LOGINElshi Wanita cantik, cerdas, pandai bela diri namun memiliki sisi kejam sejak kematian sang ayah, kehidupannya sebagai gadis manis nan lembut berubah drastis. gadis sexi ini kini menjelma menjadi queen Mafia untuk membalas dendam, siapa sangka dalam perjalanannya membalas dendam kematian sang ayah dia harus jatuh cinta kepada Damian, cowo tampan dengan tubuh kekar berwatak romantis yang merupakan buruh bangunan di salah 1 perusahaan miliknya, sungguh di sayangkan cintanya bertepuk sebelah tangan, Damian hanya mencintai tunangannya gadis desa yg di ketahui manis, lugu dan polos itu. berbagai cara di lakukan elshi untuk menakhluknya, dari cara lembut sampai kasar dan memaksa. berkali pun Damian menolaknya, elshi tak mampu melupakan pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu, bagaimana kah kisah cinta mereka, mampu kah elshi menaklukan damian di akhir cerita mereka, akan kah elshi bisa kembali ke kehidupan awalnya dan melepaskan sifat buruk nya yg kini menjadi queen Mafia paling di Takuti di kotanya.
View More"Seret dia ke hadapanku! Masih mau bermain-main dengan wanitaku sekarang? Jawab, bedebah!"
Hugo berteriak dengan garang sambil menyeret lelaki paruh baya itu tanpa belas kasihan. Ia membanting lelaki tersebut ke arah pintu setelah mengangkatnya dengan kedua tangannya. "Ampun… ampun, Hugo. Tolong hentikan kesalahpahaman ini. Aku harus kembali, ada seseorang yang menanti ku pulang." Lelaki paruh baya itu berlutut di kaki mafia yang paling ditakuti di kota tersebut. Namun bukan pengampunan yang ia dapatkan, melainkan tendangan demi tendangan yang memecah keheningan malam, disertai jeritan rintihan yang mengerikan. Sesaat kemudian, suasana kembali hening setelah tembakan menghujani tubuh tak berdaya itu. "Tidaaaaak! Ayah… jangan tinggalkan aku, Ayah! Aku cuma punya Ayah sekarang!" Tangis seorang anak yang beranjak remaja pecah melihat kejadian nahas itu tepat di depan matanya. "Ayaaaaah!" Elshi terbangun dari mimpi buruk yang terus menghantuinya setiap malam. Ia mengusap wajahnya yang dipenuhi keringat, meneguk segelas air, lalu berjalan keluar kamar. Elshi menuju ruang latihan di sudut rumahnya, ruangan yang para pelayan sebut sebagai tempat olahraga dan tidak sembarang orang boleh memasukinya. Ia memasang sarung tinju, lalu memukul samsak besar yang tergantung di ruangan itu. Keringat dan air matanya bercampur; matanya memerah dan mulai bengkak karena terlalu sering menangis. Ia hidup, tetapi merasa seperti mati. Setiap malam, Elshi hanya tidur beberapa jam. Ketika ia terlelap, mimpi-mimpi tentang masa lalunya datang kembali dan membangunkannya. Elshi berteriak sekeras-kerasnya di dalam ruangan kedap suara itu sambil menangis tersedu-sedu. Tiba-tiba pintu ruang latihan terbuka. Tampak bayangan gadis langsing, tinggi, dan cantik melangkah masuk. "Zea? Kenapa ke sini? Kamu belum tidur? Tolong jangan seperti aku. Cukup aku saja, Zea." Elshi tampak lemas ketika mengucapkan itu kepada adiknya. "Kak Elshi, tolong jangan terus-menerus tersiksa seperti ini. Aku berjanji akan membantu Kakak membalas dendam, tetapi jangan hidup hanya dengan kebencian. Kakak harus punya semangat hidup dan rasa cinta." Elshi menatap wajah cantik adiknya dan tersenyum. "Adikku ternyata sudah dewasa. Bukankah aku juga punya cinta di dunia ini? Kamulah cinta nyata ku. Melihatmu tumbuh bahagia adalah kebahagiaan tanpa batas." Zea mendekat, menggenggam kedua tangan kakaknya, lalu berbicara dengan serius. "Kak Elshi, aku tahu kakak menyayangiku. Tapi bukan itu yang ku maksud. Kakak terlalu sibuk dengan dendam hingga lupa bagaimana menikmati hidup. Aku tidak pernah lupa pembunuh Ayah, tetapi Ayah tidak akan bahagia di sana jika tahu anaknya hidup dalam penderitaan masa lalu. Kakak harus punya tujuan hidup, cinta, dan cita-cita." Elshi melepaskan genggamannya, lalu memalingkan badan membelakangi Zea. "Apa maksudmu? Aku hidup hanya untuk membahagiakanmu dan membalas kematian Ayah. Selebihnya… mati pun aku tidak peduli." Zea mulai menangis. "Kak Elshi, aku ingin Kakak mencari pasangan… agar Kakak bisa bahagia dan berbagi rasa." Elshi tertawa terbahak. "Adikku sayang, siapa sebenarnya kakak dan siapa adik di sini? Kamu menasihati ku seperti lebih dewasa dariku. Aku tidak butuh lelaki. Bukankah cinta justru membuat seseorang lemah?" Elshi menarik tangan Zea dan mengantarnya ke kamar. "Zea, tidurlah. Aku juga ingin tidur." Zea mengangguk lalu masuk ke kamarnya. Sementara itu, Elshi berjalan menuju balkon untuk menikmati heningnya malam dari ketinggian rumahnya. Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat mobil modifikasi bergambar Naga Merah melintas di jalan raya dekat rumahnya. Jam menunjukkan pukul 02.30. Ia sangat mengenal komplotan yang berada dalam mobil tersebut. Elshi segera turun menuju pintu utama, lalu ke garasi. Ia mengambil mobil pribadinya dan diam-diam mengikuti mobil bergambar Naga Merah itu. Setelah cukup lama, mobil itu berhenti di sebuah pedesaan. Elshi mengirim lokasi kepada Zay, salah satu orang kepercayaannya di dunia mafia. Zay kemudian memerintahkan anak buahnya untuk tidak jauh dari lokasi. "Kalian bergerak ke daerah ini, tapi jangan mendekati Gadis Rubah jika aku tidak memerintahkan." "Baik, Bos," sahut ketua anak buah Zay. Gerombolan lelaki berkulit gelap dan berbadan kekar itu bergerak pergi, sementara Zay terus memantau Elshi dari jauh melalui aplikasi pelacak. Kelompok mobil modifikasi Naga Merah adalah anak buah Hugo, mafia paling ditakuti di kota tersebut. Tok! Tok! Tok! Terdengar suara ketukan di pintu rumah Dara. Ayah Dara mencoba mengintip dari balik jendela dan terkejut melihat gerombolan orang bersenjata tajam dan beberapa pistol. Sesaat kemudian, pintu didobrak. "Tolong, ambil saja semua harta kami dan segera pergi. Jangan sakiti keluargaku!" teriak ayah Dara dengan gemetar. "Cepat kumpulkan semua harta bendamu!" teriak komplotan Naga Merah. Keributan itu membangunkan Dara dan ibunya; mereka segera keluar kamar. Dara menjerit ketika melihat pisau diletakkan di leher ayahnya. "Dara, kamu tenang. Ibu, tolong ambilkan semua harta kita," pinta Pak Zoom, ayah Dara. "Siapa kalian?! Lepaskan Ayahku!" Dara menangis histeris. "Bos Doni, gadis ini sangat cantik. Bagaimana kalau kita gilir ramai-ramai?" Mendengar itu, muncul ide busuk di kepala Doni, salah satu tangan kanan Hugo. Keributan di rumah Dara membuat para tetangga berdatangan, tetapi pasukan Naga Merah membawa banyak orang untuk beraksi malam itu. Beberapa dari mereka menyekap Dara dan menyeretnya ke dalam mobil.4 Minggu kemudian, Damian kembali ke hutan tersebut.Dari kejauhan, wanita cantik yang dituju Damian itu sudah melihat kehadiran Damian."Kenapa dia ke sini lagi? Apa mau berburu?" gumam wanita itu.Tiba-tiba seekor beruang menyerang Damian dengan cepat hingga tubuh Damian tersungkur bersimbah darah.Wanita cantik itu mengambil senjata dan menembakkannya ke udara agar beruang tersebut takut dan pergi.Wanita itu segera berlari menuju Damian, kemudian memapah tubuh Damian menuju rumah pondoknya."Kenapa kamu ke sini? Di sini bahaya, banyak binatang buas," kata wanita tersebut."Aku rindu kamu?" kata Damian."Siapa? Apa yang kamu maksud Intan atau Elshi?" tanya wanita tersebut."Kalau aku bilang Intan, apa kamu akan cemburu?" tanya Damian.Wanita tersebut menegakkan posisi duduknya."Kenapa harus cemburu? Aku bukan Elshi," sahut wanita tersebut."Jangan banyak gerak, aku akan ob
Satu tahun kemudian.Walau hidup menjadi CEO sukses dengan usahanya yang bergerak di bidang pembuatan permata berlian, nyatanya tidak membuat Damian hidup bahagia, padahal di sekelilingnya banyak wanita cantik yang berusaha mendekatinya.Namun, sekali lagi, Damian lebih memilih jalan hidup seperti yang dulu Elshi lakukan. Dia memilih hidup dengan boneka silikon berwajah Elshi yang sengaja dia pesan khusus. Setiap hari di kamarnya, dia melepaskan hasratnya kepada boneka yang dianggapnya sebagai Elshi. Ibunya begitu khawatir dengan keadaan anaknya, tapi Damian selalu menyakinkan bahwa dia baik-baik saja. Damian bilang dia tidak akan menikah seumur hidup, dia akan menghabiskan sisa hidupnya dalam bayang-bayang Elshi.Kini sosial media selalu meliput pengusaha muda dan tampan bernama Damian yang sedang naik daun.Berita itu akhirnya sampai ke Zea."Pasti Damian yang sekarang tambah diperebutkan banyak wanita," pikir Zea.Suatu hari D
Tidaaaaaaaaak!!!!!!" Tangis Zea pecah bersamaan dengan kematian Roy. Axel berusaha menenangkan mantan kekasih sahabatnya itu. Petugas segera mengurus jenazah Roy untuk memakamkannya dengan layak. "Kemana kalian membawa kekasihku pergi? Lepaskan! Roy-ku tidak mati, dia masih hidup! Cepat lepaskan dia! Kenapa kalian memasukkan Roy-ku ke dalam kantong jenazah? Dia bisa mati karena kekurangan oksigen! Cepat lepaskan, kataku!" Tangis Zea pecah sejadinya. Axel segera membawa Zea keluar agar petugas bisa mengurus jenazah Roy dengan fokus. Keesokan harinya, semua sahabat, kerabat, dan anggota keluarga Roy, termasuk ibunya yang sudah sadar dari koma, ikut menghadiri pemakaman Roy. Suasana penuh dengan haru. Zea berpelukan dengan ibu Roy dan berusaha saling menguatkan. Sehari setelah pemakaman Roy, Axel segera mengajak Zea ke rumah sakit, tempat Jerry dirawat. Zea begitu terkejut karena Jerry sudah tidak
Axel berusaha menghubungi Roy. Dia ingin memberitahu bahwa rekan-rekannya mengetahui keterlibatan Roy di anggota Naga Merah. Namun, sudah 5 kali dia menghubungi Roy, tampak tidak ada jawaban dari sahabatnya tersebut.Zea juga begitu khawatir. Kenapa Roy tidak bisa dihubungi setelah kejadian dini hari itu.Keesokan harinya, seluruh siaran televisi dan pemberitaan sosmed memuat tentang berita tertangkapnya jaringan mafia paling berbahaya di negara tersebut. Semua anggota yang terlibat akan diadili dengan hukuman mati.Axel dan Zea yang mendengar berita tersebut tampak syok. Vita yang sudah tahu semua tentang identitas Roy, Elshi, dan Zea dari cerita Axel segera menghubungi Axel. Dia bilang Zea pingsan setelah mendengar berita Naga Merah yang akan dihukum mati.Axel segera bergegas menyusul Zea dan Vita yang kebetulan sedang berada di rumah sakit untuk menunggu Jerry.Saat Zea sadar, dia meminta Axel agar membantunya membawa Roy kabur. Dia b
Elshi sedang menyisir rambut indahnya di depan cermin rias di dekat ranjang tidurnya. Zea melangkah masuk dan segera berdiri di belakang kakaknya yang sedang duduk di kursi. Dari pantulan cermin, tampak wajah tegang Zea yang terlihat jelas oleh Elshi."Zea, kenapa? Apa ada masalah?
"Kak Elshi, aku hanya beda beberapa tahun darimu, jangan bilang aku anak kecil lagi. Oya, ayo kita sarapan sama-sama, aku sudah bikin sarapan untuk kita semua." Ajak Zea.Damian yang sudah mengenakan pakaian segera ikut duduk di kursi makan."Roy, Damian, maklumi saja jika
Zea menarik pelatuknya dan segera bersiap membunuh lelaki yang berada di depannya saat ini."Zea, sayangku, kamu boleh membunuhku, tapi sebelumnya izinkan aku menjelaskan semuanya padamu. Setelah itu aku berjanji, aku akan mati dalam pelukanmu," pinta Roy lirih.Roy maju beberap
Beberapa saat kemudian, Hendro, Doni, dan Devan meninggalkan Caffe Ardath. Kini hanya tersisa Roy dan Axel.Axel menenggak beberapa gelas minuman di depannya. Dia menunggu Roy menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi barusan. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Roy. Semuanya hening tak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore