimala baru menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya ketika mobil Robi memasuki halaman kediaman Wisnutama.Rasa nyeri yang semula hanya seperti mulas perlahan berubah menjadi kram yang menusuk di bagian perut.Perempuan itu menekan telapak tangan ke sana.Matanya terpejam.“Mala?” Suara Robi membuatnya membuka mata.“Kenapa?”“Enggak apa-apa.”“Kamu sakit?”“Enggak.” Jawabannya terlalu cepat.Robi mematikan mesin mobil lalu menatapnya.“Wajah kamu pucat.”“Aku cuma capek saja kayanya.”Vimala segera membuka pintu.Ia tidak ingin Robi bertanya lebih jauh.Apalagi kalau pertanyaan berikutnya berhubungan dengan Zyandru.Malam ini kepalanya sudah terlalu penuh.“Makasih ya Kak.”Vimala turun kemudian berjalan cepat menuju pintu rumah.“Mala.”Langkahnya berhenti.Robi ikut turun. “Besok kabarin aku kalau butuh apa-apa.”Vimala hanya mengangguk.“Dan soal yang kamu lihat tadi…” Robi sengaja menggantung kalimat.Vimala menoleh lagi.“Jangan dipikirin terus.”

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Niat yang Bulat

    Robi akhirnya mengikuti Vimala yang lebih dulu berjalan meninggalkan koridor.Suara langkah mereka perlahan menjauh.Namun ketegangan yang tertinggal sama sekali tidak ikut pergi.Beberapa karyawan masih berdiri kikuk di sekitar sana sampai Ratu menarik napas panjang.“Teman-teman, silakan kembali ke pekerjaan masing-masing.”Satu per satu mereka membubarkan diri.Begitu koridor benar-benar sepi, Ratu berbalik.Tatapannya langsung menghunjam Zyandru.“Kamu bohong sama aku.”Zyandru terdiam.“Waktu itu aku tanya apakah Mala sudah tahu tentang kita.” Suara Ratu terdengar bergetar menahan marah. “Kamu bilang belum.”“Neng—”“Jangan panggil aku Neng!”Zyandru mengembuskan napas. “Ratu, dengar dulu.”“Apa lagi yang harus aku dengar?”“Aku sengaja enggak kasih tahu karena aku tahu kamu.”Ratu tertawa sumbang.“Tahu aku?”“Iya. Begitu kamu tahu Mala sudah tahu semuanya dan rumah tangga kami bermasalah

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Salah Paham

    “Kamu ngapain di sini?”Robi mengangkat kedua tangan. “Aku cuma antar Mala.”“Mala tahu aku di sini dari siapa?”Vimala langsung menyela. “Jangan serang kak Robi!”Zyandru menatap istrinya.“Dia enggak ada hubungannya sama perselingkuhan kalian.”Rahang Zyandru mengeras.Robi tidak bersuara lagi.Namun di dalam kepalanya—semuanya berjalan lebih baik daripada rencana.Zyandru kembali menatap Vimala.“Aku mau kamu pulang sama aku.”“Enggak.”“Mala.”“Aku enggak mau pulang sama kamu.”“Kita bicara di rumah.”“Enggak ada lagi yang perlu dibicarakan.”Vimala menatap Ratu.Air matanya terus mengalir. “Selamat.”Ratu mengernyit.Vimala menghapus air matanya dengan kasar.“Kamu hebat.”“Mala—”“Diam dulu, Zyan.”Kali ini bahkan Zyandru terdiam.Tatapan Vimala kembali tertuju kepada Ratu.Dari ujung kepala sampai kaki.Seolah untuk pertama kalinya ia benar-benar s

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Bukti Nyata

    Vimala datang bersama Robi.Beberapa staf yang masih berada di project office langsung berdiri ketika melihatnya.“Pak Robi?”Robi mengangguk sementara Vimala menatap sekeliling.“Pak Zyandru mana?” Vimala bertanya.Seorang engineer terlihat bingung.“Tadi masih di sini, Bu.”“Terus Ratu?”“Bu Ratu juga.”Jantung Vimala seperti jatuh ke perut.“Di mana?”Tidak ada yang langsung tahu.Robi diam di belakangnya.Ponselnya bergetar.Archive room.Robi memasukkannya kembali ke saku. “Coba belakang,” katanya seolah menebak.Vimala menderapkan langkahnya.Beberapa karyawan yang penasaran ikut di belakang Vimala.Sampai mereka tiba di koridor belakang.Salah seorang staf menunjuk.“Kayaknya tadi pak Zyandru sama bu Ratu ke coordination room.”Vimala menghampiri pintu itu dan mencoba membuka.Terkunci.Wajahnya berubah.“Kenapa dikunci?”“Biasanya enggak, Bu.”“Bu

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Mencari Bukti

    Yudha sudah meninggalkan ruangan beberapa saat yang lalu sementara Vimala masih duduk sendiri. Melamun.Map warisan berada di depannya.Namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana.“Bukti…” Ia berbisik. Vimala tidak mengindahkan semua saran Yudha.Egonya mengatakan kalau dia harus bercerai,Tidak lama kemudian pintu terbuka.“Mala?”Vimala menoleh.Robi berdiri di sana.“Kak Robi?”Robi masuk.“Kamu ngapain di sini?”“Ada urusan sama Pak Yudha.”“Tentang alih nama?”Vimala mengangguk.“Sudah selesai?” Robi bertanya lagi.“Lima hari lagi.”Robi tersenyum. “Good.”Ia kemudian memperhatikan wajah Vimala. “Kamu kenapa?”Pertanyaan yang belakangan terlalu mudah membuat Vimala membuka pertahanannya.“Capek.”“Masih tentang Zyandru?”Vimala menunduk.Robi menarik kursi. “Dia bikin ulah apa lagi?”“Kemarin pulang jam satu pagi.”Robi mengangkat alis. “Dari proyek ya? Karena akhir-akhir ini Zyandru jarang berada di kantor.” “Kamu tahu ‘kan kalau Ratu ada di san

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status