MasukKeesokan harinya, Roy dan Zea diam-diam masuk ke ruangan tawanan Damian. Betapa terkejut dan prihatinnya Zea dan Roy begitu melihat keadaan Damian yang sangat menyedihkan. Rambut Damian kini tumbuh memanjang, bahkan hampir sepanjang rambut Zea. Wajahnya tampak dipenuhi kumis dan jenggot. Walau begitu, tidak bisa menyembunyikan ketampanan pria ini. Badannya tampak masih kekar walau agak kurusan. Tubuh kekar Damian selama ini diperoleh karena kerja kasar, beda dengan orang-orang yang memperoleh tubuh indah lewat olahraga khusus atau nge-gym. Jadi, walau sudah tidak bekerja, tubuh kekar Damian tidak mudah hilang. Roy dan Zea yang tampak syok dengan cepat memeluk tubuh Damian. Mereka ikut terpukul melihat keadaan Damian. Damian tampak melirik, kemudian tiba-tiba memegang kepalanya. Di samping Damian, Roy dan Zea melihat banyak bekas obat suntik. Roy yang seorang lelaki sampai terisak melihat betapa tersiksanya Damian selama di
Elshi mendorong tubuh Damian dengan kasar ke ranjang mewah di kamar tersebut."Jangan berani menekan ku, aku yang menguasai permainan. Aku tidak suka di bawah," bisik Elshi ke telinga Damian."Elshiku masih seganas dulu," kata Damian sambil tersenyum."Kalau begitu, aku akan berbaring dan menikmati. Kamu boleh kuasai permainan ini," lanjut Damian."Siapa yang mengajakmu bermain? Di sini kamu itu mainanku. Kamu hanya budak seks, jadi jangan mengira aku melakukannya karena benar-benar tertarik padamu," sahut Elshi sambil mengusap wajah Damian dengan cambuk di tangannya.Wajah Damian yang tadi tersenyum genit kini berubah drastis menjadi muram. Dia masih tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Elshi. Setelahnya, Elshi mulai menikmati tubuh Damian dengan caranya sendiri. Dia menggigit bibir Damian hingga pecah dan berdarah. Beberapa kali dia juga melayangkan cambukan ke tubuh Damian, namun lelaki perkasa tersebut tidak terlihat kesakita
Damian perlahan mendekat. Walau tangannya terikat dengan borgol, setidaknya dia masih bisa memeluk wanitanya yang tampak kehilangan arah ini.Saat tangan Damian ingin menyentuh wajah Gadis Rubah, dia segera menepi dan berkata, "Jangan mendekat!" dengan lantang.Damian tertegun sejenak. Tangannya yang tadi ingin menyentuh Elshi kini mengambang di udara. Dia nyaris tak mengenali lagi Elshi, kekasihnya yang dulu begitu lemah lembut dan manja kepadanya."Singkirkan tangan kotormu atau kupatahkan sekarang juga." Elshi menatap tajam, tatapan yang dia sengaja lakukan walau dia sebenarnya begitu sakit dan tak mampu. Hanya dengan cara itu dia bisa membunuh cinta di hatinya kepada Damian. Dia tidak ingin terlihat kalah dan lemah."Lakukan apa yang ingin kamu lakukan padaku, bahkan mati pun aku sanggupi." Damian tersenyum getir."Elshi, aku hanya bernapas. Sudah kukatakan aku sudah mati dari sore kemarin. Elshi, kenapa kisah cinta kita jadi begini?
"Bos, Queen Mafia kabur dengan pasukannya?" lapor Doni.Hugo tersenyum sinis."Tidak masalah, kita bisa mengatur rencana penyerangan balik. Lagian orang kita banyak yang terluka, akan sangat memalukan kalau sampai kita kalah di markas sendiri. Yang terpenting sekarang mental dia berhasil aku obrak-abrik. Ada manfaatnya juga aku angkat Damian jadi anak angkat, dia sekarang jadi benteng terkuat ku untuk merobohkan mental Elshi, dia tidak akan bisa bertindak benar jika pikirannya kacau, dan yang terpenting, anak kandungku aman. Dia akan mengira Damian adalah anakku yang harus dia bunuh, tapi inilah bagian menariknya, dia tidak akan mampu melakukannya karena siksaan perasaan cintanya pada Damian yang masih menggebu dan membara," jelas Hugo.Semua pasukan Queen Mafia yang terluka kini dalam pengobatan di dokter pribadi mereka. Elshi terus mendampingi untuk memastikan pasukannya aman dan segera pulih.Sementara Mario membawa Damian ke kamar tahanan yang
Seketika fokus anak buah Hugo yang tadi siap siaga mengarahkan senjata ke arah Elshi menjadi buyar dan berbalik menjaga pertahanan utama untuk diri mereka. Pasukan Queen Mafia memutarbalikkan keadaan. Hugo yang terkejut dengan penyerangan dadakan ini benar-benar dalam posisi terkepung.Tidak ada pengawal setianya, tidak ada orang-orang kepercayaan dan juru tembak terbaiknya, hanya pengawal rendahan yang tidak terlalu paham teknik menghadapi serangan dadakan seperti ini.Hugo mengangkat kedua tangannya, tanda dia merasa harus menyerah. Dari jumlah pasukan, tentu pasukan Hugo kali ini kalah telak.Elshi maju beberapa langkah. Dia mengarahkan pistol tepat di kepala Hugo. Senjata itu bahkan mengenai kulit Hugo langsung. Hanya dengan sekali tembakan, tentu peluru itu sudah bersarang tepat di otak Hugo."Untuk kematian ayahku, bibi asuhku, kepala pelayan yang menggendongku, juga untuk sandiwara murahan yang kamu buat dengan anak kesayanganmu itu, rasaka
Tiba-tiba telepon Elshi berdering. Panggilan itu dari Roy, namun belum sempat Elshi mengangkat, panggilan itu telah terputus. Elshi mencoba menghubungi balik Roy, sayang panggilan itu tidak terhubung. Ada apa sebenarnya, kenapa nomor Roy menjadi tidak aktif.Elshi berusaha berpikir positif, mungkin Roy kehabisan pulsa atau gangguan jaringan.Sementara itu, Dara yang sudah ketakutan setengah mati akhirnya, dengan susah payah, berhasil menghubungi seseorang yang dianggapnya bisa menyelamatkannya. Orang itu adalah Damian, mantan kekasihnya. Damian yang sedang berada di toko bunga dan mengamati wajah penjual bunga yang selalu mengenakan masker tersebut, segera hilang fokus setelah mendengar ponselnya berdering. Nama yang terpampang dalam panggilan itu adalah nama mantan kekasihnya. Damian tidak mengindahkan, dia tidak ingin tunangannya, Elshi, kembali salah paham jika dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya tersebut."Ketika pakai masker, kenapa sepinta
"Elshi adalah CEO di kantorku, ada apa, Dara?" tanya Damian."Aku lihat dia chat kamu barusan, menanyakan apakah kamu sudah tidur. Oya, mungkin mau bertanya masalah kerjaan tapi takut mengganggumu malam-malam, karena itu bertanya dulu apakah kamu sudah tidur. Emm... tapi Damian, ken
"Bukankah itu syalku? Kenapa ada padamu?" tanya Zea."Zea, apa kamu ingat pernah ada di hotel saat mabuk?" tanya Roy."Ingat, apa yang kamu ketahui?" tanya Zea tampak gugup."Zea, aku akan ceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi dan dilebihkan. Malam itu aku ingin me
Tok! Tok! Tok!Terdengar suara ketukan pintu dari rumah sederhana dan indah milik Roy. Sejak bergabung dengan Hugo, Roy kini mampu membeli rumah yang ia senangi. Rumah itu bukan rumah mewah, sebenarnya ia bisa saja membeli rumah super mewah bertingkat. Namun Roy memilih rumah sederhana
Ada apa?" tanya Damian.Entah kenapa Elshi begitu gugup sampai-sampai dadanya terasa sesak. Elshi mengurungkan niatnya, dia rasa sebaiknya jangan mengungkapkan saat sedang baru berbaikan begini, takutnya Damian masih sungkan. Elshi pikir untuk saat ini dia cukup buktikan dan tunjukk







